• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORI

C. Rencana Asuhan Keperawatan

Tabel 2.11 Rencana Asuhan Keperawatan

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 1. Penurunan curah

jantung berhubungan dengan perubahan Preload, Afterload, Kontraktilitas, dan Perubahan Irama Jantung (D.0008)

Luaran Utama :

Curah Jantung (L.02008) Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam, penurunan curah jantung tidak terjadi dengan kriteria hasil :

CRT, dari tingkat 3→5 Ket : 1: Memburuk

2: Cukup Memburuk 3: Sedang

4: Cukup Membaik

5: Membaik paru dalam batas normal

Pemantauan hemodinamik invasif (I.02058) Observasi :

 Monitor frekuensi dan irama jantung

 Monitor tekanan vena central

 Monitor perfusi perifer distal pada sisi insersi setiap 4 jam

 Monitor tanda – tanda vital Terapeutik :

 Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien

 Dokumentasikan hasil pemantauan Edukasi :

 Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan

 Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 2. Gangguan ventilasi

spontan berhubungan dengan kelemahan otot pernapasan (D0004)

Luaran Utama :

Ventilasi spontan (L.01007)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, mampu bernafas secara adekuat dengan kriteria hasil :

• Volume tidal meningkat

• Tidak ada dyspnea

• Tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan

• Tidak gelisah

• PCO2 membaik

• PO2 membaik

• Tidak ada takikardi

Pemantauan respirasi (I.01014) Observasi :

 Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas

 Monitor pola napas dan bunyi nafas

 Monitor adanya sumbatan jalan napas

 Monitor saturasi oksigen

 Monitor sumbatan jalan nafas

 Monitor selang ETT, terutama setelah mengubah posisi

 Monitor nilai AGD Terapeutik :

 Atur interval waktu pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.

 Dokumentasikan hasilpemantauan

 Berikan posisi semi fowler/ fowler Edukasi:

 Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 3. Gangguan pertukaran

gas berhubungan dengan

ketidakseimbangan ventilasi perfusi (D.0003).

Luaran Utama :

Pertukaran gas (L.01003)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membrane alveolus-kapiler dalam batas normal dengan kriteria hasil :

• Dispnea menurun

• Bunyi napas tambahan menurun

• Takikardia menurun

• PCO2 membaik

• PO2 membaik

• pH arteri membaik

Pemantauan respirasi (I.01014) Observasi :

 Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas

 Monitor pola napas dan bunyi nafas

 Monitor adanya sumbatan jalan napas

 Monitor saturasi oksigen

 Monitor sumbatan jalan nafas

 Monitor selang ETT, terutama setelah mengubah posisi

 Monitor nilai AGD Terapeutik :

 Atur interval waktu pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.

 Dokumentasikan hasilpemantauan

 Berikan posisi semi fowler/ fowler Edukasi:

 Informasikan hasil pemantauan, jika perlu Terapi Oksigen (I.01026)

Observasi

 Monitor kecepatan aliran oksigen

 Monitor posisi alat terapi oksigen

 Monitor aliran oksigen secara periodik dan pastikan fraksi yang diberikan cukup

Oksimetri, Analisa gas darah), jika perlu

 Monitor kemampuan melepaskan oksigen saat makan

 Monitor tanda-tanda hipoventilasi

 Monitor monitor tanda dan gejala toksikasi oksigen dan atelektasis

 Monitor tingkat kecemasan akibat terapi oksigen

 Monitor integritas mukosa hidung akibat pemasangan oksigen

Terapeutik

 Bersihkan sekret pada mulut, hidung, dan trakea, jika perlu

 Pertahankan kepatenan jalan napas

 Siapkan dan atur peralatan pemberian oksigen

 Berikan oksigen tambahan, jika perlu

 Tetap berikan oksigen saat pasien di transportasi

 Gunakan perangkat oksigen yang sesuai dengan tingkat mobilitas pasien

Edukasi

 Ajarkan pasien dan keluarga cara menggunakan oksigen dirumah

Kolaborasi

 Kolaborasi penentuan dosis oksigen

 Kolaborasi penggunaan oksigen saat aktivitas dan/atau tidur

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 4. Risiko perfusi renal

tidak efektif dibuktikan dengan pembedahan jantung dan disfungsi ginjal (D.0016)

Luaran Utama :

Perfusi renal (L.02013)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 x 24 jam, perfusi renal meningkat dengan kriteria hasil :

a. Jumlah urine meningkat

b. Tekanan arteri rata-rata membaik c. Kadar urea nitrogen darah membaik d. Kadar kreatinin plasma membaik e. Tekanan darah sistolik membaik f. Tekanan darah diastolik membaik g. Kadar elektrolit membaik

Manajemen hemofiltrasi Observasi

 Identifikasi kondisi pasien (mis. tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu tubuh, berat badan, edema, keseimbangan cairan)

 Monitor status hemodinamik selama proses hemofiltrasi

 Monitor ultrafiltration rate, hemodinamik Dan kebocoran

 Monitor intake dan output cairan tiap jam Terapeutik

 Ambil sampel darah untuk pemeriksaan fungsi ginjal, dan elektrolit sebelum terapi

 Gunakan teknik steril untuk melakukan priming blood line hemofiltrasi, saat menyambungkan arteri - blood line dan vena pasien

 Bebaskan sirkuit hemofiltrasi dari udara

 Berikan heparin sesuai protokol

 Periksa kepatenan hubungan blood line, arteri maupun Vena

 Rawat lokasi insersi dan selang sesuai protokol

 Hentikan hemofiltrasi jika kondisi menurun Edukasi

 Jelaskan tujuan dan prosedur hemofiltrasi pada pasien dan keluarga.

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 5. Risiko ketidakseimbangan

cairan dibuktikan dengan prosedur pembedahan mayor dan penyakit ginjal (D.0036).

Luaran Utama :

Keseimbangan cairan (L.03020)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 x 24 jam, keseimbangan cairan meningkat, terdapat kondisi ekuilibrium (seimbang) antara volume cairan di ruang intraselular dan ekstraselular tubuh. dengan kriteria hasil:

a. Asupan cairan meningkat b. Output urin meningkat

c. Membrane mukosa lembab meningkat d. Edema menurun

e. Dehidrasi menurun f. Tekanan darah membaik g. Frekuensi nadi membaik h. Kekuatan nadi membaik

i. Tekanan arteri rata-rata membaik j. Mata cekung membaik

k. Turgor kulit membaik

Manajemen Cairan (I.03098) Observasi

 Monitor status hidrasi (mis: frekuensi nadi, kekuatan nadi, akral, pengisian kapiler, kelembaban mukosa, turgor kulit, tekanan darah)

 Monitor berat badan harian

 Monitor berat badan sebelum dan sesudah dialisis

 Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (mis:

hematokrit, Na, K, Cl, berat jenis urin, BUN)

 Monitor status hemodinamik (mis: MAP, CVP, PAP, PCWP, jika tersedia)

Terapeutik

 Catat intake-output dan hitung balans cairan 24 jam

 Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan

 Berikan cairan intravena, jika perlu Kolaborasi

 Kolaborasi pemberian diuretik, jika perlu Pemantauan Cairan (I.03121)

Observasi

 Monitor frekuensi dan kekuatan nadi

 Monitor frekuensi napas

 Monitor tekanan darah

 Monitor berat badan

 Monitor waktu pengisian kapiler

 Monitor elastisitas atau turgor kulit

 Monitor jumlah, warna, dan berat jenis urin

 Monitor hasil pemeriksaan serum (mis: osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, dan BUN)

 Monitor intake dan output cairan

 Identifikasi tanda-tanda hypovolemia (mis: frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, hasil, lemah, konsentrasi urin meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)

 Identifikasi tanda-tanda hypervolemia (mis: dispnea, edema perifer, edema anasarca, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)

 Identifikasi faktor risiko ketidakseimbagnan cairan (mis: prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pancreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)

Terapeutik

 Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien

 Dokumentasikan hasil pemantauan Edukasi

 Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan

 Dokumentasikan hasil pemantauan

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 6. Risiko

Ketidakseimbangan elektrolit dibuktikan dengan efek samping prosedur (pembedahan, pemakaian CRRT) (D.0037)

Luaran Utama :

Keseimbangan elektrolit (L.03021)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 x 24 jam, keseimbangan elektrolit meningkat dengan kriteria hasil:

l. Serum natrium meningkat m. Serum kalium meningkat n. Serum klorida meningkat o. Serum kalsium meningkat p. Serum natrium meningkat

Manajemen Elektrolit (1.03102) Observasi

 Identifkasi kemungkinan penyebab ketidakseimbangan elektrolit

 Monitor mual, muntah dan diare

 Monitor kadar eletrolit serum

 Monitor kehilangan cairan, jika perlu

 Monitor tanda dan gejala hypokalemia (mis.

Kelemahan otot, interval QT memanjang, gelombang T datar atau terbalik, depresi segmen ST, gelombang U, kelelahan, parestesia, penurunan refleks, anoreksia, konstipasi, motilitas usus menurun, pusing, depresi pernapasan)

 Monitor tanda dan gejala hyperkalemia (mis.

Peka rangsang, gelisah, mual, munta, takikardia mengarah ke bradikardia, fibrilasi/takikardia ventrikel, gelombang T tinggi, gelombang P datar, kompleks QRS tumpul, blok jantung mengarah asistol)

 Monitor tanda dan gejala hipontremia (mis.

Disorientasi, otot berkedut, sakit kepala, membrane mukosa kering, hipotensi postural, kejang, letargi, penurunan kesadaran)

 Monitor tanda dan gejala hypernatremia (mis.

Haus, demam, mual, muntah, gelisah, peka

rangsang, membrane mukosa kering, takikardia, hipotensi, letargi, konfusi, kejang)

 Monitor tanda dan gejala hipokalsemia (mis. Peka rangsang, tanda IChvostekI [spasme otot wajah], tanda Trousseau [spasme karpal], kram otot, interval QT memanjang)

 Monitor tanda dan gejala hiperkalsemia (mis.

Nyeri tulang, haus, anoreksia, letargi, kelemahan otot, segmen QT memendek, gelombang T lebar, kompleks QRS lebar, interval PR memanjang)

 Monitor tanda dan gejala hipomagnesemia (mis.

Depresi pernapasan, apatis, tanda Chvostek, tanda Trousseau, konfusi, disritmia)

 Monitor tanda dan gejala hipomagnesia (mis.

Kelemahan otot, hiporefleks, bradikardia, depresi SSP, letargi, koma, depresi)

Terapeutik

 Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien

 Dokumentasikan hasil pemantauan Edukasi

 Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan

 Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI) 7. Risiko perdarahan

dibuktikan dengan tindakan pembedahan (D.0012)

Luaran Utama :

Tingkat Perdarahan (L.02017)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 x 24 jam, perdarahan tidak terjadi dengan kriteria hasil :

Perdarahan pasca operasi dari tingkat 3→5 Ket :

1. Meningkat

2. Cukup Meningkat 3. Sedang

4. Cukup Menurun 5. Menurun

Pencegahan Perdarahan (I.02067) Observasi

 Monitor tanda dan gejala perdarahan

 Monitor nilai hematrokit atau hemoglobin sebelum dan setelah kehilangan darah

 Monitor tanda-tanda vital

 Monitor produksi drain Terapeutik

 Pertahankan bedrest selama perdarahan

 Hindari pengukuran suhu rektal Edukasi

 Hindari pengukuran suhu rektal Kolaborasi

Pemberian produk darah jika perlu

No Diagnosa

Keperawatan Luaran dan Kriteria Hasil (SLKI) Perencanaan (SIKI)

8. Risiko infeksi

dibuktikan dengan efek prosedur invasive (D0142)

Luaran Utama :

Tingkat Infeksi (L.14137)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1 x 24 jam, infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil :

a. Kadar sel darah putih membaik

b. Area luka bersih, tidak kemerahan dan bengkak

c. Hasil kultur negative

Pencegahan Infeksi (1.14539) Observasi

 Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik

Terapeutik

 Batasi jumlah pengunjung

 Berikan perawatan kulit pada area edema

 Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien

 Pertahankan teknik aseptik pada pasien beRisiko tinggi

 Periksa kondisi luka operasi, lakukan perawatan luka sesuai SPO

 Dapatkan kultur yang sesuai

 Tingkatkan supan nutrisi yang cukup Edukasi

 Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar kepada keluarga pasien

 Anjurkan pasien untuk istirahat

 Anjurkan pernapasan dalam dan batuk efektif Kolaborasi

Kolaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai instruksi

BAB III

Dokumen terkait