• Tidak ada hasil yang ditemukan

(2) metode pemisahan analitik

N/A
N/A
rika kusumawati

Academic year: 2023

Membagikan "(2) metode pemisahan analitik"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Pemisahan

Analitik

ANFAR LIKUID DAN SEMISOLID

apt. Winasih Rachmawati, M.Si.

(2)

Pendahuluan

pemisahan

Terbentuk dari banyak jenis molekul

Mengandung zat apa?

Jumlahnya berapa?

Membutuhkan pemisahan dari campuran untuk identifikasi dan

kuantisasi

(3)

Pengujian Bahan Baku Obat

▪ Membuktikan identittas bahan yang diperiksa sesuai dengan yang tertera di etiket

▪ Pengujian spesifik

▪ Cara: kimia, fisika, fisikokimia, kromatografi Syarat Identitas

o Menetapkan tetapan fisika yang digunakan sebagai parameter pengujian mutu o Tujuan: identifikasi (senyawa murni) dan pengujian kemurnian (jika tidak murni) o C/: titik lebur, titik didih, rotasi optik, indeks bias

Syarat Atribut Mutu

✓ Membuktikan bahan bebas dari senyawa asing/cemaran pada batas tertentu

✓ Sumber: bahan baku, hasil antara, hasil urai, wadah, lingkungan

✓ Cara: Uji batas, susut pengeringan, kadar air, sisa pemijaran, kelarutan, pengarangan

Syarat Kemurnian

• Menetapkan kadar senyawa aktif dalam bahan uji

• Mendekati kemurnian 100% (sesuai dengan FI)

• Caution: zat hidrat, anhidrat, baku pembanding, penetapan blangko

• Cara: gravimetri, volumetri, spektrofotometri, kromatografi, mikrobilogi, radiokimia

Syarat Kadar/Potensi

(4)
(5)

Pengujian Sediaan Jadi

Menetapkan kesesuaian dengan persyaratan sediaan jadi yang tertera dalam FI Tujuan

o Identitas o Kemurnian

o Kadar senyawa aktif

o Kinerja sediaan (disolusi, pelepasan obat dll) Meliputi Syarat:

✓ Menggunakan metode yang tercantum dalam FI

✓ Prosedur lain dapat digunakan asalkan memberikan ketelitian dan ketepatan yang sama dengan metode farmakope

Cara:

• Bahan tambahan dalam sampel (matriks) tidak mengganggu pada proses pengujian →perlu pemisahan

Perhatikan:

(6)
(7)

Informasi yang Diperlukan

Nama, struktur molekul dan rumus kimia - Bahan aktif

- Bahan pembantu

Sifat fisika dan fisikokimia Kelarutan, pKa, stabilitas, spektra UV,

IR

Gugus fungsi, ion, unsur pembentuk

Rute/alur pengadaan bahan

Komposisi formula - Kadar bahan aktif

- Eksipien yang digunakan - Data stabilitas

- Kompleksibilitas eksipien

Metode analisis yang digunakan

Jenis sediaan lain yang mengandung bahan

aktif sama

Pustaka dan acuan yang digunakan

Preparasi sampel dari metode yang digunakan

(8)

Pemilihan Metode

➢ Kepekaan

➢ Ketelitian

➢ Ketepatan

Harus memenuhi persyaratan

analisis

1. Metode/prosedur yang sudah ada atau sudah digunakan sebelumnya

➢ Tidak mengganggu

➢ Mengganggu metode analisis

3. Bahan

pembantu/matriks

2. Metode/prosedur lain yang dapat diperkirakan dari unsur penyusun, gugus fungsi dan ikatan

➢ Kecil →pilih yang kepekaannya tinggi

➢ Besar→pilih metode umum

4. Kadar senyawa dalam

sampel

(9)
(10)

Kriteria Kinerja Metode

➢ Untuk seleksi metode diperlukan kriteria (level yang baik yang harus dicapai)

➢ Kriteria tergantung pada tujuan analisis yang dilakukan : Kuali/kuanti

Secara umum:

• Waktu analisis

• Jumlah sampel

• Biaya analisis

• Kualitas data

• Kemudahan dan kepraktisan metode

• Kualitas data / informasi

Kromatografi:

• Faktor selektifitas (α)

• Faktor kapasitas (k’)

• Resolusi (Rs)

• Faktor retensi/Rf

• Reproduksibilitas

Spektrofotometri/

kolorimetri:

• Nilai absorptivitas molar (ε)

• PG maksimum

Kriteria numerik kinerja metode:

• Sensitifitas

• BD dan BK

• Presisi

• Akurasi

(11)

Seleksi Metode Analsis

Berdasarkan:

Sifat fisika dan kimia analit

Kepekaan, Kecermatan dan

Keseksamaan

Ketersediaan alat

dan pereaksi

(12)

Teknik Pemisahan

(13)

Jenis Teknik Pemisahan

• Mengambil senyawa untuk keperluan

berikutnya

• ECC, K. Kolom, KLTp

Preparatif

• Memisahkan analit dari sampel/matriks

• Agar tidak mengganggu analisis

Analitik

(14)

Classification of Separation Techniques

Basis of separation Separation technique(s)

Size filtration; dialaysis; size-exclusion chromato graphy

Mass or density centrifugation

Complex formation masking

Change in physical state distillation; sublimation; recrystalization

Change in chemical state precipitation; electrodeposition; volatilization

Partitioning between phases extraction; chromatography

(15)

1. Based on Size

Filtrasi

pemisahan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring)

Menghasilkan filtrat yang bening

Dialisis

memisahkan partikel- partikel di dalam koloid (seperti darah) dengan melewatkannya pada

membran semi-

permeable

Prinsip: tekanan osmosis

Kromatografi eksklusi

(kromatografi permeasi gel/ filtrasi gel)

Molekul-molekul zat terlarut dengan ukuran lebih besar dari pori- pori padatan fasa diam akan tertahan.

(16)

2. Based on Mass or Density

Sentrifugasi adalah metode yang menggunakan prinsip sedimentasi,

dimana percepatan centripetal digunakan untuk memisahkan substansi

dengan kepadatan lebih besar dan lebih kecil.

(17)

Separation methods based on formation of new phases

of compounds to be isolated

(18)

4. Changes in Physical State

• Because an analyte and its interferent are usually in the same phase

• A separation if one of them undergoes a change in its physical state or its chemical state.

Destilasi

Perbedaan TD

Sublimasi

Fase padat → menguap

Rekristalisasi

(19)

5. Changes in Chemical State

• Hasil reaksi kimia digunakan sebagai dalam pemisahan analit dalam campuran

• Contoh:

Pemisahan NH

4+

dalam sampel dengan penambahan basa kuat

sehingga menghasilkan gas NH

3

. Pemisahan dapat dilakukan

dengan destilasi → Penetapan kadar protein dengan metode

Kjedahl

(20)

6. Based on a Partitioning Between Phases

partisi analit yang selektif atau interferensi antara dua fase yang tidak bercampur.

KD =

𝐶 𝑓𝑎𝑠𝑒 1

𝐶 𝑓𝑎𝑠𝑒 2

KD= koefisien distribusi; istilah lain koefisien partisi

(21)

6.1 Ekstraksi

Ekstraksi

dua fasa

Cair-cair

Cair-

padat

kontinyu Soxhlet

(22)

6.2 Kromatografi

In an extraction, the sample originally is in one phase and we extract the analyte or the interferent into a second phase.

We also can separate the analyte and interferents by continuously

passing one sample-free phase, called the mobile phase, over a

second sample-free phase that remains fixed or stationary.

(23)

Jenis Kromatografi

(24)

Sampling

Sediaan

(25)

❖ Dalam sampling atau pengambilan sampel bahan uji, harus dapat mewakili seluruh sampel yang akan diuji.

❖ Jumlah sampel harus disesuaikan dengan cara analisis/metode analisis yang akan digunakan.

❖ Sampel bila perlu tidak boleh tercemar oleh senyawa lain yang mengganggu, baik dalam pengambilan jumlah maupun dalam analisisnya.

❖ Sampel harus diukur dengan cermat dan teliti, baik berupa bobot atau volume, jenis sampelnya, metode yang akan digunakan

❖ Setelah sampel ditimbang, kemudian dilanjutkan dengan pelarut an sampai volume tertentu untuk dianalisis

Pendahuluan

(26)

Kromatografi Cair Kinerja

Tinggi (KCKT)

Metode yang digunak an pada kebanyakan obat sintetik organik di Farmakope Indonesia

karena dengan alat ini dapat mengetahui senyawa murni atau telah mengalami degradasi.

Sebab senyawa hasil peruraian dan

senyawa induknya diharapkan dapat

terpisah dengan baik.

(27)

Sampling Sediaan

Uji

keseragaman volume

Encer: bisa dipipet Kental:

konversi volume dengan menimbang (cari nilai ρ)

Cairan

Tdd bahan aktif, pengisi dan cangkang Masing-

masing kapsul ditimbang Isi kapsul dikeluarkan dan ditimbang

Kapsul

Diambil 20 tab mempunyai keseragaman bobot dari 1 batch

1 batch tdd 100 atau 1000 tab

Tablet / kaplet

(28)

Thank you

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menetapkan kadar metformin HCl yang ada pada sediaan tablet.. Pemeriksaan kadar zat aktif merupakan persyaratan yang harus dipenuhi

spektrofotometri derivatif yang digunakan memenuhi persyaratan akurasi dan presisi dan dapat digunakan untuk menetapkan kandungan parasetamol dan kafein dalam sediaan

Jika dibandingkan dengan metode adsorpsi dan membran, metode kriogenik membutuhkan energi yang relatif besar, tetapi metode ini menghasilkan nitrogen dengan kemurnian yang

Hal ini menunjukkan bahwa kadar clopidogrel dalam sediaan tablet generik dan tablet dengan nama dagang memenuhi persyaratan seperti yang tertera pada United State Pharmacopeia

Hal ini menunjukkan bahwa kadar clopidogrel dalam sediaan tablet generik dan tablet dengan nama dagang memenuhi persyaratan seperti yang tertera pada United State Pharmacopeia

Dapat dilihat dari pengertian ilmu farmasi sendiri bahwa ilmu farmasi memformulasikan senyawa obat menjadi sebuah sediaan jadi, dan pasti senyawa obat memiliki sifat-sifat fisika

Adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati atau hewani atau dengan cara melarutkan senyawa kimia dalam pelarut yang tertera

Metode spektrofotomeri UV yang dikombinasikan dengan kalibrasi multivariat partial least square (PLS) digunakan untuk analisis senyawa multikomponen dalam sediaan