BAB III METODE PENELITIAN
4. Rencana Tindakan
Penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian ilmiah yang dilakukan secara rasional, sistematis, dan empiris reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru (tenaga pendidik), kolaborasi (tim peneliti) yang sekaligus sebagai peneliti, dan disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan yang nyata di dalam kelas yang
35Jhoni Dimyati, Metodologi Penelitian Pendidikan & Aplikasinya Pada Penelitian Anak Usia Dini (PAUD), (Kencana: PT Prenadamedia Group, 2013), hlm.
124.
Perencanaan
Pelaksanaan SIKLUS
Pengamatan Refleksi
Perencanaan SIKLUS Pengamatan
Refleksi Pelaksanaan
berupa kegiatan belajar mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.36
Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam II siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut membentuk sebuah siklus yang beruntun dan selanjutnya kembali ke langkah semula. Jika pada akhir siklus I masalah belum terpecahkan, siklus berlanjut pada siklus II. Demikian seterusnya sampai masalah dapat terpecahkan.37
Pada siklus I, tindakan yang direncanakan adalah mengadakan pertemuan yang dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dalam satu minggu yang disesuaikan dengan tema disaat penelitian dilakukan. Mengadakan evaluasi keberhasilan yang dicapai anak apabila belum tercapai maka dilakukan kembali tindakan selanjutnya. Peneliti mengambil pencapaian presentase keberhasilan dalam penelitian yaitu ≥76% yang termasuk dalam kualifikasi “Baik”.
Berikut tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan oleh peneliti :
a. Siklus I
1) Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti adalah :
a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Harian (RPPH) bermain kartu huruf hijaiyah untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4- 5 tahun disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
b) Menyiapkan media kartu huruf hijaiyah yang akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah.
c) Membuat lembar observasi yaitu lembar observasi aktivitas guru dan anak serta lembar observasi penilaian
36 Harti Mastari, “Upaya Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Bermain Balok di TK 21 Sukaraja Jerowaru Lombok Timur, (Skripsi, FTK UIN MATARAM, Mataram,2019), hlm. 31.
37 Ibid., hlm. 32.
kemampuan mengenal huruf hijaiyah dengan menggunakan media kartu huruf hijaiyah.
2) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan adalah melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan penerapan metode kartu huruf hijaiyah. Pada tahap pelaksanaan, peneliti hanya berperan sebagai pengamat dan penilai. Peran guru dalam pelaksanaan kegiatan yaitu menjalankan proses belajar mengajar dan membimbing pada saat kegiatan mengenal huruf dengan menggunakan metode kartu huruf hijaiyah.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan selama tahap pelaksanaan tindakan ini antara lain adalah :
a) Kegiatan Awal
(1) Guru menyambut kedatangan anak.
(2) Guru mengajak anak masuk kelas, kemudian mengarahkan anak untuk duduk di tempat masing- masing.
(3) Guru mengajak anak untuk berdo‟a sebelum
melakukan kegiatan.
(4) Guru membuka kegiatan, mengecek kehadiran anak dan menanyakan kabar.
(5) Guru mengajak anak bernyanyi bersama untuk membangkitkan semangat anak.
(6) Guru bercakap-cakap dengan anak tentang tema dan sub tema yang akan dilakukan.
(7) Guru memperkenalkan media kartu huruf hijaiyah.
(8) Guru dan anak membuat kesepakatan sebelum pembelajaran.
b) Kegiatan Inti
(1) Guru memperkenalkan terlebih dahulu satu per satu kartu huruf hijaiyah
(2) Guru mengangkat satu persatu kartu huruf hijaiyah sambil menyebutkan huruf-huruf hijaiyah yang terdapat pada kartu huruf hijaiyah
(3) Guru membimbing anak untuk mengenal dan menyebutkan huruf-huruf hijaiyah
(4) Guru meminta anak untuk menyebutkan huruf- huruf hijaiyah sambil berkata
(5) Guru meminta anak mencari huruf (6) Guru meminta anak mencari huruf
(7) Guru meminta anak mengurutkan kartu huruf hijaiyah
(8) Guru meminta anak mengurutkan kartu huruf hijaiyah
c) Kegiatan Penutup
(1) Guru menanyakan kembali apa yang telah di sampaikan.
(2) Anak duduk kembali ke tempat semula.
(3) Recalling, anak bergilir menceritakan pengalamannya selama belajar hari ini.
(4) Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo‟a.
3) Observasi
Observasi yang dilakukan oleh peneliti, dalam hal ini yang diteliti adalah kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran (tindakan). Observasi dilakukan pada saat anak-anak sedang melakukan kegiatan menggunakan media kartu huruf hijaiyah. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan observasi nonpartisipan. Dimana dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas guru maupun anak dan hanya sebagai pengamat independent.
Tujuan peneliti melakukan observasi karena dengan melakukan pengamatan terhadap obyek penelitian maka peneliti akan mengetahui letak geografis, keadaan sarana dan prasarana maupun kegiatan atau aktivitas dilakukan guru dalam proses mengenalkan huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah diantaranya adalah observasi aktivitas belajar guru, aktivitas belajar anak, dan aktivitas kemampuan mengenal huruf hijiayah. Adapun metode
pengenalan huruf hijaiyah di RA Pembina NW Mataram yaitu dengan menggunakan Iqro‟ secara berkelompok antara kelompok A dan kelompok B di dalam satu ruangan kelas. Sedangkan data-data yang dihasilkan dari metode observasi ini yaitu bagaimana penerapan media kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah. Observasi dilakukan secara terus-menerus setiap kegiatan mengenal huruf hijaiyah dengan media kartu dilaksanakan. Hasil pengamatan pada tiap tahap kemudian direfleksikan untuk perencanaan pengembangan selanjutnya agar mendapatkan pencapaian hasil yang lebih baik.
4) Refleksi
Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul. Sebagai acuan dalam refleksi ini adalah hasil observasi. Hasil analisis yang dilakukan akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan pengembangan selanjutnya. Dari hasil observasi dan evaluasi siklus I dapat diidentifikasi kekurangan, menganalisis sebab kekurangan dan merefleksikan diri untuk melakukan persiapan dan perbaikan untuk melaksanakan siklus II.
b. Siklus II
Tahap-tahap pada siklus II sama dengan tahap-tahap yang ada dalam siklus I, akan tetapi kegiatan disusun berdasarkan refleksi dari siklus I. Kegiatan yang ada dalam siklus II sudah mengalami perbaikan baik itu terkait dengan penyempurnaan media, penyampaian apresiasi yang lebih menarik sehingga anak lebih antusias dan tertarik untuk mengikuti kegiatan mengenal huruf dengan media kartu huruf hijaiyah. Waktu pertemuan dilakukan sama seperti siklus I yaitu sebanyak 4 kali pertemuan dalam satu minggu kemudian dilakukan evaluasi kembali. Apabila masih belum menunjukkan peningkatan dilakukan lagi siklus berikutnya, tetapi apabila sudah ada peningkatan maka penelitian ini sudah
dapat dikatakan berhasil. Peneliti mengambil pencapaian presentase keberhasilan dalam penelitian yaitu ≥80% yang termasuk dalam kulifikasi “Baik”.