• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

Dalam dokumen Tata Kelola Pemilu di Indonesia (Halaman 101-104)

NILAI DAN ASAS PEMILU

BAB 3 SISTEM PEMILU

E. Sistem Pemilu di Indonesia Berdasarkan UU Pemilu

1. Sistem Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

Dapil untuk pilpres adalah wilayah negara Republik Indonesia secara menyeluruh. Hal ini diatur di dalam UU Pemilu yang menyebutkan bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan daerah pemilihan.6 Sedangkan terkait dengan pencalonan, syarat calon diatur di dalam UUD 1945 yang menyebutkan bahwa Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden harus seorang Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.7 Selanjutnya, persyaratan Calon Presiden/Wakil Presiden diatur lebih lanjut di dalam UU Pemilu, termasuk soal pembatasan periode jabatan di jabatan yang sama selama maksimal dua periode berturut-turut.8

Secara umum, proses pencalonan di dalam pilpres diatur di dalam UUD 1945, yaitu pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta pemilu sebelum pelaksanaan pemilu.9

6 Pasal 168 UU Pemilu.

7 Pasal 6 UUD 1945.

8 Pasal 169-Pasal 171 UU Pemilu.

9 Pasal 6 UUD 1945.

Mekanisme pencalonan kemudian lebih lanjut diatur di dalam UU Pemilu.10 Beberapa diantaranya adalah, pertama, bahwa pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Parpol atau gabungan Parpol peserta pemilu yang memiliki kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya.11 Inilah yang kemudian disebut sebagai ambang batas pencalonan di dalam pilpres. Kedua, penentuan Calon Presiden/Wakil Presiden dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai dengan mekanisme internal Parpol yang bersangkutan.12 Ketiga, Parpol dapat melakukan kesepakatan dengan Parpol lain untuk melakukan penggabungan dalam mengusulkan pasangan calon.13

Sedangkan untuk penentuan pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden terpilih, UUD 1945 menyebutkan bahwa: Pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya dua puluh persen suara disetiap Provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah Provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.14 Selanjutnya, konstitusi juga menyatakan bahwa: dalam hal tidak ada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilu dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.15 Pengaturan lebih lanjut terkait dengan penetapan perolehan suara diatur di dalam UU Pemilu. 16 Pengaturan ini yang secara implisit menyatakan bahwa sistem pilpres menganut TRS dengan varian sistem mayoritas mutlak (majority run-off).

Terkait dengan metode pemberian suara, konstitusi menyatakan: Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu paket pasangan secara langsung oleh rakyat.17 Selanjutnya, konstitusi juga menyatakan bahwa: Pemberian suara

10 Pasal 221-Pasal 239 UU Pemilu.

11 Pasal 222 UU Pemilu.

12 Pasal 223 Ayat 1 UU Pemilu.

13 Pasal 223 Ayat 2 UU Pemilu.

14 Pasal 6A Ayat 3 UUD 1945.

15 Pasal 6A Ayat 4 UUD 1945.

16 Pasal 416-417 UU Pemilu.

17 Pasal 6A Ayat 1 UUD 1945.

untuk pemilu dilakukan dengan cara mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar Parpol pengusul dalam satu kotak pada surat suara untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.18

Sedangkan terkait dengan pengaturan waktu, UU Pemilu mengatur tentang penyelenggaraan pilpres, misalnya pemilu dilaksanakan lima tahun sekali, pemungutan suara dilaksanakan secara serentak pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional, dan KPU mengatur lebih lanjut tentang hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara. Dengan mendasarkan pada regulasi ini, pilpres di tahun 2019 diselenggarakan pada hari yang sama dengan penyelenggaraan pemilu legislatif.19

Tabel 3.9. Sistem Pemilu Presiden dan Wakil Presiden

Sistem Pemilu

- Paslon Presiden/Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilu dengan

sedikitnya 20 persen suara di setiap Provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah Provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden

- Dalam hal tidak ada Paslon Presiden/Wakil Presiden terpilih, dua paslon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilu dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden

Daerah Pemilihan Wilayah Negara Republik Indonesia secara menyeluruh

Pencalonan

Parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memiliki kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya

Parpol dapat melakukan kesepakatan dengan parpol lain untuk melakukan penggabungan dalam mengusulkan paslon

Penentuan Calon Presiden/Wakil Presiden dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai dengan mekanisme internal parpol yang bersangkutan

Surat suara berisi nomor, nama dan tanda gambar parpol atau gabungan parpol pengusung

Metode pemberian suara

Mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar parpol atau gabungan pengusul dalam satu kotak pada surat suara

18 Pasal 353 Ayat 1 Huruf a UUD 1945.

Penentuan paslon

terpilih

Paslon terpilih adalah paslon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pilpres dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap Provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah Provinsi di Indonesia

Dalam hal tidak ada paslon terpilih sebagaimana dimaksud di atas, dua paslon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali oleh rakyat secara langsung dalam pilpres

Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh dua paslon, keduanya dipilih kembali oleh rakyat secara langsung dalam pipres

Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh tiga paslon atau lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang

Dalam hal perolehan suara terbanyak kedua dengan jumlah yang sama diperoleh oleh lebih dari satu paslon, penentuannya dilakukan berdasarkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang

Ambang batas (pencalonan)

Parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memiliki kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya

Waktu

Pemilu dilaksanakan lima tahun sekali

Pemungutan suara dilaksanakan secara serentak pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional

KPU mengatur lebih lanjut tentang hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara

Dalam dokumen Tata Kelola Pemilu di Indonesia (Halaman 101-104)