PENERAPAN MEDIA KARTU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH PADA ANAK
USIA 4-5 TAHUN DI RA PEMBINA NW MATARAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022
DISUSUN OLEH NAMA : MISNAH
NIM : 180110116
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM
2022
PENERAPAN MEDIA KARTU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH PADA ANAK
USIA 4-5 TAHUN DI RA PEMBINA NW MATARAM TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Skripsi
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
DISUSUN OLEH NAMA : MISNAH
NIM : 180110116
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)MATARAM MATARAM
2022
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Misnah, NIM: 180110116, dengan judul “Penerapan Media Kartu Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal:
Pembimbing I, Pembimbing II,
Prof H. Warni Djuwita, M.Pd. Bq. Roni Indira Astriya, M.PdIP.
NIP.198804232019032007
NOTA DINAS PEMBIMBING Mataram, Hal : Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Di Mataram
Assalamu’alaikum, Wr, Wb.
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami
berpendapat bahwa skripsi saudara : Nama Mahasiswa : Misnah
NIM : 180110116
Prodi : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Judul : Penerapan Media Kartu Dalam
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam siding munaqasah skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.
Wassalammu’alaikum, Wr. Wb.
Pembimbing I, Pembimbing II,
Prof H. Warni Djuwita, M.Pd. Bq. Roni Indira Astriya, M.Pd.
NIP. NIP.19880423201903200
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama: Misnah NIM : 180110123
Jurusan : Pendidikan Islam Anak Usia Dini
menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Penerapan Media Kartu Huruf Hijaiyah Dalam
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022” ini secara keseluruhan adalah hasil/karya saya sendiri, kecuali pada bagian- bagian yang dirujuk sumbernya. Jika saya terbukti melakukan plagiat tulisan/karya orang lain, siap menerima sanksi yang ditentukan oleh Lembaga.
Mataram,
Saya yang menyatakan,
Misnah
PENGESAHAN
Skripsi oleh: Misnah, NIM: 180110116, dengan judul “Penerapan Media Kartu Huruf Hijaiyah Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022” telah dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram pada tanggal
Dewan Penguji
“MOTTO”
Ilmu adalah yang memberikan manfaat, Bukan yang hanya sekedar menghafal.
(Imam Syafi’i)
Sesengguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain).
(QS. Al-Insyirah: 6-7)
PERSEMBAHAN
“Sujud syukur persembahan pada Allah SWT yang maha kuasa, berkat dan rahmatMu sehingga hamba dapat mempersembahkan skripsi ini pada orang-orang tersayang”
Karya kecilku ini ku persembahkan untuk kalian:
1. Kedua orang tuaku tercinta, bapakku Ibrahim Abas dan ibuku Rosdiana yang senantiasa selalu mendo‟akan dan memotivasi saya dalam penulisan skripsi ini. Terimakasih yang tak terhingga atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan, baik dukungan material maupun moril, sehingga alhamdulillah skripsi ini bisa terselesaikan.
2. Untuk kakak-kakakku tercinta, Khaerudin S.Pd, Sariman S.Pd, dan kakak perempuanku Rahmah S.Par. Terima kasih atas dukungan material maupun moril sehingga saya bisa menempuh pendidikan sampai ke jenjang S1 ini.
3. Untuk sahabat-sahabatku dari awal masuk kuliah tahun 2018 sampai akhir menempuh Sarjana S1, Amalia Rabiatul Adwiyah S.Pd, Ati Ningsih S.Pd, Jahrani S.Pd, Ernawati S.Pd, dan bestie ku yang tersantuy Baiq Jihan Kumalasari S.Pd. Terima kasih karena kalian selalu memotivasi dan memberi dukungan penuh kepada saya sampai dengan terselesaikannya skripsi ini dan semua teman-teman seperjuangan kelas D Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini angkatan 2018.
4. Almamater dan kampus saya tercinta Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga skripsi yang berjudul “Penerapan Media Kartu Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022” dapat diselesaikan dengan baik guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Shalawat dan salam senantiasa pula diperuntukkan ke hadapan baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang dengan penuh semangat dan ikhlas berjuang dalam menumbuh kebangkitan ajaran islam sehingga dapat membimbing umat manusia menuju kemaslakhatan, keimanan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Prof. H. Warni Djuwita, M.Pd sebagai pembimbing I dan Ibu Bq.
Roni Indira Astriya, M.Pd sebagai pembimbing II yang dengan sabar dan ikhlas membimbing peneliti sehingga skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik.
2. Ibu Nani Husnaini selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Bapak Hadi Kusuma Ningrat, M.Pd selaku sekretaris Program Studi.
3. Bapak Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
4. Bapak dan Ibu dosen Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Mataram yang telah membekali ilmu kepada peneliti selama di bangku kuliah.
5. Ibu Bq. Siti Zakiah, S.Ag. selaku Kepala Sekolah RA Pembina NW Mataram.
6. Seluruh pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu.
Atas semua bantuan yang telah diberikan maka peneliti hanya mampu mengucapkan “Jazakumullahukhoirankatsiiro”. Semoga apa yang telah mereka berikan dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT dan mendapatkan kebaikan yang setimpal dari-Nya. Aamiin Ya Robbal
‘Alamiin.
Peneliti menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik isi maupun penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat peneliti harapkan. Semoga skripsi ini dapat dijadikan dasar acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya, sehingga dapat bermanfaat seperti yang diharapakan.
Mataram, 20 Mei 2022
Misnah Peneliti
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN... vi
HALAMAN MOTTO... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
ABSTRAK... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Sasaran Tindakan ... 5
C. Rumusan Masalah ... 5
D. Tujuan Penelitian ... 5
E. Manfaat dan Hasil Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN ... 8
A. Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah ... 8
a. Pengertian Mengenal Hurif Hijaiyah ... 8
b. Tahapan dalam Mengenal Huruf Hijaiyah ... 9
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Mengenal Hurif Hijaiyah ... 10
d. Manfaat Mengenal Huruf Hijaiyah Sejak Dini ... 11
e. Fungsi Mengenal Huruf Hijaiyah ... 13
f. Indikator Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah... 14
B. Media Kartu Huruf Hijaiyah ... 16
a. Pengertian Media Kartu Huruf Hijaiyah ... 16
b. Bagian-bagian Huruf Hijaiyah ... 17
c. Macam-macam Media ... 19
d. Penerapan Menggunakan Media Kartu Huruf Hijaiyah ... 20
BAB III METODE PENELITIAN ... 23
1. Setting Penelitian ... 23
2. Sasaran Penelitian ... 23
3. Desain PTK... 23
4. Rencana Tindakan ... 24
5. Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya ... 29
6. Pelaksanaan Tindakan ... 38
7. Cara Pengamatan ... 39
8. Analisis Data dan Refleksi ... 39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46
A. Deskripsi Setting Penelitian... 46
1. Sejarah Singkat RA Pembina NW Mataram ... 46
2. Letak Geografis RA Pembina NW Mataram ... 47
3. Profil RA Pembina NW Mataram ... 47
4. Visi dan Misi RA Pembina NW Mataram ... 47
5. Keadaan Guru atau Tenaga Pengajar... 48
6. Keadaan Anak RA Pembina NW Mataram ... 49
B. Hasil Penelitian ... 49
1. Hasil Penelitian Siklus I ... 50
2. Hasil Penelitian Siklus II ... 65
C. Pembahasan ... 80
BAB V PENUTUP ... 83
A. Kesimpulan ... 83
B. Saran ... 84
DAFTAR PUSTAKA ... 85
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 88
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 175
DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Bagian-bagian Huruf Hijaiyah, 17
Tabel 4.1 Kisi-kisi Instrumen Observasi Aktivitas Guru, 30 Tabel 4.2 Kisi-kisi Observasi Aktivitas Anak, 32
Tabel 4.3 Instrumen Observasi Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah, 34 Tabel 4.4 Instrumen Wawancara Kemampuan
Mengenal Huruf Hijaiyah, 36 Tabel 4.5 Instrumen Wawancara Kemampuan
Mengenal Huruf Hijaiyah, 37
Tabel 4.6 Pedoman Konversi Ketuntasan Aktivitas Guru, 40 Tabel 4.7 Pedoman Konversi Ketuntasan Aktivitas Anak, 41 Tabel 4.8 Pedoman Konversi Ketuntasan Kemampuan
Mengenal Huruf Hijaiyah, 42
Tabel 4.9 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan RA Pembina NW Mataram, 48
Tabel 4.10 Data Peserta Didik RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022, 49.
Tabel 4.11 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 1 Siklus 1, 54.
Tabel 4.12 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 1 Siklus 1, 55 Tabel 4.13 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 2 Siklus 1, 56 Tabel 4.14 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 2 Siklus 1, 57 Tabel 4.15 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 3 Siklus 1, 58 Tabel 4.16 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 3 Siklus 1, 60 Tabel 4.17 Hasil Tes Evaluasi Kemampuan Mengenal
Huruf Hijaiyah Siklus 1, 61
Tabel 4.18 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus 1, 62
Tabel 4.19 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Anak Pada Siklus 1, 63 Tabel 4.20 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 1 Siklus II, 71 Tabel 4.21 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 1 Siklus II, 72 Tabel 4.22 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 2 Siklus II, 72 Tabel 4.23 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 2 Siklus II, 73 Tabel 4.24 Hasil Observasi Aktivitas Guru Pertemuan 3 Siklus II, 74 Tabel 4.25 Hasil Observasi Aktivitas Anak Pertemuan 3 Siklus II, 77 Tabel 4.26 Hasil Tes Evaluasi Kemampuan Mengenal Huruf
Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah,78
Tabel 4.27 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus II, 78 Tabel 4.28 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas
Anak Pada Siklus II, 79
Tabel 4. 29 Perbandingan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah, 88.
DAFTAR LAMPIRAN Observasi kegiatan guru dan anak hlm 88 Wawancara guru hlm. 129
Wawancara anak, 140
Observasi penilaian kemampuan mengenal huruf hijaiyah siklus I, hlm. 160
Observasi penilaian kemampuan mengenal huruf hijaiyah siklus II, hlm. 161
Dokumentasi kegiatan mengenal huruf hijaiyah, hlm. 162
PENERAPAN MEDIA KARTU HURUF HIJAIYAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF
HIJAIYAH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA PEMBINA NW MATARAM TAHUN
PELAJARAN 2021/2022 Oleh:
Misnah NIM 180110116
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4-5 tahun (Kelompok A) di RA Pembina NW Mataram dengan menggunakan media kartu huruf hijaiyah.
Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah, hal ini disebabkan oleh pengenalan huruf hijaiyah pada anak menggunakan iqro‟ dengan cara mengajarkan satu per satu anak dalam satu ruangan yang terdapat kelompok A dan B dari usia 4-6 tahun. Sehingga peneliti menggunakan media kartu huruf hijaiyah untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah di RA Pembina NW Mataram tahun pelajaran 2021/2022.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart. Adapun subyek penelitian ini yaitu kelompok A RA Pembina NW Mataram yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Sedangkan obyek penelitian ini yakni kemampuan mengenal huruf hijaiyah menggunakan media kartu huruf hijaiyah. Pada penelitian ini ada dua siklus yang peneliti gunakan dan pada setiap siklus ada empat kali pertemuan adapun yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi kualitatif.
Adapun hasil yang diperoleh pada siklus I yakni aktivitas guru menunjukkan presentase yakni sebesar 66,66% artinya pada kriteria cukup baik dan aktivitas anak menunjukkan presentase sebesar 70,19% kategori cukup baik. Kemudian pada aktivitas guru terjadi peningkatan pada siklus II sebesar 95,37% kategori sangat baik dan aktivitas anak sebesar 94,23%
kategori sangat baik. Hal ini berarti aktivitas guru menunjukkan kriteria terlaksana dengan sangat baik. Sedangkan perkembangan kemampuan
mengenal huruf hijaiyah pada siklus I sebesar 53% kategori kurang baik, dimana anak belum mampu mengenal huruf hijaiyah secara acak maupun secara berurutan dan anak belum mampu membedakan huruf-huruf hijaiyah yang hampir mirip. Kemudian kemampuan anak mengenal huruf hijaiyah mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 81% kategori baik, dimana anak mampu mengenal huruf hijaiyah secara acak maupun secara berurutan dan anak mampu membedakan huruf-huruf hijaiyah yang hampir mirip. Artinya kemampuan mengenal huruf hijaiyah menunjukkan kriteria baik. Berdasarkan hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu huruf hijaiyah dapat meningkatakan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4-5 tahun di RA Pembina NW Mataram.
Kata Kunci: Media Kartu Huruf Hijaiyah, Mengenal Huruf Hijaiyah, Anak Usia 4-5 Tahun
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Usia prasekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah pembelajaran ilmu agama. Pada anak prasekolah pembelajaran ilmu agama ini ditekankan pada pengenalan huruf-huruf hijaiyah, dengan menggunakan strategi yang tepat dalam mengenalkan huruf hijaiyah agar materi yang disampaikan dapat terekam langsung dalam ingatan anak dengan baik.1
Pada masa kanak-kanak harus mulai diperkenalkan pada pendidikan Al-Qur‟an dengan tahap dasar yaitu dengan pengenalan huruf hijaiyah pada anak, karena Al-Qur‟an yang menjadi pegangan dan pedoman di dalam kehidupannya nanti, sehingga ketika dewasa tidak kehilangan pegangan dan pedoman. Maka dari itulah, untuk membaca Al-Qur‟an kita harus mengenalkan huruf-huruf hijaiyah pada anak sebagai dasar pembelajaran Al-Qur‟an, kita harus mengenalkan huruf-huruf hijaiyah pada anak sebagai dasar pembelajaran Al-Qur‟an tuntutan dasar dalam pendidikan Al-Qur‟an.2
Agama islam memerintahkan kepada umatnya untuk mempelajari serta mengajarkan kitab suci Al-Qur‟an karena Al-Qur‟an adalah sumber dari segala sumber ajaran islam yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek pendidikan agama yang kurang mendapat perhatian adalah pendidikan membaca Al-Qur‟an.
Pembelajaran Al-Qur‟an khususnya kemampuan mengenal dan membaca Al-Qur‟an sebaiknya diajarkan kepada anak sejak usia dini.
Dalam mengenalkan Al-Qur‟an guru harus mempunyai strategi khusus agar anak memahami apa yang disampaikan terutama dalam mengenalkan huruf hijiayah. Tidak hanya guru orang tua berperan penting dalam hal tersebut, salah satu cara orang tua dengan cara
1 Amir Mahmud, “Metode Acak Kartu untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah di Paud Bunda Karangsono Sukorejo Pasuruan”, Mafhum, Vol.
1, Nomor 2, November 2016, hlm. 168.
2 Rasyid, Aseesmen Perkembangan Anak Usia Dini (Yogyakarta: Gava Media, 2012), hlm. 3.
memperdengarkan bacaan Al-Qur‟an maupun huruf hijaiyah pada anak usia dini.3
Guru maupun orang tua apabila sering memperdengarkan bacaan Al-Qur‟an atau melatih mengeja huruf-huruf hijaiyah pada anak secara berulang-ulang maka bacaan itu akan mudah diserap atau direkam langsung oleh otak anak sebagaimana mudah menyerap kata- kata kotor yang diperdengarkan di depannya berulang-ulang.4 Pengetahuan baru yang diajarkan kepada anak baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah sangat mudah ditirukan oleh anak karena anak memiliki sifat imitasi yang bagus. Jadi orang tua dan guru harus dapat memberikan berbagai pengetahuan yang baik dan dapat bermanfaat bagi anak. Sehingga dikemudian hari dengan memberikan contoh yang baik secara berulang-ulang dan memberikan stimulus pengenalan huruf hijaiyah mampu merangsang anak untuk dapat meningkatkan kemampuan mengenali, memahami, dan menggunakan simbol tertulis untuk berkomunikasi.
Kemampuan untuk meningkatkan pengenalan huruf kepada anak usia dini merupakan sesuatu hal yang penting dengan tujuan dasar yaitu bagaimana anak dapat membaca dan menulis melalui proses yang benar. Pengenalan anak pada huruf bisa diawali dengan mendengarkan bunyi dan bentuk hurufnya. Salah satu huruf yang bisa diperkenalkan pada anak adalah huruf hijaiyah. Pengenalan huruf hijaiyah pada anak usia dini dapat dimulai dari huruf penyusun alfabet arab. Adapun langkah membaca pada anak dapat dilakukan dengan membaca cerita-cerita khayalan, membaca dongeng atau fantasi sampai pada membaca lancar.5 Hal ini dapat merangsang kemampuan anak baik dari segi kemampuan mendengar maupun membaca.
Kemampuan mendengar dan membaca sangat penting bagi anak karena digunakan untuk memperoleh informasi baru. Sama halnya dengan kemampuan anak membaca kalimat dengan stimulus
3 Ibid., hlm. 4.
4 Ahmad Syarifuddin, Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al- Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2006), hlm. 63.
5 Alucyana,dkk, “Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Melalui Kartu Huruf Hijaiyah Di Paud”, Agama dan Ilmu Pengetahuan, Vol. 17, Nomor 1, April 2020, hlm. 49.
pengenalan huruf, maka untuk kemampuan anak dapat membaca Al- Qur‟an kelak perlu dikenalkan dengan huruf-huruf hijaiyah sebagai wujud bahasa reseptif yang kaitannya dengan nilai agama dan moral.
Kemudian tidak terlepas juga dari upaya guru ketika menyampaikan materi pembelajaran. Terlebih jika peserta didik yang dimaksud adalah anak usia dini, yang dimana masih banyak sekali yang belum mampu dan memerlukan bimbingan yang ekstra dari guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah.
Dari hasil tinjauan awal yang peneliti lakukan pada tanggal 09 september 2021 terkait dengan meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4-5 tahun di RA Pembina NW Mataram di RA Pembina NW Mataram. Ada beberapa hal yang peneliti temui yaitu pengenalan huruf hijaiyah pada anak usia dini, terutama cara atau strategi guru mengenalkan huruf hijaiyah menggunakan iqro‟
dengan cara mengajarkan satu per satu anak dalam satu ruangan yang terdapat kelompok A dan B dari usia 4-6 tahun. Berdasarkan keterangan di atas ada beberapa fakta yang terjadi di RA Pembina NW Mataram lebih khususnya usia 4-5 tahun, terdapat 10% anak yang bisa mengenal huruf hijaiyah dan 90% anak lainnya belum bisa dalam mengenal huruf hijaiyah. Akan tetapi, 9 anak tersebut bukan belum bisa dalam mengenal huruf hijaiyah, tetapi terdapat 6 orang anak yang bisa mengenal huruf hijaiyah sampai pada huruf س “Sin” bahkan sampai huruf ع “‟ain”. Kemudian 3 anak diantaranya belum bisa dalam mengenal huruf hijaiyah dan tidak dapat membedakan antara huruf yang satu dengan huruf lainnya walaupun sudah diajarkan hal ini disebabkan kurangnya konsentrasinya anak, karena di dalam kelas tersebut terdapat kelompok A dan B yang digabungkan di dalam satu ruangan.
Hasil pengamatan peneliti, data yang terdapat di RA Pembina NW Mataram jumlah keseluruhan siswa terdapat 10 anak yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Untuk anak yang bisa mengenal huruf hijaiyah hanya 1 orang diantara jumlah keseluruhan anak juga mengalami kesulitan dalam mengenal huruf hijaiyah dengan baik dan benar. 10% yang berkembang dengan baik yang terdiri dari 1 anak dan 90% yang belum berkembang yang terdiri dari 9 anak.
Diantara 90% ini yang belum mengenal huruf-huruf hijaiyah,
kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah yang bentuknya mirip seperti, Sin ( س) dan Syin (ش ), lupa kembali setelah diingatkan oleh guru bunyi huruf hijaiyah tersebut. Setelah itu anak-anak juga sering bermain sendiri tanpa menghiraukan arahan dari guru, tentunya hal tersebut akan menggangu dan akan menghambat anak dalam proses pembelajaran mengenal huruf hijaiyah, hal ini terjadi karena kurangnya strategi yang digunakan oleh guru dalam mengenalkan huruf hijaiyah sehingga anak cepat merasa bosan. Oleh karena itu, Salah satu cara peneliti untuk meningkatkan kemampuan anak yaitu dengan menggunakan benda yang konkret yaitu media kartu, melalui media ini anak dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri anak. Media kartu ini merupakan salah satu metode bermain yang cukup efektif untuk mengembangkan kemampuan membaca maupun mengenal permulaan pada anak. Sebab anak pada usia 4-5 tahun masih pada tahap pra operasional yaitu anak belajar melalui benda konkret dengan melalui media kartu.6
Berdasarkan pemaparan masalah di atas peneliti bersama guru akan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga proses pembelajaran mengenalkan huruf hijaiyah lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini peneliti berencana menggunakan kartu huruf hijaiyah yang bervariasi warnanya, sebagai media yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi disinergikan dengan media yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan media kartu huruf hijaiyah. Dengan menggunakan kartu huruf hijaiyah sebagai media/ benda konkret yang dapat dilihat oleh anak dan akan membantu anak dalam mengenal dan mengerti bunyi huruf dan bentuknya.7
Media kartu huruf hijaiyah ini memiliki cukup banyak kelebihan diantaranya adalah media kartu huruf hijayah dapat dikreasikan dengan beberapa cara bermain. Media yang mudah didapat ataupun dibuat, sesuai dengan tahap usia anak yaitu anak belajar menggunakan sesuatu yang dapat anak lihat agar mudah
6Slamet Suyanto, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta:
Depdiknas, 2005), hlm. 4.
7Nur Kholis, Linda Astuti, “Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Permainan Kartu Huruf Berwarna”, Azzahra, Vol. 1, Nomor 2, Januari 2020, hlm. 25.
diingat, serta memberi kebebasan pada anak untuk berekspresi dalam mengenal maupun menyebut huruf hijaiyah. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya berjalan satu arah dari guru ke anak tetapi melibatkan anak usia dini dalam proses pembelajaran dan kegiatan pembelajaran akan terasa lebih menarik dan berjalan dua arah yang tentunya dapat membuat anak menjadi riang gembira dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.8
Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media kartu sebagai media dalam pengenalan huruf hijaiyah ini sangat membantu anak dan mudah dipahami.
Kemudian, dari media ini juga memiliki banyak kelebihan diantaranya dapat dikreasikan dengan cara bermain, mudah dipahami oleh anak, serta memberi kebebasan pada anak untuk berekspresi dalam mengenal huruf hijaiyah atau menyebutnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti mengangkat masalah tentang “Penerapan Media Kartu dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 4-5 tahun di RA Pembina NW Mataram Tahun Ajaran 2021/2022”
B. SASARAN TINDAKAN
Sasaran tindakan pada penelitian ini adalah anak kelompok A dengan usia 4-5 tahun di RA Pembina NW Mataram yang berjumlah 10 anak. Terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Peneliti melakukan penelitian di kelompok A karena kurangnya strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah.
C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah Penerapan Media Kartu Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022?
D. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Media Kartu dalam Meningkatkan Kemampuan
8 Ibid., hlm. 25.
Mengenal Huruf Hijaiyah pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Pembina NW Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022.
E. MANFAAT DAN HASIL PENELITIAN
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelompok A di RA Pembina NW Mataram ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu tentang meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah, khususnya mengenai teori- teori yang berhubungan serta dapat memperkaya pengembangan teori mengenal huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah.
2. Manfaat Praktis
Setelah penelitian ini dilakukan temuan-temuan dari pembahasan hasil penelitian dapat menjadi pedoman dalam memahami upaya kendala dan faktor.
a. Guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah keterampilan guru dengan menjadikan media kartu huruf hijaiyah sebagai salah satu media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah.
b. Anak Usia Dini.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak melalui media kartu huruf hijaiyah.
c. Kepala Sekolah
Hasil ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan untuk pembinaan guru-guru terkait dengan meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak melalui media kartu huruf hijaiyah di RA Pembina NW Mataram.
d. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman mengenai media pembelajaran yang dapat
digunakan dalam kegiatan mengajar khususnya dengan menerapkan media kartu huruf hijaiyah atau media lainnya pada anak usia dalam meningkatkan mengenal huruf hijaiyah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. KAJIAN PUSTAKA
1. Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah a. Pengertian Mengenal Huruf Hijaiyah
Huruf hijaiyah merupakan huruf penyusun kata dalam bahasa arab yang terdiri dari 29 huruf. Pengenalan huruf hijaiyah menggunakan buku iqra‟ atau metode iqra‟ dimana dalam penggunaanya menggunakan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Anak terkadang merasa kesulitan membaca buku iqra‟
karena huruf hijaiyah bukanlah huruf alfabet atau penyusun kata dalam bahasa indonesia. Selain itu huruf hijaiyah juga jarang dijumpai oleh anak dalam konteks lain selain dalam buku iqra‟ misalnya dalam tulisan bungkus makanan, poster, dan sebagainnya. Anak dikatakan mengenal huruf hijaiyah oleh guru apabila anak sudah mampu membaca iqra‟ dengan lancar.9
Huruf hijaiyah merupakan huruf yang terdapat dan Al- Qur‟an dan tulisannya ditulis dengan bahasa Arab, Moh Tohir menjelaskan huruf hijaiyah adalah semua huruf yang terdapat dalam Al-Qur‟an sama artinya membaca huruf hijaiyah ada 29.10
Huruf hijaiyah adalah huruf alfabet dalam bahasa Arab.
Huruf hijaiyah adalah huruf Arab yang terdiri dari huruf Alif sampai Ya.11 Sedangkan menurut Schulz huruf hijaiyah ada 29 huruf. Huruf pertama dalam bahasa arab sebenarnya adalah
9 Fitri Iqromah, “Identifikasi Kemampuan Anak Dalam Mengenal Huruf Hijaiyah di TK Se-Kecamatan Samilaguh Kuloh Progo, (Skripsi, FKIP UNIVERSITAS NEGERI Yogyakarta, 2017), hlm. 23-24.
10 Moh Tohir, Lancar Baca Al-Qur’an (Jakarta: Pesantren Al-Qur‟an Nurul Falah, 2004), hlm. 11.
11 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2012), hlm. 513.
hamzah, tetapi karena alif biasanya pembawa hamzah, maka ditentukan alif sebagai huruf pertama dalam urutan huruf.12
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa huruf hijaiyah merupakan huruf penyusun kata yang terdiri dari 29 huruf terpisah dalam bentuk tulisan bahasa arab diantaranya dimulai dari huruf Alif sampai Ya. Huruf hijaiyah juga merupakan huruf penyusun kata dalam Al-Qur‟an seperti halnya di Indonesia yang memiliki huruf alfabet dalam menyusun sebuah kata menjadi kalimat.
b. Tahapan Dalam Mengenal Huruf Hijaiyah
Kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan-tahapan dalam mengenal huruf hijaiyah antara lain sebagai berikut:
1) Anak mampu mengidentifikasi huruf-huruf hijaiyah.
Identifikasi huruf hijaiyah meliputi mengetahui bentuk atau simbol huruf dan mampu menunjukkan huruf hijaiyah yang dimaksud.
2) Anak mampu melafalkan huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai dengan makhrajnya.
3) Anak mampu menuliskan huruf-huruf hijaiyah.
4) Anak mampu menghafal huruf hijaiyah. Guru dalam mengajarkaan menghafal huruf hijaiyah dapat melalui sebuah lagu agar mudah diingat oleh anak.13
Tahapan perkembangan anak dalam mengenal huruf menurut Jalongo adalah sebagai berikut:
1) Alphabetis, pada tahap ini anak menggunakan huruf untuk mengidentifikasi kata-kata dan anak memfokuskan perhatiannya pada huruf.
2) Logographic, pada tahap ini anak membaca kata sebagai satu kesatuan yang utuh dan perhatian anak lebih pada gambar yang ada di lingkungan sekitar.
12 Ibid., hlm. 25.
13 Fitri Iqromah, “Identifikasi Kemampuan Anak Dalam Mengenal Huruf Hijaiyah di TK Se-Kecamatan Sambigaluh Kulon Progo”, (Skripsi, FKIP UNY, Yogyakarta, 2017), hlm. 14.
3) Ortographic,pada tahap ini anak mulai melihat pola dalam kata-kata.14
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan anak dalam mengenal huruf hijaiyah adalah anak dapat mengidentifikasi huruf-huruf hijaiyah, mampu menghafal huruf hijaiyah sampai pada anak menggunakan huruf untuk mengidentifikasi kata-kata dan anak memfokuskan perhatiannya pada huruf.
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah
Laely mengemukakan bahwa lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang meliputi orang tua dan guru merupakan faktor yang sangat penting untuk perkembangan anak dalam mengenal huruf. Guru dan orang tua perlu membantu anak agar dapat mempelajari keterampilan- keterampilan khusus tentang huruf. Dengan mengajarkan dan mengenalkan nama-nama huruf akan membantu anak untuk mengetahui bunyi dari huruf yang mewakilinya. Ketika anak mulai yakin bahwa suatu bentuk atau simbol memiliki nama huruf tertentu, anak akan semakin yakin apa bunyi huruf tersebut. Anak cenderung mengenali simbol-simbol alfabet dalam urutan tertentu.15
Menurut Mc. Donald dalam Sadirman motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pendapat Mc. Donald di atas memberi gambaran bahwa seseorang akan termotivasi apabila yang dilakukan itu akan memberi manfaat untuk dirinya. Oleh karena itu mendorong atau memotivasi seseorang untuk gemar membaca dapat dilakukan dengan dua macam motivasi adalah sebagai berikut :
14 Khusnul Laely, “Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Gambar”, Pendidikan Usia Dini, Vol. 7, Nomor 2, November 2013, hlm. 15.
15 Ibid., hlm. 14.
1) Motivasi Intrinsik
Motivasi instrinsik adalah motivasi menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar jadi motivasi atau tenaga pendorong yang berasal dari luar diri seseorang dengan kata lain merupakan perangsang. Hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi eksternal tersebut adalah hadiah dan persaingan ataupun kompetensi.16
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mengenal huruf hijaiyah yaitu dari guru dan orang tua yang perlu membantu anak agar dapat mempelajari keterampilan-keterampilan khusus tentang huruf.
Kemudian perangsang dari luar jadi motivasi atau tenaga pendorong yang berasal dari luar diri seseorang dengan kata lain merupakan perangsang.
d. Manfaat Mengenal Huruf Hijaiyah Sejak Dini
Ada beberapa manfaat bermain menggunakan media kartu huruf hijaiyah bagi anak, yaitu sebagai berikut :
1) Menimbulkan kegembiraan, kegembiraan bisa memicu perilaku positif lainnya yang dilakukan anak.
2) Sebagai sebuah rangsangan untuk anak melakukan kreativitas, anak yang sering melihat gambar-gambar yang menarik dan bernilai positif cenderung memiliki imajinasi baru dalam pikirannya.
3) Meningkatkan respon anak terhadap hal-hal baru.
4) Melatih anak menyelesikan masalah atau mengatasi konflik, Ketika anak mendapati kesulitan dalam permainan kartunya, biasanya anak akan menyelesaikan sendiri kesulitan tersebut
16 Sri Hapsari, Bimbingan dan Konseling SMA Untuk Kelas XII, (Jakarta: PT.
Grasindo, 2005), hlm. 41-42.
dengan kebiasaan bermain kartunya, biasanya anak akan menyelesaikan sendiri kesulitan tersebut dengan kebiasaan bermain kartunya, hal ini akan berdampak pada kehidupan sehari-hari anak yang dapat menyelesaikan atau mengatasi konflik kecil dalam permainan yang lainnya.
5) Tempat untuk bersosialisasi dan melatih fungsi mental anak berfikir, berkhayal, mengingat atau menegakkan disiplin dengan menaati peraturan dalam permainan.
6) Melatih kepekaan dan juga empati, hal ini bisa terjadi karena anak bermain dengan lebih dari 2 anak.
7) Sarana untuk mengekspresikan perasaan, anak yang peka akan mudah terbawa dalam suasana permainan sehingga jika anak merasa ada sesuatu yang salah dalam permainannya, makai a langsung menyampaikannya.17
Samekto S. Sastrosudirjo Sutaryono menyatakan beberapa manfaat yang dapat diambil dari penerapan permainan dari media kartu huruf adalah sebagai berikut : 1) Merangsang anak belajar secara aktif, Permainan kartu huruf
merupakan pembelajaran yang menggunakan kartu huruf untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf.
Melalui permainan kartu huruf, anak-anak distimulus untuk belajar secara aktif dalam mengenal huruf dengan cara yang menyenangkan.
2) Melatih anak memecahkan persoalan, melalui permainan kartu huruf anak-anak mampu memecahkan persoalan yang terkait dengan kemampuan mengenal huruf, karena dengan permainan kartu huruf anak-anak dapat belajar dengan mudah tentang bentuk-bentuk huruf. Anak-anak juga dapat memaknai simbol huruf dengan cara melihat gambar yang disertai dengan tulisan dari nama gambar yang tertera pada kartu huruf tersebut.
3) Timbul persaingan yang sehat antar anak, penerapan permainan kartu huruf juga dapat menumbuhkan rasa
17 Alucyana, dkk, “Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Melalui Kartu Huruf Hijaiyah di Paud”, Agama dan Ilmu Pengetahuan, Vol. 17, Nomor 1, April 2020, hlm.51.
disiplin dan menumbuhkan jiwa sportif pada diri anak-anak, sehingga dapat membangun persaingan yang sehat antar anak-anak.
4) Menumbuhkan sikap percaya diri pada anak, permainan kartu huruf juga memupuk sikap percaya diri pada anak- anak, karena anak-anak distimulasi untuk berani belajar sendiri saat mencoba bermain kartu huruf.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa, manfaat permainan kartu huruf adalah dapat membantu anak untuk belajar mengenal huruf dengan mudah sehingga memperlancar kemampuan membaca anak.
media kartu huruf ini juga dapat menumbuhkan motivasi belajar anak secara aktif dan penuh percaya diri.
e. Fungsi Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia Dini
Media memiliki posisi yang strategis sebagai bagian integral dari suatu pembelajaran artinya media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran serta tanpa adanya media maka pembelajaran tidak akan pernah terjadi.
Menurut Dengeng dalam buku Ali Mudlofir mengungkapkan bahwa secara garis besar fungsi media adalah sebagai berikut:
1. Menghindari terjadinya verbalisme.
2. Membangkitkan minat atau motivasi.
3. Menarik perhatian maha peserta didik.
4. Mengatasi keterbatasan seperti ruang, waktu.
5. Ukuran serta mengaktifkan maha anak dalam kegiatan belajar, dan mengekeftifkan pemberian rangsangan dalam belajar.18
Menurut Ibrahim, fungsi media pembelajaran dapat ditinjau dari dua hal yang pertama yakni proses pembelajaran sebagai proses komunikasi maka fungsi media adalah sebagai pembawa informasi dari sumber yaitu guru ke penerima yaitu peserta didik. Sedangkan yang kedua ditinjau dari proses pembelajaran sebagai kegiatan
18 Ali Mudlofir, Desain Pembelajaran Inovatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2017), hlm. 128.
interaksi anatara peserta didik dengan lingkungannya maka fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya suatu kelebihan media dan hambatan komunikasi yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran.19
John D. Latuheru mengungkapkan fungsi permainan kartu huruf adalah sebagai berikut:
1. Kondisi atau situasi saat permainan sangat penting bagi anak didik karena anak-anak akan bersikap lebih positif terhadap permainan kartu tersebut.
2. Permainan dapat mengajarkan fakta dan konsep secara tepat guna, sama dengan cara pembelajaran konversional pada objek yang sama.
3. Pada umumnya permainan kartu dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik, permainan dapat juga mendorong anak untuk saling membantu satu sama lain.
4. Bantuan yang paling baik dari media permainan adalah domain efektif yang menyangkut perasaan atau budi pekerti yaitu memberi bantuan motivasi untuk belajar serta bantuannya dalam masalah yang menyangkut perubahan sikap.
5. Guru maupun anak dapat menggunakan permainan kartu mana yang mengandung nilai yang paling tinggi dan bermakna untuk mencapai tujuan pembelajaran.20
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media berfungsi sebagai pembawa informasi dari sumber yaitu guru ke penerima yaitu peserta didik dan untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar anak.
f. Indikator Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah
Tingkat pencapaian perkembangan dalam kemampuan mengenal huruf hijaiyah adalah sebagai berikut :
19 Ibid., hlm. 129.
20 Krisnaning, “efektivitas penggunaan metode permainan kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an di bustanul Athfal Aisyiyah Purwosari Secang Kabupaten Magelang, (skripsi, FAI UMM Magelang, Magelang,2020), hlm. 17.
1. Kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah.
2. Kemampuan anak dalam menyebutkan huruf hijaiyah.
3. Kemampuan anak dalam menempel kartu huruf hijaiyah.
4. Kemampuan anak dalam menebalkan huruf hijaiyah.
5. Kemampuan anak dalam menyanyikan lagu huruf hijaiyah:
alif, ba, tsa,jim,…ya.21
6. Anak mampu mengenal huruf hijaiyah secara berurutan.
7. Anak mampu mengenal huruf hijaiyah secara acak.
8. Anak mampu membedakan huruf-huruf hijaiyah yang hampir memiliki kesamaan.
9. Anak mampu melafalkan huruf hijaiyah.22
Berdasarkan indikator di atas ada beberapa poin yang peneliti gunakan untuk mengukur terkait dengan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4-5 tahun adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah.
2. Kemampuan anak dalam menyebutkan huruf hijaiyah.
3. Kemampuan anak mengenal huruf-huruf hijaiyah secara berurutan maupun secara acak.
4. Kemampuan anak membedakan huruf-huruf hijaiyah yang hampir memiliki kesamaan.
2. Media Kartu Huruf Hijaiyah
a. Pengertian Media Kartu Huruf Hijaiyah
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media kartu huruf termasuk media visual yang terbuat dari kertas dan terdapat unsur huruf-huruf abjad baik latin atau Arab. Pelaksanaan permainan dengan menggunakan media kartu huruf digunakan untuk mengetahui kemampuan menulis awal pada anak. sehingga anak akan tertarik dan termotivasi untuk mengetahui kemampuan menulis
21 Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
22 Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
awal pada anak. Sehingga anak akan tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar.23
Menurut Gagne dalam buku Arif S. Sadirman menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam suatu lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sedangkan menurut Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa-siswa untuk belajar.24
Kartu huruf hijaiyah yang digunakan dalam penelitian ini adalah media atau alat peraga yang digunakan untuk proses belajar mengajar dalam rangka mempermudah atau memperjelas penyampaian materi pelajaran. Kartu huruf hijaiyah yang berfungsi untuk mempermudah anak dalam pemahaman suatu konsep sehingga prestasi pembelajaran lebih menyenangkan dan lebih efektif, mengemukakan bahwa media atau alat peraga adalah sesuatu yang dapat diinderakan yang berfungsi sebagai perantara (sarana atau alat untuk proses komunikasi/ proses belajar mengajar). Kerumitan bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan bahkan keabstakan bahan dapat dikongkritkan dengan bantuan alat peraga seperti kartu huruf. Dengan demikian anak didik dengan mudah mencerna bahan pembelajaran.25
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kartu huruf hijaiyah adalah media atau alat peraga yang digunakan oleh guru untuk proses belajar mengajar dalam rangka mempermudah anak dalam memahami pembelajaran yang disampaikan.
23 Fiani Nurafifah Ardin, dkk, “Pengaruh Penggunaan Media Kartu Huruf Hijaiyah Menulis Pada Anak Usia Dini di RA Ath-Thoha Tasikmalaya”, Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 4, Nomor 1, Juni 2020, hlm. 19.
24 Arif S Sadirman, Media Pendidikan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), hlm.6.
25 Kartini, Peningkatan Kemampuan Anak Mengenal Huruf Melalui Metode Bermain Kartu Kata (Bandung: Remaja, 2011), hlm. 10.
b. Bagian-Bagian Huruf Hijaiyah
Huruf hijaiyah adalah huruf-huruf yang dimulai dari huruf
“alif” sampai dengan “yaa” kalau dalam Iqro ۱ sampai dengan ي untuk mengetahui dan mengenal huruf hijaiyah perlu memiliki keterampilan membaca. Berikut adalah bagian-bagian dari huruf hijaiyah yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.1 Bagian-Bagian Huruf Hijaiyah
No Huruf Penyebutan
1 ۱ Alif
2 ب Ba‟
3 ت Ta‟
4 ث Tsa‟
5 ج Jim
6 ح Kha‟
7 خ Kho‟
8 د Dal
9 ذ Dzal
10 ر Ro‟
11 ز Za‟
12 س Sin
13 ش Syin
14 ص Shod
15 ض Dhod
16 ط Tho‟
17 ظ Dho‟
18 ع „ain
19 غ Ghoin
20 ف Fa‟
21 ق Qof
22 ك Kaf
23 ل Lam
24 م Mim
25 ن Nun
26 و Wawu
27 ھ Ha‟
28 ء Hamzah
29 ي Ya‟26
Berikut merupakan tanda-tanda baca pada huruf hijaiyah antara lain sebagai berikut:
1) Tanda baca fathah
Tanda baca fathah sering disebut baris atas. Artinya letak barisnya di atas huruf hijaiyah. Misalnya : ketika tanda baca fathah di letakkan di atas huruf “alif” maka dibaca A dan Ketika tanda baca fathah diletakkan di atas huruf “ba” maka dibaca BA, begitu seterusnya.
2) Tanda baca kasrah
Tanda baca kasrah sering disebut baris bawah. Artinya letak barisnya di bawah huruf hijaiyah. Misalnya: ketika tanda baca kasrah di letakkan di bawah huruf “alif” maka dibaca I, Ketika tanda baca kasrah diletakkan di bawah huruf “ba” maka dibaca BI, begitu seterusnya.
3) Tanda baca dhammah
Tanda baca dhammah sering disebut baris depan.
Artinya letak barisnya di depan huruf hijaiyah. Misalnya:
ketika tanda baca dhammah di letakkan di depan huruf
“alif” maka dibaca U ketika tanda baca dhammah diletakkan di depan huruf “ba” maka dibaca BU, begitu seterusnya.
Berbeda dengan bahasa Indonesia, semua huruf hijaiyah tersebut dinamakan huruf konsonan, sedangkan vokal dari huruf-huruf tersebut adalah berupa perangkat yang disebut dengan harakat.27
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian huruf hijaiyah yang dimulai dari huruf (Alif) ۱ sampai (Ya) ي, dan terdapat tanda-tanda baca
26 Isra Mardiyah, Perancangan Media Pembelajaran Hijaiyah Untuk Anak, Laporan Tugas Akhir Semester II 2007/2008.
27 Nurul Huda, Mudah Belajar Bahasa Arab (Jakarta: Amzah, 2012), hlm.1.
pada huruf hijaiyah antara lain; fathah, kasrah, dan dhammah.
c. Macam-Macam Media
Berikut ini merupakan macam-macam dari media pembelajaran pada anak usia dini antara lain sebagai berikut :
1) Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema. Akan tetapi media ini dapat memberikan pengaruh terhadap pengguna.
Muhammad Fadhillah, media audio adalah sebuah media pembelajaran yang mengandung pesan dalam bentuk auditing (pendengaran), serta hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio dan kaset. Manfaat media ini anak dapat merangsang perkembangan imajinasi dan perkembangan bahasanya.28
2) Media Visual
Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan atau media yang hanya dapat dilihat.
Menurut Azhar Arsyad manfaat media pembelajaran yaitu untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran yang sedang dipelajari.29
3) Media Audiovisual
Media audiovisual merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau biasa disebut media pandang- dengar. Dengan menggunakan media audiovisual ini maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal. Diantara ketiga macam media tersebut yang baik untuk digunakan pada pembelajaran anak usia dini ialah media audiovisual. Sebab, media ini telah memadukan antara media pendengaran dan penglihatan.
28 Muhammad Fadhillah, Desain Pembelajaran PAUD,(Jogyakarta: Ar-Ruzz Media,2012), hlm.211.
29 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2009), hlm.102.
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini dibedakan menjadi dua yaitu antara lain:
a) Audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai, film rangkai suara dan cetak suara.
b) Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan suara dan gambar yang bergerak, seperti film suara. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi anak untuk belajar. Contoh media audiovisual ini diantaranya program televisi atau video pendidikan atau instruksional, program slide suara, dan sebagainya30. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa macam-macam media pembelajaran yaitu diantaranya audio yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar. Kemudian media visual menyampaikan pesan melalui penglihatan atau media yang hanya dapat dilihat.
d. Penerapan menggunakan media kartu huruf hijaiyah
Eliyawati menyebutkan langkah-langkah dalam bermain menggunakan media kartu huruf diantaranya yaitu ambilah satu persatu kartu huruf secara bergantian. Berdasarkan penjelasan tersebut, dalam penelitian ini menguraikan langkah-langkah dalam penggunaan kartu huruf dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut :
1) Guru menunjukkan gambar-gambar yang sesuai dengan tema.
2) Guru menyiapkan dan membagikan kartu huruf.
3) Guru menunjukkan kartu huruf dan melafalkannya.
4) Anak mencoba bermain kartu huruf yang sesuai dengan instruksi guru.
30 Suwarna dkk, Pengajaran Mikro Pendekatan Praktis Menyiapkan Pendidik Profesional, (Yogyakarta: Tiara Wacana,2006), hlm.118
5) Membiarkan anak mencoba untuk mencocokan kartu huruf.
6) Anak diminta untuk menunjuk huruf sesuai perintah guru.31
Cucu Eliyawati menyebutkan langkah-langkah dalam bermain kartu huruf diantaranya yaitu ambilah satu persatu kartu huruf secara bergantian. Amatilah simbol huruf pada kartu huruf yang sedang dipegang, kemudian sebutkanlah simbol huruf yang tertera pada kartu huruf.
Baliklah kartu huruf, amatilah gambar dan tulisan yang terdapat pada kartu, kemudian sebutkanlah gambar benda dan huruf depan dari gambar benda yang tertera pada kartu huruf.32
Berdasarkan pendapat tersebut, maka dalam penelitian ini kemudian mengembangkan langkah-langkah permainan kartu huruf sebagai berikut :
a) Anak dikondisikan duduk melingkar dikarpet.
b) Anak-anak diberi penjelasan tentang permainan yang akan dilakukan, yaitu permainan kartu huruf.
c) Anak-anak diberi contoh cara bermain kartu huruf yang akan dijelaskan oleh guru.
d) Guru mengambil sebuah kartu huruf, kemudian diperlihatkan pada anak-anak.
e) Guru mengucapkan simbol huruf yang tertera pada kartu huruf, kemudian anak-anak diberi kesempatan untuk meniru mengucapkan simbol huruf tersebut.
f) Guru membalik kartu huruf, kemudian menyebutkan gambar yang tertera pada kartu huruf lalu menyebutkan pula huruf depannya, dan anak-anak juga diberi kesempatan untuk meniru, mengucapakan.
31Nila Dwi Susanti, “Penerapan Permainan Kartu Huruf dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Siswa Kelas l MI Islamiyah Kepohbaru Bojonegoro”, Kajian Keislamaan dan Pendidikan, Vol. 9, Nomor 2, September 2018, hlm.88-89.
32 Cucu Eliyawati, Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar Untuk Anak Usia Dini, (Jakarta: Dirjen Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi, 2005), hlm. 13-14.
g) Anak-anak diajak mempraktikan permainan kartu huruf secara bersama-sama, dengan posisi anak masih duduk membentuk lingkaran.
h) Setelah anak-anak bermain bersama-sama, guru memberi kesempatan pada setiap anak untuk melakukan permainan kartu huruf secara individu, permainan dimulai.
i) Anak membalik kartu huruf, anak mengamati gambar yang terdapat pada kartu kemudian anak menyebutkan huruf depan dari nama gambar yang terdapat pada kartu guruf tersebut.33
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu huruf hijaiyah yaitu bermain kartu huruf diantaranya yaitu ambilah satu persatu kartu huruf secara bergantian. Amatilah simbol huruf pada kartu huruf yang sedang dipegang, kemudian sebutkanlah simbol huruf yang tertera pada kartu huruf.
33 Ibid., hlm. 13-14.
BAB III
METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN
1. Setting Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).
Penelitian tindakan kelas menurut Rapport dalam Hopkins dalam Kunandar adalah penelitian untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kinerja dalam kerangka etika yang disepakati bersama. Penelitian tindakan kelas juga diartikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan yaitu merancang, melaksanakan, mengamati dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelasnya.34
Penelitian ini dilaksanakan di RA Pembina NW Mataram yang terletak di Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Alasan peneliti meneliti di RA NW Pembina, yaitu karena ditemukan permasalahan anak yang ada di kelompok A mengenal huruf hijaiyah nya masih rendah. Karena kurangnya strategi guru yang digunakan oleh guru dalam mengenalkan huruf hijaiyah pada anak usia dini. Adapun subyek yang akan diteliti yaitu anak usia 4-5 tahun kelompok A yang berjumlah 10 anak.
2. Sasaran Penelitian
Sasaran atau subyek dari penelitian ini adalah anak kelompok A usia 4-5 tahun di RA Pembina NW Mataram dengan jumlah anak 10 anak, 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.
3. Desain Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan penelitian model Kemmis dan Taggart. Memberi penjelasan bahwa para ahli
34 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011), hlm. 46.
mengemukakan model penelitian tindakan pada garis besarnya terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yakni: perenanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam satu siklus melakukan tiga kali pertemuan. Jika siklus I tidak tuntas atau belum mencapai kriteria keberhasilan penelitian maka akan dilanjutkan ke siklus II dan dilakukan secara berulang-ulang.
Berikut gambaran tahapan-tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas tersebut antara lain:35
Gambar 1.1. Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Taggart
4. Rencana Tindakan
Penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian ilmiah yang dilakukan secara rasional, sistematis, dan empiris reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru (tenaga pendidik), kolaborasi (tim peneliti) yang sekaligus sebagai peneliti, dan disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan yang nyata di dalam kelas yang
35Jhoni Dimyati, Metodologi Penelitian Pendidikan & Aplikasinya Pada Penelitian Anak Usia Dini (PAUD), (Kencana: PT Prenadamedia Group, 2013), hlm.
124.
Perencanaan
Pelaksanaan SIKLUS
Pengamatan Refleksi
Perencanaan SIKLUS Pengamatan
Refleksi Pelaksanaan
berupa kegiatan belajar mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.36
Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam II siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut membentuk sebuah siklus yang beruntun dan selanjutnya kembali ke langkah semula. Jika pada akhir siklus I masalah belum terpecahkan, siklus berlanjut pada siklus II. Demikian seterusnya sampai masalah dapat terpecahkan.37
Pada siklus I, tindakan yang direncanakan adalah mengadakan pertemuan yang dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dalam satu minggu yang disesuaikan dengan tema disaat penelitian dilakukan. Mengadakan evaluasi keberhasilan yang dicapai anak apabila belum tercapai maka dilakukan kembali tindakan selanjutnya. Peneliti mengambil pencapaian presentase keberhasilan dalam penelitian yaitu ≥76% yang termasuk dalam kualifikasi “Baik”.
Berikut tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan oleh peneliti :
a. Siklus I
1) Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti adalah :
a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Harian (RPPH) bermain kartu huruf hijaiyah untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak usia 4- 5 tahun disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
b) Menyiapkan media kartu huruf hijaiyah yang akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah.
c) Membuat lembar observasi yaitu lembar observasi aktivitas guru dan anak serta lembar observasi penilaian
36 Harti Mastari, “Upaya Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Bermain Balok di TK 21 Sukaraja Jerowaru Lombok Timur, (Skripsi, FTK UIN MATARAM, Mataram,2019), hlm. 31.
37 Ibid., hlm. 32.
kemampuan mengenal huruf hijaiyah dengan menggunakan media kartu huruf hijaiyah.
2) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan adalah melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan penerapan metode kartu huruf hijaiyah. Pada tahap pelaksanaan, peneliti hanya berperan sebagai pengamat dan penilai. Peran guru dalam pelaksanaan kegiatan yaitu menjalankan proses belajar mengajar dan membimbing pada saat kegiatan mengenal huruf dengan menggunakan metode kartu huruf hijaiyah.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan selama tahap pelaksanaan tindakan ini antara lain adalah :
a) Kegiatan Awal
(1) Guru menyambut kedatangan anak.
(2) Guru mengajak anak masuk kelas, kemudian mengarahkan anak untuk duduk di tempat masing- masing.
(3) Guru mengajak anak untuk berdo‟a sebelum
melakukan kegiatan.
(4) Guru membuka kegiatan, mengecek kehadiran anak dan menanyakan kabar.
(5) Guru mengajak anak bernyanyi bersama untuk membangkitkan semangat anak.
(6) Guru bercakap-cakap dengan anak tentang tema dan sub tema yang akan dilakukan.
(7) Guru memperkenalkan media kartu huruf hijaiyah.
(8) Guru dan anak membuat kesepakatan sebelum pembelajaran.
b) Kegiatan Inti
(1) Guru memperkenalkan terlebih dahulu satu per satu kartu huruf hijaiyah
(2) Guru mengangkat satu persatu kartu huruf hijaiyah sambil menyebutkan huruf-huruf hijaiyah yang terdapat pada kartu huruf hijaiyah
(3) Guru membimbing anak untuk mengenal dan menyebutkan huruf-huruf hijaiyah
(4) Guru meminta anak untuk menyebutkan huruf- huruf hijaiyah sambil berkata
(5) Guru meminta anak mencari huruf (6) Guru meminta anak mencari huruf
(7) Guru meminta anak mengurutkan kartu huruf hijaiyah
(8) Guru meminta anak mengurutkan kartu huruf hijaiyah
c) Kegiatan Penutup
(1) Guru menanyakan kembali apa yang telah di sampaikan.
(2) Anak duduk kembali ke tempat semula.
(3) Recalling, anak bergilir menceritakan pengalamannya selama belajar hari ini.
(4) Menutup kegiatan pembelajaran dan berdo‟a.
3) Observasi
Observasi yang dilakukan oleh peneliti, dalam hal ini yang diteliti adalah kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran (tindakan). Observasi dilakukan pada saat anak-anak sedang melakukan kegiatan menggunakan media kartu huruf hijaiyah. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti menggunakan observasi nonpartisipan. Dimana dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas guru maupun anak dan hanya sebagai pengamat independent.
Tujuan peneliti melakukan observasi karena dengan melakukan pengamatan terhadap obyek penelitian maka peneliti akan mengetahui letak geografis, keadaan sarana dan prasarana maupun kegiatan atau aktivitas dilakukan guru dalam proses mengenalkan huruf hijaiyah melalui media kartu huruf hijaiyah diantaranya adalah observasi aktivitas belajar guru, aktivitas belajar anak, dan aktivitas kemampuan mengenal huruf hijiayah. Adapun metode
pengenalan huruf hijaiyah di RA Pembina NW Mataram yaitu dengan menggunakan Iqro‟ secara berkelompok antara kelompok A dan kelompok B di dalam satu ruangan kelas. Sedangkan data-data yang dihasilkan dari metode observasi ini yaitu bagaimana penerapan media kartu huruf hijaiyah dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah. Observasi dilakukan secara terus-menerus setiap kegiatan mengenal huruf hijaiyah dengan media kartu dilaksanakan. Hasil pengamatan pada tiap tahap kemudian direfleksikan untuk perencanaan pengembangan selanjutnya agar mendapatkan pencapaian hasil yang lebih baik.
4) Refleksi
Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul. Sebagai acuan dalam refleksi ini adalah hasil observasi. Hasil analisis yang dilakukan akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan pengembangan selanjutnya. Dari hasil observasi dan evaluasi siklus I dapat diidentifikasi kekurangan, menganalisis sebab kekurangan dan merefleksikan diri untuk melakukan persiapan dan perbaikan untuk melaksanakan siklus II.
b. Siklus II
Tahap-tahap pada siklus II sama dengan tahap-tahap yang ada dalam siklus I, akan tetapi kegiatan disusun berdasarkan refleksi dari siklus I. Kegiatan yang ada dalam siklus II sudah mengalami perbaikan baik itu terkait dengan penyempurnaan media, penyampaian apresiasi yang lebih menarik sehingga anak lebih antusias dan tertarik untuk mengikuti kegiatan mengenal huruf dengan media kartu huruf hijaiyah. Waktu pertemuan dilakukan sama seperti siklus I yaitu sebanyak 4 kali pertemuan dalam satu minggu kemudian dilakukan evaluasi kembali. Apabila masih belum menunjukkan peningkatan dilakukan lagi siklus berikutnya, tetapi apabila sudah ada peningkatan maka penelitian ini sudah
dapat dikatakan berhasil. Peneliti mengambil pencapaian presentase keberhasilan dalam penelitian yaitu ≥80% yang termasuk dalam kulifikasi “Baik”.
5. Jenis Instrumen dan cara