BAB 4 FUNGSI, PERSAMAAN, DAN PERTIDAKSAMAAN
4.9 Pertidaksamaan Mutlak
a. Bentuk Umum Persamaan Nilai Mutlak Untuk π(π₯) dan π(π₯) fungsi dalam variabel x
|π (π₯)| = π dengan syarat π β₯ 0
|π (π₯)| = |π (π₯)|
|π (π₯)| = |π (π₯)| dengan syarat |π (π₯)| β₯ 0
b. Penyelesaian persamaan Linear Nilai Mutlak
Persamaan Nilai Mutlak yaitu suatu nilai mutlak dari sebuah bilangan yang dapat didefinisikan sebagai jarak bilangan tersebut terhadap titik 0 pada garis bilangan tanpa memperhatikan arahnya.
Contoh
Tentukanlah himpunan penyelesaian |2π₯ β 7| = 3 Jawaban :
|2π₯ β 7| = 3
( 2π₯ β 7 = 3 ππ‘ππ’ππ’π 2π₯ β 7 = β3) ( 2π₯ = 10 ππ‘ππ’ππ’π 2π₯ = 4)
( π₯ = 5 ππ‘ππ’ππ’π π₯ = 2) Maka, π»π = {2, 5}
Tentukanlah π»π |2π₯ β 1| = |π₯ + 4|
Jawaban :
|2π₯ β 1| = |π₯ + 4|
2π₯ β 1 = π₯ + 4 ππ‘ππ’ππ’π 2π₯ β 1 = β(π₯ + 4) π₯ = 5 ππ‘ππ’ππ’π 3π₯ = β3
π₯ = 5 ππ‘ππ’ππ’π π₯ = β1 Maka, π»π = (β1, 5)
c. Pertidaksamaan Linear Nilai Mutlak
Pertidaksamaan nilai mutlak merupakan jenis pertidaksamaan yang mengandung nilai mutlak.
Misalkan |π₯| adalah nilai mutlak x dan a suatu bilangan real.
π. π½πππ |π₯| β€ π ππππ β π β€ π(π₯) β€ π π. π½πππ |π₯| β₯ π ππππ π₯ β€ β π ππ‘ππ’ β₯ π
Contoh
β’ |π₯ + 7| < 9
β9 < π₯ + 7 < 9
β16 < π₯ < 2
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {π₯| β 16 < π₯ < 2}
β’ |2π₯ β 1| β₯ 7 2π₯ β 1 β₯ 7 2π₯ β₯ 8 π₯ β₯ 4 2π₯ β 1 β€ 7 2π₯ β€ 8 π₯ β€ 4
Jadi himpunan penyelesaian adalah {π₯|π₯ β€ 4 ππ‘ππ’ π₯ β₯ 4}
ππππ β€, < β πππππ ππ πππππ‘ππ ππππ >, β₯ β πππππ ππ πππ ππ‘ππ
SOAL DAN PEMBAHASAN
1. |π₯ + 3| β€ |2π₯ β 3|
Kalau dalam bentuk soal ini, langkah menyelesaikan pertidaksamaannya dengan mengkuadratkan kedua ruas.
(π₯ + 3)2 β€ (2π₯ β 3)2 (π₯ + 3)2β (2π₯ β 3)2 = 0
(π₯ + 3 + 2π₯ β 3)(π₯ + 3 β 2π₯ + 3) = 0 (π2 β π2 = (π + π)(π β π))
(3π₯)(βπ₯ + 6) = 0 π₯(6 β π₯) = 0 π₯ = 0 ππ‘ππ’ π₯ = 6
Pembuat nol adalah x = 0 dan x = 6 Mari selidiki menggunakan garis bilangan. Untuk menentukan batasnya kita ambil salah satu titik yaitu 1 yang terletak diantara 0 dan 6
Kita masukkan kedalam persamaan π₯ = 1 β (π₯ + 3)2β (2π₯ β 3)2 maka :
(1 + 3)2β (2 β 3)2 β 15. Karena nilai positif maka kita beri tanda positif diantara 0 sampai 6. Sedangkan, untuk π₯ β€ 0 πππ π₯ β₯ 6 kita beri tanda negatif.
Kembali lagi kesoal karena tanda pertidaksamaan β€ maka kita aksir tanda negatif
Jadi kita dapatkan π»π = {π₯|π₯ β€ 0 ππ‘ππ’ π₯ β₯ 6}
2. Fungsi f didefinisikan oleh π(π₯) = ππ₯ + π. jika bayangan dari β3 adalah β15 dan bayangan dari 3 adalah 9. Tentukan nilai dari π(β 2) + π(2).
πππ‘π’π π₯ = β 3 π(β 3) = β 3π + π β 3π + π = β 15 (1) πππ‘π’π π₯ = 3
π(3) = 3π + π
3π + π = 9 (2) πΈπππππππ π (1) πππ (2) β 3π + π = β 15 3π + π = 9 + 2π = β 6
π = β 3
ππ’ππ π‘ππ‘π’π ππππ π = β 3 ππ 3π + π = 9. 3π + π = 9 3π + (β 3) = 9
3π = 12 π = 4
Dari hasil pengerjaan di atas diperoleh rumus fungsi yaitu π(π₯) = 4π₯ β 3.
πππ‘π’π π₯ = β 2 β π(β 2) = 4 (β 2) β 3 = β 11 πππ‘π’π π₯ = 2 β π(2) = 4 (2) β 3 = 5
π(β 2) + π(2) = β 11 + 5 = β 6 π½πππ, πππππ ππππ π(β 2) + π(2) = β 6.
3. Tentukan semua penyelesaian dari sistem persamaan {π₯2β 6π¦2β π₯π¦ β π₯ + 3π¦ = 0
π₯2β 5π₯ β 3π¦2β π¦ + 10 = 0
π₯2 β 6π¦2β π₯π¦ β π₯ + 3π¦ = 0β(π₯2β 6π¦2 β π₯π¦) β (π₯ β 3π¦) = 0
β(π₯ β 3π¦)(π₯ + 2π¦) β (π₯ β 3π¦) = 0
β(π₯ β 3π¦)[(π₯ + 2π¦) β 1] = 0
β(π₯ β 3π¦)[π₯ + 2π¦ β 1] = 0
βπ₯ = 3π¦ ππ‘ππ’ π₯ = 1 β 2π¦ Untuk π₯ = 3π¦ βπ₯2β 5π₯ β 3π¦2β π¦ + 10 = 0
β9π¦2β 15π¦ + 3π¦2β π¦ + 10 = 0
β6π¦2β 16π¦ + 10 = 0
β3π¦2β 8π¦ + 5 = 0
β(3π¦ β 5)(π¦ β 1) = 0
βπ¦ =5
3 atau π¦ = 1 sehingga didapat π₯ = 5 ππ‘ππ’ π₯ = 3
pasangan (π₯, π¦) didapat (5,5
3) ; (3, 1) Untuk π₯ = 1 β 2π¦ β π₯2β 5π₯ β 3π¦2β π¦ + 10 = 0
β (1 β 2π¦)2β 5(1 β 2π¦) β 3π¦2β π¦ + 10 = 0
β 4π¦2β 4π¦ + 1 β 5 + 10π¦ β 3π¦2β π¦ + 10 = 0
β π¦2+ 5π¦ + 6 = 0
β (π¦ + 3)(π¦ + 2) = 0
y = β3 atau y = β2 sehingga didapat x = 7 atau x = 5
pasangan (x,y) didapat (7, β3); (5, β2)
Jadi, semua penyelesaian yang memenuhi adalah (5,5
3 ); (3, 1); (7, β 3); (5, β 2)
4. Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang, (c adalah bilangan bulat positif). Sekarang, umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu. Tentukan nilai c
Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun.
Berdasarkan informasi masalah di atas, dapat dituliskan π₯ β 4 =2
3(π₯ + π) β π₯ = 2π₯ + 12 π₯ =1
5(π₯ β 7) + 27 β 4π₯ β 128 = 0 β π₯ = 32
Substitusikan π₯ = 32 ππ π₯ = 2π + 12 diperoleh 32 = 2π + 12 atau π = 10 Jadi, umur ayah saat ini adalah 32 tahun.
5. Suatu yayasan menyumbang 144 buku Sekolah A menerima buku paling sedikit dibandingkan dengan yang diterima sekolah lain, sehingga π΅ β π΄ = 16. Sekolah D menerima buku 2 kali lebih banyak daripada buku yang diterima sekolah A sehingga π· = 2π΄ Dari uraian di atas terdapat 4 kemungkinan yang terbentuk, yaitu:
Kemungkinan I:
π΅ β π΄ = 16 (1) πΆ β π΅ = 12 (2) π· β πΆ = 8 (3) Eleminasi (2) dengan (3)
πΆ β π΅ = 12 π· β πΆ = 8 + π· β π΅ = 20 (4) Eleminasi (4) dengan (1) π· β π΅ = 20
π΅ β π΄ = 16 + π· β π΄ = 36
Karena π· = 2π΄, maka π΄ = 36 sehingga π· = 72, π΅ = 52, πππ πΆ = 64
Karena π΄ + π΅ + πΆ + π· = 224 πππ 224 > 144, maka kemungkinan ini tidak memenuhi
Kemungkinan II:
π΅ β π΄ = 16 (1) π΅ β πΆ = 12 (2) πΆ β π· = 8 (3) Eleminasi (2) dengan (3)
π΅ β πΆ = 12 πΆ β π· = 8 + π΅ β π· = 20 (4) Eleminasi (4) dengan (1) π΅ β π· = 20
π΅ β π΄ = 16 π΄ β π· = 4
Karena π· = 2π΄, maka π΄ = β 4, hal ini tidak mungkin terjadi sehingga tidak memenuhi
Kemungkinan III:
π΅ β π΄ = 16 (1) π΅ β πΆ = 12 (2)
π· β πΆ = 8 (3) Eleminasi (2) dengan (3)
π΅ β πΆ = 12 π· β πΆ = 8 π΅ β π· = 4 (4)
Eleminasi (4) dengan (1) π΅ β π· = 4
π΅ β π΄ = 16 + π΄ β π· = β 12
Karena π· = 2π΄, maka π΄ = 12 sehingga π· = 24, π΅ = 28, πππ πΆ = 16
Karena π΄ + π΅ + πΆ + π· = 80 πππ 80 > 144, maka kemungkinan ini tidak memenuhi
Kemungkinan IV:
π΅ β π΄ = 16 (1) πΆ β π΅ = 12 (2) πΆ β π· = 8 (3) Eleminasi (2) dengan (3)
πΆ β π΅ = 12 πΆ β π· = 8 π· β π΅ = 4 (4)
Eleminasi (4) dengan (1) π· β π΅ = 4
π΅ β π΄ = 16 + π· β π΄ = 20
Karena π· = 2π΄, maka π΄ = 20 sehingga π· = 40, π΅ = 36, dan πΆ = 48 Karena π΄ + π΅ + πΆ + π· = 144, maka kemungkinan ini memenuhi Jadi, banyak buku yang diterima masing-masing sekolah adalah Sekolah π΄ = 20 buku
Sekolah π΅ = 36 buku Sekolah πΆ = 48 buku Sekolah π· = 40 buku
LATIHAN SOAL
1. Tiga T-shirt dan empat topi dijual seharga Rp 960.000,00. Dua T-shirt dan lima topi dijual Rp 990.000,00. Berapakah harga setiap T-shirt?
Berapakah harga setiap topi?
2. Diketahui π adalah suatu fungsi sehingga π(π₯) + 2π (1
π₯) = 3π₯ untuk setiap π₯ β 0 Carilah nilai π₯ yang memenuhi π(π₯) = π(β π₯)?
3. Tino sedang memanjat tangga dan sekarang dia berada tepat di tengah tangga. Jika ia naik 3 anak tangga ke atas, kemudian turun 5 anak tangga, serta naik kembali 10 anak tangga, maka Tino akan sampai di puncak tangga. Banyak anak tangga yang dimiliki tangga tersebut adalah
4. Simbol |π π
π π| = π maksudnya adalah ππ β ππ = π. Jumlah semua nilai π₯ yang memenuhi |π₯ β 2 β2
βπ₯ π₯ + 4| = 2π₯ adalah
5. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan di bawah adalahβ¦(Soal Uraian Singkat Olimpiade Matematika 2013 Tingkat Kabupaten)
π₯4 β 2π₯3 β 2π₯2 β 1 π₯2 β 1 β₯ 1
5.1 Perbandingan
a. Perbandingan Senilai
Perbandingan senilai adalah perbandingan dari dua atau lebih besaran dimana suatu variabel bertambah , maka variabel yang lain bertambah pula atau disebut juga dengan perbandingan yang memiliki nilai yang sama.
Contoh kejadian yang termasuk dalam perbandingan senilai antaralain :
β’ Jumlah tabungan dengan waktu penyimpanan.
β’ Banyak barang dengan jumlah harga barang .
β’ Jumlah pekerja dengan jumlah upah yang dikeluarkan . Rumus perbandingan senilai :
π1 π1 = π2
π2
Suatu rumah dikerjakan oleh 6 pekerja ,menghabiskan biaya untuk menggajihnya sebesar Rp 300.000 ,00 . Akan tetapi , pemilik rumah akan mempercepat waktu penyelesaiannya maka pekerja ditambah menjadi 8 orang,berapakah jumlah uang yang dikeluarkan untuk menggajinya
π1 = 6
π1 = 300.000 π2 = 8
π2 =?
π1 π1 = π2
π2 6
300.000= 8 π2 π2 = 300.000 π₯ 8
6
π2 = 400.000
BAB 5
b. Perbandingan Berbalik Nilai
Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dari dua atau lebih besaran dimana suatu variabel bertambah , maka variabel yang lain berkurang atau turun nilainya.
Contoh kejadian yang termasuk perbandingan berbalik nilai antaralain :
β’ Banyaknya pekerja dengan waktu penyelesaian.
β’ Banyaknya hewan dengan waktu penghabisan makanannya.
Rumus Perbandingan berbalik nilai π1 π2 = π2
π1
Suatu rumah dikerjakan oleh 8 pekerja,dan diselesaikan selama 15 hari. Apabila dikerjakan oleh 10 pekerja , berapa hari yang di butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut ?
π1 = 8 π1 = 15 π2 = 10 π2 =?
π1 π2 = π2
π1 8 π2 = 10
15 π2 = 8 π₯ 15
10 π2 = 12 c. Skala
Skala adalah perbandingan jarak pada gambar dengan jarak aslinya.
Biasanya, ini dapat ditemui dalam gambar peta maupun denah, sehingga bisa mewakili keadaan sesungguhnya dari suatu daerah.
Skala = πππππ ππππ πππ‘π πππππ π ππππππππ¦π
Jarak sebenarnya = πππππ ππππ πππ‘π π ππππ
Jarak pada peta = π ππππ π₯ π½ππππ π ππππππππ¦π
Kota A dan B mempunyai jarak 600 km. Jarak kedua kota tersebut jika di dalam peta yaitu 12 cm. Maka berapa skala yang digunakan dalam peta tersebut
Diketahui :Jarak sebenarnya = 600 km = 60.000.000 cm Jarak pada peta = 12 cm
Ditanya : skala?
Jawab : Skala = πππππ ππππ πππ‘π πππππ π ππππππππ¦π
Skala = 60000000 ππ12 ππ
Skala = 1 βΆ 5000000 5.2 Barisan dan Deret
a. Barisan
Barisan Aritmatika (Un) adalah barisan bilangan yang memiliki pola yang tetap. Nah, polanya itu bisa berdasarkan operasi penjumlahan atau pengurangan. Jadi, setiap urutan suku memiliki selisih atau beda yang sama. Selisih inilah yang dinamakan beda.
Biasa disimbolkan dengan b.
Misalnya, di suatu barisan memiliki suku pertama, yaitu 2. Suku pertama disimbolkan dengan π1 atau a. Lalu, di suku kedua π2, yaitu 5. Suku ketiga π3, yaitu 8, dan seterusnya. Berarti, barisan ini memiliki beda 3 pada setiap sukunya.
2, 5, 8, ...
Untuk mencari suku ke-n (ππ), kita bisa menggunakan rumus:
Untuk mencari beda barisan aritmatika :
ππ = suku ke-n
π = Suku ke-1(pertama) barisan matematika ππβ1 = Suku ke n-1
π = Beda
π = Bayaknya suku pada barisan matematika ππ = π + (π β 1)π
π = ππ β ππβ1
Contoh :
Diketahui barisan aritmatika berikut:
3,7,11,15,19,β¦
Tentukan suku ke-10 barisan tersebut π = 3
π = 7 β 3 = 4 π = 10
ππ = π + (π β 1)π π10 = 3 + (10 β 1)4 π10 = 39
b. Barisan Geometri
Barisan dengan dua suku berurutan yang selalu mempunyai rasio yang tetap (konstan).
Perhatikan barisan 1, 2, 4, 8,β¦
π2 = π1 π₯ 2 = 1 π₯ 2 = 2 π3 = π2 π₯ 2 = 2 π₯ 2 = 4
, dan seterusnya
c. Deret Aritmatika
Deret aritmatika (Sn) adalah jumlah suku ke-n pada barisan aritmatika. Nah, di sini kita hanya menjumlahkan barisan aritmatikanya saja sampai ke suku yang diperintahkan. Misalnya, kamu diperintahkan untuk mencari deret aritmatika jumlah 5 suku pertama dari barisan yang tadi dibahas. Jadi seperti ini ya penjelasannya.
3, 7, 11, 15, 19, ...
Jumlah 5 suku pertamanya berarti, 3 + 7 + 11 + 15 + 19 = 55
Lalu, bagaimana ya kalau mencari deret aritmatika jumlah 100 suku pertama dari suatu barisan? Nah, daripada kamu pusing menjumlahkan semua suku dari pertama sampai suku ke seratus, mending kamu memakai rumus deret aritmatikanya!.
π
π= π β π
πβ1Rumus Deret Aritmatika:
ππ = Jumlah suku ke-n
π = Suku pertama barisan aritmatika π = Beda
π = Banyak suku barisan aritmatika Contoh:
Diketahui barisan aritmatika 27,24,21,18,β¦
Jumlah suku ke-20 adalah π = 27
π = 24- 27 = -3 ππ=π
2(2π + (π β 1)π) π20 =20
2 (2 β 27 + (20 β 1) β 3) π20 = 10(54 β 57)
π20 = β30 d. Deret Geometri
ππ=π
2(2π + (π β 1)π)
ππ=π(1 β ππ)
1 β π , π < 1 ππ=π(ππβ 1)
π β 1 , π < 1
π·πππππ βΆ π = π π’ππ’ ππππ‘πππ
π = πππ ππ π = π π’ππ’ ππ
SOAL DAN PEMBAHASAN
1. Tentukan banyak lingkaran pada pola ke- 10, 100, n pada pola berikut untuk sebarang n bilangan bulat positif.
3, 6, 10, β¦(disebut juga pola bilangan segitiga) (1 + 2), (1 + 2 + 3), (1 + 2 + 3 + 4), β¦ Perhatihan bahwa :
l1 : β 1 l2 : β 1 + 2 l3 : β 1 + 2 + 3 l4 : β 1 + 2 + 3 + 4
Diketahui deret bilangan di atas merupakan deret aritmetika dengan:
a (suku pertama) = 1 b (beda/selisih) = 1
dengan rumus jumlah sampai suku ke-n:
ππ=π
2(2π + (π β 1)π)
Banyak lingkaran pada pola ke- 10 π10=10
2 (2 β 1 + (10 β 1)1) π10=10
2 (2 + 9) π10= 5(11)
π10 = 55
Banyak lingkaran pada pola ke-100
π10 =100
2 (2 β 1 + (100 β 1)1) π10=100
2 (2 + 99) π10= 50(2 + 99) π10= 50(101)
π10= 5050
Banyak lingkaran pada pola ke-n ππ=π
2(2π + (π β 1)π) ππ=π
2(2 β 1 + (π β 1)1) ππ=π
2(2 + π β 1) ππ=π(π + 1)
2
2. Jikaπ1 = 1, π2 = π1β 3, π3 = π2+ 5, π4 = π3β 7, π5 = π4+ 9,β¦.
Adalah suku-suku barisan bilangan maka nilai π2013 adalahβ¦
π1 = 1
π2 = π1β 3 = β2 π3 = π2+ 5 = 3 π4 = π3β 7 = β4 π5 = π4+ 9 = 5 .
. . .Dst
Dari perhitungan tersebut kita bisa melihat pola maka kita dapatkan π2013= 2013
3. Jika x adalah jumlah 99 bilangan ganjil terkecil yang lebih besar dari 2011 dan y adalah jumlah 99 bilangan genap terkecil yang lebih besar dari 6, maka x + y = ...
π₯ = 2013 + 2015 + 2017 + β¦ π¦ = 8 + 10 + 12 + β¦
π₯ + π¦ = 2021 + 2025 + 2029 + β¦ Merupakan deret aritmatika dengan:
π = 2021
π = 2025 β 2021 = 4 π = 99
ππ=π2(2π + (π β 1)π) π99=99
2 (2 β 2021 + (99 β 1)4) π99=992 (2 β 2021 + (98)4) π99=99
2 (2 β 2021 + 392) π99=992 (4042 + 392) π99=99
2 (4434) π99=219483
Jadi, π₯ + π¦ = 219483.
4. Dari barisan aritmetika diketahui suku ke-7 = 22 dan suku ke-11 = 34.
Jumlah 18 suku pertama adalah ....
π7 = π + 6π = 22 π11 = π + 10π = 34
β4π = β12 β π = 3 Untuk b = 3, maka
π + 6π = 22
π + 6(3) = 22 β π = 22 β 18 = 4 ππ=π
2(2π + (π β 1)π) π18=18
2 (2 β 4 + (18 β 1)3) π18= 9(8 + 51)
π18= 9(59) π18= 531
5. Diketahui barisan geometri dengan suku ke-3 = 12 dan suku ke-6 = 96.
Jumlah 10 suku pertama barisan itu adalah ....
Barisan geometri dengan π3 = ππ2 = 12
π6 = ππ5 = 96 Substitusikan ππ5 = 96 (ππ2)π3 = 96 12π3 = 96 π3 = 96
12 π3 = 8 π3 = 23 π = 2 ππ2 = 12 π(2)2 = 12 π = 3 ππ = π(ππβ1)
πβ1 π10= 3(210β1)
2β1 π10= 3(210β1)
2β1 π10= 3(1023) π10= 3069
LATIHAN SOAL
1. Suatu barisan aritmetika diketahui π6 = 18 dan π10 = 30. Jumlah 16 suku pertama dari barisan tersebut adalah ....
2. Diketahui rumus jumlah suku ke-n suatu barisan aritmetika adalah ππ = 2π2+ π. Nilai dari π1+ π3+ π5+ β― + π2πβ1 adalahβ¦
3. Nilai penjumlahan bilangan berikut adalah ...
12β 22+ 32β 42+ 52β β― + 20102 + 20112
4. Suatu survei dilakukan pada siswa kelas VII untuk mengetahui siswa yang berminat mengikuti kegiatan Paskibra. Hasil survei adalah sebagai berikut:
β’ 25% dari total siswa putra dan 50% dari total siswa putri ternyata berminat mengikuti kegiatan tersebut;
β’ 90% dari total peminat kegiatan Paskibra adalah siswa putri.
Rasio total siswa putri dan total siswa putra kelas VII di sekolah tersebut adalah ....
5. Jika Nilai 100π΅ = 1002+ 992β 982β 972+ 962+ 952β 942 β 932+ β― + 42+ 32 β 22β 12
6.1 Kombinatorik (Permutasi dan Kombinasi) Aturan perkalian
Jika terdapat k unsur yang tersedia, dengan:
π1 = banyak cara untuk menyusun unsur pertama
π2 = banyak cara untuk menyusun unsur kedua setelah unsur pertama tersusun
π3 = banyak cara untuk menyusun unsur ketiga setelah unsur kedua tersusun
ππ = banyak cara untuk menyusun unsur ke- k setelah objek unsur sebelumnya tersusun
Maka banyak cara untuk menyusun k unsur yang tersedia adalah:
π1 Γ π2Γ π3Γ β¦ Γ ππ Contoh :
1. Dari kota A ke kota B dapat ditempuh dengan 4 jalur, dari kota A ke kota C dapat ditempuh dengan 3 jalur, dari kota B maupun C ke kota D dapat ditempuh dengan 3 jalur, dan dari kota B ke kota C terhubung dengan 1 jalur. Tentukan banyak pilihan jalur dari kota A ke kota D.
Jika dari kota A ke kota D melalui jalur B, maka banyak pilihan jalur adalah: (4 Γ 1 Γ 3) + (4 Γ 3) = 24 ππππ
Jika dari kota A ke kota D memilih jalur C, maka banyak pilihan jalur adalah: (3 Γ 1 Γ 3) + (3 Γ 3) = 18 ππππ
Jadi, banyak pilihan jalur dari kota A ke kota D adalah 42 jalur.
2. Seorang manager supermarket ingin menyusun barang berdasarkan nomor seri barang. Dia ingin menyusun nomor seri dimulai dari nomor 3000 sampai dengan 8000 dan tidak memuat angka yang sama. Tentukan banyak nomor seri yang disusun dari angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8.
β’ Setiap bilangan yang berada diantara 3000 dan 8000 pastilah memiliki banyak angka yang sama yakni 4 angka:
β’ Untuk mengisi angka ribuan hanya dapat diisi angka 3, 4, 5, 6, 7. Artinya terdapat 5 cara mengisi ribuan.
BAB 6
β’ Untuk mengisi ratusan dapat diisi angka 1 sampai 8 tetapi hanya ada 7 kemungkinan (mengapa?)
β’ Untuk mengisi puluhan dapat diisi angka 1 sampai 8 tetapi hanya ada 6 angka yang mungkin (mengapa?)
β’ Untuk mengisi satuan dapat diisi angka 1 sampai 8 tetapi hanya ada 5 angka yang mungkin (mengapa?)
β’ Dengan demikian, banyak angka yang dapat mengisi keempat posisi tersebut adalah sebagai berikut:
5 7 6 5
Banyak susunan nomor seri yang diperoleh adalah 5 Γ 7 Γ 6 Γ 5 = 1.050 ππππ.
Beberapa penggunaan permutasi dan kombinasi secara sederhana diantaranya adalah:
1. Menyusun k obyek yang berbeda secara mendatar memberikan variasi susunan sebanyak
π! = (π)(π β 1)(π β 2) β¦ (1) Contoh:
1! = 1
2! = 2 Γ 1 = 2 3! = 3 Γ 2 Γ 1 = 6 4! = 4 Γ 3 Γ 2 Γ 1 = 24 5! = 5 Γ 4 Γ 3 Γ 2 Γ 1 = 24
2. Mengambil dan Menyusun n obyek dari k obyek yang berbeda secara mendatar memberikan variasi sebanyak
π! = (π)(π β 1)(π β 2) β¦ (π β π + 1) atau sering disebut permutasi n obyek yang diambil dari k obyek, dan ditulis
πππ= π!
(π β π)!, π > 1 Jika n=1
πππ= π!
(π β π)!= π Jika π β π = 1
πππ = π!
(π β π)!= π!
Jika π β π = 0
πππ = π!
(π β π)!= π!
Contoh:
1) Dari kata MATH. Tentukan susunan kata yang mungkin.
Dengan rumus :
πππ = π!
(π β π)!
π44 = 4!
(4 β 4)!
π44 =4 Γ 3 Γ 2 Γ 1 (0)!
π44 = 24 Bukti :
MATH MAHT MTAH MTHA MHTA MHAT AMTH AMHT ATMH ATHM AHTM AHMT TAMH TAHM TMAH TMHA THMA THAM HATM HAMT HTAM HTMA HMTA HMAT
2) `Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk. Jika hanya ada dua orang yang bisa menjadi sopir. maka banyaknya cara mengatur tempat duduk di dalam mobil adalah ...
Misal yang dapat menjadi sopir adalah A dan B Penumpang: A, B, C, D, dan E
Sehingga akan terdapat dua pola tempat duduk:
Pola I:
π45 = 5!
(5 β 4)!
π45 = 5 Γ 4 Γ 3 Γ 2 Γ 1 1
π45 = 120 Pola II:
π45 = 5!
(5 β 4)!
π45 = 5 Γ 4 Γ 3 Γ 2 Γ 1 1
π45 = 120
Jadi, banyak cara mengatur tempat duduk mereka adalah 120 + 120 = 240
3. Mengambil n obyek dari k obyek berbeda tanpa menyusun memberikan variasi sebanyak (π)(πβ1)(πβ2)β¦(πβπ+1)
π(πβ1)β¦(1) atau sering disebut Combinasi n obyek yang diambil dari k obyek, dan ditulis
πΆππ = π!
(π!)(π β 1)!
Contoh :
Misalnya dalam sebuah kotak terdapat 10 bola bernomor beda dengan 3 warna kuning, 2 warna biru, dan sisanya berwarna merah. Dari dalam kotak diambil 2 warna kubing, sebuah bola biru dan tiga warna merah kemudian disusun berjajar, maka banyaknya variasi susunan bola dapat ditentukan melalui pemikiran berikut:
a. Diambil 2 bola kuning dari 3 bola kuning di kotak ada πΆ23 = 3!
(2!)(3 β 1)!= 3 π£πππππ π b. Diambil 1 bola biru dari 2 bola biru di kotak ada
πΆ12 = 2!
(1!)(2 β 1)!= 2 π£πππππ π c. Diambil 3 bola merah dari 5 bola merah di kotak ada
πΆ35 = 5!
(3!)(5 β 3)!= 10 π£πππππ π d. Lalu 6 bola ditangan disusun diperoleh
6! = (6)(5)(4)(3)(2)(1) = 720 π£πππππ π e. Jadi variasi susunan bola sebanyak
πΆ23πΆ12πΆ356! = 3 β 2 β 10 β 720 = 4320 π£πππππ π
6.2 Peluang
Rumus untuk peluang suatu kejadian adalah:
Keterangan:
π(π΄) = Peluang kejadian A
π(π΄) = Titik sampel kejadian A
π(π) = Ruang sampel kejadian A
Nilai peluang suatu kejadian dapat dicari dengan membagi titik sampel dengan ruang sampel. sehingga dapat disimpulkan bahwa:
βPeluang suatu kejadian bernilai antara 0 dan 1, atau dapat dinotasikan 0
β€ P(A) β€ 1β
Kenapa nilai peluang kejadian antara 0 dan 1?
Karena, Apabila nilai P(A) = 0 maka dapat diartikan bahwa kejadian A sangat mustahil untuk terjadi sedangkan jika nilai P(A) = 1 maka diartikan bahwa kejadian A pasti akan terjadi.
Contoh kejadian mustahil:
β’ Pohon bisa terbang
β’ Kura-kura bisa berlari kencang
β’ Contoh kejadian yang pasti terjadi:
Contoh kejadian yang pasti terjadi:
β’ Gajah beranak
β’ Adanya malam dan siang hari Contoh :
Dua buah dadu dilempar. Peluang muncul kedua mata dadu berjumlah lebih dari 7 adalah
π(π΄) =π(π΄) π(π)
(S) {
(1,1); (1,2); (1,3); (1,4); (1,5); (1,6) (2,1); (2,2); (2,3); (2,4); (2,5); (2,6) (3,1); (3,2); (3,3); (3,4); (3,5); (3,6) (4,1); (4,2); (4,3); (4,4); (4,5); (4,6) (5,1); (5,2); (5,3); (5,4); (5,5); (5,6) (6,1); (6,2); (6,3); (6,4); (6,5); (6,6)
n(S) = 36
(A) = {(2,6); (3,5); (3,6); (4,4); (4,5); (4,6); (5,3); (5,4);
(5,5); (5,6); (6,2); (6,3); (6,4); (6,5); (6,6) } n(A) = 15
Maka π(π΄) = π(π΄)
π(π)
π(π΄) =15
36= 5
12
6.3 Statistika a. Rata-rata
π₯ =π₯1+ π₯2 + π₯3+ β― + π₯π Contoh : π
Diberikan nilai data tinggi badan dari 8 siswa SMP Tunasbangsa yaitu 155, 150, 152, 152, 157, 161, 154, 156. Hitunglah rata-rata tinggi mereka
Jawab:
π₯ =155 + 150 + 152 + 152 + 157 + 161 + 154 + 156
= 154,625 8 Data kelompok
xΜ = rataan hitung dari data kelompok fi = frekuensi kelas ke-i
xi = nilai tengah kelas ke-
Contoh :
Hitunglah mean dari data kelompok berikut ini! Berikut merupakan tabel Tinggi Badan Siswa Kelas VI SD N Suka Bersama:
Tinggi Badan Titik
tengah Frekuensi Xi.Fi
156-160 158 5 790
161-165 163 10 1630
166-170 168 5 840
171-175 173 10 1730
Jumlah 30 4990
Jadi, mean dari data kelompok diatas adalah 166,33 cm b. Median ( Nilai tengah)
Median = πππ‘πππ (π+1
2 ) untuk banyaknya data ganjil Median = πππ‘π ππ(
π
2)+πππ‘π ππ(π2+1)
2 untuk data genap
untuk menentukan median, kamu harus mengurutkan data terlebih dahulu
Contoh :
Misalkan ada bilangan 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 (banyak data ganjil), maka nilai tengahnya adalah 40.
Andaikan banyak data genap misal 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85. Oleh karena tidak ada data yang berada tepat di tengah, maka kita tentukan dengan menjumlah data keempat dan kelima kemudian dibagi dua, yaitu:
45 + 55 2 = 50
Jadi, nilai tengah dari data 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85 adalah 50
agar dapat mencari nilai median dari suatu data kelompok diperlukan sebuah rumus sebagai berikut
Tb = tepi bawah kelas median n = jumlah seluruh frekuensi
fk = jumlah frekuensi sebelum kelas median fi = frekuensi kelas median
p = panjang kelas interval Contoh :
Interval Frekuensi
100-110 12
120-130 18
140-150 10
Jumlah 40
Jadi median dari data interval diatas adalah 123,9 cm.
c. Modus
Modus adalah banyaknya data yang sering muncul atau Modus menunjukkan nilai dalam sebaran data yang paling sering muncul.
Contoh
Diketahui data nilai ulangan matematika yaitu 7, 5, 8, 8, 6, 7, 8, 5, 9, 9, 6, 8, 7,7, 9, 6, 9, 5, 8, 6, 7, 8, 10. Tentukan modus dari dari tersebut.
5 β ada 2 8 β ada 6
6 β ada 4 9 β ada 4
7 β ada 5 10 β ada 1
Oleh karena nilai 8 yang paling banyak, maka modusnya adalah 8.
Data kelompok
Tb = tepi bawah kelas modus
π1= selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi sebelum kelas modus
π2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi setelah kelas modus
p = panjang kelas interval Contoh :
Carilah modus dari data interval di bawah ini. Berikut ini adalah tabel hasil panen jagung di Desa Mangunsuman:
Nilai Frekuensi
30-34 3
35-39 5
40-44 10
45-49 11
50-54 8
d. Quartil
Letak π1 = π+1
4
Letak π2 = 2
4(π + 1) Letak π3 =3
4(π + 1)
Dengan n adalah banyaknya data Data haruslah diurutkan terlebih dahulu
i = 1 untuk kuartil bawah i = 2 untuk kuartil tengah i = 3 untuk kuartil atas Tb = tepi bawah kelas kuartil n = jumlah seluruh frekuensi
ππ= jumlah frekuensi sebelum kelas kuartil ππ= frekuensi kelas kuartil
p = panjang kelas interval
Contoh :
Kuartil atas dari data pada tabel adalah β¦ Jumlah data = 4 + 6 + 8 + 10 + 8 + 4 = 40
Kuartil atas atau Q3: terletak pada ΒΎ bagian data. Sehingga, letak kuartil atas berada di data ke-30. Caranya adalah seperti berikut.
Letak Q3 berada pada data ke β ΒΎ Γ 40 = 30
Perhatikan tabel yang sudah dilengkapi dengan frekuensi komulatif kurang dari (fk) dan letak kuartil atas.
Sehingga, nilai kuartil atasnya adalah:
π3 = 69,5 + ( 3
4 . 40 β 28 8 ) Γ 5
π3 = 69,5 + (30 β 28 8 ) Γ 5 π3 = 69,5 + (2
8) Γ 5 π3= 69,5 + 1,25 = 70,75
e. Jangkauan
Jangkauan = data terbesar β data terkecil Contoh :
Diberikan nilai data tinggi badan dari 8 siswa SMP Tunasbangsa yaitu 155, 150, 152, 152, 157, 161, 154, 156. Hitunglah Jangkauan dari data tersebut
Jangkauan : 161-150=11
Jangkauan data kelompok = π3β π1
SOAL DAN PEMBAHASAN
1. Rata-rata dari 25 siswa adalah 40. Jika selisih rata-rata nilai 5 siswa terendah dan 20 siswa sisanya adalah 25, maka rata-rata nilai 5 siswa terendah adalah β¦
Misal:
π₯π = Rata-rata nilai 5 siswa terendah ππ = Banyaknya siswa pada π₯π ππ = Banyaknya siswa pada π₯π π₯π = Rata-rata nilai 20 siswa lainnya Diketahui :
π = 25
π₯ππππ’ππππ = 40 ππ = 5 πππ ππ= 20
π₯πβ π₯π = 25 β π₯π = 25 + π₯π
π₯ππππ’ππππ =ππ β π₯π+ ππβ π₯π ππ+ ππ 40 = 5 β π₯π + 20 β (25 + π₯π)
5 + 20 40 =25π₯π+ 500
25 25π₯π = 1000 β 500
π₯π = 20
2. Suatu perusahaan menjual dua jenis produk A dan B. Rasio hasil penjualan produk A dan B dari tahun 2012 sampai dengan 2015 disajikan pada gambar berikut
Diketahui banyak penjualan produk A selama 4 tahun adalah sebagai berikut.
Tahun 2012 2013 2014 2015 Produk A 1200 2400 2400 3600
Rata-rata banyak penjualan produk B dalam 4 tahun yang sama adalah ....
Diketahui banyak penjualan produk A selama 4 tahun adalah sebagai berikut.
Tahun 2012 2013 2014 2015
Produk A 1200 60% 2400 80% 2400 40% 3600 90%
Produk B a 40% b 20% c 60% d 10%
π =40%
60%Γ 1200 = 800 π =20%
80%Γ 2400 = 600 π = 60%
40%Γ 2400 = 3600 π = 10%
90%Γ 3600 = 400 Rata-rata = 800+600+3600+400
4 = 1350
3. Di atas meja terdapat dua set kartu. Setiap set kartu terdiri atas 52 lembar dengan empat warna berbeda (merah, kuning, hijau, dan biru). Masing- masing warna terdiri atas 13 kartu bernomor 1 sampai dengan 13. Satu kartu akan diambil secara acak dari dua set kartu tersebut. Peluang terambil kartu berwarna merah atau bernomor 13 adalah ....
Menurut informasi pada soal bahwa Setiap set kartu terdiri atas 52 lembar dengan empat warna berbeda (merah, kuning, hijau, dan biru). Masing- masing warna terdiri atas 13 kartu bernomor 1 sampai dengan 13, maka banyak masing-masing kartu ada 26 dan total semua kartu sebanyak 104 Banyak kartu berwarna merah ada 26, maka peluang terambil kartu berwarna merah = 26
104
Banyak kartu bernomor 13 ada 8 β 2 = 6, maka peluang terambil kartu bernomor 13 = 6
104
Dengan demikian, peluang terambil kartu berwarna merah atau bernomor 13
26 104+ 6
104= 8 26
Jadi, Peluang terambil kartu berwarna merah atau bernomor 13 adalah 8
26
4. Pada suatu pameran seni di sekolah, akan dipajang 8 lukisan istimewa terdiri dari 3 lukisan cat air dan 5 lukisan cat minyak. Semua lukisan tersebut saling berbeda. Untuk alasan artistic, maka setiap lukisan cat air akan diletakkan di antara dua lukisan cat minyak. Banyak kemungkinan susunan duduk para guru dan tamu tersebut adalahβ¦.
Koreksi: mungkin pernyataan βsusunan duduk para guru dan tamuβ
maksudnya adalah βsusunan lukisan β.
Banyak cara meletakkan 3 lukisan di antara 4 ruang antara 5 lukisan cat minyak adalah πΆ34 = 4 ππππ.
Banyak cara mengatur posisi 3 lukisan cat air adalah 3! = 6 cara
Banyak cara mengatur posisi 5 lukisan cat minyak adalah 5! = 120 cara.
Banyak kemungkinan mengatur lukisan dimana lukisan cat air selalu berada di antara 2 cat minyak adalah 4 x 6 x 120 = 2880 cara.
LATIHAN SOAL
1. Rata-rata nilai dari 28 siswa adalah 80. Setelah ditambah nilai siswa A dan B, rata-ratanya menjadi 78. Jika nilai A tiga kali nilai B, maka selisih antara nilai A dan B adalah ....
2. Terdapat empat kotak yang dinomori 1 sampai 4. Setiap kotak dapat diisi maksimum 5 koin dengan syarat kotak yang bernomor lebih besar tidak boleh berisi koin lebih banyak dari kotak yang bernomor lebih kecil. Jika tidak boleh ada kotak yang kosong, banyak cara pengisian koin yang mungkin ke dalam keempat kotak tersebut adalah β¦.
3. Dua dadu dan sekeping mata uang dilempar sekaligus, kemudian dicatat sisi yang muncul. Jika diasumsikan munculnya setiap mata dadu seimbang dan munculnya setiap mata uang seimbang, maka peluang akan didapatkan sisi angka pada mata uang dan kedua mata dadu berjumlah 5 adalah β¦.
4. Data 4 pengamatan berupa bilangan positif yang sudah diurutkan dilambangkan dengan π₯1, π₯2, π₯3, πππ π₯4. Jika jangkauan data tersebut adalah 16, π₯1 = 1
6ππππππ, π₯2 = 1
2ππππππ, πππ π₯3 = π₯4, maka rata-rata data tersebut adalah
7.1 Bangun Datar a. Segitiga
Segitiga adalah bidang datar yang dibentuk oleh tiga buah garis lurus yang bertemu pada tiga titik sudut serta tidak ada garis yang sejajar.
Segitiga Lancip Segitiga Tumpul Segitia Siku-siku Diberikan sebuah segitiga dengan titik sudut A, B, dan C.
β’ Garis tinggi adalah garis yang melalui salah satu titik sudut A, B, dan C dan tegak lurus terhadap sisi di hadapan titik sudut tersebut.
β’ Garis bagi adalah garis yang melalui salah satu titik sudut A, B, dan C dan membagi dua sudut sama besar.
β’ Garis bagi adalah garis yang melalui salah satu titik sudut A, B, dan C dan membagi dua sisi di hadapan titik sudut sama panjang.
Jika ABC sebuah segitiga yang panjang alas a dan tinggi t, maka luas daerah segitiga dapat dinyatakan dengan:
πΏ =1 2 π β π‘
Jika βπ΄π΅πΆ memiliki panjang sisi a , b dan c, maka keliling segitiga π΄π΅πΆ adalah πΎ = π + π + π.
Jika βπ΄π΅πΆ memiliki panjang sisi π , π πππ π, maka keliling segitiga π΄π΅πΆ adalah:
πΏ = βπ(π β π)(π β π)(π β π) π = 1
2πΎ S = Panjang setengah keliling
BAB 7
Contoh :
Suatu segitiga sama sisi memiliki panjang alas 20 cm dan tinggi 10 cm. Hitunglah keliling dan luas segitiga tersebut!
Karena segitiga tersebut merupakan segitiga sama sisi, sehingga ketiga sisinya sama panjang.
π = 20 ππ π‘ = 10 ππ
rumus keliling segitiga = π + π + π
= 20 + 20 + 20
= 60 ππ
rumus luas segitiga= Β½ π Γ π‘
= Β½ 20 Γ 10
= 100 ππΒ² b. Persegi Panjang
Untuk semua persegipanjang berlaku:
β’ Sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. Pada persegipanjang ABCD, sisi AB dan CD sejajar dan sama panjang.
Demikian juga sisi AD dan BC sejajar dan sama panjang.
β’ Semua sudutnya sama besar dan besar setiap sudutnya 900. Pada persegipanjang ABCD,sudut A,B,C,D = 900.
β’ Memiliki dua diagonal yang sama panjang. Pada persegipanjang ABCD, AC = BD
Misalkan ABCD sebuah persegipanjang dengan AB adalah panjang (p) dan BC adalah lebar (l). Luas (L) dan Keliling
(K) persegipanjang dinyatakan dengan:
πΏ = π π₯ π
πΎ = 2(π + π) ππ‘ππ’ πΎ = 2π + 2π Contoh :
Sebuah Persegi Panjang memiliki panjang 8 cm dan lebar 5, maka luas dan keliling Persegi Panjang tersebut adalah
Diketahui :
p = 8 cm, menyatakan panjangnya.
l = 5 cm, menyatakan lebarnya.
πΏ = 8 Γ 5 = 40ππ2
πΎ = 2(π + π) = 2(8 + 5) = 26
Persegipanjang besar berukuran 9 ππ Γ 5 ππ. Daerah yang diarsir adalah satu-satunya bangun di dalam persegipanjang yang bukan persegi. Berapakah luas daerah yang diarsir.
Jawab :
Diketahui ukuran persegipanjang besar:
πππππππ = 9 ππ πππ πππππ = 5 ππ
Karena hanya daerah arsiran yang bukan merupakan persegi, berarti bidang datar lainnya merupakan persegi (bidang yang berwarna).
Misal:
Persegi A bidang berwarna merah: panjang sisi persegi A = 5 cm Persegi B bidang berwarna kuning: panjang sisi persegi B = 4 cm Persegi C bidang berwarna biru: panjang sisi persegi C = 1 cm
Panjang persegipanjang = panjang sisi persegi B β panjang sisi persegi C= 4 β 1 = 3
Lebar persegi panjang = panjang sisi persegi A β panjang sisi persegi B= 5 β 4 = 1
Sehingga, luas persegipanjang arsiran = 3 Γ 1 = 3 ππ2.