• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perjalanan Studi

Dalam dokumen hadis ma'lul - Repository IAIN Kediri (Halaman 119-123)

BAB V Al-ASQAlANi DAN Bulu < Gh Al-mARA >m

A. Ibnu Hajar al­Asqalani

3. Perjalanan Studi

ilmu pengetahuan terasa lebih mudah. Dunia pendidikan saat itu mencapai masa yang gemilang.

Di antara nama-nama masyhur yang muncul disamping nama-nama di atas adalah : Ibnu Taimiyah (1263-1328 M), penganjur pemurnian ajaran Islam untuk kembali kepada Alquran dan Sunnah serta membuka lagi pintu ijtiha (setelah sebelumnya fakum karena kehancuran Baghdad dan para ulama lebih tertarik pada kegiatan tarekat dan sufisti yang mengakibatkan umat Islam banyak yang bersifat taqlid).

Tokoh lain muncul adalah Jalaluddin al-Suyuthi, seorang ulama yang produktif menulis, baik di bidang tafsir maupun sejarah. Seorang pakar Hadis juga lahir pada masa dinasti tersebut, yakni Ibn Hajar al-Asqalani. Selain sebagai pakar Hadis, ia juga pernah menjabat beberapa posisi penting di masanya, baik jabatan yang beroriantasi pada karir pendidikan maupun karir politik.13

ke daerah-daerah terkenal sebagai daerah basis keilmuan.

Hampir daerah-daerah yang masyhur keilmuannya sudah ia singgahi, termasuk Makkah, Damaskus, Yaman, Hijaz Iskandariyah, Qus dan beberapa daerah di Mesir, Bait al- Maqdis, Nablis, Ramallah dan Ghaza.

Disiplin ilmu pertama yang digelutinya adalah sastra dan sejarah. Hal ini berpengaruh terhadap gaya bicaranya yang puitis dan indah. Bahkan oleh para ulama ia dipuji dan digambarkan sebagai orang yang nalurinya adalah sastrawan, perilakunya mencerminkan ahli Hadis dan dedikasi beragamanya adalah ahli fikih

Pada tahun 796 H. ia menuju Kairo untuk belajar ilmu Hadis kepada Zainuddin al-Iraqi dan beberapa ulama lain. Ia berguru kepada al-Iraqi untuk beberapa lama.

Kemudian perjalanannya dilanjutkan ke beberapa daerah sehingga gurunya menjadi semakin banyak. Ia pergi ke Makkah, Damaskus, Yaman dan beberapa pelosok Mesir.

Ketika di Makkah, ia sempat belajar S{ah}i>h} al-Bukhariy kepada Afifuddi al-Nashawari yang sekaligus menjadi guru pertamanya dalam Sah{i>h{ al-Bukhariy, pada tahun 802 H. ia juga mempelajari S{ah}i>h} al-Bukhariy di Damaskus pada beberapa kotega al-Qasim ibn Asakir, al-Hij dan Sulaiman bin Hamzah.

Di Damaskus pula ia berkesempatan belajar secara intensif sekitar seribu Hadis dari beberapa kitab besar, di antaranya adalah : al-Mu’jam al-Awsat} karya al-Tabrani, Ma’rifat al-S{ah}a>bah karya Abu Abdullah al-Mandah. Pada tahun 806 H. ia belajar Sahih al-Bukhariy di Mesir pada Abd al-Rahim ibn Rizin. Al-Asqalani juga sempat menjumpai Majduddin ibn al-Shairazi (729-816 H) di Yaman. Dari ahli

bahasa ini, ibn Hajar berkesempatan belajar dan memperoleh beberapa karyanya, antara lain : al-Qa>mu>s fi> al-Lughah.

Sekembalinya dari beberapa gurunya, al-Asqalani menulis “Ta’liq al-Ta’li>q ‘ala> Sahih al-Bukhariy”, yang memuat

biografi beberapa gurunya. Di antara guru-guru yang

dimintai izin dalam hal ini adalah : Sirajuddin al-Bulqini dan al-Hafid Zainuddin al-Iraqi. Kegiatan keilmuannya dilanjutkan dengan menulis, membuat karya ilmiah dan memberikan kuliah di beberapa madrasah dan perguruan tinggi, terutama tentang Hadis di Madrasah al- Kama>liyyah al-Jadi>dah. Al-Asqalani aktif menulis dan menghasilkan karya ilmiah yang sangat fenomenal dan monumental seperti Fath} al-Ba>ri bi Sharh} S{ah}i>h} al-Bukha>riy.14

a. Guru-guru al-Asqalani

Al-Asqalani memiliki guru yang jumlahnya tidak sedikit dan melampaui akademisi-akademisi semasanya, dan masing-masing gurunya adalah sosok yang pakar di bidangnya. Al-Asqalani menghimpun nama guru- gurunya dan menulis biografi mereka dalam kitab

“al-Mu’jam al-Muassas bi al-Mu’jam al-Mufahras”, ia menyusun nama-nama mereka berdasarkan mu’jam.

Diceritakan bahwa guru-guru al-Asqalani mencapai 450 (empat ratus lima puluh) orang, sementara keterangan lain menyebutkan bahwa guru-gurunya mencapai 600 (enam ratus) orang, belum termasuk guru sekaligus teman karibnya.

14Al-Sakhawi, al-Jawa>hir wa al-Durar, 1/124

Di antara guru-guru Al-Asqalani adalah sebagai berikut.

− Burhanuddin Abu Ishaq Ibrahim Ibn Ahmad al- Tanukhi al-Ha’lahaki (W. 800 H.), guru di bidang ilmu qira>at.

− Al-Hafi Zainuddin al-Iraqi (W. 806 H.), guru di bidang disiplin Hadis dan ilmu-ilmunya.

− Nuruddin al-Haitami (W. 807 H.), guru di bidang menghafal dan matan-matan dan pendalamannya.

− Sirajuddin al-Bulqini (W. 805 H.), guru di bidang pendalaman hafalan dan pembahasan materi-materi agama.

− Ibn al-Mulqin Sirajuddin Abu Hafs Umar bin Ali (W. 804 H.), guru di bidang penyusunan beberapa karyanya.

− Majduddin al-Shairazi al-Fairuzabadi (W. 817 H.), guru di bidang hafalan bahasa dan pendalamannya.

− Al-Ghamari (W. 802 H.), guru di bidang pengetahuan bahasa Arab, penghafalan dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

− Muhibuddin ibn Hisham (W. 709 H.), guru di bidang

‘ulum al-Hadis karya ibn Salah.

− Izzuddin ibn Jama’ah (W. 819 H.), guru di bidang beberapa disiplin ilmu.

− Abul Abbas Ahmad ibn Umar al-Baghdadi al-Lu’lu’i

− Abu Hurairah Abdurrahman ibn al-Hafid al- Dzahabi.

− Abu Sa’ad al-Karim al-Sam’ani.

− Kamaluddin Ahmad al-Sinbati.

− Ibn al-Muttarriz

− Ibn Arafah al-Warghami al-Maliki.

− Al-Halisi.

− Al-Sayyidah Maryam bint al-Adhra’i.

− Al-Sayyidah Fatimah bint Muhammad ibn Abdul Hadi.

− Al-Sayyidah Aisyah bint Muhammad ibn Abdul Hadi, dll.

b. Murid-murid al-Asqalani

Sebagaimana guru-gurunya yang begitu banyak, murid- murid Al-Asqalani juga tidak sedikit. Di antara yang pernah menjadi muridnya adalah sebagai berikut.

− Syeikh Islam Zakarya ibn Muhammad al-Anshari.

− Syamsuddin Muhammad ibn Abdul Rahman al- Sakhawi.

− Jamaluddin Ibrahim al-Qalqashandi.

− Syarifuddin Abdul Haqq al-Sinbati.

− Izzuddin bin Fahd.

− Ibn Arkamas.

− Burhanuddin al-Biqa’i.

Dalam dokumen hadis ma'lul - Repository IAIN Kediri (Halaman 119-123)