Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti, oleh karenya seorang peneliti harus berinteraksi langsung dengan sumber data.
Pemilihan subyek penelitian dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sample yang dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, mislanya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.74
74 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), 117
Dalam penelitian ini, subyek penelitian atau informan yang dipandang mengetahui terhadap masalah yang diteliti adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Subyek Penelitian
No Nama Informan Status
1 Yuliani, S.Pd Kepala Sekolah 2 Sumiarsih, S.Pd Guru Kelas B1 3 Siti Hotijah, S.Pd Guru B2 4 Elok Widiarti, S.Pd Guru Kelas A 5 Feni Tri Agustin S.Pd Guru Pendamping 4 Peserta Didik Kelompok B TK Pertiwi D. Tehnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data.
Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Metode observasi adalah usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandart.
Dengan menggunakan metode ini orang melakukan pengamatan dan mencatat secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki, tanpa mengajukan pertanyaan-pertanyaan meskipun objeknya orang.75
Penelitian ini menggunakan observasi partisipan aktif, jadi dalam hal ini peneliti datang ditempat kegiatan orang yang diamati dan ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Adapun data yang ingin diperoleh melalui observasi ini adalah:
75 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2013),109
Tabel 3.2 Observasi
No Fokus Indikator Pengamatan
1. Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berfikir kritis melalui bermain congklak
a. Proses belajar mengajar melalui media congklak
b.Aanak-anak dapat memainkan congklak dengan berbagai cara c. Anak dapat menyelesaikan bermain congklak
2 Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berfikir logis melalui bermain congklak
a. Mengenal warna dengan biji congklak
b. Mengenal huruf vokal dan konsonan dengan bermain congklak
c. Mengenal angka dengan menggunakan biji congklak 3 Peningkatan kemampuan kognitif
anak usia dini dalam berfikir simbolik melalui bermain congklak
a. Anak menyebutkan lambang bilangan dengan biji congklak b. Anak dapat membedakan lambang bilangan dengan biji congklak
c. Anak dapat menghitung penjumblahan dan pengurangan menggunakan biji congklak 4 Kondisi obyek penelitian a. Letak geografis TK Pertiwi
Karangmulwo, Mangli, Kaliwates, Jember.
b. Aktivitas peserta didik dan guru selama pembelajaran.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.76 Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur.
76 Lexy, Metodologi,186
a. Wawancara Terstruktur
Wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda v (check) pada nomor yang sesuai.
b. Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden.77
Teknik wawancarayang digunakan yaitu wawancara tidak struktur. Wawancara tidak struktur yaitu tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya.78
Peniliti menggunakan teknik wawancara tidak struktur untuk memperoleh informasi yang mendalam. Alasan mengapa peneliti menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur karena bersifat lebih luwes dalam pelaksanaannya. Peneliti sebagai pewawancara dapat bebas mengajukan pertanyaan tetapi tetap seputar tujuan dalam penelitian. Adapun data yang diperoleh peneliti ialah:
77 Suharsimi, Prosedur, 201
78 Sugiono, Metode, 231
Tabel 3.3 Indikator Peralataan
No Fokus Indikator
1 Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berpikir kritis melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a. Menggunakan berbagai metode unutk menigkatkan kemampuan berfikir kritis b. Menggunakan media congklak sebagai pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berfikir kritis anak
2 Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berpikir logis melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a. Menggunakan berbagai metode unutk menigkatkan kemampuan berfikir lagis b. Menggunakan media congklak sebagai pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berfikir logis
3 Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berpikir simbolik melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a. Menggunakan berbagai metode unutk menigkatkan kemampuan berfikir simbolik b. Menggunakan media congklak sebagai pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berfikir simbolik
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, agenda dan sebagainya.79 Adapun data yang ingin diperoleh dalam teknik dokumentasi adalah sebagai berikut :
79 Suharsimi, Prosedur, 206
Tabel 3.4 Dokumentasi
No Fokus Indikator
1. Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berpikir kritis melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a.Kegiataan pembelajaran bermain congklak
b. foto dan vidio bermain congklak
c. RKH di TK Pertiwi 2 Kemampuan kognitif anak usia
dini dalam berpikir logis melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a.Kegiatan bermain congklak dilapangan
b. foto dan vidio anak menyebutkan warna
c. kegiatan kerja sama kegiatan bermain congklak
3 Kemampuan kognitif anak usia dini dalam berpikir simbolik melalui bermain congklak kelompok B di TK Pertiwi
a.Kegiatan bermain congklak menyebutkan lambang bilangan b. foto dan vidio saat bermain congklak
4 Dekomuntasi pendukung a. Profil TK Pertiwi
b. Struktur Organisasi TK Pertiwi c. Visi dan Misi TK Pertiwi d. Data Guru TK Pertiwi
e. Data Peserta didik TK Pertiwi f. Proses Pembelajaran TK Pertiwi (Foto dan Vidio) E. Analisis Data
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.80 Analis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban
80 Lexy, Metodologi, 248
hasil wawancara setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Menurut Miles dan Hubermen yang dikutip dari Sugiyono, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode aspek-aspek tertentu.
2. Penyajian Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
3. Penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/verification)
Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi lebih jelas.81