BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data Dan Analisis
69
f) BSI OTO
BSI OTO merupakan produk pembiayaan kepemilikan kendaraan seperti motor atau mobil baik baru maupun bekas menggunakan cara yang relatif sederhana dan angsurannya tetap.
Beberapa keunggulan dalam pembiayaan BSI OTO antara lain yaitu :
(1) Menyesuaikan prinsip syariah (2) Tahap pembiayaan yang mudah
(3) Tenor pembiayaan sampai dengan 7 tahun.
(4) Cicilan tetap sampai dengan jatuh tempo.
(5) Koneksi layanan yang luas.
“Kredit usaha rakyat (KUR) merupakan produk dari pemerintah, KUR ini disalurkan melalui bank-bank yang ditunjuk oleh pemerintah, termasuk BSI A Yani KCP Situbondo ini. KUR ada di kantor ini sejak tanggal 1 Oktober 2020. Adapun tujuan dari pembiayaan KUR ini yaitu untuk memajukan UMKM agar usaha mikro lebih maju lagi”.56
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Dedy Setyabudhi selaku Micro Relation Manajer bahwa :
“Sasaran KUR yaitu untuk nasabah yang tidak memiliki agunan dan mempunyai usaha yang layak. Adapun macam-macam KUR di BSI A Yani KCP Situbondo ada tiga yang pertama KUR Super Mikro dengan plafon pembiayaan 1-10 Juta, yang kedua ada KUR Mikro dengan plafon pembiayaan 10-50 Juta, dan yang ketiga ada KUR Kecil dengan plafon pembiayaan 50-500 Juta”.57
Adapun prosedur pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondo menurut Bapak Dedy Setyabudhi yaitu :
“Prosedur yang harus dipenuhi oleh nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondo yaitu: a. Fotocopi KTP Suami Istri. b. Fotocopi Kartu Keluarga. c.
surat nikah atau surat keterangan belum menikah. d. NPWP kurang lebih 50 Juta. e. Jaminan yang berupa sertifikat hak milik (SHM) atau sertifikat hak guna bangunan (SHGB). f. Surat Keterangan Usaha. g. Rekening Koran 3 Bulan Terakhir. h.
Bersedia membuka rekening tabungan pokok. i. Bersedia membayar biaya diawal yang dikeluarkan untuk proses pembiayaan KUR seperti pembayaran notaris, pembelian materai, serta pembayaran satu kali angsuran”.58
Dilanjutkan penjelasan dari Bapak Ali Sadikin A yaitu :
“Setelah nasabah melengkapi persyaratan tersebut, pihak bank menganalisa dengan menggunakan 5C dalam penerapannya serta
56 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo,28 Desember 2022
57 Dedy Setyabudhi, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
58 Dedy Setyabudhi, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
71
pihak bank melakukan survei langsung kerumah calon nasabah atau ketempat usaha yang ingin melakukan pembiayaan tersebut, apakah calon nasabah layak atau tidak diberikan pembiayaan agar tidak terjadi pembiayaan bermasalah, jika calon nasabah tersebut sudah layak diberi pembiayaan maka oleh pihak bank dan calon nasabah akan membuat perjanjian untuk bertemu kembali”.59 Bapak Dedi Wijanarko selaku Back Office menambahkan juga:
“Segala prosedur harus di ikuti dengan baik dan benar oleh nasabah agar proses pembiayaan KUR berjalan dengan lancar.
Selanjutnya untuk pembayaran angsuran pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondo terdapat 2 Opsi, yang pertama bisa membayar melalui transfer di BSI Mobile, dan yang kedua dengan cara nasabah dating ke teller membawa buku tabungan atau buku rekening”.60
Ibu Riniatin selaku nasabah KUR di BSI A Yani KCP Situbondo menjelaskan:
“Saat nasabah ingin mengajukan pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondo yang pertama nasabah mengajukan pembiayaan ke kantor BSI A Yani KCP Situbondo lalu melengkapi apa saja persyaratannya, setelah di setujui nasabah melakukan akad perjanjian dengan pihak bank, setelah itu pencairan di rekening BSI pribadi nasabah, yang terakhir nasabah melakukan angsuran pembiayaan hingga lunas”.61
Ibu Risa Nuril F selaku nasabah menambahkan juga:
“Pembiayaan KUR ini di khususkan untuk masyarakat yang memiliki usaha atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta saat nasabah ingin mengajukan pembiayaan KUR di BSI ini harus memakai agunan atau jaminan”62
Kesimpulan diatas bahwa dalam tahap mengajukan pembiayaan KUR calon nasabah harus melengkapi persyaratan serta pihak bank
59 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
60 Dedi Wijanarko, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
61 Riniatin, Wawancara, Situbondo, 4 Januari 2023
62 Risa Nuril F, Wawancara, Situbondo, 4 Januari 2023
menganalisa dan mensurvei calon nasabah tersebut. Adapun pihak BSI menganalisa menggunakan 5C.
2. Implementasi Akad Murabahah Wa Al-Wakalah Pada Produk Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Di Bank Syariah Indonesia A Yani KCP Situbondo.
Akad murabahah merupakan perjanjian jual beli barang ketika harga asal dan keuntungan telah diketahui dan disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya. Sementara dalam Perbankan Syariah akad murabahah adalah jenis kontrak yang digunakan untuk pembelian produk oleh bank sesuai permintaan nasabah tersebut sebesar harga beli dan keuntungan yang telah disepakati sebelumnya. Sedangkan akad wakalah yaitu akad pemberian kekuasaan oleh seseorang kepada orang lain untuk melakukan sesuatu yang bersyarat hokum, sedangkan pemberian kekuasaan itu sendiri bisa dengan menggunakan pemberian upah ataupun tidak. Jadi akad murabahah wa al-wakalah yaitu akad jual beli dimana lembaga keuangan syariah mewakilkan pembelian produk kepada nasabah kemudian setelah produk tersebut didapatkan oleh nasabah kemudian nasabah memberikan bukti kwitansi atau nota kepada pihak bank.
Menurut Bapak Ali Sadikin A mengatakan bahwa :
“Dalam pembiayaan ini biasanya nasabah menginginkan untuk menambah modal usaha, tetapi tidak memiliki cukup dana untuk menambah modal usaha tersebut. Oleh karena itu, nasabah dapat mengajukan pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondo dengan pembayaran sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara pihak bank dan nasabah”.63
63 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
73
Hal ini juga ditambahkan oleh Bapak Dedy Setyabudhi mengatakan bahwa :
“Pembiayaan yang dilaksanakan telebih dahulu semua nasabah ditanyakan oleh pihak bank untuk keperluan apa pembiayaan tersebut digunakan agar pembiayaan tersebut tepat pada sasaran”64 Setelah itu pihak bank menjelaskan kepada nasabah tentang akad murabahah wa al-wakalah yang dipakai pada produk pembiayaan kur di BSI A Yani KCP Situbondo.
Menurut Bapak Dedy Setyabudhi mengatakan bahwa :
“Saat proses pembiayaan KUR akad yang digunakan yaitu akad murabahah dan akad wakalah. Akad murabahah ini yaitu akad jual beli dimana saat nasabah mengajukan pembiayaan ingin membeli kebutuhan untuk modalnya semisal nasabah tersebut menjual minuman di café. maka, dengan adanya akad murabahah ini pihak bank membelikan kebutuhannya sesuai yang diperlukan nasabah dan menjual kembali kepada nasabah dengan margin atau keuntungan yang telah disepakati. Nah, dengan adanya akad wakalah ini pihak bank bisa mewakilkan dananya kepada nasabah untuk membeli sesuai kebutuhan nasabah atau pihak bank tidak lagi ikut serta membeli kebutuhan nasabah. Misal nasabah ingin membeli kursi, meja, dan kebutuhan dapur untuk di café. Setelah membeli pihak bank meminta bukti kwitansi atau nota kepada nasabah seharga pembiayaan yang dipinjam. Jadi, dengan adanya akad wakalah ini dana yang telah dicairkan dikuasakan kepada nasabah dengan lewat rekening pribadi nasabah”.65
Menurut Bapak Ali Sadikin A menambahkan bahwa :
“Dengan adanya pembiayaan KUR yang menggunakan akad murabahah wa al-wakalah ini nasabah bisa leluasa memilih barang kebutuhannya sesuka hati, dan setelah membeli barang kebutuhannya maka nasabah tersebut wajib memberikan bukti kwitansi atau nota pembeliannya kepada pihak bank agar tetap mengikuti prinsip syariah”.66
64 Dedy Setyabudhi, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
65 Dedy Setyabudhi, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
66 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo,28 Desember 2022
Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Dedi Wijanarko bahwa :
“Adapun akad murabahah ini merupakan suatu prinsip yang diterapkan melalui mekanisme jual beli barang secara cicilan dengan penambahan margin keuntungan bagi bank. Dengan adanya akad wakalah, jual beli barang tersebut diwakilkan atau dikuasakan kepada nasabah, setelah itu nasabah membayar cicilan perbulannya kepada pihak bank”.67
Menurut Bapak Dedy Setyabudhi menambahkan pada pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) yang telah disalurkan kepada masyarakat sejak Oktober 2020 hingga November 2022 Jumlah sebesar Rp. 11.606.000.000.
Adapun data peningkatan pembiayaan KUR di BSI A Yani KCP Situbondi yaitu:
Tabel 4.1
Jumlah pembiayaan KUR yang telah disalurkan di BSI A Yani KCP Situbondo
Bulan Pembiayaan
Yang Disalurkan
2020 2021 2022
Jan - 130.000.000 541.300.000
Feb - 130.000.000 541.300.000
Mart - 130.000.000 541.300.000
Apr - 541.300.000 541.300.000
Mei - 541.300.000 541.300.000
Juni - 541.300.000 541.300.000
Juli - 541.300.000 541.300.000
Agt - 541.300.000 541.300.000
Sept - 541.300.000 541.300.000
Okt 130.000.000 541.300.000 541.300.000 Nov 130.000.000 541.300.000 541.300.000
Des 130.000.000 541.300.000 -
Total 390.000.000 5.261.700.000 5.954.300.000 Sumber: BSI A Yani KCP Situbondo
Berdasarkan data dalam tabel 1.3 diketahui bahwa total pembiayaan KUR yang disalurkan kepada masyarakat pada tahun 2020
67 Dedi Wijanarko, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
75
dari bulan Oktober hingga Desember yaitu Rp. 390.000.000, selanjutnya total pembiayaan KUR pada tahun 2021 dari bulan Januari hingga Desember yaitu Rp. 5.261.700.000, sedangkan total pembiayaan yang telah disalurkan pada tahun 2022 dari bulan Januari hingga November yaitu Rp. 5.954.300.000.
3. Faktor Penyebab serta Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Di Bank Syariah Indonesia A Yani KCP Situbondo.
Pembiayaan bermasalah terjadi saat kondisi nasabah tidak mampu lagi membayar hutangnya karena dana yang dimiliki tidak mencukupi.
Melihat karena banyak nasabah mengalami pembiayaan bermasalah, maka dari itu perlu mengtahui factor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah di BSI A Yani KCP Situbondo yang disebabkan oleh nasabah.
Menurut Bapak Ali Sadikin Asmoroyudo mengatakan bahwa :
“Faktor penyebab pembiayaan bermasalah menurut saya ada dua yang pertama usaha yang dimiliki nasabah tersebut menurun sehingga akan berdampak pada angsuran pembiayaan, yang kedua pembiayaan tidak dipakai sebagaimana mestinya sehingga ada beberapa nasabah yang memanipulasi nota pembelian kepada kami”.68
Hal ini juga ditambahkan oleh Bapak Dedi Wijanarko bahwa :
“Yang menyebabkan pembiayaan bermasalah atau macet itu disebabkan oleh usaha nasabah yang naik turun sehingga mengakibatkan pembayaran angsuran menunggak, bisa juga pembiayaan yang diajukan itu dibagi dua oleh orang lain sehingga saat jatuh tempo pembayaran itu bisa jadi menunggak karena yang satu tidak bisa bayar”.69
68 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo,28 Desember 2022
69 Dedi Wijanarko, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
Ibu Riniatin selaku nasabah KUR di BSI A Yani KCP Situbondo menambahkan:
“Pembiayaan macet ini paling sering disebabkan karena usaha kami yang naik turun sehingga penjualan kami tidak laku akibat tidak adanya pembeli”.70
Ibu Risa Nuril F selaku nasabah KUR di BSI A Yani KCP Situbondo juga menambahkan:
“Terkadang nasabah yang ambil KUR tidak dipakai untuk kebutuhan usahanya melainkan untuk kebutuhan lain seperti membeli mobil dan tidak dapat mengontrol keuangan sehingga tidak bisa membayar pembiayaannya”.71
Sebaik apapun menganalisa pembiayaan yang dilakukan oleh pihak bank terhadap nasabah, kemungkinan pembiayaan bermasalah juga pasti ada, baik itu dari nasabah maupun dari bank itu sendiri. Dalam hal ini pihak bank harus bisa menyelesaikan pembiayaan masalah tersebut.
Menurut Bapak Dedy Setyabudhudi selaku Micro Relation Manager di BSI A Yani KCP Situbondo mengatakan bahwa :
“Jika ada nasabah yang terjadi pembiayaan bermasalah maka kami sebagai pihak bank yang pertama melakukan musyarawah dengan nasabah seperti memperkecil angsuran serta memperpanjang waktu angsuran, dan cara yang terakhir yaitu menjual jaminan milik nasabah secara sukarela”.72
Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Ali Sadikin A selaku Branch Manajer di BSI A Yani KCP Situbondo bahwa :
“Penyelesaian pembiayaan bermasalah yang menunggak dilakukan secara penagihan kepada nasabah secara terus menerus sampai pembiayaan tersebut lunas”.73
70 Riniatin, Wawancara, Situbondo, 4 Januari 2023
71 Risa Nuril F, Wawancara, Situbondo, 4 Januari 2023
72 Dedy Setyabudhi, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
73 Ali Sadikin A, Wawancara, Situbondo, 28 Desember 2022
77
Hal ini juga ditambahkan oleh Bapak Dedi Wijanarko selaku Back Office di BSI A Yani KCP Situbondo bahwa :
“Saat nasabah menunggak angsurannya pihak bank juga memberikan tiga Surat Peringatan (SP), yang pertama di SP 1 bank akan memberikan peringatan berupa pemberitahuan untuk membayar anggsuran melalui surat ataupun telepon disini pihak bank memberi jangka waktu selama 1-3 Minggu, yang kedua di SP 2 bank juga memberi peringatan dengan jangka waktu 1-3 Minggu juga, dan yang ketiga di SP 3 jika nasabah tetap tidak bayar angsuran, maka nasabah secara sukarela menjual jaminannya atau pihak bank yang akan menyitanya”.74
Kesimpulan diatas bahwa penyelesaian yang dilakukan oleh BSI A Yani KCP Situbondo terhadap pembiayaan KUR itu sesuai dengan yang diterapkan dilapangan sudah tepat yaitu dengan cara musyawarah dengan nasabah dan melakukan penagihan secara terus menerus kepada nasabah sampai pembiayaan tersebut lunas. Hal ini dikarenakan agar tidak merugikan pihak bank dan agar nasabah bertanggung jawab atas pembiayaannya.