BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap Penelitian
Pada penelitian ini yang merupakan penelitian dengan metode kualitatif.
Tahap-tahap penelitian dalam penelitian kualitatif diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan kegiatan penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis dan penafsiran data sampai pada penulisan pelaporan. Menurut Lexy J. Moloeng, tahapan
54 Sugiyono, Metodelogi Penellitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung: Alfabeta,2013), 242
Musyrifah Santri dengan religiusitas
tinggi dan rendah
Wali asrama
dalam penelitian kualitatif terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data.55
1. Tahap pra lapangan
Pada tahap pra lapangan peneliti melakukan enam kegiatan didalamnya yang meliputi perencanaan penelitian dan pemilihan lokasi. Setelah rancangan serta pemilihan lokasi sudah sesuai dengan keadaan di lokasi dan fenomena di lapangan maka peneliti melanjutkan kegiatan berupa pengurusan perizinan tempat penilitan. Setelah mengantongi izin penelitian di Asrama Tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember peneliti lalu mengamati lokasi penelitian serta keadaan disana sebelum kemudian peneliti memilih dan memanfaatkan informan sesuai dengan rancangan subyek penelitian yang sudah tersusun sebelumnya. Berikut rincian tahap-tahap tersebut:
a. Perencanaan penelitian
Sebelum menyusun rencana penelitian, peneliti terlebih dahulu memahami berbagai metode dan teknik penelitian. Setelah menyusun metode dan teknik penelitian menjadi rencana penelitian peneliti terlebih dahulu mengajukan judul, dilanjut penyusunan matrik penelitian yang diajukan kepada dosen pembimbing yaitu Dr. H. Rosyadi BR., M.Pd.I.
Berikut beberapa hal yang harus ditetapkan dalam menyusun rencana penelitian :
1) Judul penelitian 2) Konteks penelitian
55 M. Djunaidi Ghong, Fauzan Almasyur, Metodologi Penelitian Kualitaif, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), 144.
3) Fokus penelitian 4) Tujuan penelitian 5) Manfaat penelitian
6) Metode pengumpulan data
Kemudian dilanjut dengan penyusunan proposal penelitian hingga dilakukannya seminar proposal.
b. Pemilihan lapangan penelitian
Sebelum melaksanakan penelitian terlebih dahulu memilih tempat atau lapangan penelitian. Peneliti memilih asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember sebagai lapangan penelitian.
c. Pengurusan perizinan
Mengurus izin penelitian merupakan hal yang penting dan utama sebelum peneliti terjun melakukan penelitian. Peneliti disini menyerahkan dan meminta izin penelitian kepada pihak asrama tahfdz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Surat izin penelitian disampaikan langsung kepada ketua pengurus asrama yakni Dra H. Kodariyah Mardiana yang kemudian ditindak lanjuti oleh petugas TU (tata usaha) Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember, karena asrama tahfidz ini dibawah naungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember jadi surat yang keluar maupun masuk akan diarsip oleh TU Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember.
d. Penjajakan dan penilaian lapangan
Pada tahap ini peneliti melakukan orientasi terhadap lapangan yang akan dijadikan tempat penelitian. Peneliti sebelumnya telah
mengetahui situasi, kondisi dan permasalahn di lapangan melalui orang dalam dan peneliti membaca kepustakaan terkait permasalahan yang ada dilapangan.
e. Pemilihan dan pemanfaatan informan
Pada tahap ini peneliti memilih dan memanfaatkan informan untuk mendapat informasi mengenai permasalahan yang diteliti. Peneliti disini memilih beberapa inforManpeneilitian yang meliputi, musyrifah asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember, santri yang memiliki religiusitas tinggi dan rendah serta wali asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember.
f. Persiapan perlengkapan penelitian
Pada tahap ini peneliti mulai menyiapkan apa saja hal-hal yang diperlukan selama proses penelitian di lapangan. Hal-hal yang diperlukan mencakup segala perlengkapan selama proses pengolehan data, seperti alat tulis guna mencatat hal-hal penting selama proses wawancara, alat perekam dan alat yang digunakan dalam mengabadikan momen selama proses dokumentasi. Hal lain yag tidak kalah penting disiapkan adalah jurnal kegiatan penelitian yang mencakup waktu serta penjabaran kegiatan yang dilakukan, tidak lupa juga pedoman observasi dan wawancara.
2. Tahapan lapangan
Pada tahap ini peneliti terjun ke lapangan penelitian untuk mengumpulkan data dan informasi dari sumber-sumber yang telah
ditentukan dalam rencana penelitian. Peneliti melakukan tahap pekerjaan lapangan sesuai teknik pengumpulan data yang dipilih yakni wawancara, observasi dan dokumentasi guna mendapatkan jawaban dari fokus penelitian yan telah disusun.
3. Tahapan analisis data
Tahap analisisi data ini merupakan tahap yang dilakukan setelah peneliti mendapat data dan informasi yang dibutuhkan yang kemudian dianalisis, ditarik kesimpulan oleh peneliti. Analisis dan kesimpulan data tersebut yang kemudian dapat dipertanggungjawabkan oleh peneliti.
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Objek Penelitian
1. Sejarah berdirinya asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember Pada sejarah berdirinya asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember terdapat banyak perjuangan dan perjalanan panjang. Mulanya asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember adalah asrama reguler dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Asrama Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember reguler sendiri sudah berdiri sejak masa Madrasah Aliyah Negeri 2 masih terdapat program PGAN. Pada masa itu asrama Madrasah Aliyah Negeri 2 reguler ini masih belum mempunyai program maupun visi, misi yang runtut dan terstruktur.
Hal ini karena tujuan dari asrama Madrasah Aliyah Negeri 2 reguler sendiri adalah memfasilitasi siswa-siswinya yang berdomisili jauh agar lebih mudah mendapatkan tempat tinggal dan fasilitas yang nyaManselama masa belajar di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember.
Sejak masa pergantian kepala sekolah yang kebetulan Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember mulai di pimpin oleh almarhum bapak Suharno yang sebelumnya merupakan kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Malang. Beliau mengusung beberapa program yang bagus dan bisa diterapkan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember, salah satunya adalah program asrama tahfidz ini. Pada kala itu memang belum ada program tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri se-Jember. Program tahfidz yang
didirikan mulanya masih berupa rumah quran pada tahun 2017.
Namun, asrama Madrasah Aliyah Negeri 2 reguler masih tetap berdiri dan berjalan beriringan dengan program awal rumah quran ini karena memang tujuan keduanya berbeda. Kepengurusan dan pengelola dari rumah quran Madrasah Aliyah Negeri 2 ini dibantu oleh beberapa pihak, baik dari guru-guru Madrasah Aliyah Negeri 2 jember sendiri maupun mendatangkan tenaga pendidik dari luar. Setelah berjalan beberapa bulan, program tahfidz ini juga mulai diadakan di sekolah dengan nama program tahfidz reguler, dimana setiap siswi-siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember harus mengikuti program tahfidz hafalan juz 30. Berbeda dengan tahfidz di rumah quran yang menargetkan hingga 10 juz.
Setelah rumah quran Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember mulai berjalan, akhirnya mulai tersusun pula struktur kepemimpinannya.
Pertama kali rumah quran dipimpin oleh ibu Munadiroh S.Pd.
kemudian digantikan oleh bapak Joko Purnomo S.Ag. setelah berjalan beberapa waktu dan mulai berkembang akhirnya rumah quran ini beralih ke asrama tahfidz hingga saat ini. Mulanya asrama reguler masih berjalan beriringan dengan asrama tahfid namun lambat laun para peserta didik baru maupun wali murid banyak yang berminat untuk memilih asrama dengan program tahfidz dan akhirnya resmi asrama Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember menjadi asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember.
Tujuan utama pembentukan program tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember adalah membentuk suatu program unggulan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember dan mencetak kader-kader hafidz maupun hafidzoh di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember yang kemudian program tahfidz ini mulai berkembang di Man yang ada di Jember, seperti Madrasah Aliyah Negeri 1 Dan Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember.
Nama lembaga atau yayasan asrama tahfidz ini tetap mengikuti lembaga MAN2 Jember yang menaungi. Dulu asrama yang masih program reguler sempat memiliki nama yakni asrama al khoirot.56 2. Profil Lembaga
Membahas profil lembaga asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember tidak lepas dari profil Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember sebagai lembaga utama yang menaungi asrama ini. Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember pada mulanya adalah PGAN yang beralih fungsi melalui keputusan dari menteri agama nomor : 42 tahun 1992. Resmi pada tanggal 27 januari 1992 PGAN Jember beralih fungsi menjadi Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember dan terhitung sejak 1 juli 1992.
Berikut beberapa daftar nama kepala madrasah yang pernah memimpin Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember :
1. Hartojo. SE.
2. Soewardi Atmo Sudirjo 3. D.J. Astrodjojo
56 Lina pahalawati, diwawancara oleh siti masruroh, Jember 14 April 2022
4. R. Soewondo Martohadjojo 5. Mardono Sastroadmodjo 6. Moh. Ichsan. Ba.
7. Drs. H. Abdul Fatah 8. Chamim. Ba.
9. Drs. Mulyadi 10. Suradji. Ba.
11. Drs. Hamdani 12. Drs. Ashadi 13. Suharno
14. Drs. H. Riduwan
a. Nama sekolah : Man 2 Jember
Alamat : Jl Manggar No. 72, Patrang Jember Jatim 68117
Nspsn : 20580292
Jenjang akreditas : A
Kepala sekolah : Drs. H. Riduwan
NIP : 196410121991031004
Tahun berdiri : 27 Desember 1950
b. Nama Asrama :Asrama Tahfidz Man2 Jember
Alamat asrama : Jl Manggar No. 72, Patrang Jember Jatim 68117
Ketua pengurus : Dra H. Kodariyah Mardiana Tahun berdiri : 2017
c. Data Santri Asrama Tahfidz Man2 Jember Tabel 4.1
Data Santri Asrama Tahfidz MAN2 Jember Tahun
Ajaran
Kelas X Kelas XI Kelas XII Jumlah Santri
2017 22 - - 22
2018 25 22 - 45
2019 45 25 22 92
2020 15 45 25 85
2021 25 10 22 65
d. Letak Geografi Asrama Tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember
Tujuan utama pendirian asrama di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember dalam memberi fasilitas tempat tinggal yang nyaManbagi siswa/siswi dengan domisili jauh sehingga tempat dan letak asrama sendiri masih satu lingkup area dengan gedung sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Letak asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember tepat di sebelah barat gedung aula Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Alamat lengkapnya yakni Jl Manggar No. 72, Patrang Jember Jatim 68117.
e. Visi, misi, dan tujuan asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember
Visi dan misi secara umum dipandang sama dengan tujuan, pada nyatanya visi, misi dan tujuan memiliki pengertian yang berbeda. Visi adalah kemampuan untuk melihat realitas, baik oleh
individu, organisasi, komunitas ataupun lainnya. Kemampuan melihat realitas tersebut kemudian digunakan untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada serta menjadikan si pemiliki visi sebagai seseorang atau sesuatu yang akan dibentuk.57 Berbeda dengan misi yang berarti rumusan umum mengenai upaya yang ingin dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Berikut visi, misi dan tujuan asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember :
1) Visi dari asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember adalah mewujudkan generasi qurani yang berakhlakul karimah. Asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember dalam mencapai visi tersebut kemudian mengembangkannya dengan beberapa misi sebagai berikut:
a. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang memiliki pola pikir jernih
b. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang dapat beribadah dengan tuntunan yang benar
c. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang berakhlak karimah
d. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang mempunyai sikap mandiri
57 K.H Toto Tasmara, Kecerdasan Ruhaniah, (Depok: Gema Insani, 2001), 10
e. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang memiliki wawansan luas
f. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang sehat jasmani maupun rohani
g. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang bersungguh-sungguh dalam segala hal
h. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang mempunyai manajemen hidup yang baik
i. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang bisa menghargai waktu
j. Mendidik santri menjadi calon hafidzoh yang bermanfaat bagi masyarakat.
2) Tujuan
Tujuan dari asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember tidak berbeda jauh dengan asrama ataupun mahad lalin yang berbasis tahfidz. Tujuan dari asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember antara lain : a. Menjadi lembaga pengembangan kepribadian bagi
santri dalam membentuk akhlakul karimah
b. Menjadi lembaga yang mewujudkan suasana kondusif bagi proses belajar mengajar al-quran c. Menjadi lembaga yang efektif bagi santri dalam
belajar, menghafal dan memahami al qur’an.
f. Struktur Organisasi
Suatu organisasi ataupun lembaga membutuhkan struktur organisasi didalamnya guna sebagai sarana mendistribusikan kewenangan untuk mewujudkan tujuan dalam sebuah organisasi.58
Gambar 4.1 Struktur Kepengurusan Asrama Tahfidz Man2 Jember
g. Program Asrama Tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember Program kegiatan yang ada di asrama tahfidz bertujuan untuk mengoptimalkan proses santri dalam belajar dan menghafal Al qur’an. Program asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember ini terbagi menjadi program wajib dan program unggulan.
Program wajib asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember meliputi:
58 Mulyadi, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen,(Jakarta: Salemba Empat, 2007), 9
KELAPA MADRASAH
Drs. Riduwan
KETUA PENGURUS ASRAMA Dra. H. Kodariyah Mardiyana
WALI ASRAMA
Lina Pahalawati S.Pd.I. M.
Pd.I
KETUA MUSYRIFAH
Putri Kusuma
BENDAHARA
Nilam Rizky
KEAMANAN
Sindy Afkarina
KEBERSIHAN
Atiya Afkarina
KEUSAHAAN
Shefrila
PENGURUS KERUMAHTANGGAN
Dra. Dwi Asih Heniastuti
PENGURUS KURIKULUM
Munadiroh S.Pd
1) Tahfidz al quran 2) Ta‟lim al quran 3) Muhadloroh 4) Mudarosah
5) Tasmi‟ dan uji publik
Program unggulannya berupa tahfidz 30 juz dan baca kitab kuning.
h. Kegiatan santri asrama
Jadwal kegiatan yang ada di asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember ini disusun dengan menyesuaikan jadwal sekolah formal Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember, karena seluruh santri asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember merupakan siswi dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Berikut daftar kegiatan yang ada si asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember :
Tabel 4.2
Jadwal Kegiatan Asrama Tahfidz Man2 Kegiatan harian
03.00 Qiyamul lail
04.30 Jamaah shubuh - wiridan - pembacaan al maksurot 05.00 Halaqoh ziyadah
06.15 Pembacaan asmaul husna 06.30-13.00 Kegiatan sekolah
15.00 Jamaah asar – wiridan – al maksurot – mudarosah 16.00 Kegiatan pribadi
17.30 Jamaah magrib – wiridan 18.00 Halaqoh murojaah 19.00 Jamaah isya’
20.00 Belajar 21.00-03.00 Istirahat
Kegiatan mingguan Minggu - Ro’an (bersih-bersih)
- Pengajian tafsir jalalain - Tasmi’
Selasa (khusus grade 3)
Tahsinul qur’an
- Ghorib yanbu’a
- Makhroj kitab jazariyah - Tajwid
Kamis - Yasin dan tahlil
- Simtud duror
Jum’at - Al kahfi
- Kajian bahasa arab
- Pengajian kitab ta’limul muta’alim - Muhadhoroh
Kegiatan Tahunan
Akhir Semester Genap Sertifikasi Tahfidz Di YPPQ YASINAT Akhir Semester Genap Rihlah / Tadabbur Alam
Akhir Semester Genap MATSANASMA (Masa Ta’aruf Santri Asrama MAN2)
B. Penyajian Data Dan Analisis
Pada bab ini peneliti akan memaparkan data serta analisis data mengenai fenomena yang sebelumnya sudah dirumuskan dalam bab 1 yakni bagaimana proses penerapan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning yang dilakukan oleh musyrifah asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember kepada para santri dalam meningkatkan religiusitas mereka, bagaimana bentuk layanan atau penerapannya serta apa saja hambatan dalam penerapannya.
1. Penerapan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning pada santri asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember
Peneliti melakukan wawancara kepada para musyrifah asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember diwaktu istirahat kegiatan asrama. Pada saat itulah peneliti menggali informasi dari para musyrifah mengenai prooses pemberian layanan koseling behavioral dengan teknik operant conditioning kepada para santri asrama.
a. Langkah-langkah penerapan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning
Setelah mengantongi izin dari pihak pengurus asrama, peneliti juga langsung menghubungi pihak musyrifah dengan tujuan ketika melakukan wawancara, observasi dan kegiatan penggalian data lainnya lebih mudah dan efisien. Kegiatan wawancara terkait penerapan konseling behavioral di asrama,
peneliti langsung menuju kepada ketua musyrifah asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember yakni ustadzah Putri Kusuma yang merupakan musyrifah yang memiliki ide awal penerapan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning dalam menangani berbagai masalah santri asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Peneliti diberi fasilitas ruangan tempat istirahat musyrifah untuk melakukan wawancara kepada seluruh narasumber yang dituju.
Wawancara pertama yang dilakukan mengarah pada bagaimana langkah-langkah penerapan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning oleh para musyrifah.
Wawancara dilakukan dimalam hari, kurang lebih sekitar pukul 20.00 WIB setelah seluruh kegiatan asrama selesai. Peneliti melakukan wawancara individu, satu persatu kepada para narasumber. Suasana asrama yang cukup tenang dan kondusif dimalam hari membuat wawancara berjalan santai dan tenang.
Peneliti menanyakan beberapa poin pertanyaan kepada narasumber pertama terkait langkah awal dan langkah-langkah lanjutan dalam menerapkan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning. Berikut jawaban dari Ustadzah Putri Kusuma:
“Gini mbak, di asrama ini kan intinya para musyrifah jadi pendamping sekaligus pembimbing santri disini. Jadi apa yang terjadi disini, tingkah laku mereka setiap hari itu kita harus paham dan kalau ada apa-apa kita juga yang ngontrol. Ya karena kita yang sama mereka 24 jam bisa dibilang. Kalau ditanya langkah-langkah yang kita lakukan bisa dibilang ada tiga langkah. Pertama pasti kita
liat dulu, di asrama mereka ini ada masalah apa, kendala apa atau apa yang perlu ditingkatin. Nanti kalau sudah ketemu, misalnya santri sekarang perlu dikasih pendorong biar semangat ngafalin naah disitu baru nanti kita mulai nyusun goal yang pingin dicapai sekaligus solusi dari kendala santri yang kita temui. Kalau sudah nemu solusi, kendalanya bisa dikendalikan pake treatment apa langsung diterapin mbak. Tiap sebulan sekali nanti musyrifah ada agenda evaluasi mbak, jadi treatment-treatment yang kita kasih ke para santri pasti dievaluasi yang perlu ada tambahan ditambah kalau sudah ada yang kelihatan perubahannya, signifikan lah dibilang itu bisa nanti kita kurangi penekanannya. Jadi kalau menurut saya, langkahnya gamblangnya ada tiga itu mbak. Dicari tau dulu perilaku yang perlu di treatment atau gampangnya nyari masalah dulu, terus menentukan apa yang mau dicapai, menerapkan hasil rapat itu solusinya apa yang terakhir nanti evaluasi”59
Dari penjelasan ustadzah Putri Kusuma, langkah-langkah yang dilakukan musyrifah dalam menerapkan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning meliputi tiga langkah. Langkah awal yakni melakukan assessment atau tahap penganalisisan tingkah laku dari konseli yakni para santri asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember, menggali tingkah laku bermasalah yang dialami konseli. Kemudian, pada tahap kedua bisa dikatakan sebagai tahap goal setting dimana pada tahap ini musyrifah mulai menentukan goal apa yang ingin dan perlu dicapai para santri sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Terakhir, tahap pengimplementasian dari goal yang ingin dituju sesuai dengan teknik yang cocok dengan permasalahan yang dialami konseli.
59 Ustadzah Putri Kusuma, Langkah-langkah konseling behavioral, diwawancarai oleh Siti Masruroh, Jember 19 maret 2022
Pada kesempatan selanjutnya, peneliti mewawancarai ustadzah Sindy Afkarina mengenai langkah-langkah penerepan konseling behavioral dengan teknik operant conditioning di asrama tahfidz MAN2 Jember. Wawancara ini juga dilakukan dalam ruang istirahat musyrifah dengan waktu dan suasana yang tidak beda dari sebelumnya. Berikut pemaparan beliau:
“Gimana ya mbak, kalau ngomong masalah langkah- langkah ya umumnya kan sebelum menentukan layanan atau apa yang mau diberi ke santri kita liat dulu mereka masalahnya apa, butuhnya diberi apa nanti baru kita bisa nentuin bimbingan apa yang mereka butuhkan terus tingkah laku yang mana yang perlu dirubah. Istilahnya kayak orang sakit, kita liat dulu sakitnya apa baru ngasih obat kan. Baru setelahnya kita cari layanan yang cocok diterapkan disini ke santri. Karena disini santrinya anak MA jadi kita ngasih layanan yang sesuai sama umur mereka. Anak-anak umuran segini kan nggak bisa dikekang mbak, mereka udah bisa protes udah kritis mereka, jadi selain kita ngasih perintah kasarannya kita juga ikut turun tangan andil jadi contoh buat mereka. Makanya, kita disini nerapin pemberian contoh ke santri, ngasih suport ke mereka supaya semangat kegiatan asramanya pake hadiah-hadiah meskipun gak terlalu besar tapi itu cukup signifikan ngaruhnya ke mereka. Nanti diakhir biasanya sebulan sekali kita ada evaluasi tatib mbak, tata tertib yang sudah disiplin bisa aja dihapuskan atau malah nambah tatib baru kalau banyak yang kendor.”60
Pemaparan dari ustadzah Sindy Afkarina diatas memperkuat jawaban dari ustadzah Putri Kusuma sebelumnya.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menerapakn konseling behavioral dengan teknik operant conditioning memang melalui tahapan analisis masalah, kemudian penentuan treatment atau goal yang diinginkan yang kemudian dilanjut dengan penerapan teknik
60 Ustadzah Sindy Afkarina, Langkah-langkah konseling behavioral dengan teknik operant conditioning, diwawancarai oleh Siti Masruroh, Jember 20 maret 2022
yang sesuai. Ustadzah Sindy Afkarina menyebutkan bahwa teknik berupa pemberian contoh dan beberapa teknik lain yang terdapat dalam teknik operant conditioning cocok diterapkan kepada santri asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mereka. Tidak lupa pada tahap akhir terdapat evaluasi dari penerapan konseling yang sudah berjalan.
Peneliti selain melakukan wawancara kepada ustadzah Putri Kusuma selaku ketua musyrifah dan ustadzah Sindy Afkarina selaku penanggungjawab keamanan juga melakukan wawancara kepada ibu Lina Pahalawati S.Pd. M.Pd. selaku wali asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember yang mana beliau berwenang dalam hal pengawasan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di asrama tahfidz Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember. Wawancara kepada ibu Lina Pahalawati S.Pd. M.Pd dilakukan pada siang hari, tepatnya jam istirahat sekolah sesuai dengan permintaan beliau.
Wawancara ini juga dilakukan di ruang istirahat musyrifah.
“Iya mbak, alhamdulillah musyrifah disini koordinasinya bagus. Jadi kegiatan, tata tertib dan semua urusan controling santri asrama berjalan lancar. Saya disini kan cuMansebagai wali asrama jadi tidak 100% ikutserta kegiatan anak-anak, ya musyrifah- musyrifah ini agen perubahan kita di asrama karena mereka yang punya kendali. Saya sih tipe yang suka rembuk jadi untuk peraturan dan lain sebagainya selama itu baik buat anak-anak pasti saya ACC, termasuk penerapan konseling yang seperti panjenengan jelaskan. Saya disini lihatnya ya memang diterapkan dan langkah-langkahnya seperti yang sudah disampaikan mbak Putri dan mbak Sindy. Bareng-bareng nyusun apa saja masalahnya anak-anak, kadang ya terkait perilaku kadang juga terkait motivasi belajarnya mereka kadang juga terkait interaksinya mereka satu sama lain, hampir meliputi keseluruhan tingkah laku anak-anak.