• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota

Dalam dokumen Tata Kelola Pemilu di Indonesia (Halaman 113-118)

NILAI DAN ASAS PEMILU

BAB 3 SISTEM PEMILU

E. Sistem Pemilu di Indonesia Berdasarkan UU Pemilu

4. Sistem Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota

Waktu

Pemungutan suara dilaksanakan secara serentak pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional

KPU mengatur lebih lanjut tentang hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara

berhenti dari jabatannya bagi mereka yang mencalonkan diri di daerah lain sejak ditetapkan sebagai calon, dan mengundurkan diri sebagai anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, PNS serta Kepala Desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon.

Lebih jauh, undang-undang juga mengatur bahwa peserta pilkada adalah pasangan calon gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya, walikota dan wakilnya, serta pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.42 Di bagian lain, undang-undang juga mengatur bahwa Parpol atau gabungan Parpol dapat mendaftarkan pasangan calon jika memiliki 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu DPRD di daerah yang bersangkutan.43

Untuk calon gubernur yang berasal dari perseorangan, regulasi menyebutkan bahwa yang bersangkutan harus memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu atau pilkada sebelumnya yang paling akhir di daerah yang bersangkutan dengan ketentuan mulai dari Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap terkecil (Provinsi dengan penduduk sampai 2 juta jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen) sampai pada Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih yang terbesar (Provinsi dengan penduduk lebih dari 12 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen) yang tersebar di lebih dari 50 persen jumlah Kabupaten/Kota di Provinsi yang bersangkutan.44 Di bagian lain, undang-undang juga menyebutkan bahwa Calon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dari perseorangan harus memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu atau pilkada sebelumnya yang paling akhir di daerah yang bersangkutan dengan ketentuan mulai dari Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap terkecil (Kabupaten/Kota dengan penduduk sampai 250 ribu jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen) sampai pada Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih yang terbesar

42 Pasal 39 UU Pilkada.

43 Pasal 40 UU Pilkada.

44 Pasal 41 Ayat (1) UU Pilkada.

(Kabupaten/Kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen).45

Sebagai informasi, berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, maka terdapat beberapa syarat tambahan bagi calon Gubernur Aceh, yaitu yang bersangkutan adalah orang Aceh dan menjalankan syariat agamanya (dibuktikan dengan kemampuan dapat membaca Alquran). Sedangkan berdasarkan UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, salah satu syarat bagi calon gubernur di Papua adalah bahwa yang bersangkutan adalah orang asli Papua.

Sedangkan untuk metode pemberian suara, regulasi menyebutkan bahwa pemilih memberikan tanda satu kali pada nomor urut, foto, atau nama salah satu pasangan calon dalam surat suara.46 Selanjutnya, undang-undang juga mengatur bahwa: Dalam hal pemberian suara dilakukan dengan cara elektronik, penghitungan suara dilakukan dengan cara manual/elektronik.

Dengan demikian, regulasi memberikan ruang bagi mekanisme pemberian suara dengan sistem elektronik. 47 Sebagai tambahan informasi, berdasarkan Keputusan MK No. 47/81/PHPU.A/VII/2009, maka beberapa wilayah di Provinsi Papua menggunakan sistem noken (Pasaribu, 2016).

Untuk penentuan pemenang, regulasi mengatur bahwa Pasangan Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih.48 Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama, maka pasangan calon yang memperoleh dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh Kabupaten/Kota untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan di seluruh kecamatan untuk pemilihan Bupati/Wakil Bupati dan pemilihan Walikota/Wakil Walikota ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih. UU ini juga mempertegas bahwa pasangan calon kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 50 persen dinyatakan sebagai pasangan calon kepala daerah terpilih. Dengan demikian, sistem pilkada di Indonesia saat ini menggunakan sistem FPTP atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan sistem suara terbanyak.

45 Pasal 41 Ayat (2) UU Pilkada.

46Pasal 94 UU Pilkada.

47 Pasal 98 Ayat (3) UU Pilkada.

Sebagai tambahan informasi, Pilkada DKI memiliki sistem pemilu yang berbeda, dimana regulasi menyatakan bahwa: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50 persen ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubenur dan Dalam hal tidak ada Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara terbanyak, maka diadakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti oleh Pasangan Calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.49 Dengan demikian, sama dengan sistem Pilpres, sistem Pilkada di DKI menggunakan sistem dua putaran dengan varian sistem mayoritas mutlak (majority run-off).

Sedangkan untuk waktu penyelenggaraan, UU menyebutkan bahwa:

Pemilihan dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.50 Sampai sejauh ini, telah dilaksanakan 3 kali penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak di tahun 2015, 2017, dan 2018. Selanjutnya, PKPU menyebutkan bahwa pemungutan suara dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan.51

Tabel 3.12. Sistem Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota

Sistem Pemilu

- Paslon kepala daerah/wakil kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai paslon terpilih

- Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama, maka paslon yang memperoleh dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh Kabupaten/Kota untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur dan di seluruh kecamatan untuk pemilihan bupati/wakil bupati dan pemilihan walikota/wakil walikota ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih

- Dalam hal hanya terdapat satu paslon memperoleh suara lebih dari 50% dari suara sah, ditetapkan sebagai paslon terpilih

Daerah Pemilihan

Provinsi untuk Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Kabupaten untuk Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kota untuk Pemilihan Walikota/Wakil Walikota

49 Pasal 11 Ayat (1) dan Ayat (2) UU Pilkada.

50Pasal 3 UU Pilkada.

51 Pasal 3 Ayat (2) PKPU No. 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gu- bernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Pencalonan

Perseorangan

Parpol atau gabungan parpol dapat mendaftarkan paslon jika memiliki 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu DPRD di daerah yang bersangkutan Paslon Gubernur/Wakil Gubernur yang berasal dari perseorangan harus memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu atau pilkada sebelumnya yang paling akhir di daerah yang bersangkutan dengan ketentuan mulai dari Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap terkecil (Provinsi dengan penduduk sampai 2 juta jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen) sampai pada Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih yang terbesar (Provinsi dengan penduduk lebih dari 12 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen) yang tersebar di lebih dari 50 persen jumlah Kabupaten/Kota di Provinsi yang bersangkutan

Paslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang berasal dari perseorangan harus memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap pada pemilu atau pilkada sebelumnya yang paling akhir di daerah yang bersangkutan dengan ketentuan mulai dari Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap terkecil (Kabupaten/Kota dengan penduduk sampai 250 ribu jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen) sampai pada Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih yang terbesar (Kabupaten/Kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen)

Metode pemberian

suara

Pemberian tanda satu kali pada nomor urut, foto, atau nama salah satu pasangan calon dalam surat suara

Penentuan paslon terpilih

Pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih

Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, paslon yang memperoleh dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi tersebut ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih

Dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama untuk pemilihan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota, paslon yang memperoleh dukungan pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh kecamatan di Kabupaten/Kota tersebut ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih

Waktu

Pemilihan kepala daerah dilaksanakan lima tahun sekali secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pemungutan suara dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional

KPU mengatur lebih lanjut tentang hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara

Dalam dokumen Tata Kelola Pemilu di Indonesia (Halaman 113-118)