• Tidak ada hasil yang ditemukan

23Tugas 2 MANAJEMEN STRATEGI

N/A
N/A
ALDA MUNALISSA

Academic year: 2024

Membagikan "23Tugas 2 MANAJEMEN STRATEGI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas 2 MANAJEMEN STRATEGI 002/MENSTRA/23

Tanggal 06 Oktober 2023

TEMA: ANALISIS SWOT MATRIX & DETERMINASI STRATEGI PETUNJUK:

1. Mahasiswa wajib memiliki naskah Tugas nomor 001/MENSTRA/20-21 dan telah dikembalikan serta di nilai.

2. Berdasarkan hasil naskah tugas tersebut, Mahasiswa mengisi dan memberikan nilai baik Bobot dan Rating berdasarkan justifikasi manajerial atas faktor-faktor penting yang diyakini baik secara intuisi maupun rasional, memberikan pengaruh terhadap Visi dan Misi serta Tujuan/Sasaran Perusahaannya.

3. Gunakan template ini untuk mempermudah Mahasiswa dalam menjawabnya.

TEMPLATE NASKAH UNTUK TUGAS:

Nama Lengkap : Alda Munalissa

N I M : 230200008

No. Tugas :

002/MENTRA/23

TEMA :

Analisis SWOT Matrix & Determinasi Strategi

I. PROFIL FAKTOR-FAKTOR PENTING Sebutkan Faktor-faktor berdasarkan kolom:

PELUANG KEKUATAN

1. Peningkatan Permintaan Energi.

Seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri, permintaan energi, termasuk minyak dan gas, mungkin meningkat, memberikan peluang bagi Pertamina untuk memperluas produksi dan penyediaan energi.

2. Investasi Infrastruktur Energi.

Investasi dalam infrastruktur energi, seperti pembangunan kilang minyak baru, pipa, dan terminal, dapat membuka peluang bagi Pertamina untuk memperluas kapasitas produksi dan distribusi mereka.

1. Akses ke Sumber Daya Alam. Memiliki akses yang kuat dan luas ke sumber daya alam seperti minyak bumi, gas alam, dan tambang, memungkinkan Pertamina untuk menghasilkan energi secara besar- besaran dan memasok kebutuhan dalam negeri.

2. Infrastruktur yang Kuat. Memiliki infrastruktur yang luas dan berkualitas, termasuk kilang minyak, jaringan pipa, terminal penyimpanan, dan stasiun pengisian bahan bakar, memastikan pengolahan dan distribusi yang efisien.

3. Dukungan Pemerintah. Mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah sebagai

(2)

3. Kerjasama Internasional. Peluang untuk bermitra dengan perusahaan energi internasional atau pemerintah asing dalam eksplorasi, produksi, atau distribusi minyak dan gas, yang dapat memperluas jangkauan geografis dan memperoleh akses ke sumber daya baru.

4. Pengembangan Energi Terbarukan.

Pergeseran ke energi terbarukan seperti tenaga matahari, angin, atau energi biomassa memberikan peluang bagi Pertamina untuk berinovasi dan berinvestasi dalam sumber energi hijau.

5. Teknologi dan Inovasi. Adopsi teknologi baru dan inovasi dalam eksplorasi, produksi, dan pengolahan energi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak lingkungan.

badan usaha milik negara, baik dalam hal regulasi yang menguntungkan maupun investasi ke sektor energi, memberikan kestabilan dan keamanan dalam beroperasi.

4. Keahlian Teknis dan Tenaga Kerja.

Memiliki tim ahli dan tenaga kerja terlatih yang memiliki pengetahuan dan keahlian teknis dalam eksplorasi, produksi, dan pengelolaan energi, mendukung efisiensi operasional.

5. Kapasitas Produksi Besar. Memiliki kapasitas produksi besar di berbagai jenis energi, termasuk minyak bumi, gas alam, dan energi terbarukan, memungkinkan Pertamina untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

ANCAMAN KELEMAHAN

1. Fluktuasi Harga Minyak dan Gas.

Perubahan harga minyak dan gas dunia dapat mempengaruhi pendapatan dan keuntungan Pertamina secara signifikan, mengakibatkan volatilitas di pasar energi.

2. Perubahan Kebijakan Pemerintah.

Perubahan kebijakan pemerintah terkait regulasi, pajak, atau subsidi energi dapat berdampak pada operasi, keuntungan, dan strategi bisnis Pertamina.

3. Persaingan yang Ketat. Persaingan yang sengit dari perusahaan energi domestik dan internasional dapat mengancam pangsa pasar dan harga produk Pertamina, mempengaruhi kinerja dan pertumbuhan perusahaan.

4. Perkembangan Teknologi. Kemajuan teknologi dalam energi terbarukan atau metode ekstraksi energi baru dapat mengubah dinamika industri, mempengaruhi permintaan terhadap produk-produk konvensional dan merugikan Pertamina jika tidak beradaptasi dengan cepat.

5. Ketidakpastian Pasar Global.

Ketidakpastian ekonomi, perubahan geopolitik, konflik, atau situasi krisis dapat mempengaruhi harga minyak

1. Biaya Produksi Tinggi. Proses produksi minyak dan gas alam, termasuk eksplorasi dan pengelolaan, dapat memakan biaya yang tinggi, yang dapat mempengaruhi marjin keuntungan dan daya saing Pertamina.

2. Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil. Ketergantungan yang tinggi pada produksi bahan bakar fosil membuat Pertamina rentan terhadap pergeseran pasar ke energi terbarukan dan penurunan permintaan produk bahan bakar fosil.

3. Kapasitas Kilang Tidak Memadai.

Kapasitas produksi kilang minyak yang mungkin tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan dalam negeri, terutama saat ada lonjakan tiba-tiba dalam permintaan energi.

4. Birokrasi dan Tata Kelola Perusahaan. Kebijakan internal yang kaku, hambatan birokrasi, atau kekurangan fleksibilitas operasional dapat menghambat inovasi dan pengambilan keputusan yang cepat.

5. Risiko Geopolitik. Keterlibatan dalam proyek-proyek internasional atau pasokan dari wilayah yang terkena konflik atau ketidakstabilan politik dapat membawa risiko geopolitik

(3)

dan gas, mengganggu rantai pasokan, dan mengakibatkan kerugian keuangan bagi Pertamina.

yang dapat mempengaruhi produksi dan pasokan energi.

Catatan: Lebih dari 5 faktor tidak masalah sepanjang tidak redundant (berulang-ulang) dengan tema/topik/unsur

II. NILAI FAKTOR-FAKTOR PROFIL PERUSAHAAN A. 1. Lingkungan Eksternal

Membuat Pembobotan dengan skala digunakan 0-4. Keterangan:

1. Sangat Tinggi: 4 2. Tinggi: 3

3. Sedang:2 4. Rendah: 1

5. Tidak Berpengaruh: 0 TEMPLATE ISIAN A.1 :

FAKTOR-FAKTOR PENGARUH NILAI %

BOBOT PROPORSIONA

L

PELUANG 1. Peningkatan Permintaan Energi.

Pengaruh pada permintaan energi yang meningkat mendorong Pertamina untuk meningkatkan produksi energi, khususnya minyak dan gas. Ini dapat mengakibatkan peningkatan pendapatan perusahaan karena peningkatan penjualan energi.

Sangat tinggi

10% 4

2. Investasi Infrastruktur Energi.

Adanya pengaruh investasi dalam infrastruktur energi, seperti kilang minyak dan fasilitas penyimpanan, memungkinkan peningkatan kapasitas produksi minyak dan gas, yang pada gilirannya dapat menghasilkan lebih banyak energi untuk memenuhi permintaan pasar.

Sangat Tinggi

10% 4

(4)

3. Kerjasama Internasional

Kerjasama internasional memiliki pengaruh penting pada PT Pertamina Persero, terutama dalam konteks industri energi global.

Sangat Tinggi

10% 4

4. Pengembangan Energi

Terbarukan.

Pengembangan energi terbarukan memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero, khususnya dalam konteks perubahan paradigma global menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Tinggi 10% 3

5. Teknologi dan Inovasi.

Adanya pengaruh dari faktor teknologi dan inovasi pada PT Pertamina Persero mencakup beberapa aspek kunci yang dapat mempengaruhi kinerja, daya saing, dan transformasi perusahaan. Inovasi dalam

teknologi dapat

meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh Pertamina, memenuhi atau bahkan melebihi ekspektasi pelanggan.

Sangat Tinggi

10% 4

ANCAMAN 1. Fluktuasi Harga

Minyak dan Gas

Fluktuasi harga minyak dan gas memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan. Fluktuasi harga minyak dan gas mempengaruhi pendapatan dan marjin keuntungan Pertamina. Harga yang tinggi meningkatkan pendapatan tetapi dapat mengakibatkan biaya operasional yang lebih tinggi, sedangkan harga yang rendah dapat mengurangi pendapatan.

Sangat Tinggi

10% 4

2. Perubahan Kebijakan Pemerintah

Perubahan kebijakan pemerintah memiliki pengaruh besar pada PT

Sangat Tinggi

10% 4

(5)

Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan. Perubahan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi regulasi industri energi, termasuk aturan produksi, distribusi, dan keamanan operasional.

Kebijakan baru dapat mempengaruhi tata cara bisnis dan kepatuhan perusahaan.

3. Persaingan yang Ketat.

Persaingan yang ketat dalam industri energi memiliki dampak yang signifikan pada PT Pertamina Persero.

Persaingan yang ketat bisa menyebabkan penurunan harga produk energi.

Pertamina harus mengatasi tekanan ini dengan mengoptimalkan biaya dan mencari cara untuk mempertahankan marjin keuntungan yang layak

Tinggi 10% 3

4. Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan. Perkembangan teknologi memungkinkan

Pertamina untuk

menginvestasikan dan mengembangkan energi bersih, seperti tenaga surya, angin, dan energi biomassa.

Hal ini sejalan dengan tren global menuju energi berkelanjutan.

Tinggi 10% 3

5. Ketidakpastian Pasar Global.

Ketidakpastian pasar global memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan. Ketidakpastian pasar global juga dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Nilai tukar yang fluktuatif dapat memengaruhi biaya impor,

Tinggi 10% 3

(6)

ekspor, dan margin keuntungan Pertamina.

Total 100% 72

A. 2. Lingkungan Eksternal

Membuat Rating atas keberadaan Faktor-faktor dan dampak pada keberadaan Perusahaan.

Keterangan Peluang Ancaman

Sangat Tinggi 4 -4

Tinggi 3 -3

Sedang 2 -2

Rendah 1 -1

TEMPLATE ISIAN A.2 :

Faktor-Faktor Keadaan Usaha PT RATING

PELUANG 1. Peningkatan Permintaan

Energi Tinggi 3

2. Investasi Infrastruktur

Energi. Sangat Tinggi 4

3. Kerja sama Internasional

Sangat Tinggi 4

4. Pengembangan Energi

Terbarukan Tinggi 3

5. Teknologi dan Inovasi

Sangat Tinggi 4

ANCAMAN 1. Fluktuasi Harga Minyak

dan Gas Sangat Tinggi -4

(7)

2. Perubahan Kebijakan

Pemerintah Sangat Tinggi -4

3. Persaingan yang Ketat Sangat Tinggi -4

4. Perkembangan

Teknologi Sangat Tinggi -4

5. Ketidakpastian Pasar

Global Sangat Tinggi -4

A.3. PROFIL NILAI LINGKUNGAN EKSTERNAL

TEMPLATE ISIAN A.1 + A.2. Gabungkan Template Isian A.1 dan A.2 untuk dapatkan Koordinat = Bobot x Rating

FAKTOR-

FAKTOR Bobot Proposional Rating Nilai

PELUANG 1. Peningkatan Permintaan Energi

4 3 12

2. Investasi Infrastruktur Energi.

4 4 16

3. Kerjasama

Internasional 4 4 16

4. Pengembangan Energi

Terbarukan.

3 3 9

5. Teknologi dan

Inovasi. 4 4 16

ANCAMAN 1. Fluktuasi Harga

Minyak dan Gas 4 -4 -16

2. Perubahan Kebijakan Pemerintah

4 -4 -16

3. Persaingan

yang Ketat. 3 -4 -12

4. Perkembangan

Teknologi 3 -3 -9

5. Ketidakpastian

Pasar Global. 3 -4 -12

(8)

36 -1 4

ΣTotal - Koordinat 36-4= 32

B. 1. Lingkungan Eksternal

Membuat Pembobotan dengan skala digunakan 0-4. Keterangan:

1. Sangat Tinggi: 4 2. Tinggi: 3

3. Sedang: 2 4. Rendah: 1

5. Tidak Berpengaruh: 0

4

FAKTOR-FAKTOR PENGARUH NILAI %

BOBOT PROPORSIONA

L

KEKUATAN 1. Akses ke Sumber

Daya Alam

Kekuatan akses ke sumber daya alam memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan, baik ke sumber daya alam, seperti minyak dan gas, memberikan stabilitas

dalam pasokan,

memastikan kelangsungan operasional Pertamina dan memenuhi permintaan pasar dengan andal.

Tinggi 10% 3

2. Infrastruktur yang Kuat

Kekuatan infrastruktur yang kuat memiliki pengaruh besar pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan,

memungkinkan Pertamina untuk meningkatkan efisiensi dalam seluruh rantai pasok, termasuk produksi, penyimpanan, transportasi, dan distribusi energi.

Sangat Tinggi

10% 4

(9)

3. Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah memiliki pengaruh signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan, dapat membentuk kebijakan energi yang mempengaruhi strategi dan operasional Pertamina. Subsidi, insentif, dan regulasi adalah contoh kebijakan yang dapat memengaruhi bisnis energi.

Tinggi 10% 3

4. Keahlian Teknis dan Tenaga Kerja

Kekuatan keahlian teknis dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan, memungkinkan Pertamina untuk melakukan inovasi

produk dan

pengembangan teknologi baru, meningkatkan daya saing dan respons terhadap permintaan pasar yang berubah.

Tinggi 10% 3

5. Kapasitas Produksi Besar

Kekuatan produksi besar memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara keseluruhan, Produksi besar dapat memengaruhi harga energi dan mengubah dinamika persaingan di pasar.

Pertamina dapat memanfaatkan skala

produksi untuk

mempertahankan harga yang kompetitif.

Tinggi 10% 3

KELEMAHAN 1. Biaya Produksi

Tinggi

Biaya produksi tinggi adalah kelemahan yang signifikan bagi PT Pertamina Persero dan industri energi secara umum. Pengaruh seperti

Sangat Tinggin

10% 4

(10)

Penurunan Keuntungan, Kenaikan Harga Produk, dan Kerentanan terhadap Perubahan Harga Pasar 2. Ketergantungan

pada Bahan Bakar Fosil.

Ketergantungan pada bahan bakar fosil adalah kelemahan yang signifikan bagi PT Pertamina Persero dan industri energi secara umum. Bahan bakar fosil berkontribusi pada polusi dan perubahan iklim.

Ketergantungan pada

mereka dapat

menimbulkan tekanan publik dan regulasi pemerintah untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Sangat Tinggi

10% 4

3. Kapasitas Kilang Tidak Memadai.l

Kelemahan dalam kapasitas tilang yang tidak memadai memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara umum. Kapasitas tilang yang tidak memadai dapat mempengaruhi keselamatan di tempat kerja dan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan undang- undang yang mengatur operasi dan keselamatan industri.

Sangat Tinggi

10% 4

4. Birokrasi dan Tata Kelola Perusahaan.

Kelemahan dalam birokrasi dan tata kelola perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi secara umum. Birokrasi yang berlebihan dapat memperlambat proses pengambilan keputusan, mengganggu responsifitas perusahaan terhadap perubahan pasar, persaingan, atau kebutuhan pelanggan.

Sangat Tinggi

10% 4

(11)

5. Risiko Geopolitik.

Kelemahan dalam menghadapi risiko geopolitik memiliki pengaruh yang signifikan pada PT Pertamina Persero dan industri energi

secara umum.

Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan risiko investasi dalam proyek- proyek baru dan ekspansi ke pasar asing, mempengaruhi rencana pertumbuhan jangka panjang dan keuntungan perusahaan.

Sangat Tinggi

10% 4

Total 100% 36

B. 2. Lingkungan Internal

Membuat Rating atas keberadaan Faktor-faktor Internal dan dampak pada keberadaan Perusahaan.

Keterangan Kekuatan Kelemahan

Sangat Tinggi 4 -4

Tinggi 3 -3

Sedang 2 -2

Rendah 1 -1

TEMPLATE ISIAN B.2 :

Faktor-Faktor Keadaan Usaha PT RATING

KEKUATAN 1. Akses ke Sumber Daya

Alam Sangat Tinggi 4

2. Infrastruktur yang Kuat Sangat Tinggi 4

(12)

3. Dukungan Pemerintah Sangat Tinggi 4 4. Keahlian Teknis dan

Tenaga Kerja Sangat Tinggi 4

5. Kapasitas Produksi

Besar Sangat Tinggi 4

KELEMAHAN

1. Biaya Produksi Tinggi Tinggi -3

2. Ketergantungan pada

Bahan Bakar Fosil Tinggi -3

3. Kapasitas Kilang Tidak

Memadai Tinggi -3

4. Birokrasi dan Tata

Kelola Perusahaan Sangat Tinggi -4

5. Risiko Geopolitik Tinggi -3

B.3. PROFIL NILAI LINGKUNGAN INTERNAL

TEMPLATE ISIAN B.1 + B.2. Gabungkan Template Isian B.1 dan B.2 untuk dapatkan Koordinat = Bobot x Rating

FAKTOR-

FAKTOR Bobot Proposional Rating Nilai

KEKUATAN 1. Akses ke Sumber

Daya Alam 3 4 12

2. Infrastruktur

yang Kuat 4 4 16

3. Dukungan

Pemerintah 3 4 12

4. Keahlian Teknis dan Tenaga Kerja

3 4 12

5. Kapasitas

Produksi Besar 3 4 12

KELEMAHAN

(13)

1. Biaya Produksi

Tinggi 4 -3 -12

2. Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil

4 -3 -12

3. Kapasitas Kilang

Tidak Memadai 4 -3 -12

4. Birokrasi dan Tata Kelola Perusahaan.

4 -4 -16

5. Risiko

Geopolitik. 4 -3 -12

36 4 0

ΣTotal - Koordinat 36-0=36

III. DETERMINASI STRATEGI PERUSAHAAN

3.1 PLOTING KOORDINAT HASIL ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL

&INTERNAL

3.2 Uraikan Penempatan Strategi yang akan dijalankan oleh Perusahaan bersama dengan SWOT MATRIK dan RUMUSAN OPERASIONAL

PT Pertamina adalah sebuah perusahaan besar di industri minyak dan gas. Berikut penjelasan mengenai penempatan strategi, analisis SWOT, dan rumusan operasional yang mungkin bisa dijalankan oleh PT Pertamina:

1. Penempatan Strategi:

PT Pertamina dapat mempertimbangkan beberapa strategi, termasuk:

-20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20

Analisis diagram

Tingkat

Bobot Proposional Rating

Nilai

(14)

 Diversifikasi Produk dan Layanan: Mengembangkan portofolio produk dan layanan untuk mencakup energi terbarukan dan teknologi hijau.

 Inovasi Teknologi: Fokus pada inovasi dan investasi dalam teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan.

 Kemitraan Strategis: Membangun kemitraan dengan perusahaan teknologi dan energi untuk meningkatkan akses ke teknologi baru dan pasar internasional.

 Pengembangan Pasar Ekspor: Memperluas penetrasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada pasar lokal.

2. Analisis SWOT

 Strengths (Kekuatan)

 Kapasitas produksi minyak dan gas yang besar.

 Riset dan pengembangan teknologi yang kuat.

 Basis pelanggan yang besar dan loyal.

 Weaknesses (Kelemahan):

 Ketergantungan terhadap harga minyak global.

 Keterbatasan infrastruktur dan efisiensi operasional.

 Risiko lingkungan dan regulasi yang ketat.

 Opportunities (Peluang):

 Peningkatan permintaan energi terbarukan.

 Pertumbuhan pasar energi hijau.

 Kemitraan strategis untuk inovasi teknologi.

 Threats (Ancaman):

 Fluktuasi harga minyak global.

 Persaingan sengit di industri energi.

 Perubahan kebijakan energi dan lingkungan.

3. Rumusan Operasional:

 Peningkatan Efisiensi Operasional:

 Menerapkan teknologi terbaru untuk memaksimalkan efisiensi produksi dan distribusi.

 Melakukan optimalisasi rantai pasok untuk mengurangi biaya produksi.

 Pengembangan SDM:

 Memberdayakan karyawan dengan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas.

 Menggalakkan kolaborasi antarunit kerja untuk memanfaatkan pengetahuan internal.

 Konservasi Energi dan Keberlanjutan:

 Menginvestasikan dalam energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

 Menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan.

A.3.2 TEMPLATE SWOT MATRIX

ISI BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR DIATAS, SANDINGKAN TIAP KOLOM UNTUK ANDA HADIRKAN LANGKAH TAKTIS YANG DIYAKINI UNTUK EKSEKUSI STRATEGI.

KEKUATAN Optimalkan infrastruktur dan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat.

KELEMAHAN Tingkatkan efisiensi

operasional dan manajemen rantai pasok untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur.

(15)

PELUANG

Investasikan dalam teknologi energi terbarukan dan ramah lingkungan untuk mengantisipasi perubahan kebijakan energi global.

KEKUATAN/PELUANG LANGKAH TAKTIS:

1. Identifikasi area-area di fasilitas produksi yang membutuhkan

peningkatan atau perbaikan

infrastruktur.

2. Lakukan analisis permintaan pasar untuk mengidentifikasi tren dan pola permintaan energi yang dapat mempengaruhi

keputusan investasi di infrastruktur.

3. Tetapkan tim tugas

khusus untuk

memantau dan

memastikan optimalisasi kapasitas produksi sesuai dengan perkiraan pertumbuhan

permintaan.

KELEMAHAN/PELU

ANG LANGKAH

TAKTIS;

1. Lakukan audit operasional mendalam untuk mengidentifikasi area-area efisiensi yang dapat ditingkatkan di seluruh rantai pasok.

2. Implementasikan sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi untuk meminimalkan risiko keterlambatan dan gangguan pasokan.

3. Kembangkan strategi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya internal dan eksternal guna mengatasi keterbatasan infrastruktur

ANCAMAN

Tingkatkan kolaborasi dan inovasi internal untuk mengatasi ketidakpastian harga minyak global.

ANCAMAN/KEKUA TAN LANGKAH TAKTIS:

1. Identifikasi teknologi energi terbarukan yang paling sesuai dengan model bisnis dan infrastruktur PT Pertamina.

2. Rencanakan investasi dalam teknologi ramah lingkungan dengan mempertimbangkan keuntungan jangka panjang dan implikasi kebijakan yang berpotensi mendorong penggunaan energi terbarukan.

3. Bentuk tim khusus yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memantau proyek investasi energi terbarukan.

KELEMAHAN/ANCA MAN LANGKAH TAKTIS:

1. Galakkan kolaborasi antar unit kerja untuk mengumpulkan wawasan dan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika harga minyak global.

2. Bentuk kelompok tugas

khusus untuk

mengidentifikasi strategi pengelolaan risiko harga minyak dan berbagi pengetahuan yang diperlukan di seluruh organisasi.

3. Fasilitasi forum diskusi dan lokakarya yang mendorong inovasi dan gagasan baru untuk mengatasi ketidakpastian harga minyak global

A.3.3 RUMUSAN OPERASIONAL STRATEGI

OPERASIONAL TUJUAN OPERASIONAL PENANGGUNG JAWAB

(16)

1. Pengembangan Pasar Ekspor

2. Inovasi Teknologi

3. Pengembangan Pasar Ekspor

- Meningkatkan portofolio produk dan layanan dengan memasukkan energi terbarukan dan teknologi hijau.

- Menjangkau segmen pasar baru yang mencari solusi energi berkelanjutan.

- Meningkatkan efisiensi

operasional dan

keberlanjutan melalui adopsi teknologi terbaru.

- Mengoptimalkan

penggunaan teknologi

untuk mendukung

pertumbuhan perusahaan.

- Meningkatkan ekspor produk dan layanan untuk mengurangi

ketergantungan pada pasar lokal.

- Memperluas penetrasi pasar ekspor dan mendiversifikasi

pemasukan.

- Direktur Pemasaran dan Penjualan: Bertanggung jawab atas identifikasi pasar dan strategi pemasaran.

- Manajer R&D (Penelitian dan Pengembangan):

Memimpin tim untuk pengembangan produk energi terbarukan.

- Manajer Produk dan Layanan: Mengawasi perancangan dan peningkatan produk serta strategi penjualan.

- Kepala Teknologi Informasi: Bertanggung jawab atas identifikasi dan implementasi teknologi terkini.

- Manajer Operasi:

Mengawasi implementasi teknologi dalam operasi harian.

- Direktur Pengembangan Bisnis: Bertanggung jawab atas identifikasi pasar ekspor dan strategi penetrasi.

- Manajer Penjualan Internasional: Mengawasi negosiasi kontrak dan ekspansi pasar ekspo

--

Referensi

Dokumen terkait

Pertamina (persero) Fuel Retail Region II Bandar Lampung 300/BPKIMI/BBTPPI/III/2011 Audit Energi pada Unit Kelistrikan dan Penggunaan Air di Lingkungan PT. Pertamina (persero)

PT Pertamina (Persero) DPPU Pattimura, Ambon merupakan salah satu industri yang menggunakan bahan bakar solar sebagai bahan bakar refueller yang dapat menghasilkan emisi CO 2

User-Perceived E-procurement Quality memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Procurement Practice dan berdampak pada Procurement Performance pada PT..

Dari seluruh wilayah suplai dan distribusi BBM PT Pertamina (Persero), tidak seluruhnya memungkinkan untuk dilakukan optimasi biaya pengiriman BBM dengan metode

PT Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh empat BUMN yaitu Mining and Industry Indonesia (Mind Id), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang

Perusahaan juga telah memiliki infrastruktur LPG Plant di Jawa Barat dan Sumatera Selatan sebagai bagian dari Public Service Obligation PSO PT Pertamina Persero; tidak menutup

Sebagai perusahaan energi terkemuka, PT Pertamina memiliki kompleksitas operasional yang tinggi, yang menuntut proses manajemen perkantoran yang baik.. Dalam makalah ini, akan dilakukan

TUGAS AKHIR MANAJEMEN STRATEGI, STUDI KASUS PT