Sebagai pengelola fiskal daerah, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan secara berkala menyusun Tinjauan Fiskal Daerah (KFR) Sulawesi Selatan. Semoga Allah subhanahuwata'ala selalu menganugerahkan kepada kita ilmu, kesehatan, kekuatan dan keleluasaan dalam upaya kita berkontribusi dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter. 109 Tabel 7-3 Berbagai Output Capaian dan Penerima Manfaat PC-PEN APBD Klaster Pengadaan Penanganan Dampak Ekonomi Berbagai Pemerintah Daerah di Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2020.
DASHBOARD MAKRO-FISKAL SULAWESI SELATAN 2020
INDIKATOR MAKRO EKONOMI
INDIKATOR KESEJAHTERAAN
MANDATORY SPENDING
1 BAB I SASARAN PEMBANGUNAN DAN TANTANGAN DAERAH
PENDAHULUAN
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan kewenangan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatur sendiri dan mengurus urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Untuk mencapai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara optimal, perlu direncanakan kerangka fiskal yang sesuai dengan kapasitas masing-masing daerah, terutama yang berkaitan dengan kerangka fiskal dan identifikasi kebutuhan, kendala dan peluang yang dimiliki daerah. . Regulasi fiskal yang tepat diperlukan untuk implementasi SDGs di provinsi dan kabupaten/kota agar alokasi dana pemerintah lebih tepat sasaran.
TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
Namun proses pembangunan daerah di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 mengalami dinamika yang antara lain disebabkan oleh adanya. Perubahan RKPD tahun 2020 meliputi perubahan pada: (1) kerangka perekonomian dan keuangan daerah; (2) tujuan pembangunan daerah; (3) prioritas pembangunan daerah; dan (4) sasaran kinerja pemerintahan daerah. Perubahan RKPD tahun 2020 meliputi perubahan pada: (1) kerangka perekonomian dan keuangan daerah; (2) tujuan pembangunan daerah; (3) prioritas pembangunan daerah; dan (4) sasaran kinerja pemerintahan daerah.
TANTANGAN DAERAH 1 Tantangan Ekonomi Daerah
Penerapan PSBB/M sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial masyarakat, perekonomian nasional dan daerah, serta stabilitas sistem keuangan. 11 Penerapan PSBB/M sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial masyarakat, perekonomian nasional dan daerah, serta stabilitas sistem keuangan. 4 https://www.antaranews.com/berita/1778845/kabupaten-zona-merah-covid-19-di-sulsel-beralih-ke-zona-oranye diakses 12 Oktober 2020.
BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISIS EKONOMI REGIONAL
- INDIKATOR EKONOMI MAKRO FUNDAMENTAL 1. Produk Domestik Regional Bruto
- INDIKATOR KESEJAHTERAAN
- EFEKTIVITAS KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI DAN PEMBANGUNAN REGIONAL
Rata-rata pendapatan setiap penduduk Sulawesi Selatan pada tahun 2020 yang tercermin dalam PDB per kapita adalah sebesar Rp56,51 juta, sedikit di bawah pendapatan nasional sebesar Rp56,90. Dilihat dari wilayahnya, penurunan ketimpangan pendapatan di Sulawesi Selatan pada tahun 2020 terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Rata-rata NTP Sulawesi Selatan pada tahun 2020 sebesar 96,97, jauh di bawah rata-rata NTP nasional sebesar 101,65.
BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN DI TINGKAT REGIONAL
- APBN TINGKAT PROVINSI
- PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL .1 Penerimaan Perpajakan
- BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL
- TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA Pada tahun 2020 terdapat
- ANALISIS CASH FLOW APBN TINGKAT REGIONAL
- PENGELOLAAN BLU PUSAT
- PENGELOLAAN MANAJEMEN INVESTASI PUSAT
- PERKEMBANGAN DAN ANALISIS BELANJA WAJIB (MANDATORY SPENDING) DAN BELANJA INFRASTRUKTUR PUSAT DI DAERAH
Di sisi lain, realisasi pajak luar negeri tahun 2020 mencapai Rp200,28 miliar, turun Rp75,33 miliar dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp275,61 miliar. Namun hingga akhir tahun 2020, tidak ada penerimaan negara yang berasal dari hibah Provinsi Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan setiap tahunnya mengalami penurunan dan pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,70 persen, hal ini sejalan dengan tren penyaluran dana transfer di daerah yang semakin menurun dari tahun ke tahun.
Dari sisi realisasi, pada tahun 2020 realisasi dana desa mencapai Rp2,36 triliun (99,92 persen), yang berasal dari penyerapan dana desa. Terjadi defisit anggaran di Sulsel pada tahun 2020 sebesar Rp36.465,39 miliar. aliran) yang dilakukan oleh pemerintah pusat di suatu provinsi dan jangka waktu tertentu. Terjadi penurunan arus kas keluar Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar Rp3,95 triliun yang terdiri dari penurunan Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2,12 triliun dan Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar Rp1.822,64 miliar.
Pada tahun 2020 terdapat tiga belas BLUE di Sulsel khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Plafon PNBP BLU Pada tahun 2020, persentase pagu belanja yang bersumber dari penerimaan PNBP pada BLU se-Sulsel mencapai 53,84 persen. 52 Tahun 2020 Realisasi Anggaran dan Capaian Produk Strategis Sektor Pendidikan Tabel 3-12 Produk Strategis Sektor Pendidikan (Miliar Rp).
Pada tahun 2020, dari total pagu yang dikelola sebesar Rp613,78 miliar, tingkat persentase survei anggaran output strategis sektor pendidikan mencapai Rp589,95 miliar (96,12 persen).
BAB IV PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD
- APBD TINGKAT PROVINSI (KONSOLIDASI PEMDA)
- PENDAPATAN DAERAH
- BELANJA DAERAH
- SURPLUS/DEFISIT APBD
- PEMBIAYAAN
- ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH .1 Analisis Horizontal dan Vertikal
- PERKEMBANGAN BELANJA WAJIB DAERAH
Meski target pendapatan daerah Sulsel tahun 2020 diturunkan, namun tidak demikian dengan pagu belanja yang meningkat Rp681 miliar atau 1,47 persen dari tahun sebelumnya. Sumber TKDD yang paling dominan pada tahun 2020 adalah Dana Tujuan Umum (DAU) yang berjumlah 59 persen dari total realisasi TKDD. Secara total, pertumbuhan ruang fiskal Sulsel pada tahun 2020 sebesar 14,78 triliun dengan rasio terhadap pendapatan sebesar 38,26 persen, turun 31,05 persen dari tahun sebelumnya.
Penurunan pajak daerah hanya sebesar Rp5,08 triliun atau turun sepuluh persen (Rp564,33 miliar) dari tahun sebelumnya. Realisasi belanja dan transfer pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 sebesar Rp37,02 triliun atau 80,01 persen dari total pagu, mengalami kontraksi sebesar 8,8 persen dibandingkan realisasi belanja tahun sebelumnya. Belanja energi dan sumber daya mineral meningkat signifikan menjadi Rp255 miliar atau meningkat 762,06 persen dari tahun sebelumnya.
Terjadi peningkatan belanja hibah yang signifikan hingga mencapai Rp2,5 triliun atau meningkat 42,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren realisasi belanja modal mengalami penurunan menjadi Rp5,9 triliun pada tahun 2020, atau berkurang 20,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,5 triliun. Hal lain justru terjadi pada rasio belanja pegawai terhadap total belanja yang mencapai 39,72 persen, naik 3,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan peningkatan realisasi biaya tak terduga yang mencapai 763,57 miliar atau meningkat 6454 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 11,65 miliar.
PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KONSOLIDASIAN
Dibandingkan dengan realisasi pendapatan konsolidasi tahun sebelumnya (yyy), seluruh jenis pendapatan mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2020. Pendapatan konsolidasi pada tahun 2020 mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 10,3 persen atau turun Rp1,66 triliun (yoy) dibandingkan tahun lalu. Penerimaan pajak konsolidasi pada tahun 2020 didominasi oleh penerimaan pajak pusat sebesar Rp9,37 triliun atau 64,87 persen dari pajak konsolidasi.
Belanja daerah Provinsi Sulawesi Selatan secara konsolidasi pada tahun 2020 setelah penghapusan rekening bersama (linked) mencapai Rp55,42 triliun dengan perbandingan persentase belanja pemerintah daerah sebesar 66,87 persen atau mencapai Rp37,06 triliun dan belanja pemerintah pusat sebesar Rp3,3331 persen atau 3,3331 persen. 82 Beban pegawai, beban barang dagangan, dan beban modal tetap menyumbang porsi terbesar terhadap beban konsolidasi pada tahun 2020. Penurunan realisasi tiga komponen beban terbesar pada beban konsolidasi pada tahun 2020 yaitu beban modal, beban pegawai, beban barang dan bagus. terhadap kebijakan pemerintah untuk menolak dan merealokasi belanja pemerintah untuk biaya pengobatan Covid-19.
Pada tahun 2020, pengeluaran per penduduk di provinsi Sulawesi Selatan 6,2 juta per orang yang turun sebesar 0,9 juta per orang (yyyy). Pada tahun 2020, rasio belanja pendidikan konsolidasi terhadap jumlah penduduk di Kota Makassar sebesar Rp2,2 juta per orang atau menurun sebesar 11 persen (yyyy). 85 Rasio belanja modal pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah adalah sebesar 0,54 pada tahun 2020, atau meningkat sebesar 0,4 basis poin (year-on-year).
Porsi anggaran yang mengalami peningkatan pada tahun 2020 hanyalah sektor Ketertiban dan Perdamaian, Kesehatan serta Pariwisata dan Kebudayaan.
SURPLUS/ DEFISIT Pada
86 Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan alokasi untuk mendukung kegiatan Satuan Pengamanan Covid di bidang hukum dan ketertiban. Kebijakan pemberian insentif kepada tenaga kesehatan dan belanja alat kesehatan untuk menangani Covid juga mendorong peningkatan pendanaan di bidang kesehatan. Meningkatnya hibah pada sektor pariwisata dan budaya ini disebabkan adanya rangsangan pemerintah pada sektor pariwisata yang merupakan sektor paling terdampak pandemi Covid.
ANALISIS KONTRIBUSI PEMERINTAH DALAM PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)
87 Tabel 5-9 menunjukkan bahwa kontribusi pengeluaran pemerintah terhadap PDRB sebesar 7,71 persen, sedangkan investasi pemerintah terhadap PDRB sebesar 1,79 persen. Perekonomian Sulsel mencatatkan pertumbuhan minus 0,7 persen pada tahun 2020, sehingga dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang terpuruk secara signifikan, maka kontribusi belanja pemerintah sangat diperlukan untuk memperbaiki kondisi perekonomian.
BAB VI KEUNGGULAN EKONOMI SERTA TANTANGAN FISKAL REGIONAL
- SEKTOR UNGGULAN SULSEL
- SEKTOR POTENSIAL SULSEL
- TANTANGAN FISKAL REGIONAL DALAM MENDORONG POTENSI EKONOMI DAERAH
Dengan demikian, sektor basis di Sulawesi Selatan pada tahun 2016 hingga 2020 adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; Pada tahun 2020, industri pertanian, kehutanan, dan perikanan kembali menjadi sektor unggulan di Sulawesi Selatan. Berbeda dengan kondisi kerja, bisnis di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami peningkatan pada tahun 2020.
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Bidang usaha yang bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor mengalami kontraksi pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, penyaluran KUR sektor grosir dan eceran mencapai Rp3,88 triliun dengan jumlah debitur mencapai 149.182 pelaku usaha. Dari sisi penunjang konsumsi sektor konstruksi, realisasi penyaluran DAK fisik tahun 2020 sebesar Rp2,64.
Dukungan APBN melalui dana transfer berupa DAK Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan yang diamanatkan pada tahun 2020 sebesar Rp31,24 miliar, turun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp40,97 miliar. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih pada sektor perikanan. 97 Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) sektor perikanan di Sulsel selama tiga tahun terus meningkat dari Rp182,97 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp416,23 miliar pada tahun 2020. Pada tahun 2020 terealisasi Rp223,36 miliar di bidang kelautan dan perikanan. , turun dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 266,96 miliar.
Intervensi pemerintah pusat pada sektor perikanan dari sisi belanja negara sebesar Rp187,39 miliar pada tahun 2020, terealisasi sebesar Rp132,14 miliar.
BAB VII PEMANFAATAN ANGGARAN HASIL REFOCUSING DAN REALOKASI APBD TINGKAT PROVINSI UNTUK
PROGRAM PC-PEN DI SULSEL
- KEBIJAKAN PENANGANAN PANDEMI COVID-19
- REFOCUSING DAN REALOKASI APBD TA 2020
- PEMANFAATAN HASIL REFOCUSING DAN REALOKASI APBD TINGKAT PROVINSI UNTUK PROGRAM PC-PEN DI SULSEL
- PERBANDINGAN PEMANFAATAN HASIL REFOCUSING DAN REALOKASI APBD ANTAR PEMDA UNTUK PROGRAM PC-PEN DI LINGKUP SULSEL
- BAB VIII PENUTUP
- KESIMPULAN
- REKOMENDASI
PENGGUNAAN HASIL REORGANISASI DAN REDISTRIBUSI APBD TINGKAT PROVINSI UNTUK PROGRAM PC-PEN PROVINSI SULSEL UNTUK PROGRAM PC-PEN DI SULSEL. Pengelolaan Kesehatan merupakan program prioritas PC-PEN yang mendapat alokasi anggaran terbesar dibandingkan dua prioritas lainnya. Total anggaran kesehatan tersebut setara dengan 34,54 persen dari total anggaran penataan kembali PC-PEN pada klaster kesehatan seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel yang mencapai Rp859,45 miliar.
Sementara jika dibandingkan dengan realisasi anggaran APBN PEN wilayah Sulsel yang sebesar Rp558,38 miliar, anggaran PC-PEN kesehatan Pemprov Sulsel hampir separuhnya. Anggaran Pengelolaan Kesehatan PC-PEN Pemprov Sulsel Tahun 2020 digunakan untuk membiayai pelayanan insentif tenaga kesehatan, alat kesehatan, obat-obatan, bahan habis pakai atau bahan kesehatan, serta biaya operasional dan rehabilitasi bangunan. Seluruh anggaran PC-PEN Penanganan Kesehatan Pemprov Sulsel dilaksanakan di sebelas organisasi perangkat daerah (OPD).
Jumlah tersebut setara dengan 89,84 persen dari total anggaran pengelolaan dampak ekonomi dalam APBD Pemprov Sulsel tahun 2020. Jaring Pengaman Sosial merupakan klaster yang memiliki alokasi anggaran paling kecil diantara ketiga klaster PC-PEN di Pemprov Sulsel pada tahun 2020. Tahun 2020. Pada klaster Pengendalian Dampak Ekonomi, porsi belanja terbesar dialokasikan oleh Pemprov Sulsel yakni 44,39 persen dari total anggaran PC-PEN sebesar 580,12 miliar. Rp.
Khusus Pemprov Sulsel, hasil refocusing dan redistribusi anggaran PC-PEN sebesar Rp580,12 miliar sebagian besar digunakan untuk mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi masing-masing sebesar 51,13 persen dan 44,39 persen, sedangkan hanya 4 persen untuk menyediakan jaring pengaman sosial. diberikan 45 persen.
DAFTAR PUSTAKA