• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sl (Tetapi)I(ami turunkanAl-eur,an ini - ffi

Dalam dokumen Pelajari tentang Tafsir Jalain (Halaman 87-91)

ASBABUN NUZUL SURAT MARYAM

3. Sl (Tetapi)I(ami turunkanAl-eur,an ini - ffi

ingatan)

melalui

apo.yang

dikandungny"- u# & *oa

orang yang takut) kepada Allah.

4$#

(Yaitu

diturunkan)

lafaz tanzilon

ini

menjadi badal

dari

lafaz

fi'il yang

menasabhannya,

yakni nazzarahi tanziran - ,bfit&Cfu

alltgii0j

@,ari

Ailah vang

rnenciptahan

bumi

d.an

rangit yang

tinggi) lafaz

al:uld

merupakan bentuk

jamak dari kata

,uryd, keadaannya sama de- ngan lafaz

hubra

danhubar.

6u

JUZ 16 20. SURAT TAHA

b.

yairu

- Gfl$gfi1

(TtuhanYang MahaPernurah, yang

di

atas ,Arasy)

lafaz,ara.sltini

menurut pengertian bahasa

diartikan

singgasana raja

Ufil

(berhuasa)yakni bersemayam sesuai dengan keagungan dan kebesar-

an-NYa'

"ugJ*SwWvrv,St$uAwyq

6. \1f$r$,fildcrvl(a$y,rt

(Kepunvaan'Nvatah semua vans ada d.i langit, sernua yang ado.

di

bumi, semua yang ada

di

antara keduanya) yakni makhluk-makhruk yang ada di anrara keduanya

- $S)\CA\K

@.an

senuta yang

di

baruah tanah)

yaitu

lapisan tanah yang masih basah; yang di-

maksui

adatatt di bawah semua lapisan bumi yang tujuh, kat'ena lapisan bu- mi yang berjumlah

tujuh itu

berada di bawah lapisan tanah yang basah.

"F(rHtfuK'Y*)A\#A

,. )fi\#6V roonitha

hamu mengerashan ucdpanmuJ di dalam ber-

zikir

atau berdoa, maka sesungguhnya

Allah tidak

memerlukan suara keras engkau

sewaktu

melakukan hal tersebut

- J{${fuW

(maka se-

sungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi) daripada ra- t a=ra, maksudnya adatar, semua apa yang ada dalam hati manusia yang tidak diungkapkannya, maka janganlah engkau memayahkan

dirimu

dengan me- ngeraskan suaramu.

, !{4x$sl:/-rrL$y$fitfr o,oroo A,ah,

tid.ah ada

rtthan

metainhan

Dia,DiomernpunyaiAsmaulHusna)jumlahnyasebanyakyangdisebutkanili dalamhadis,yaitusembilanpuluhsembilannama-namayangbaik.Lafazal.

husndbentuk muannaS dari lafaz al-ahsan'

79

"r&['6lillls?

6,iiq'I;,AXiY'

80 20. SURAT TAHA JUZ 16

WW#,y(Kttw'&rx:urt

,o $fi.Ml6U\ji fi.MlK)S\L xrtino ia

metihat api, tatu berkntatah ia hcpada ke-

luarganya:)yakni

kepada

istrinya

- Kl c'rrr#ottah kamu)di

sini; hal

itu terjadi

sewaktu

ia

berada dalam perjalanan

dari

Madyan menuju negeri

*1]i

_ 9$) ,r"runruuhnya

aku metihafl menyaksikan

- 'i$W

,#)Q;{*t (api,

nud,ah-mudahan,

ahu dapat nembawa

sed.ikit d,ari- nya untuh kalian) berupa obor yang dinyarakan pada sumbu atau kayu

- ,j -d+(ileef

@tua ahu ahan ntendapathan petunjuh d,i tempat

api

itu') yang da-

pat menunjukkan

jalan;

karena pada saat

itu

Nabi Musa kehilangan arah ja_

lan

disebabkan gelapnya malam.

Nabi

Musa mengungkapkan kata-katanya dengan memakai

istilah lo'alla

yang

artinya

mudah-mudui"rr, karena

ia

me_

rasa kurang pasti dengan apa yang telah dijanjikannya itu.

9.

Musa?).

.

11.

Ausaj-

0r:

tt/l (Apakah) terah

- gSJilt!$U

(datang kepadarnu kisah

qfrfir1;;WW

(Maka hetika ia datang h,e tempat api itu) yaitu di pohon (ia dipanggil: "Hai Musa").

\iiw

6!;rtri

12. $l

(sesungguhnya

Aku)

dibaca

innf

karena dengan mengang,gap lafaz

nidiya

bermakna

qilq.

Dan

bila

dibaca

anni

maka diperkirakan adanya

huruf

ba sebelumnya

- tll

Gnilah) lafaz ana

di sini

berfungsi menaukid- kan makna yang terkandung di dalam ya mutakaltim

* W|#:&Uq, gfifi ,ffir,

(Tuhanmu, maka tanggalkanlah ked.ua terompahmu; sesungguh- nya hamu berada

di

lembah

yang

suci) lembah yang disucikan, atau lembah yang diberkati

- ,it\

(Ttuua) menjadi badal

atau'afaf

bayan. IGrau diba-

ea, lutaan, maka dianggap sebagai nama tempat saja; dan

jika

dibaca

lutua

da-

lam

bentuk

lataz

yang muannas, maka dianggap sebagai nama daerah dan 'alamiyah, sehingga

tidak

menerima harakat tanwin.

JUZ 16 20, SURAT TTH_A 81

',&fltfii B. 'drSAYli

(Dan Aku tetah memilih

hamu)da'i

kaumm

, - \1,fi71

Lfj.

(maha dtngarhanlah apa yang ahan diuahyuhan kepadamu) dari-Ku.

o.d.atah

Nlah,

tiad.a

Tuhan

selain Aku, maka sembahlah

Aku

dan dirihanlah salat untuk mcngingat Aku) di dalam salat

itu'

,u. \dl$Wjli4L\A6l

(sesungsuhnya

hari

kiantat.ittt ahan datang .Ahu merahasiakan wahtunya)

dari

manusia dan menampakkan kepada mere- ka hanya dekatnya hari kiamat melalui alamat-alamatnya

- UH,

kupaya

mend,apathan balasan) di hari

itu - ,Fqr-*$ ftiop'tiap

ctit'i

itu

dzngan

apa yang

ia

usahakan) apakah kebaikan ataukah keburukan'

a'{615.;Aiwbus6w"#.efi

$. A$,55It

(Maka sekali.hali janganlah kamu dipalinghanl dibelokkan

W ;rt;rr; dari iman

kepada adanva

hari kiamat - \b/b{:SC?

L);:Ai bleh

orang yang

tidak

beriman kepadanya dan oleh orang yang mengihuti haua nafsunyo)

uniuk

ingkar kepada adanya hari kiamat

- ,J'ifr

(yang nunyebibhan kamu

jadi

binasa") sedangkan mereka pasti akan binasa'

'rii\-A#,Gfu)1i

Y.Wi

(Apakah

itu)

vansberada

- G[t6;!&,

(di tansan hanan'

mu, hai

Musa.?)

kata

tanya atau

istifham di sini

mengandung makna taqrir, maksudnya supaya

Allah

menurunkan

mukjizat

kepada

Nabi

lr{usa melalui tongkatnya

itu.

,,tgc,yvit()L{&&a$tiwtgfitvwb,cu

t4.

(Sesungguhnya

Aku ini

82 20. SURAT TAHA JUZ 16

,r. W{f6WbCV

(Berkata

Musa:'Ini

ad.alah tongtzathu, aku bertete- han)berpegangan

- W

(padanya)sewaktu aku melompat dan berjalan

(#l;

(d.an aku

pukul)

aku memukul dayn-daun pohon

-

Y^g @"ngonnya) supaya daun-daun

itu

berjatuhan

- U,{be

funtuk kambinghu) lalu kam- bing-kambingku

itu

memakann

t" - +ty\&$i

(d,an bagiku ad,a lagi pada- nya heperlrnn) lafaz

ma-aib

adalah bentuk

jamak dari

lafaz

ma'ribah

atau ma-rabah atau ma-rubah, arbinya keperluan-keperluan

- 6A

Qang lain)

seperti

untuk

memikul bekal dan

air

minum, serta

untuk

mengusir binatang buas. Kemudian

Allah

menambahkan jawaban, sebagai penjelasan bahwa pa- da tongkat

itu

masih terdapat kegunaan lainnya, yaitu:

',i$WCV

Ie ,rtllw\V

Musal").

(Allah berfirman: "Lemparhanlah tonghat itu, hai

,o 'qbtlbVriif

(Latu ditemparkannyarah tonghat itu, maka tiba-tiba ia menjad.i seekor

ular)

yangsangat besar

- ,#

(yang merayopl yakni ber-

jalan

cepat dengan perutnya seperti

ular

kecil, di dalam ayat

lain

disebutkan

al -ia n, bukan haYY atun.

2r. #$!WCY; fou"o

berfirman:"Peganglah ia dan jangan

takut)

ke- padanya

- Y{*r\iii{

(Kami ahan mzngembalikannya kepadaheadaan-

nya) lafaz

sirotaha

flinasabkan dengan mencabut

hurufjarnya,

maksudnya ke dalam bentuknya

- &!t

Qang semula)kemudian Nabi Musa memasuk- kan tangannya ke

mulut ular

besar

itu,

maka kembalilah

ia

kepada keadaan semula,

yaitu

menjadi tongkat lagi. Jelaslah bahwa tempat

untuk

memasuk-

kan

tangannya adalah

tempat

pegangan tongkat,

yaitu di

antara kedua ra- hang

ular

tersebut.

Allah

SWT. sengaja memperlihatkan

hal itu

kepada Nabi

Dalam dokumen Pelajari tentang Tafsir Jalain (Halaman 87-91)