DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI DARI KEGIATAN PERTANIAN PERKOTAAN YANG BERKELANJUTAN
Siska Ita Selvia, S.T., M.URP
Dampak Sosial
1
Peningkatan Akses Terhadap Pangan Sehat: Urban farming dapat meningkatkan akses masyarakat perkotaan terhadap pangan segar dan sehat, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses ke pasar tradisional. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan pada makanan olahan atau cepat saji yang kurang sehat.
2
Pemberdayaan Komunitas: Urban farming bisa
memberdayakan
komunitas, terutama di kawasan yang kurang berkembang. Ini bisa menciptakan peluang bagi individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, belajar keterampilan baru, dan
meningkatkan rasa kebersamaan.
Misalnya, komunitas bisa bekerja sama dalam menanam dan memanen tanaman.
3
Mengurangi
Ketimpangan Sosial:
Urban farming dapat menyediakan peluang bagi mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan akses ke makanan yang lebih terjangkau dan sehat.
Ini bisa membantu mengurangi
ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat kota.
4
Peningkatan Keterampilan dan Pendidikan: Urban farming juga bisa menjadi sarana pendidikan bagi
generasi muda tentang pentingnya pertanian, keberlanjutan, dan pola makan sehat. Ini mendorong kesadaran terhadap isu-isu
lingkungan dan cara- cara untuk merawat bumi.
5
Pengurangan Stres dan Peningkatan Kualitas Hidup: Bagi banyak orang,
berkebun di lingkungan perkotaan bisa menjadi cara untuk mengurangi stres dan
meningkatkan kualitas hidup. Aktivitas ini memberikan ruang hijau yang
menyegarkan di tengah hiruk-pikuk kota.
DAMPAK SOSIAL BUDAYA
pemanfaatan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan
kawasan fungsional strategis perkotaan, sehingga arah yang dituju bukannya desa dieksploitasi oleh kota
melainkan kota dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat
pemberdayaan kegiatan ekonomi produksi yang
berbasis pada nilai-nilai lokal dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada
mampu mengurangi masalah mental seperti tekanan hidup di perkotaan (stress). Urban farming
berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hijau dan pemanfaatan lahan sempit
memiliki potensi berkembang menjadi kawasan agrowisata yang asri sekaligus menjadi sarana penyegaran dan memberi warga kesibukan positif
DAMPAK EKONOMI
peningkatan rantai pasokan dari proses
produksi hingga distribusi juga menjadi
fokus untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari
urban farmin
Peningkatan peluang usaha baru (pertanian
organik, pengolahan pangan dari hasil urban
farming
Peningkatan
Pendapatan (penjualan hasil urban farming)
Pelatihan berbayar berupa workshop
Penjualan paket peralatan pertanian
organik Penjualan kompos
DAMPAK LINGKUNGA
N
• Strategi adaptasi iklim di wilayah perkotaan.
Menurut Pearson et al. (2010), pertanian perkotaan berpotensi mengurangi dampak perubahan iklim dengan meningkatkan
kemampuan penyimpanan karbon di wilayah perkotaan, memperbaiki kualitas udara, serta membantu dalam pengelolaan air dan limbah.
• Hal ini sejalan dengan tujuan pengembangan berkelanjutan yang diusung oleh berbagai organisasi global, termasuk PBB, yang
menekankan pentingnya pembangunan
berkelanjutan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan (United Nations, 2015).
• peningkatan kualitas udara dan pengurangan
suhu perkotaan (Pearson et al., 2010).
DAMPAK LINGKUNGAN
berperan penting dalam menjaga lingkungan perkotaan secara berkelanjutan
berkontribusi untuk mengurangi pemanasan global dengan sumber makanan yang dekat dengan konsumen dan rantai distribusi yang pendek sehingga mengurangi jejak karbon dalam proses distribusi.
Dapat menambah luas daerah resapan air sehingga dapat menurunkan risiko bencana alam yang dapat terjadi karena daerah resapan air yang terus berkurang
Berkontribusi pada pengolahan limbah halaman dari masyarakat sekitar menjadi kompos yang lebih bermanfaat dibanding dengan dibakar atau dibuang ke sungai.
Meningkatkan estetika lingkungan