AFIFATUZ ZAHROH Penarikan harta bersama yang berada di tangan pihak ketiga (analisis putusan perkara No.1663/Pdt.G/2016/PA.Ngj). Bagaimana hakim Pengadilan Agama Nganjuk mempertimbangkan pengajuan gugatan harta bersama yang diadakan pihak ketiga dalam perkara no.
TUJUAN PENELITIAN
KEGUNAAN PENELITIAN
Secara teoritis penelitian dapat bermanfaat untuk pengembangan pengetahuan hukum acara peradilan agama mengenai ketentuan-ketentuan dalam membuat dan mengajukan gugatan dalam hal obyek harta bersama berada pada pihak ketiga. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dan bahan acuan dalam mengajukan gugatan yang baik dan sah menurut hukum, khususnya gugatan yang obyek harta bersama berada di tangan pihak ketiga.
TELAAH PUSTAKA
Penelitian di atas menunjukkan bahwa belum ada penelitian lapangan mengenai pengajuan gugatan kepemilikan bersama dimana kepemilikan bersama telah berpindah kepada pihak ketiga karena akibat hukum dari penjualan tersebut. Padahal, penggugat dan tergugat sebelumnya sudah sepakat bahwa harta bersama akan dihibahkan kepada kedua anaknya.
METODE PENELITIAN
Sumber data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber pertama di lapangan melalui penelitian, yaitu: akta putusan Pengadilan Agama Nganjuk no. 1663/Pdt.G/2016/PA.Ngj dan informasi diperoleh dari percakapan dengan hakim di Pengadilan Agama Nganjuk. Data yang diperoleh untuk menjawab penelitian dicari dalam bentuk dokumen atau bahan pustaka.9 Artinya, data penelitian ini berasal dari dokumen berupa keputusan pengadilan agama dan data berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hal tersebut. perkara, serta dari buku-buku yang berkaitan dengan perkara, yaitu perkara harta bersama (gono gini), yang berada di tangan pihak ketiga karena akibat hukum penjualan, yang pada mulanya harta itu diperjanjikan sebagai hibah. kepada anak klien.
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
PENARIKAN KEMBALI HARTA BERSAMA YANG TELAH BERADA DI PIHAK KETIGA DI PENGADILAN
PENARIKAN KEMBALI HARTA BERSAMA YANG TELAH BERADA DI PIHAK KETIGA PERKARA
Harta Bersama (Gono Gini)
Harta yang diwarisi oleh setiap pasangan dan harta yang diperoleh oleh masing-masing sebagai hadiah atau pusaka adalah di bawah kawalan masing-masing melainkan pihak-pihak memutuskan sebaliknya. Harta yang diwarisi oleh setiap suami isteri dan harta yang diperolehi oleh masing-masing sebagai hadiah atau harta pusaka adalah di bawah kawalan masing-masing melainkan pihak-pihak menyatakan sebaliknya dalam perjanjian perkahwinan.
يلع قفتم
Hibah
Hibah merupakan salah satu contoh akad tabarru yaitu akad yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan (nirlaba), melainkan ditujukan kepada orang lain secara cuma-cuma. 22. Hibah dalam sistem KUH Perdata diatur dalam Buku III tentang Perikatan , BAB yang masih hidup bagi orang lain disebut "intervivos".
Hadiah seumur hidup biasa disebut dengan “gibah”. Kemudian dalam rumusan Kompendium Hukum Islam pasal 171 huruf g, hibah adalah pemberian suatu barang dengan sukarela dan tanpa imbalan oleh seseorang kepada orang lain yang masih hidup untuk memilikinya. Dari uraian di atas, maka hibah merupakan suatu proses hukum yang berupa peralihan hak milik dari seseorang kepada orang lain.
ملسم اور
Dalam penyerahan barang, pendonor harus berusia dewasa, sehat jasmani dan rohani, serta tidak dipaksa. 30 Kompilasi Hukum Islam Pasal 210 ayat 1, pemberi hibah adalah orang yang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan dapat mewakafkan paling sedikit 1/3 hartanya kepada orang atau lembaga lain tanpa ada paksaan di hadapannya. dari dua orang saksi. Berdasarkan Pasal 31 Kompilasi Hukum Islam Pasal 2013, pemberian yang diberikan pada saat penghibah sakit dan hampir meninggal harus mendapat persetujuan ahli warisnya.
Imam Malik dan sebagian besar ulama berpendapat bahwa seorang ayah boleh mencabut pemberiannya kepada anaknya selama anak tersebut belum menikah atau belum mengadakan perjanjian dengan orang lain atas nama anak tersebut. Abu Hanifah berpendapat bahwa seseorang boleh mencabut pemberiannya, kecuali wanita yang diharamkan untuk dinikahi (mahram). Para Fuqaha yang menyatakan diperbolehkannya mencabut hibah yang diberikan kepada anaknya berdasarkan hadits Nabi SAW :.
دَأ اور
ةعبرأاو ,
مكاحاو ناب نباو ىذمرلا ححصو
Gugatan
Tanggal di kanan atas gugatan harus sama dengan tanggal pada stempel gugatan. Surat klaim yang belum dibayar bukan berarti batal demi hukum, melainkan akan dikembalikan dengan dibayar dimuka. 1919-776: Penggugat yang tidak bisa menulis boleh membubuhkan sidik jari berbentuk ibu jari pada berkas gugatan sebagai pengganti tanda tangan.
Surat tuntutan yang dibubuhi sidik jari kemudian disahkan oleh pejabat yang berwenang, misalnya Walikota, Notaris, Sekretaris, namun hal itu bukan merupakan suatu “Imperatif” yang menyebabkan (rechts gevolg) tuntutan yang akan diformalkan secara hukum menjadi rusak, sebagaimana tertuang dalam Putusan Mahkamah Agung no. 769 K/Sip/1976 yang menyatakan “..sidik jari yang tidak dilegalisir tidak mengakibatkan batalnya tuntutan (van rechtswege nietig) tetapi hanya dapat diperbaiki dengan memerintahkan penggugat untuk mengesahkannya. mengidentifikasi penggugat/penggugat atau tergugat/tergugat.
Pembuktian
Landasan hukum kebenaran bentuk akad autentik diatur dalam pasal 165 HIR yang pada pokoknya mengatur tentang kebenaran akta a) Dilakukan dihadapan pejabat yang berwenang. Pembuktian dengan saksi diatur dalam pasal 168 sampai 172 HIR atau pasal 306 sampai 309 R.Bg., diatur juga dalam pasal 150 KUH Perdata. Cakupan testimoni sangat luas dan mencakup hampir semua bidang. dan segala macam sengketa perdata, hanya dalam hal-hal yang sangat terbatas saja tidak diperkenankan memberikan kesaksian, seperti pelarangan pembuktian oleh saksi mengenai isi suatu akta.
Hakim bebas menilai keterangan mengikut hati nuraninya. Hakim tidak terikat dengan keterangan saksi. Anggapan adalah kesimpulan yang diambil dari suatu peristiwa yang diketahui atau dianggap terbukti berkaitan dengan suatu peristiwa yang tidak diketahui atau belum dibuktikan, baik berdasarkan undang-undang maupun kesimpulan yang dibuat oleh hakim 65 KUH Perdata. Kuasa anggapan di bawah undang-undang adalah persuasif Hakim terikat dengan peruntukan undang-undang melainkan dilumpuhkan oleh bukti yang bertentangan. . 66 Ibid.
Putusan
- Profil
- Visi dan Misi
- Struktur Organisasi
Pada saat itu Pengadilan Agama Nganjuk bernama Kepenghuluan/Ketua Hakim dan berkantor di kantor pemerintahan di Berbek. Kemudian pada tahun 1880 M, Kabupaten Nganjuk berpindah/pindah menjadi Nganjuk seperti sekarang ini/Juga Ketua Hakim. Pada masa berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pengadilan Agama Nganjuk masih berkantor di ruangan kecil di sebelah utara Masjid Agung Nganjuk. Namun pada tahun 1975 Pengadilan Agama Nganjuk memperoleh tanah yang kemudian dibangun menjadi gedung perkantoran dan ruang sidang yang terletak di Jalan A.
Namun setelah melalui beberapa proses yang sangat berat berdasarkan surat permohonan Pengadilan Agama Nganjuk kepada Bupati tertanggal 19 Desember 2011. Visi Pengadilan Agama Nganjuk mengacu pada visi Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai Mahkamah Agama. puncak peradilan di Indonesia “Terwujudnya Peradilan Agung Indonesia”. Dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya, Pengadilan Agama Nganjuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penarikan Kembali Harta Bersama Yang Telah Berada di Tangan Orang Ketiga(Nomor Perkara 1663/Pdt.G/2016/PA.Ngj)
Selama perkawinan, penggugat dan tergugat memperoleh harta bersama berupa tanah dan rumah, sertifikat hak milik tergugat nomor 853 dengan luas 172 m2. Selain itu, menanggapi jawaban tergugat, penggugat mengajukan tanggapan tertanggal 21 November 2016 yang menyatakan bahwa pembelian rumah dan tanah dengan sertifikat hak milik nomor 853 atas nama tergugat dibeli pada saat penggugat dan tergugat masih dalam keadaan masih hidup. suami dan istri. jadi harta itu disebut harta bersama. 80 Alat bukti penggugat berupa surat perjanjian antara penggugat dan tergugat untuk menyerahkan harta bersama kepada anak penggugat dan tergugat.
Dengan demikian, kedua obyek sengketa tersebut diperoleh selama perkawinan atau disebut sebagai harta bersama Penggugat dan Tergugat. Benar bahwa pada mulanya harta kekayaan berupa tanah dan bangunan, rumah dan toko merupakan harta bersama Penggugat dan Tergugat. Berdasarkan fakta hukum berdasarkan bukti-bukti tertulis dan saksi-saksi yang dibenarkan oleh Penggugat dan Tergugat bahwa kedua benda yang disengketakan yaitu rumah dan tanah terletak di Ds.
Pembagian Harta Bersama Dalam Perkara No.1663/Pdt.G/2016/PNgj Antara Penggugat Dan Tergugat
Dengan demikian harta tersebut bukan lagi milik Penggugat dan Tergugat karena dihibahkan kepada kedua anak Penggugat dan Tergugat. Dan apabila Penggugat ingin menariknya sebagai harta bersama untuk dibagikan kepada Tergugat, maka ia harus membatalkannya terlebih dahulu. KHI juga menjelaskan pasal 211 dan 212 bahwa pemberian orang tua kepada anaknya dapat diperhitungkan sebagai warisan dan hadiah tidak dapat ditarik kembali, kecuali pemberian orang tua kepada anaknya.
88 “Semua perjanjian yang dibuat menurut undang-undang, adalah hukum bagi mereka yang membuatnya; perjanjian itu hanya dapat dicabut dengan persetujuan kedua belah pihak.” Dengan demikian, menurut penulis, jika penggugat atau tergugat sebagai orang tua mencabut hibah anak tersebut, hal tersebut diperbolehkan, asalkan dilakukan atas dasar suka sama suka, menganut asas kemaslahatan dan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertimbangan Pengadilan Agama Nganjuk terkait pengajuan gugatan harta bersama antara para pihak.
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Nganjuk Terhadap Pengajuan Gugatan Harta Bersama Yang Telah Berada Di Pihak
Dalam pertimbangannya, majelis hakim juga menyatakan gugatan Penggugat tidak sempurna yakni kesalahan kepribadian atau pencemaran nama baik yang tidak jelas. Maka Penggugat tidak boleh mengajukan tuntutan atas harta benda beserta barang yang dijual, melainkan mengajukan pembatalan jual beli kepada Pengadilan Negeri atau pembatalan hibah atau melaporkan tindak pidana penggelapan atas penjualan harta benda yang masih ada. Alasan berikutnya yang penulis anggap benar adalah mengapa gugatan Penggugat tidak dapat diterima, karena Penggugat menggugat obyek sengketa yang kedudukannya bukan milik Tergugat tetapi hak milik atas anak-anak Penggugat jatuh. dan Terdakwa. Sebab sesuai kesepakatan Penggugat dan Tergugat, sebelumnya obyek sengketa telah diberikan kepada kedua anak Penggugat dan Tergugat.
Jadi gugatan penggugat dianggap sebagai gugatan yang prematur atau dalam pengertian majelis ia tidak mempunyai hak. Menurut penulis, gugatan penggugat yang diajukan ke Pengadilan Agama Nganjuk sia-sia, karena objek sengketa yang digugatnya dalam perkara No. 1663/Pdt.G/2016/PA.Ngj bukan lagi milik terdakwa melainkan diberikan kepada kedua anaknya dan sebagian dijual kepada pihak ketiga.
Kesimpulan
Saran
Darmawati, Agustina Analisis Yudisial Kasus Properti Gono Gini Pemberian Ayah kepada Anak: Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Medan No.691/Pdt.G/2007/PA.Medan.Tesis.Medan: Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, 2009. .