• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.

1. Cicilia Pascadina Trie Aprilian, 10111244035, (2014), PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Dengan judul “Kemampuan Kognitif Anak Dalam Aktivitas Seni Musik”.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana kemampuan kognitif anak di Kelompok B TK Bhakti Siswi Soran dalam aktivitas seni musik?

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada sebelum dilakukan observasi awal, kemampuan kognitif anak kelompok B TK Bhakti Siswi belum sesuai dengan tahapan indikator pengamatan aspek kognitif. kemampuan kognitif anak ditunjukkan dengan kemampuan pengetahuan mengenal lagu, mengingat lagu, memahami makna lagu dan mengekspresikan lagu ke dalam gerakan ritmis. Sementara

19

pemahaman yang mencerminkan kemampuan kognitif anak ditunjukkan dengan pemahaman anak terhadap sebuah lagu.

Dalam aktivitas musik, yaitu menyanyi menggunakan musik pengiring (mendatangkan sumber dan memutar vidio), kemampuan kognitif pengetahuan dan pemahaman teramati dengan optimal. Hal ini ditunjukkan pada kepekaan anak terhadap unsur rasa dan unsur logis dalam memahami lagu tersebut, serta keaktifan anak untuk bertanya sebab- akibat apabila menyanyikan lagu tersebut kepekaan anak terhadap lagu ditunjukkan dengan lagu yang dinyanyikan anak tersebut yang terlihat pada saat anak bernyanyi, unsur musik (suara, syair, nada, ritme, melodi, notasi) telah menyatu dalam diri anak lewat bernyanyi. Terbukti, musik dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak. Para neurosaintis menemukan bahwa latihan seni mengharuskan anak memusatkan perhatian sehingga aktivitas seni berimplikasi terhadap peningkatan kognitifnya.

Dengan demikian, anak-anak yang mempelajari seni sejak dini perkembangan kognitifnya lebih optimal. Di samping itu, seni sering melibatkan emosi yang kuat sehingga berimplikasi terhadap meningkatnya daya ingat.25

2. Winda Nuri Adinda, 38143017, (2018), PIAUD, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Medan. Dengan judul sekripsi “Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia

25 Cicilia Pascadina Trie Aprilian, Kemampuan Kognitif Anak Dalam Aktivitas Seni Musik di Kelompok B Bhakti Siswi Soran, (Universitas Negeri Yogyakarta: Tidak diterbitkan.2014)

Dini Kelompok B Melalui Kegiatan Senam Otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan”.

Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana kemampuan kognitif anak usia dini kelompok B sebelum melakukan kegiatan senam otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan? 2) Bagaimana pelaksanaan kegiatan senam otak dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini pada kelompok B di RA Rahmah Elyunusiah II Medan? 3) Apakah kemampuan kognitif anak usia dini kelompok B dapat ditingkatkan melalui kegiatan senam otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan ?

Hasil penelitian tindakan kelas adalah kemampuan kognitif anak usia dini kelompok B sebelum melakukan kegiatan senam otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan masih dapat dikatakan belum berkembang, hal ini dapat dilihat dari hasil observasi peneliti pada prasiklus, dari 14 orang anak, 11 orang anak dikategorikan belum berkembang (21,43%), dan 3 orang anak dikategorikan mulai berkembang (78,57%), dan belum ada anak yang memperoleh kriteria berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak belum berkembang.

Pelaksanaan kegiatan senam otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan dilakukan 2 siklus, siklus 1 dan siklus 2. Siklus 1 guru mengajak anak untuk melakukan kegiatan senam otak secara perkelompok, setiap

anak melakukan kegiatan senam otak dengan kelompoknya masing- masing. Sedangkan pada siklus 2 guru mengajak anak untuk melakukan senam otak beramai-ramai dan bersama-sama tanpa berdasarkan kelompoknya. Kegiatan senam otak dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini kelompok B di Ra Rahmah Elyunusiah II Medan, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dari prasiklus hingga siklus dua.

Hasil observasi pra siklus, terdapat 11 orang anak dikategorikan belum berkembang (21,43%), 3 orang anak dikategorikan mulai berkembang (78,57%) dan belum ada anak yang memperoleh kriteria berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, kemudian dilanjutkan siklus I. Pada siklus I dilakukannya 2 kali pertemuan, pada pertemuan pertama terdapat 14 orang anak yang tergolong kriteria mulai berkembang (100%), sedangkan pada pertemuan kedua 12 orang anak yang tergolong kriteria mulai berkembang (85,71%), dan 2 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sesuai harapan (14,29%). Pada siklus II dilakukan juga sama halnya dengan siklus 1 dan 2 kali pertemuan, pada siklus II pada pertemuan pertama terdapar 2 orang anak yang tergolong mulai berkembang (14,29%), 10 orang anak berkembang sesuai harapan(71,42%), dan 2 orang yang tergolong kriteria berkembang sangat baik (14,29%), sedangkan pada pertemuan kedua sudah tidak ada lagi kriteria belum berkembang maupun mulai berkembang, maka hasilnya terdapat 2 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sesuai harapan

(14,29%) dan 12 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sangat baik (85,71%).26

3. Muti’ah Khoirul Ummah, 133131046, (2017) PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Dengan judul sekripsi “Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Bernyanyi di TK Aisyiyah Al huda Jampen Kismoyoso Ngemplak Boyolali”.

Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimanakah peningkatan kemampuan kognitif anak dalam mengenal dan memahami konsep bilangan dan lambang bilangan angka 1-10 melalui metode bernyanyi.

Hasil penelitian tersebut adalah pada kondisi awal sebelum diadakan tindakan, jumlah siswa yang memiliki kemampuan kognitif dalam mengenal dan memahami konsep bilangan dan lambang bilangan angka 1-10 sebanyak 21% atau 5 siswa, kemudian pada siklus I pertemuan I kemampuan kognitif anak meningkat menjadi 33% atau 8 siswa, kemudian pada siklus I pertemuan II kemampuan kognitif anak meningkat menjadi 46% atau 11 siswa. Kemudian untuk siklus II pada pertemuan I kemampuan kognitif anak meningkat menjadi 63% atau 15 siswa, dan

26 Winda Nuri Adinda, Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Kelompok B Melalui Kegiatan Senam Otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan, (UIN Sumatara Utara Medan:Tidak diterbitkan. 2018)

pada siklus II pertemuan II kemampuan kognitif anak meningkat menjadi 75% atau 18 siswa dari keseluruhan siswa 24.27

Persamaan dan perbedaan pada beberapa penelitian diatas dengan penelitian yang akan peneliti lakukan diuraikan dalam tabel 2.1 sebagai berikut:

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Kajian Terdahulu dengan Orisinalitas

27 Mutti’ah Khoirul Ummah, Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Metode Bernyanyi di TK Aisyiyah Al Huda Jampen Kismoloyoso Ngemplak Boyolali, (IAIN Surakarta:Tidak diterbitkan. 2017)

No Nama Judul Persamaan Perbedaan Keaslian

1 Cicilia Pascadina Trie Aprilian (2014)

Kemampuan Kognitif Anak Dalam

Aktivitas Seni Musik Di Kelompok B TK Bhakti Siswi Soran

Penelitian yang telah dilakukan ini sama-sama membahas kemampuan kognitif anak

Penelitian Cicilia

Pascadina Trie Aprilian menekankan dalam aktivitas seni musik

Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini dalam berfikir kritis, logis dan simbolik

melalui bermain congklak

2 Winda Nuri Adinda (2018)

Upaya

Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Kelompok B Melalui Kegiatan Senam Otak di RA Rahmah Elyunusiah II Medan

Penelitian yang telah dilakukan ini sama-sama membahas kemampuan kognitif anak usia dini

Penelitian Winda Nuri Adinda menekankan melalui kegiatan senam otak

Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini dalam berfikir kritis, logis dan simbolik

melalui bermain congklak

3 Muti’ah Khoirul Ummah (2017)

Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui metode

Penelitian yang telah dilakukan ini ini sama-

Penelitian Muti’ah Khoirul Ummah

Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini dalam