Teknik Dasar Proses Produksi pada Industri Animasi
C. Sikap Kerja di Industri Animasi
4. Unit Kerja Studio Animasi
Dalam sebuah perusahaan, pasti terdapat individu-individu yang memiliki potensi dan kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. Begitupun di perusahaan studio animasi yang terdiri atas beragam potensi sesuai dengan bidang pekerjaannya. Setiap individu tersebut akan bekerja pada unit kerja, departemen, atau tim untuk memudahkan pembagian tugas dan tanggung jawabnya. Misalnya, di studio animasi Walt Disney Animation terdapat bagian production teams, technology teams, dan studio teams.
Pada bagian production teams terbagi lagi menjadi beberapa tim, yaitu character animation, creative development crowds animation, editorial, effect animation, layout, lighting, look development, modeling, post production, production management, rigging, set extension, simulation, stereo, story, technical animation, dan visual development.
Eksplorasi 4.7
Sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa studio animasi Walt Disney memiliki 18 unit kerja produksi. Berdasarkan minat dan kompetensi yang dimiliki, pilihlah 3 unit kerja yang diminati. Kemudian, cobalah deskripsikan tugas atau pekerjaan ketiga unit kerja tersebut. Cobalah untuk menelusuri informasi melalui laman daring terkait video aktivitas yang dilakukan pekerja di unit kerja tersebut. Kamu dapat mengisikan pranala atau kode QR dalam tabel berikut untuk memudahkan akses terhadap contoh video kegiatan tersebut.
No. Unit kerja Tugas/pekerjaan Video kegiatan 1.
2.
3.
Rangkuman
1. Proses mewujudkan film animasi umumnya disebut pipeline animasi atau alur kerja animasi. Pipeline adalah sebuah sistem yang terdiri atas manusia, perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software) yang selaras untuk menyelesaikan tugas produksi secara berurutan sesuai dengan jadwal perencanaan yang telah ditentukan.
2. Pada proses produksi animasi, ada tiga tahapan yang harus dilalui yaitu praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Ketiga tahapan tersebut dilakukan, baik produksi dua dimensi maupun tiga dimensi, agar animasi yang dihasilkan berkualitas.
3. Pipeline produksi animasi dua dimensi dimulai dengan tahapan praproduksi (inspirasi/ide; naskah (script); storyboard; character, property, and location design; audio recording; dan animatic), produksi (animating, animating clean up, serta inking and coloring), dan pascaproduksi (compositing, dubbing, dan export/rendering).
4. Pipeline produksi animasi tiga dimensi dimulai dengan tahapan praproduksi (penyiapan ide, cerita, script, storyboard, animatic, dan desain), produksi (3D layout, 3D modeling, 3D texturing, 3D rigging, 3D animation, visual effect, lighting, dan rendering), dan pascaproduksi (compositing, 2D VFX, color correction, dan final rendering).
5. Ekosistem animasi Indonesia merupakan penggabungan dari setiap unit yang melibatkan timbal balik interaksi konsep ide, produksi, distribusi, pameran, apresiasi, dan pendidikan yang saling bergantung terus menerus.
6. Manfaat melakukan kerja tim di antaranya ide lebih kreatif, beban kerja ringan, kerja efisien, kemajuan perusahaan, dan solusi cepat. Kerja tim dapat dicapai dengan model Bruce Tuckman’s Team Development Model, yaitu forming, norming, storming, performing, dan adjourning.
7. Budaya kerja adalah akumulasi yang tercipta dari gaya kepemimpinan, perilaku karyawan, fasilitas perusahaan, dan kebijakan perusahaan terhadap karyawan.
8. Kode etik yang berlaku di tempat kerja bertujuan untuk mengatur pekerja agar bersikap lebih profesional. Perilaku profesional tersebut di antaranya integritas dan transparansi, menghormati komitmen, kompetisi yang adil, hak kekayaan intelektual, dan belajar sepanjang hayat.
9. Unit kerja studio animasi di antaranya character animation, creative development, crowds animation, editorial, effect animation, layout, lighting, look development, modeling, post production, production management, rigging, set extension, simulation, stereo, story, technical animation, dan visual development.
Asesmen Kompetensi 4
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Pipeline pada sebuah film animasi tergantung pada faktor kebutuhan pada studio animasi. Akan tetapi, secara garis besar, tahapan yang harus dilalui adalah ….
a. ide, animasi, rendering b. ide, storyboard, animasi
c. pascaproduksi, praproduksi, produksi d. praproduksi, pascaproduksi, produk e. praproduksi, produksi, pascaproduksi
2. Berikut ini yang termasuk pada tahapan produksi animasi 2 dimensi tradisional, yaitu ….
a. ide, naskah, script, dan storyboard
b. compositing, dubbing, editing, dan final render c. animating, clean up animation, coloring, dan render d. layout, animatic storyboard, sound recorder, dan dubbing
e. key animating, inbetween, animation clean up, inking, dan coloring 3. Berikut ini yang dimaksud dengan ekosistem produksi animasi adalah …
a. sistem yang ruang lingkupnya dibentuk oleh antarunit produksi.
b. jejaring sosial yang terkoneksi erat dengan dengan tujuan penyediaan outsourcing.
c. seluruh elemen mulai dari konsep ide, produksi distribusi, dan promosi menjadi ekosistem yang saling mendukung.
d. keterikatan pekerja di bidang animasi untuk membangun budaya saling bergantung terus menerus untuk kepentingan bersama.
e. penggabungan setiap unit yang melibatkan timbal balik interaksi konsep ide, produksi, distribusi, pameran, apresiasi, dan pendidikan yang saling bergantung terus-menerus.
4. Perbedaan pipeline animasi 2 dimensi dengan 3 dimensi adalah … a. sama-sama melalui tahap compositing
b. pada animasi 2 dimensi tidak melalui tahap animatic c. pada animasi 3 dimensi tidak terdapat proses rigging
d. pada animasi 3 dimensi tidak menerapkan prinsip-prinsip animasi e. pada animasi 2 dimensi terdapat tahap inking dan coloring pada celluloid
5. Penambahan efek seperti blur, guncangan kamera, dan percikan api lebih mudah dibentuk dalam …
a. VFX d. bentuk 2 dimensi
b. animation e. menggunakan after effect c. bentuk 3 dimensi
6. Berikut ini yang tidak termasu manfaat apabila melakukan kerja tim yaitu ….
a. kerja efisien d. beban kerja ringan
b. solusi lebih cepat e. perlahan memajukan perusahaan c. ide lebih kreatif
7. Menurut Bruce Truckman, tim development memiliki beberapa model, yaitu ….
a. forming, staging, norming, solution, dan flexible b. forming, staging, norming, dan performing adjourning c. adventure, storming, norming, forming, dan performing d. creative, solution, flexible, attentive, dan adjourning e. forming, storming, norming, performing, dan adjourning
8. Salah satu kode etik yang harus dimiliki seorang kreator animasi adalah percaya diri untuk melebihi batas diri dalam mengembangkan ide sehingga pelanggan mendapatkan pelayanan yang unik dan personal. Hal tersebut dinamakan ….
a. be sustainable d. be respectful b. be creative e. be attentive c. be flexible
9. Seorang pelanggan mempercayakan sebuah proyek iklan yang diproduksi oleh studio animasi tempatmu bekerja. Selama pelaksanaan produksi terjadi kesalahpahaman sehingga produksi yang sudah 80% harus dibuat ulang. Seorang animator salah menerjemahkan storyboard. Ia tidak mau mengakui kesalahannya dan menyalahkan storyboard artist. Sebagai pimpinan produksi, kamu harus menerapkan kode etik agar tidak terjadi kekacauan berkelanjutan, yaitu ….
a. be sustainable b. be creative c. be flexible d. be respectful e. be attentive
10. Berikut ini yang tidak termasuk production team pada studio animasi, yaitu ….
a. creative development, editorial, stereo, dan story
b. dubber, sound maker, character animation, dan editorial c. technical animation, effect animation, lighting, dan rigging d. modeling, post production, simulation, dan visual development
e. production management, look development, crowds animation, dan layout
Proyek Praktikum
I. Petunjuk Umum
1. Periksalah dengan teliti dokumen proyek praktikum.
2. Baca dan pahami maksud soal agar tidak terjadi kesalahan pekerjaan.
3. Bekerjalah dengan memperhatikan jadwal dan alur pengerjaan.
4. Peralatan utama dan bahan telah disediakan sesuai dengan kebutuhan.
5. Ketika bekerja, perhatikan keselamatan kerja.
II. Alat dan Bahan