• Tidak ada hasil yang ditemukan

LITERASI INFORMASI

D. Simpulan dan Rekomendasi 1. Simpulan

2. Saran

Dalam pengembangan budaya sunda (kaulinan barudak lembur) perlu melibatkan berbagai undur (masyarakat dan pemerinta) Sehingga pengembangan ini menjadi tanggung jawab bersama

E. Ucapan Terima Kasih

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini. Secara Khusus penulis mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Komunikasi Unpad, Ketua LPPM Unpad, Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunkasi Unpad, dan Pengelola Saung Budaya Tatar Karang Cipatujah.

F. Daftar Pustaka

Achmad, Literasi Informasi: Ketrampilan Penting di Era Global. Seminar Literasi Informasi dan Library Software.

Surabaya, 13 April 2007.

Aliadi, 2002, Sistem Pengetahuan dan Teknologi Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Makalah Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Balick, JM., dan PA. dan Cox, 1996, Plants, People and Culture, The Science of Ethnobotany, Scientific American Library, New York.

Barker, Chris. et. al (2002) Research Methods in Clinical Psychology : An Introduction for Students and Practitioners Wiley

& Sons. London

Effendi, Onong Uchjana. 1996. Sistem Informasi Manajemen. Bnadung: Mandar Maju

Faust, B.2010."Implementation Of Tacit Knowledge Preservation And Transfer Method." IAEA-CN- 153/2/P/24: 1-11.

George Ritzer, et.al., Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2005.

Honeycutt, Jerry.2000. Knowledge Management Strategies: Strategi Manajemen Pengetahuan. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Hess, C.G. 2013. Knowledge Management and Knowledge Systems for Rural Development. Bonn, Germany: Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ).

Koentjaraningrat. 1993. Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta, Jakarta.

Koentjaraningrat. 1984. Pengantar Antropologi. Jakarta, Gramedia.

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 1988.

Maryam, Siti. 2007. Pemaknaan Tradisi Lisan dan Tulisan pada Masyarakat Kampung Naga Mulyana, Deddy., Metode Penelitian Kualitatif, Rosdakarya, Bandung.

Moleong, Lexy. 2000. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya, Mulyana, Deddy. 2013. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.

_____________. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya.

Nasution, S, 1989, Metode Research (Penelitian Ilmiah). Bumi Aksara, Jakarta.

Neuman, Lawrence W (1994), Social Research Methods Qualitative and Quantitative Approachs. Boston:Allyn and Bacon.

92

Nonaka, Ikujiro. 1998."The Concept of "Ba" Building A Foundation For Knowledge Creation." California Management Review Vol.4 No.3: 40-54.

Poewanto, Hari. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi.Cetakan I. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Pendit, Putu Laxman, 2003, Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Suatu Pengantar Diskusi, Epistemologi dan Metodologi, Jurusan Ilmu Perpustakaan-Fakultas Sastra, UI, Jakarta.

Sangkala. 2013. Knowledge Management. Jakarta: Grafindo Persada.

Setiarso, Bambang, Triyono, Nazir Harjanto, dan Subagyo, Hendro. 2009. Penerapan Knowledge Management pada Organisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2008. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D . Bandung : Alfabeta.

Setiowulan, Wiwiek. 2007. Pola Stimulasi Literasi Dini oleh Ibu pada Anak Usia Balita di Daerah Miskin Perkotaan

Soekarman dan Riswan, 1992, Status Pengetahuan Etnotani di Indonesia dalam Nasution dkk (ed), Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Etnobotani I, LIPI, Bogor

Sulistyo-Basuki. 2007. Knowledge Management dan Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

<http://komunitaskm.multiply.com/journal/item/6/Knowledge_Management_dan_Ilmu_Perpu stakaan>

Tobing, Paul. 2013.Knowledge Management: Konsep Arsitekrur dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tang, Shanhong. “Knowledge Management in Libraries in the 21st Century.” 66th IFLA Council and General Conference. October 2013. www.ifla.org/IV/ifla66/ papers/057-110e.htm.

Travers, Max (2001). Qualitative Research Through Case Studies, London: Sage Publications.

Travers, Max, Qualitative Research Through Case Studies, London:Sage Publications, 2001. Bandingkan dengan konsepsi Neuman, Lawrence W (1994), Social Research Methods:Qualitative and Quantitative Approachs.

Boston:Allyn and Bacon.

Yin, Robert K. 2009. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Press.

Yusup, Pawit M. 2013. Perilaku Pencarian Informasi Penghidupan Pada Penduduk Miskin Pedesaan. Bandung;

Universitas Padjadjaran.

http:// kebidanankeperawatan. wordpress.com/ 2011/11/19/konsep-dasar-pengetahuan 20-11-2011 pukul 11.26

(yusupf, 2013) http.yasyusuf.blogspot.com /2013/04/ konsep-dasar-ilmu pengetahuan. html 20-11-2013 pukul 11.34

93

URGENSI LITERASI INFORMASI BAGI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

Muhammad Sholihin

UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta Jawa Tengah

[email protected]

Abstrak

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) membutuhkan informasi untuk mendukung aktivitas penyuluhan. Kebutuhan informasi terhadap PPL muncul akibat adanya perkembangan informasi secara global dan modern. Adanya kebutuhan informasi mendorong PPL untuk melakukan pencarian informasi sehingga tidak tertinggal akan perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PPL di kabupaten Boyolali terhadap media publikasi cetak yang digunakan. Serta untuk mengetahui penilaian PPL terhadap media publikasi cetak yang digunakan sebagai sumber informasi pertanian dan untuk mengkaji hubungan antara karakteristik pribadi PPL dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak yang digunakan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purpossive).

Metode penentuan sampel secara systematic sampling. Untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pribadi PPL dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak dengan analisis korelasi Kendall's.

Penilaian PPL terhadap media publikasi cetak terlihat bahwa nilai p<0,01 atau 0,001<0,01 dan nilai koefisien korelasinya -0,422. Nilai tersebut berarti bahwa frekuensi para penyuluh pertanian lapangan untuk melakukan kunjungan ke sumber informasi berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian mereka akan tetapi karena nilai koefisien korelasi bernilai negatif maka meskipun berhubungan sangat nyata nilai tersebut dapat diartikan bahwa semakin sering frekuensi yang dilakukan untuk berkunjung ke sumber informasi maka akan menghasilkan penilaian yang rendah terhadap media publikasi cetak yang mereka gunakan.

Kata kunci; Penyuluh pertanian, Literasi informasi, Media informasi

94 A. Pendahuluan

Di negara agraris pembangunan dalam bidang pertanian membutuhkan dukungan penelitian dan penyuluhan. Penelitian dibutuhkan untuk mencari cara meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat daya beli para petani, dan menciptakan pertanian yang tangguh.

Sedangkan penyuluhan dibutuhkan untuk menggalakkan partisipasi masyarakat tani agar mau menerima cara tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan

Media informasi publikasi yang dibaca oleh penyuluh pertanian sangat bermanfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan bagi petani. Sehingga petani akan menyerap ilmu pertanian yang terkini dari penyuluh pertanian. Komunikasi menjadi sangat penting bagi penyuluh pertanian dan petani. Apabila komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian baik dan berbobot maka akan mempengaruhi tingkat pemikiran petani dalam mengolah lahan pertanian

Dalam kegiatan penyuluhan, penyuluh adalah komunikator yang seringkali menjadi tempat suatu inovasi didifusikan. Oleh karena itu komunikasi interpersonal merupakan konteks komunikasi yang sangat menentukan efektivitas kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara intensif akan menciptakan interaksi yang memudahkan penyampaian pesan-pesan informasi yang bersifat teknis.

Tujuan utama dari penelitian adalah menghasilkan informasi dan inovasi baru, yang berdaya guna dan tepat guna dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Penyuluh pertanian akan memberikan hal-hal yang baru dalam ilmu budidaya pertanian, pengolahan lahan sampai pasca panen kepada petani.

Media publikasi cetak dapat digunakan untuk menyebarkan hasil penelitian, karena media tersebut merupakan salah satu media komunikasi yang efektif untuk menyalurkan dan mampu menjangkau khalayak pengguna hasil penelitian yang tersebar luas.

Saat ini media publikasi cetak yang digunakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) adalah surat kabar, majalah, buku, brosur dan bulletin. Media publikasi cetak tersebut diperoleh dari berbagai pihak diantaranya para distributor, lembaga penelitian, dan Kementerian Pertanian.

Keberhasilan suatu media publikasi cetak dapat dilihat dari dimanfaatkan tidaknya oleh pengguna. Pemanfaatan media tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya kesesuaian media dengan kebutuhan pemakai, pemahaman dan penyajian.

Titik berat dari proses penyuluhan sebagai proses penyebarluasan informasi adalah, masyarakat desa diharapkan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan usaha tani mereka, bagaimana sebaiknya mereka berusaha tani yang benar, melakukan budi daya yang tepat dan baik sehingga produktivitas meningkat. Pada proses penyuluhan ini, sasaran diharapkan bisa memperolah informasi seluas-luasnya tanpa memandanag apakah itu sasaran utama ataupun sasaran penunjang.

95

Dalam melaksanakan tugasnya penyuluh harus menyelaraskan dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan inovasi baru yang akan disebarluaskan ke petani, maka setiap penyuluh harus mempersiapkan diri untuk selalu belajar terus menerus dan berkelanjutan. Hal tersebut bisa didapat dari lembaga penelitian simposium, seminar, lokakarya dan pertemuan teknis lainnya.

B. Metode

Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yaitu penelitian yang memusatkan perhatian pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang dan bertitik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan dalam konteks teori-teori dari hasil penelitian terdahulu.

Teknik pelaksanaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik survei. Menurut Teken, survei adalah pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang terang dan baik terhadap suatu persoalan tertentu dan pada suatu daerah tertentu dengan cara menyelidiki sebagian dari anggota populasi yang bersangkutan.

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposif (sengaja) yaitu berdasar pertimbangan- pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.Lokasi yang dipilih adalah Kabupaten Boyolali.

Populasi dalam penelitian ini adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang wilayah kerjanya di Kabupaten Boyolali. Responden diambil di 4 kecamatan berdasarkan keberadaan perpustakaan (sebanyak 22 responden), dan 22 responden lainnya diambil secara acak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 3.2

Tabel 1

Jumlah responden yang diambil masing-masing kecamatan

No. Kecamatan ∑ responden

1. Selo 5

2. Boyolali 5

3. Simo 6

4. Mojosongo 6

Jumlah 22

96

Data yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi :data pokok dan data pendukung.

Menurut sifatnya meliputi data primer dan data sekunder, kualitatif dan kuantitatif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data

Data yang diperlukan Sifat data Sumber data

Primer Sekunder Kn Kl Kn Kl Data Pokok

1. Karakteristik Pribadi

2. Penilaian Penyuluh Pertanian Lapangan 3.

Media Publikasi Cetak Data Pendukung

1. Keadaan Alam 2. Keadaan Pegawai

3. Keadaan Dinas Pertanian 4. Keadaan Penyuluh Pertanian

Lapangan

5. Keadaan Penerimaan Bahan Informasi Pertanian

v v v

v v

v v v v v

v v v v v

PPL/responden PPL/responden PPL/responden BPS Boyolali BPS Boyolali Dinas Pertanian Kab. Boyolali Dinas Pertanian

Kab. Boyolali Dinas Pertanian

Kab. Boyolali dan Pengelola

Perpustakaan

Keterangan:

Kn : Kuantitatif Kl : Kualitatif

97 PPL : Penyuluh Pertanian Lapangan

BPS : Biro Pusat Statistik

Analisis statistik deskriptif, digunakan untuk mengetahui karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Untuk tingkat penilaian PPL terhadap media publikasi yang digunakan, dikategorikan dalam tingkatan tinggi, sedang, rendah dengan menggunakan rumus :

Lebar interval (I) = Skor tertinggi - skor terendah Jumlah kelas

Untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak dengan analisis korelasi Kendall's atau dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows.

Untuk uji signifikansi menggunakan perbandingan antara nilai p dengan kriteria pengambilan keputusan :

Jika p>nilai a maka Ho diterima (Berarti tidak terdapat hubungan antara karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak)

Jika p<nilai a maka Ho ditolak (Berarti terdapat hubungan antara karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak

C. Hasil dan Pembahasan

Karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan yang menjadi responden dalam penelitian ini meliputi : Pendidikan, frekuensi kunjungan ke sumber informasi, lokasi/jarak ke sumber informasi.

1. Sebaran PPL menurut pendidikan

Tingkat pendidikanakan mempengaruhi kualitas pengembangan sumber daya manusia yang menjadi modal peningkatan pengetahuan dan tingkat berpikir manusia. Sebaran Penyuluh Pertanian Lapangan berdasar pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

98 Tabel 1

Sebaran Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Boyolali Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan Jumlah responden Persentase (%)

Rendah/ SLTA 8 36,5

Sedang / Diploma 6 27

Tinggi/ Sarjana 8 36,5

Jumlah 22 100

Sumber : Analisis data primer

Pendidikan yang telah ditempuh responden dikategorikan dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama kelompok pendidikan tinggi yaitu sebanyak 8 responden atau 36,5%, kelompok sedang atau Diploma (sarjana muda) sebanyak 6 responden atau 27 %," dan kelompok ketiga berpendidikan rendah yaitu (SMA/SPMA) sebanyak 8 responden atau 36,5%.

Penyuluh Pertanian Lapangan di Kabupaten Boyolali yang mayoritas sudah berpendidikan sarjana adalah mereka yang pada saat bekerja sudah mengenyam pendidikan sarjana ( 4 orang) ataupun ada yang mereka pada saat mereka sudah bekerja, mereka (4 orang) melanjutkan sekolah lagi untuk jenjang sarjana mereka. Keadaan pendidikan tersebut ada yang sebagian atas biaya sendiri ada pula yang atas biaya dari dinas. Dari hal tersebut maka dengan tingkat pendidikan yang tinggi dapat lebih meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dari penyuiuh pertanian lapangan di Kabupaten Boyolali

2. Sebaran Penyuluh Pertanian Lapangan berdasar frekuensi

Frekuensi dari Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mengunjungi sumber informasi akan mempengaruhi dari banyaknya informasi yang mereka terima dan mereka dapatkan, sehingga dengan seringnya frekuensi kunjungan mereka ke sumber informasi tentunya akan berpengaruh juga terhadap penilaian setiap informasi yang mereka terima. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

99 Tabel 2

Sebaran Penyuluh Pertanian Lapangan berdasarkan frekuensi kunjungan ke perpustakaan

Frekuensi (kali) Jumlah responden Persentase (%)

Jarang (1-10) 4 18.3

Sedang (11 -20 ) 16 72,7

Sering (21 -30 ) 2 9

Jumlah 22 100

Sumber: Analisis data primer

Dalam rangka melakukan kegiatannya, Penyuluh Pertanian Lapangan seringkali mengunjungi instansi yang dapat mereka jadikan sebagai tempat mencari informasi seperti perpustakan maupun taman bacaan masyarakat. Dari 22 Penyuluh Pertanian Lapangan didapatkan bahwa frekuensi kunjungan mereka ke sumber informasi tersebut dalam satu tahun terakhir mayoritas termasuk dalam kategori sedang (72.7,7%). Sedangkan untuk 4 Penyuluh Pertanian Lapangan (18,3%) berada dalam kategori jarang, dan untuk 2 Penyuluh Pertanian Lapangan (9%) lainnya berada pada kategori sering.

Frekuensi kunjungan tersebut seringkali mereka gunakan selain untuk mencari ataupun meminjam media publikasi juga mempunyai tujuan untuk konsultasi teknis, bertanya tentang masalah yang dihadapi dan untuk mengikuti pertemuan serta untuk mencari informasi.

Media Publikasi Cetak Yang Digunakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan di Kabupaten Boyolali

Dalam melakukan tugasnya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memerlukan berbagai informasi yang bermanfaat dalam pelaksanaan kegiatannnya. Dari berbagai sumber informasi, media pubkliasi cetak lebih sering dimanfaatkan oleh seorang Penyuluh Pertanian Lapangan dibandingakan dengan media lainnya.

1. Jenis Media Publikasi Cetak

100

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Boyolali memperoleh media publikasi cetak dengan berbagai macam dan jenisnya. Banyaknya media publikasi cetak tersebut mereka dapatkan dari kiriman berbagai instansi seperti Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Balai Besar dan Pusat Penelitian, ataupun agen-agen yang menjadi distributor media publikasi cetak tersebut. Untuk berbagai macam dan jenisnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.

Jenis Media Publikasi Cetak Yang digunakan Penyuluh Pertanian Lapangan

No Jenis Macam

1. Surat Kabar Sinar Tani

2. Majalah Trubus

3. Buku Teknis dan Ilmiah Pertanian

4. Buletin Liputan Pertanian

5. Brosur Agropolitan

Sumber: Analisis data primer

Dari Tabel 3 terlihat bahwa untuk berbagai jenis dari media publikasi cetak yang menjadi bagian untuk penyajian berita yang seringkali dikonsumsi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai sumber informasi pertanian yang menunjang dari kegiatan dan kerja mereka terdapat di kolom-kolom tertentu seperti tajuk rencana atau varia pertanian untuk surat kabar, teknologi atau ekonomi dan bisnis untuk jenis buku, rubrik pertanian untuk majalah, kolom ilmiah untuk bulletin dan teknologi untuk jenis brosur.

Hubungan Karakteristik Pribadi dan Penilaian Penyuluh Pertanian Lapangan terhadap Media Publikasi Cetak

Secara keseluruhan hasil analisis hubungan karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak di Kabupaten Boyolali dapat dilihat di tabel berikut:

Tabel 4

Nilai korelasi Kendall's dari hubungan antara karakteristik pribadi dengan penilaian Penyuluh Pertanian Lapangan terhadap media publikasi cetak

101 Karakteristik Pribadi

Penilaian terhadap media publikasi Cetak

Nilai koefisien korelasi

P

Umur 0,144 0,262

Pendidikan 0,252' 0,039

Masa kerja 0,245' 0,048

Jarak/lokasi 0,045 0,728"

Penghasilan 0,145 0,259

Frekuensi -0,422** 0,001

Keterdedahan 0,289* 0,019

Sumber: analisis data primer

Keterangan :* nyata pada p<0,05 **nyata pada p<0,01

Untuk mengetahui hubungan karakteristik pribadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak dengan menggunakan analisis Kendall's taub.

Dari hasil analisis ternyata variabel pendidikan, masa kerja, frekuensi dan keterdedahan mempunyai hibungan yang nyata dan sangat nyata dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak. Sedangkan variabel umur, jarak lokasi dan penghasilan tidak berhubungan secara nyata dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak.

T

a b e l 5 . 2 S

e b a r a n D. Simpulan dan Rekomendasi

Dari penelitian mengenai Penilaian Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Boyolali Terhadap Media Publikasi Cetak dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

102

1. Karakteristik pribadi PPL lamanya pendidikan, masa kerja, dan keterdedahan termasuk kategori tinggi, sedangkan penghasilan, jarak lokasi termasuk kategori rendah dan untuk frekuensi kunjungan ke sumber informasi mayoritas adalah 11-20 kali dalam setahun, serta untuk umur mayoritas adalah 35-41 tahun

2. PPL memberikan penilaian yang cukup menarik, cukup mudah dipahami,cukup sesuai denagn kondisi dilapangan, cukup berguna dan kurang tersedia terhadap media publikasi cetak yang mereka gunakan

3. Dari penilaian PPL; indikator penyajian, kemudahan dipahami, kesesuaian isi, dan kegunaan PPL memberikan penilaian sedang Indikator ketersediaan, PPL memberikan penilaian yang rendah yang berarti bahwa media publikasi cetak kurang tersedia di lingkungan Penyuluh Pertanian Lapangan.

4. Faktor karakteristik pribadi PPL seperti lama pendidikan, masa kerja, frekuensi, dan keterdedahan berhubungan nyata dan sangat nyata dengan penilaian mereka terhadap media publikasi cetak, yang berarti bahwa semakin tinggi karakteristik pribadi lama pendidikan, masa kerja, frekuensi dan keterdedahan maka akan memberikan penilaian yang tinggi pula terhadap media publikasi cetak

5. Faktor karakteristik pribadi umur, jarak lokasi dan penghasilan tidak berhubungan nyata dengan penilaian PPL pada media publikasi cetak

E. Ucapan Terima Kasih

Saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini terutama Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali

DAFTAR PUSTAKA

Depari,E dan McAndrews.1988. Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan.UGM Press.Yogyakarta.

(sumber buku)

Effendy, O.U.I 996. Dimensi-Dimensi Komunikasi.Alumni.Bandung.(sumber buku)

Ihsaniati, H. 2003. Analisis Persepsi Usaha Tani Padi di Kabupaten Sukoharjo.Skripsi. Fakultas Pertanian. UNS.

Surakarta (sumber buku)

Jahi, Amri. 1988. Media Cetak dan Pembangunan Pedesaan di Negara-negara Dunia Ketiga dalam Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara- negara Dunia Ketiga : Suatu Pengantar. Gramedia. Jakarta.(sumber buku)

Kartasapoetra. 1987. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi aksara. Jakarta (sumber buku) Mardikanto,T. 1987. Komunikasi Pembangunan. UNS Press.Surakarta (sumber buku)

__________. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Press. Surakarta (sumber buku) Pratikno. 1987. Lingkaran Komunikasi. Alumni. Bandung (sumber buku)

Rakhmad, Jalaludin.1986. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung(sumber buku)

103

_________. 1989. Teori-Teori Komunikasi. RemajaRosdakarya. Bandung(sumber buku)

Rejeki, Sri dan Anita Herawati.1999. Dasar-Dasar Komunikasi untuk Penyuluhan. UAJY. Yogyakarta.

(sumber buku)

Risdianasari, Niken Novianty. 1999. Analisis hi Liputan Pertanian Hortikultura Buah-Buahan dan Sayuran Studi Kasus Pada Majalah Trubus (1996-1998). Skripsi. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta (Sumber Skripsi)

Rahayu, Uninggar Tri. 2003. Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Otonomi Daerah di Kabupaten Klaten. Skripsi. Fakultas Pertanian. UNS. Surakarta(Sumber Skripsi)

Siregar,A.1982. Bagaimana Menjadi Penulis Media Massa Paket Untuk Jurnalistik.UI Press. Jakarta (sumber buku)

Somadikarta, Lily. 1987. Pengolahan Bahan Pustaka : Pedoman Tata Kerja Rutin dan Teknik Bibliografi. Edisi ke 2.

UI Press. Jakarta

Subagyo, Herald Tidar, Inneke Basuki, Petrus Suryadi. 1986. Persuratkabaran Indonesia Dalam Era Informasi:

Perkembangan, Permasalahan dan Perspektifnya. Muliasari. Jakarta. (sumber buku)

Sulasih, Farida. 2001. Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi PPL dengan Sikapnya Terhadap Buletin Sinar Tani di Kabupaten Sleman. Skripsi. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.(Sumber Skripsi)

Sundari, Tuti Sri. 1994. Hubungan Karakteristik Pribadi dan Intensitas Kegiatan Penyuluh Pertanian Spesialis dengan Penilaian Mereka pada Publikasi Badan Litbang Pertanian di Propinsi Jawa Barat. Thesis Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor (Sumber Thesisi)

_________,1996. Analisa Kegunaan Publikasi Badan Litbang Pertanian Sebagai Sumber Informasi Bagi Penyuluh Pertanian Propinsi Riau. J. Perpustakaan Pertanian V: (I) (artikel jurnal)

Surakhmad.1994. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Tarsito. Bandung (sumber buku) Widjaja, AW. 1986. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Bina Aksara. Jakarta(sumber buku) Van den Ban, AW dan HS Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius.Yogyakarta (sumber buku)

104

PENDEKATAN LITERASI INFORMASI DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT

Pawit M. Yusup1, Dian Sinaga2, Yunus Winoto3, Fitri Perdana4 Universitas Padjadjaran1,2,3,4

PSIP Fikom Unpad, Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor Email: [email protected]

Abstrak

Secara khusus istilah literasi bisa didefinisikan sebagai kemampuan teknis dalam men-decode atau mereproduksi lambang-lambang tulisan, hasil cetakan, atau tulisan dalam kalimat dan kata-kata dalam bentuk lambang tulisan. Dalam perkembangan selanjutnya literasi dikaitkan dengan kemampuan berkomunikasi secara tertulis, bukan bahasa dan komunikasi lisan. Sekarang konsep literasi sudah digunakan secara lebih bervariasi dalam konteks kemampuan memahami perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer dengan segala perangkat fungsionalnya, grafik, matematik, dan belakangan informasi. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, diperoleh gambaran bahwa, literasi bukan sebuah karakteristik manusia sejak lahir, namun lebih merupakan sebagai kemampuan yang bisa dipelajari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan ada kecenderungan literasi digunakan sebagai kemampuan dalam berinteraksi seseorang dan masyarakat dengan lingkungannya, dengan budayanya, dengan bisnisnya, dengan politiknya, dengan kehidupannya. Literasi informasi, literasi media, literasi teknologi, literasi digital, literasi sosial, literasi kehidupan, literasi penghidupan, adalah beberapa contoh literasi dalam konteksnya, termasuk konteks pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.

Kata Kunci: Literasi informasi. Literasi media. Literasi kehidupan

Dokumen terkait