• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sanksi Pidana Pada Pelayanan Kesehatan

BAB 13 HUKUM KESEHATAN PADA PELAYANAN

K. Sanksi Pidana Pada Pelayanan Kesehatan

Pada pasal 190 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

[1] Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

[2] Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

2. Pelayanan Kesehatan Tradisional

Pada pasal 191 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang tanpa izin melakukan praktik pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan alat dan teknologi tanpa izin dari lembaga kesehatan yang berwenang sehingga mengakibatkan kerugian harta benda, luka berat atau kematian dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah).”

3. Jual Beli Organ

Pada pasal 192 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apapun dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

4. Bedah Plastik dan Rekonstruksi

Pada pasal 193 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan bedah plastik dan rekonstruksi untuk tujuan mengubah identitas seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

5. Aborsi

Pada pasal 194 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan indikasi dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

6. Jual Beli Darah

Pada pasal 195 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan darah dengan dalih apapun dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

7. Sediaan Farmasi

Pada pasal 196 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dipidana dengan pidana penjara paling

lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Pada pasal 197 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).”

8. Praktik Kefarmasian

Pada pasal 198 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi:

“Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah).”

9. Kelalaian dalam Pelayanan Kesehatan

Pada pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Pada pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi:

[1] Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

[2] Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling

lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Pada pasal 361 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi:

“Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bermasalah dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.”

Pada pasal 84 Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang berbunyi:

[1] Setiap Tenaga Kesehatan yang melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan Penerima Pelayanan Kesehatan luka berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun.

[2] Jika kelalaian berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kematian, setiap Tenaga Kesehatan Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)tahun.

10. Surat Tanda Registrasi

Pada pasal 85 Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang berbunyi:

[1] Setiap Tenaga Kesehatan yang dengan sengaja menjalankan praktik tanpa memiliki STR dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

[2] Setiap Tenaga Kesehatan warga negara asing yang dengan sengaja memberikan pelayanan kesehatan tanpa memiliki STR Sementara dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

11. Surat Izin Praktik

Pada pasal 85 Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang berbunyi:

[1] Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik tanpa memiliki izin dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100.000,000,00 (seratus juta rupiah).

[2] Setiap Tenaga Kesehatan warga negara asing yang dengan sengaja memberikan pelayanan kesehatan tanpa memiliki SIP dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

12. Rumah Sakit

Pada pasal 62 Undang-Undang No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan Rumah Sakit tidak memiliki izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp.

5.000.000.000,00- (lima milyar rupiah).”

“Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 dilakukan oleh korporasi, selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana denda dengan pemberatan 3 (tiga) kali dari pidana denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.”

“Selain pidana denda korporasi dapat dijatuhi pidana tambahan berupa: pencabutan izin usaha; dan/atau pencabutan status badan hukum.”