• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK ATSIRI DARI BIJI PALA

N/A
N/A
Max Kaghoo

Academic year: 2025

Membagikan "ANALISA KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK ATSIRI DARI BIJI PALA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK ATSIRI DARI BIJI PALA

Deskripsi:

Dicari modal investasi Rp 50 juta untuk diinvestasikan pada usaha penyulingan minyak atsiri yang diolah dari biji pala. Saat ini telah tersedia perlengkapan berupa mesin penyulingan. Peralatan pendukung seperti penyaring minyak atsiri belum tersedia. Tenaga kerja 2 orang dengan upah Rp 1 juta/orang/bulan.

Berikut adalah analisis kelayakan usaha penyulingan minyak atsiri dari biji pala berdasarkan kondisi yang dideskripsikan di atas:

1. Asumsi Dasar Usaha

Modal awal: Rp50.000.000

Peralatan utama: Sudah tersedia (ketel uap, pemanas, bak penampung)

Peralatan pendukung: Belum tersedia (penyaring minyak, botol kemasan, drum penampung, dll)

Tenaga kerja: 2 orang x Rp1.000.000/bulan = Rp2.000.000/bulan

Harga jual minyak atsiri pala (nutmeg oil): Rp1.000.000–Rp1.500.000/liter (kita ambil konservatif Rp1.200.000/liter)

Rata-rata rendemen penyulingan biji pala: ± 6% (1 kg biji pala menghasilkan ± 60 ml minyak)

Bahan baku: Biji pala dibeli dari petani, harga Rp30.000/kg

Kapasitas produksi: 100 kg biji pala per siklus (2 hari sekali)

Jumlah hari produksi aktif/bulan: 20 hari kerja (10 siklus)

Lama penyulingan per siklus: ±8 jam

2. Investasi Awal

Kebutuhan Estimasi Biaya

Peralatan pendukung (penyaring, corong, timbangan, drum stainless, botol

kemasan) Rp10.000.000

Bahan baku awal (1000 kg biji pala) Rp30.000.000

Biaya operasional awal (air, kayu bakar/BBM, listrik, kemasan) Rp5.000.000

Cadangan kas Rp5.000.000

Total Rp50.000.000

3. Proyeksi Produksi dan Pendapatan per Bulan

(2)

Biji pala diolah per bulan: 1000 kg

Hasil minyak (6%): 60 liter

Pendapatan kotor: 60 liter x Rp1.200.000 = Rp72.000.000

4. Biaya Operasional Bulanan

Komponen Estimasi

Biji pala 1000 kg x Rp30.000 Rp30.000.000

Upah tenaga kerja Rp2.000.000

Bahan bakar dan listrik Rp3.000.000

Kemasan dan botol Rp1.500.000

Transportasi dan distribusi Rp1.500.000 Biaya penyusutan alat (5 tahun) Rp300.000

Total Rp38.300.000

5. Laba Bersih Bulanan

Pendapatan : Rp72.000.000

Biaya Operasional : Rp38.300.000

Laba bersih : Rp33.700.000/bulan

6. Break Even Point (BEP)

Modal awal : Rp50.000.000

Laba bersih/bulan : Rp33.700.000

BEP tercapai dalam waktu : Rp50.000.000 ÷ Rp33.700.000 ≈ 1,5 bulan

7. Analisis Kelayakan (R/C Ratio)

Revenue (R) : Rp72.000.000

Cost (C) : Rp38.300.000

R/C Ratio : 72.000.000 ÷ 38.300.000 = 1,88

Kesimpulan:

Usaha penyulingan minyak atsiri dari biji pala layak secara finansial. Nilai R/C Ratio di atas 1,5 menandakan bahwa usaha ini efisien. Dengan BEP kurang dari 2 bulan, ini menunjukkan pengembalian modal yang sangat cepat.

📘 Proposal Usaha Penyulingan Minyak Atsiri dari Biji Pala

(3)

1. Judul Usaha

“Usaha Penyulingan Minyak Atsiri Pala Skala Mikro”

2. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu produsen pala terbesar di dunia. Selain bijinya yang bernilai ekonomis, pala juga menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi. Minyak ini banyak digunakan pada industri kosmetik, farmasi, dan aromaterapi. Usaha penyulingan minyak atsiri pala merupakan peluang yang menjanjikan dengan margin keuntungan tinggi.

3. Tujuan

 Memanfaatkan potensi bahan baku lokal berupa biji pala.

 Menghasilkan minyak atsiri bernilai jual tinggi.

 Meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja.

4. Rencana Teknis Produksi

Bahan baku: Biji pala kering kualitas ekspor (Rp30.000/kg)

Proses produksi: Distilasi uap menggunakan ketel penyulingan

Kapasitas: 100 kg per siklus x 10 siklus/bulan = 1.000 kg/bulan

Output minyak: ±60 liter/bulan (rendemen 6%)

5. Rencana Lokasi dan SDM

 Lokasi: Di desa/kampung penghasil pala (dekat dengan sumber bahan baku)

 Tenaga kerja: 2 orang operasional

 Sistem kerja: 2 hari sekali penyulingan, 20 hari kerja/bulan

6. Perkiraan Investasi Awal

Item Biaya

Peralatan pendukung (penyaring, drum, botol, dll) Rp10.000.000 Pembelian biji pala awal 1 ton Rp30.000.000 Operasional awal (BBM, listrik, air) Rp5.000.000

Cadangan kas Rp5.000.000

Total Investasi Awal Rp50.000.000

7. Proyeksi Keuangan (1 Tahun)

Pendapatan

 Produksi: 60 liter/bulan x 12 = 720 liter/tahun

(4)

 Harga jual: Rp1.200.000/liter

Pendapatan tahunan: Rp864.000.000 Biaya Operasional Tahunan

Komponen Bulanan Tahunan

Bahan baku (1.000 kg x Rp30.000) Rp30.000.000 Rp360.000.000 Upah tenaga kerja (2 orang) Rp2.000.000 Rp24.000.000

BBM/listrik/air Rp3.000.000 Rp36.000.000

Kemasan dan botol Rp1.500.000 Rp18.000.000 Transportasi dan distribusi Rp1.500.000 Rp18.000.000

Penyusutan alat Rp300.000 Rp3.600.000

Total Biaya Operasional Rp459.600.000 Laba Bersih Tahunan

Rp864.000.000 – Rp459.600.000 = Rp404.400.000 R/C Ratio (1 tahun)

 864.000.000 ÷ 459.600.000 = 1,88 (sangat layak) BEP (Break Even Point)

 Rp50.000.000 ÷ Rp33.700.000/bulan = ±1,5 bulan

8. Strategi Pemasaran

 Target pasar: Industri kosmetik lokal, toko herbal, ekspor UMKM

 Promosi: Kemasan botol kecil (30ml/100ml), sosial media, marketplace (Tokopedia, Shopee)

 Branding: Mengedepankan kualitas dan aroma alami

9. Analisis SWOT (Singkat)

Kekuatan Kelemahan

Akses bahan baku lokal Skala usaha masih kecil Margin tinggi Ketergantungan bahan baku Produk unik dan alami Keterbatasan kapasitas

(5)

Kekuatan Kelemahan

Peluang Ancaman

Tren produk natural

meningkat Fluktuasi harga pala Potensi ekspor Kompetitor industri besar

10. Penutup

Dengan peralatan yang telah tersedia dan dukungan bahan baku lokal, usaha penyulingan minyak atsiri pala ini sangat potensial. Proyeksi keuntungan yang tinggi dan BEP yang cepat menjadikannya sebagai pilihan investasi menarik.

11. Estimasi Sistem Bagi Hasil pasca kembali modal (mulai bulan ketiga)

- Deviden Investor 40% -

Rp 404.400.000 – Rp 161,760,000/tahun – Rp 13,480,000/bln

- Pengelola 30% -

Rp 404.400.000 – Rp 121,320,000/tahun – Rp 10,110,000/bln

- Pekerja 20% -

Rp 404.400.000 – Rp 80,880,000/tahun – Rp 6,740,000/bln

- Pemilik mesin 10% -

Rp 404.400.000 – Rp 40,440,000/tahun – Rp 3,370,000/bln

8 April 2025 Penyusun

Max Sudirno Kaghoo

Referensi

Dokumen terkait

Dan untuk melakukan penetapan kadar minyak atsiri pada pala metode destilasi adalah metode yang paling tepat, karena metode ini dapat digunakan untuk bahan yang kebanyakan

Minyak nilam adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan cara.. penyulingan dari daun nilam (Pogostemon

Untukpenyulingan pada tekanan vakum data komponen dan komposisi diperoleh dari biji pala dengan ukuran bahan 40 mesh selama 4,5 jam penyulingan didapatkan puncak

Penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu pertama melihat pengaruh umur biji dan fuli pala terhadap kadar air, lemak, minyak atsiri, serta rendemen minyak pala, dan

Untukpenyulingan pada tekanan vakum data komponen dan komposisi diperoleh dari biji pala dengan ukuran bahan 40 mesh selama 4,5 jam penyulingan didapatkan puncak

Biji yang biasa digunakan dalam penyulingan biji pala adalah biji muda karena mempunyai kandungan minyak pala yang lebih tinggi (Nurdjanah et al.. Metode penyulingan yang

Hasil nilai efektivitas menunjukkan formula terbaik permen keras dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri biji pala sebanyak 2% v/v dengan nilai kesukaan warna yaitu 5,46 mendekati

Penelitian ini menganalisis kelayakan usaha penyulingan minyak nilam di Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe dari aspek nonfinansial dan