BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
B. Kajian Teori
3. Permainan Lempar Tangkap Bola
Permainan merupakan peran dan minat seorang anak yang dapat didukung oleh orang dewasa sekitanya. Salah satu prinsip mendasar dalam pendidikan anak usia dini adalah pentingnya permainan bagi pembelajaran dan perkembangan anak-anak.
permainan juga memiliki peran dalam anak usia dini, beberapa praktisi masih kekurangan keterampilan, dukungan dan rasa percaya diri yang
50 Nuruddin, “Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini”, (Jember, IAIN Jember Press, 2015), Hal. 71-73
51 I Nengah Sarwa, “Peranan Bakat Kinestetik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar” (Denpasar, Vol.7 No.14, 2012), Hal.12
diperlukan untuk menjadikan permainan anak-anak menjadi pembelajaran dan pedagogic yang menyatu52 Ada beberapa teori yang menjelaskan arti serta nilai permianan yaitu sebagai berikut:53
1) Teori pemunggahan (Outlading Stheorie) menurut sarjana inggris Herbert Spencer, permianan disebabkan oleh mengalir keluarnya energy, yaitu tenaga yang belum dipakai dan menumpuk pada diri anak itu menuntut dimanfaatkan atau dipekerjakan. Sehubungan itu energy tersebut mencair dan menunggah dalam bentuk permainan.
Teori ini disebut dengan kelebihhan tenaga.
2) Teori atavitas sarjana amerika Stanley. Hall dengan pandangannya yang biogenetis menyatakan bahwa selama perkembangannya anak akan mengalami semua fase kemanusiaan. Pemainan ini merupakaan penampilan dari semua factor hereditas yaitu fase keturunan. Segala pengalamaan jenis manusia sepanjang sejarah akan diwariskan kepada anak keturunannya.
Bermain sangat penting bagi anak usia dini karena melalui bermain mengembangkan aspek-spek perkembangan anak usia dini.
Bermain juga akan memberikan kontibusi alamiah untuk belajaar anak dan juga berkembang. Bermain memberikan motivasi instrinsik pada anak yang dimunculkan melalui emosi poitif anak. Emosi positif yang terlihat adalaah dari rasa ingin tahu anak meningkat.
52 Cathy Nutbrown dan Peter Clough,”Pendidikan Anak Usia Dini Sejarah, Filosofi, dan Pengalaman” (Yogyakarta, Penerbit Pustaka Pelajar, 2015), Hal. 251
53 Oman Farhurohman,”Hakikat Bermain dan Permainan Anak Usia Dini”, (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol.2 No.1, 2017), Hal. 29
Bermain juga dapat diartikan oleh banyak ahli dengan berbagai cara. Joan dan Utami (1996) mengutip pendapat beberapa ahli tentang bermain yaitu:54
1) Anak mempunyai energy berlebih karena terbebas dari segala macam tekanan, baik tekanan ekonomis maupun social, sehingga mengungkap energinya dalam bermain (Schiller & spencer)
2) Melalui kegiatan bermain, seorang anak meniapkan diri untuk hidupnya kelak jikaa telah dewasa. misalnya, dengan bermain peran serta tidak sadar ia menyiapkan diri untuk peran pekerjaannya di masa depan. (Karl Graos)
3) Melalui bermain anak melewati tahap-tahap perkembangan yang sama dari perkembangan sejarah umat manusia (teori rekapitulasi).
Kegiatan-kegiatan seperti lari, melempar, menangkap, emanjat, dan melompat merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dari generasi ke generasi. (Stanley Hall)
Dari berbagai pandangan tersebut Joan dan Utami(1996) menyatakan bahwa bermain merupakan suatu aktifitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, social, moral, dan emosional.
b. Melempar Bola
Melempar adalah keterampilan manipulative rumit, yang menggunakan satu atau dua tangan untuk melontarkan objek menjauhi
54 Anita Yus,”Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak”, (Jakarta, Kencana Prenada Media Group, 2011), Hal. 134-135
badan ke udara, selain tergantung dari beberapa factor (ukuran anak, ukuran objek, dan lain sebagainya), lemparan dapat dilaukan dibawah tangan, di tas kepala, di atas lengan atau di samping. Pada haikatnya gerak dasar melempar dapat dipelajari dengan menggunaan berbagai alat bantu. Gerak melempar dapat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan.55
1) Bentuk keterampilan dalam melempar
Bentuk keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ukuran dan bentuk bola serta berbagai cara. Melempar bola yang baik berarti melempar bola dengan ketepataan jaraak daan tinggi serta kecepatan yang sesuai. Bentuk keterampilan dalam melempar yang dapat dikembangkan untuk anak usia dini sebagai berikut: 1. Melempar bawah dengan menggunakan dua tangan, 2. Melempar bawah dengan menggunakan satu tangan dan bola bergulir diatas tanah, 3. Melempar bawah dengan menggunakan satu tangan, 4. Melempar bola sejauh-jauhnya, 5.
Melempar bola dengan ketepatan pada sasaran, 6. Melempar bola dengan menggunakan dua tangan dari depan dada.56
2) Tahapan dalam melempar
Dalam kegiatan melempar terdapat tahapan-tahapan yang harus dipelajari dan diperhatikan oleh anak yaitu: 1. Tahapan
55 Nurhidayah, A. & Nurharsono, T. dkk. Model Pengembangan Gerakan Dasar Melempar melalui Permainan Bola Halilintar untuk Siswa Kelas IV SD, (Online), 1 (4), 2012, Hal. 182-184, (http://journal.unnes.ac.id/artikel_sju/peshr/), diakses 20 Oktober 2016.
56 Toho Cholik M & Rusli Lutan, Pendidikan Jasmani da Kesehatan, Jakarta: Depdiknas, 1997.
kemampuan awal, 2. Tahapan kemampuan menengah, 3. Tahapan kemampuan telah matang.57
c. Menangkap Bola
Menangkap merupakan gerakan manipulasi yang melibatkan penghentian momentum suatu benda serta mengendalikannya dengan menggunakan kedua tangannya. Pada dasarnya untuk gerakan menangkap dikarakteritikan dengan cara menempatkan tangan pada posisi yang efektif saat menerima benda yang melayang, dipegang dengan kedua tangan sedemikian rupa serta dapat menunjukan pengendalian terhadap objek yang dimaksud. Pemahaman fungsional terhadap hubungan dan ruang serta kordinasi.58
1) Bentuk keterampilan dalam menangkap bola
Ada bebrapa bentuk keterampilan dalam menangkap bola pada anak usia dini yaitu: 1. Menangkap bola dengan menggunakan satu tangan, 2. Menangkap bola dengan berbagai ukuran dan bentuk bola, dan 3. Menangkap bola dengan menggunakan dua tangan.59
2) Teknik dasar menangkap bola
Dalam kegiatan menangkap bola ada teknik yang dilakukan agar kegiatan menangkap dapat optimal, teknik dasar dalam menangkap yaitu: 1. Lebar kaki selebar bahu, 2. Bahu menghadap
57 Sumantri Ms, Model Pengembangan Motorik Anak Usia Dini, Jakarta: Yudhistira, 2005
58 Cicilia Fitria Septiani dkk,”Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Bermain Lempar Tangkap Bola”, (Seminar Nasioanl Pendidikan STKIP, 2019), Hal. 3-4
59 Toho Cholik M & Rusli Lutan, Pendidikan Jasmani da Kesehatan, Jakarta: Depdiknas, 1997
kearah pergerakan bola, 3. Kepala dan mata menghadap bola, 4.
Bagian atas pinggang condong sedikit kearah bola, 5. Telapak tangan memegang seluruh permukaan bola, 6. Siku dibengkokan sedikit mengikuti arah datangnya bola.60
d. Manfaat Permainan Lempar Tangkap bola 1) Dapat menjalin kerjasama antar teman
2) Mengajarkan anak-anak untuk selalu patuh pada aturan (hukum) yang berlaku
3) Menjaga kekompakan
4) Meningkatkan rasa persaudaraan
5) Dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh 6) Melatih mengendalikan rasa keegoisan anak
7) Menumbuhkan rasa saling menghargai antar sesama61 e. Kerugian Permainan Lempar Tangkap Bola
1) Dapat menimbulkan cedera 2) Rawan tejadi perkelahian
3) Apabila dalam permainan tidak diawasi.62
60 Trisnasuri, Teknik Dasar Menangkap Bola, Diakses dari http://trisnasuri.blogspot.com pada tanggal 5 Juni 2022. Jam 06:45 WIB.
61 Isep Djuanda dkk,”Peningkaatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Bermain Lempar Tangkap Bola”, (Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Islam, Vol. XIX No.2, 2020), Hal. 266
62 Cicilia Fitria Septiani dkk,”Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Bermain Lempar Tangkap Bola”, (Seminar Nasioanl Pendidikan STKIP, 2019), Hal. 3-4
44