Tahuka h
Kamu??
ATURAN BILANGAN OKSIDASI
Korosi dalam istilah sehari-hari kita kenal
sebagai peristiwa perkaratan. Korosi ini sebenarnya
merupakan peristiwa oksidasi logam oleh gas
oksigen yang ada di udara membentuk oksidanya.
Proses korosi banyak menimbulkan masalah pada
barang-barang yang terbuat dari besi ataupun
logam-logam lain.
Gambar A Paku Gambar B Paku Berkarat
Sumber: google.com Sumber: google.com
Perhatikan reaksi yang terjadi berikut ini!
Paku (Besi) Paku Berkarat (Besi Berkarat) ...
4 Fe(s) + 3 O2(g) → 2 Fe2O3(s) 0 0 +3 -2
...
Fe Fe2O3
a. Berapakah bilangan oksidasi unsur Fe pada reaktan?
b. Berapakah bilangan oksidasi Fe dalam senyawa Fe2O3? Fe Fe2O3
... ...
Lembar Kerja Siswa
.........
Bilangan oksidasi Fe pada reaktanadalah ...., dan bilangan oksidasi Fe dalam Fe2O3
adalah ....
Fe mengalami………....(penurunan/kenaikan) bilangan oksidasi dari ... menjadi ....
sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi-oksidasi (Reaksi Redoks).
O2 Fe2O3
a. Berapakah bilangan oksidasi O dalam O2?
b. Berapakah bilangan oksidasi O dalam senyawa Fe2O3? O2 Fe2O3
... ...
.........
Bilangan oksidasi Odalam O2adalah ...., dan bilangan oksidasi O dalam Fe2O3
adalah ....
O mengalami………....(penurunan/kenaikan) bilangan oksidasi dari ... menjadi ....
sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi-oksidasi (Reaksi Redoks).
Jadi, reaksi perkaratan besi merupakan contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, apa bilangan oksidasi itu?
1. Perhatikan tabel berikut ini!
Unsur/
Senyawa/
Ion
Biloks/
Jumlah Biloks
O2 0
Na+ +1
HNO3 0
H2 0
MnO42- -2
H2SO4 0
N2 0
Mg2+ +2
HCl 0
Berdasarkan tabel di atas, yang merupakan unsur bebas adalah ...., ...., dan .... yang selalu memiliki bilangan oksidasi ... Sedangkan yang merupakan senyawa adalah ..., ..., dan ... yang selalu memiliki jumlah bilangan oksidasi ....
Baik ion monoatomik ataupun poliatomik yang terdapat dalam tabel, yakni ...., ...., dan ... memiliki bilangan oksidasi atau jumlah bilangan oksidasi yang sama dengan muatannya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
2. Tentukan jumlah elektron valensi dari masing-masing unsur di bawah ini jika diketahui nomor atomnya!
Unsur Jumlah
Elektron Konfigurasi Elektron Elektron Valensi
3Li 3 2 1 ...
6C 6 2 4 ...
8O 8 2 6 ...
9F 9 2 7 ...
11Na 11 2 8 1 ...
12Mg 12 2 8 2 ...
13Al 13 2 8 3 ...
15P 15 2 8 5 ...
17Cl 17 2 8 7 ...
20Ca 20 2 8 8 2 ...
Berdasarkan tabel di atas, golongan suatu unsur dapat ditentukan dengan jumlah elektron valensinya.
Li dan Na memiliki elektron valensi .... merupakan golongan IA
Mg dan Ca memiliki elektron valensi .... merupakan golongan IIA
Al memiliki elektron valensi .... merupakan golongan IIIA
C memiliki elektron valensi .... merupakan golongan IVA
P memiliki elektron valensi .... merupakan golongan VA
O memiliki elektron valensi .... merupakan golongan VIA
F dan Cl memiliki elektron valensi .... merupakan golongan VIIA
3. Tentukan bilangan okisdasi unsur-unsur berikut ini jika diketahui jumlah elektron valensinya!
Unsur Elektron
Valensi Golongan Biloks
3Li ... IA ...
6C ... IVA ...
8O ... VIA ...
9F ... VIIA ...
11Na ... IA ...
12Mg ... IIA ...
13Al ... IIIA ...
15P ... VA ...
17Cl ... VIIA ...
20Ca ... IIA ...
Dari contoh-contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia, unsur dengan elektron valensi kurang dari 4 (Golongan IA, IIA, dan IIIA) akan melepaskan elektron valensinya sehingga biloknya bernilai ... Sedangkan unsur dengan elektron valensi lebih dari atau sama dengan 4 (Golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA) akan menangkap elektron sehingga biloknya bernilai ...
Berilah kesimpulan tentang hubungan golongan dengan bilangan oksidasinya!
4. Tentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur dalam senyawa di bawah ini!
a. H2O
(2 x biloks H) + (1 x biloks O) = 0 (2 x biloks H) + (1 x (....)) = 0 (2 x biloks H) + (....) = 0 (2 x biloks H) = ....
Biloks H =....
b. Na2O
(2 x biloks Na) + (1 x biloks O) = 0 (2 x biloks Na) + (1 x (....)) = 0
(2 x biloks Na) = ....
Biloks Na =....
c. MgO
(1 x biloks Mg) + (1 x biloks O) = 0 Biloks Mg + biloks O = 0
Biloks Mg + (....) = 0 Biloks Mg = ....
d. CaO
(1 x biloks Mg) + (1 x biloks O) = 0
Biloks Mg + (....) = 0 Biloks Mg = ....
e. HCl
(1 x biloks H) + (1 x biloks Cl) = 0 Biloks H + biloks Cl = 0
Biloks H + (....) = 0 Biloks H = ....
f. NH3
(1 x biloks N) + (3 x biloks H) = 0 (1 x biloks N) + (3 x (....)) = 0 Biloks N + (....) = 0
Biloks N = ....
g. HF
(1 x biloks H) + (1 x biloks F) = 0 Biloks H + biloks F = 0
Biloks H + (....) = 0 Biloks H = ....
h. NF3
(1 x biloks N) + (3 x biloks F) = 0 Biloks N + (3 x (....)) = 0
Biloks N + (....) = 0 Biloks N = ....
Sebutkan atom yang memiliki bilangan oksidasi yang tetap dalam beberapa senyawa di atas!
a. ..., bilangan oksidasi = ....
b. ..., bilangan oksidasi = ....
Sedangkan atom yang memiliki biloks = +1 adalah ... dan ... merupakan Golongan IA.
Atom yang memiliki biloks = +2 adalah .... dan .... merupakan Golongan IIA.
Atom yang memiliki biloks = -1 adalah .... dan .... merupakan Golongan VIIA.
LATIHAN SOAL
1. Tentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur penyusunnya!
a. Mn b. Mn2+
c. MnO2
d. MnO42-
e. MnO4-
1. Bilangan oksidasi unsur Fe, O2, H2, dan N2 = 0
2. Bilangan oksidasi ion monoatomik Na+ = +1, Mg2+ = +2
3. Jumlah bilangan oksidasi senyawa netral HNO3 = 0 dan H2SO4 = 0, sedangkan jumlah biloks ion poliatomik MnO42- = -2
4. Bilangan oksidasi O dalam H2O , MgO, dan CaO = -2
5. Bilangan oksidasi H dalam HCl, NH3, dan HF = +1
6. Bilangan oksidasi F dan HF dan NF3 = -1
1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah ...
2. Bilangan oksidasi ion monoatomik adalah sama dengan ...
3. Jumlah bilangan oksidasi senyawa netral dan ion poliatomik adalah sama dengan ....
4. Bilangan oksidasi O adalah ..., kecuali dalam peroksida seperti O dalam H2O2 = -1
5. Bilangan oksidasi H adalah ...., kecuali dalam hidrida seperti H dalam NaH dan CaH2 = -1 6. Bilangan oksidasi F selalu =....
ATURAN BILANGAN OKSIDASI
REAKSI AUTOREDOKS
Perhatikan contoh reaksi berikut ini!
Cl2(g) + 2NaOH(aq) → NaCl(aq) + NaClO(aq) + H2O(l)
... ... ...
...
...
Berdasarkan persamaan reaksi di atas:
Spesi yang mengalami oksidasi adalah ..., karena mengalami perubahan bilangan oksidasi dari ... menjadi ... Sedangkan spesi yang mengalami reduksi
adalah ..., karenamengalami perubahan bilangan oksidasi dari ... menjadi ... spesi yang bertindak sebagai oksidator dan reduktor adalah ...Hasil oksidasi adalah ...,
KESIMPULAN
karena ...
...
Cl2(g) + H2O(l) → HCl(aq) + HClO(aq) .... ... ...
...
...
Berdasarkan persamaan reaksi di atas:
Spesi yang mengalami oksidasi adalah ..., karena mengalami perubahan bilangan oksidasi dari ... menjadi ... Sedangkan spesi yang mengalami reduksi
adalah ..., karenamengalami perubahan bilangan oksidasi dari ... menjadi ... spesi yang bertindak sebagai oksidator dan reduktor adalah ...Hasil oksidasi adalah ..., sedangkan hasil reduksinya adalah ...Reaksi ini disebut Reaksi Autoredoks,
karena ...
...
KESIMPULAN
Reaksi Autoredoks adalah ...
...
Bilangan Oksidasi adalah ...
...
Daftar Pustaka
Effendy. 2012. A-Level Chemistry for Senior High School Students, Volume 1B. Malang : Indonesian Academic PublishingFirman, H., & Liliasari. 1997. Kimia 1 Untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 1. Jakarta: PT. Balai Pustaka Persero.
Parning, dkk. 2006. KIMIA SMA Kelas X Semester Pertama, Jilid 1A. Jakarta: Yudhistira.
Johari. 2008. Kimia 1 SMA dan MA untuk Kelas X. Jakarta: Esis Erlangga.
Khamidinal, dkk. 2009. Kimia untuk SMA/MA Kelas X (buku BSE). Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Harnanto, A. & Ruminten. 2009. Kimia 1 untuk SMA-MA Kelas X (buku BSE). Jakarta:
Pusat Perbukuan Depdiknas.
Utami, B., dkk. 2009. Kimia untuk SMA dan MA Kelas X (buku BSE). Jakarta: CV. HaKa Mj.