BANK SUSU SELURUH DIKAJI DARI SISI AGAMA DAN HUBUNGANNYA DENGAN HUKUM RADH𝐴̂ʻAH (KAJIHAN TULISAN UMAR HUBEIS PADA BANK SUSU SELURUH). Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Bank ASI Ditinjau Dari Perspektif Keagamaan dan Kaitannya dengan Hukum Radh𝑎̂ʻah (Kajian Tulisan Umar Hubei tentang Bank ASI), adalah benar-benar asli karya saya kecuali kutipan yang telah disebutkan. Tulisan ini merupakan bantahan terhadap Umar Pendapat Hubei mengenai pelarangan pendirian bank ASI, karena setelah dipertimbangkan secara matang alasan pelarangan pendirian bank ASI menurut Umar Hubei dianggap kurang penting.
Umar Hubeis is among one of the national theologians who wrote about the Bank of Mother's Breast Milk (Bank ASI), one of those prohibiting the establishment of Bank ASI. However, this argument is still open to dispute as the rules on Bank ASI's case have been frozen. This thesis is a disclaimer of Umar Hubeis opinion on the ban on Bank ASI establishment, because after examining Hubeis opinion carefully, it seems to be less relevant.
KONSONAN
Vokal
Kata Sandang
Selain kitab Fatawa, Umar Hubeis juga menulis buku Mudah Belajar Ilmu Nahwu Sharaf, Tata Bahasa Arab Terapan dan berbagai materi kuliah lainnya. Umar Hubeis juga menulis buku Fiqhul Lughah al-Arabiyyah Jilid I dan II, Mudah Belajar Ilmu Nahwu Sharaf Jilid I dan II. Umar Hubeis dikenal sebagai ulama dan dai yang mengutamakan dakwah billati hiya ahsan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
25Farid Muadz, “Ustadz Umar Hubeis dan Gelar Pahlawan Nasional,” http:/ / www.kompasiana.com/advokat-faridmuadz/ustadz-umar-hubeis-dan-gelar-pahlawan-. Setelah banyak fatwa Umar Hubeis yang dikeluarkan, ada sebuah penerbit yang ingin menerbitkan buku tentang fatwa Umar Hubei, yang kemudian memberi nama buku tersebut “Fatawa”. Menurut Zeyd Amar, kitab Fatwa tersebut terbit pada tahun 1979, namun Umar Hubeis telah memberikan fatwa tersebut kepada masyarakat luas jauh sebelum itu yaitu sekitar tahun 1950an.27.
Dalam bukunya yang berjudul Fatawa, Umar Hubeis memberikan fatwa-fatwa mengenai permasalahan yurisprudensi sehari-hari yang sering dijumpai pada masa itu, salah satunya adalah fatwa berdirinya Bank ASI. 26Farid Muadz, “Ustadz Umar Hubeis dan Gelar Pahlawan Nasional,” http:/ / www.kompasiana.com/advokat-faridmuadz/ustadz-umar-hubeis-dan-gelar-pahlawan-. Di akhir tulisannya, Umar Hubeis mengungkapkan kegelisahan dan ketakutannya terhadap keberadaan bank ASI yang dapat mengganggu garis keturunan/warisannya.
Dikatakannya, bank ASI lebih semrawut, lebih berbahaya, tercampur dengan ASI yang banyak dari ibu-ibu yang tidak mereka kenal.30 Kekhawatiran Umar Hubeis bisa dibilang wajar, karena masyarakat saat itu belum mengenal payudara. susu. bank, dan menganggap bank ASI adalah produk orang Barat sekuler yang mengabaikan norma agama. Umar Hubeis juga berpendapat bahwa pendirian bank ASI merupakan gagasan yang setara dengan penggunaan sistem inseminasi dengan menggunakan sperma laki-laki bukan laki-laki (Insemination Arteficiales). Bahkan sebelum terbitnya kitab Fatawa, banyak sekali pertanyaan dari masyarakat mengenai masalah agama dan permintaan fatwa oleh Umar Hubeis, kemudian fatwa Umar Hubeis diterbitkan dalam bentuk buletin yang dibagikan sebulan sekali kepada masyarakat luas. . 32.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin melakukan kajian dalam bidang fiqh khususnya yang berkaitan dengan radh ʻah dan bank ASI, yang di dalamnya terdapat pendapat Umar Hubeis, tokoh nasional.
Pembatasan dan Perumusan Masalah
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menulis disertasi yang berjudul “Bank ASI Dilihat dari Sudut Pandang Agama dan Kaitannya dengan Hukum Radhʻah (Kajian Tulisan Umar Hubeis tentang Bank ASI).
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Telaah Kepustakaan
Kami mendapati banyak kajian tentang isu radh ʻah dalam kitab-kitab fiqh klasik, khususnya yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah seperti: al-Mughn oleh Ibn Qud mah, al-Fiqh 'ala Madz hib al-Arbaʻah oleh Abdurrahman al-Jaz ri. , Fiqh al-Islam wa Adillatuhu oleh Wahbah al-Zu ail, Mughn al-Muht j oleh Khatib as-Syarbin, Fiqh as-Sunnah oleh Sayyid S biq, Ibnu 'Abidin dengan kitabnya Radd al-Muht r'ala Dur al - Mukht r, Ibn Azm dengan kitabnya al-Mu alla, Imam ash-Sy fiʻi dengan kitabnya al-Umm, dsb. Sedangkan kajian isu Bank ASI yang bersifat moden tidak terlalu banyak dibincangkan. oleh penyelidik. Sedikit sekali ulama yang membincangkan isu-isu baru berkaitan Bank ASI, salah seorang ulama kontemporari yang membicarakan tentang Bank ASI ialah Y suf al-Qar dh w, semoga pemikiran Y suf al-Qar dh w lengkap ilmu percukaian khususnya dalam amalan undang-undang.
Begitu pula dengan tokoh nasional yang sangat jarang menulis tentang Bank ASI, diantara tokoh nasional yang menulis tentang Bank ASI adalah Umar Hubeis. Namun terdapat artikel ilmiah yang membahas tentang bank ASI yang ditulis oleh Endis Firdaus dengan judul “Alternatif Bank ASI, Kajian Eksplorasi Tradisi Radhʻah dalam Islam Menuju Bank ASI Berbasis Syariah”,33 skripsi ini banyak menjelaskan tentang bank ASI. sejarah radh ʻah dan ibu menyusui dalam islam, alasan hukum tahrim dalam pernikahan, serta menguraikan beberapa alternatif menyusui selain ASI. Berdasarkan tulisan ilmiah dan artikel di atas, tidak ditemukan satu pun karya ilmiah yang mengkaji bank ASI yang ditulis oleh tokoh nasional yaitu Umar Hubeis.
Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, penulis berpendapat bahwa penelitian terhadap bank ASI dari sudut pandang tokoh nasional sangat penting untuk dilakukan.
Metode Penelitan 1. Objek Penelitian
Sesuai dengan pokok bahasannya, penelitian ini pada dasarnya merupakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu suatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dari buku-buku, ensiklopedia, majalah dan lain-lain yang masih berkaitan erat dengan topik yang dibahas. Informasi ini dapat diambil dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer atau subjek utama dalam penelitian ini adalah karya Umar Hubeis yang berjudul Fatawa, serta karya Y Suf al-Qar dh w yang mengacu pada Bank Susu Ibu yaitu kitab Min Hadyi al-Islam Fat dengan Mu Shiroh.
Sedangkan sumber sekunder adalah literatur yang berhubungan langsung dengan radh ʻah dari kitab-kitab fikih yang ditulis oleh ulama Salaf, dan yang berhubungan dengan bank ASI diperoleh dari berbagai buku dan jurnal. Setelah memperoleh dan menyeleksi data melalui kajian mendalam terhadap buku-buku yang membahas tema yang diangkat oleh penulis, data tersebut diolah secara cermat dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi dengan metode induksi dan inferensi untuk menarik kesimpulan. Sehingga penulis dapat menemukan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang dirumuskan dalam pertanyaan penelitian atau pertanyaan yang terdapat pada rumusan masalah.
Sistematika Pembahasan
Y Suf al-Qaradh W merupakan salah satu ulama masa kini yang membolehkan didirikannya bank ASI. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan didirikannya bank ASI adalah tujuan yang baik dan mulia, yang didukung oleh Islam memberikan pertolongan kepada semua orang yang lemah, apapun penyebab kelemahannya. Umar Hubeis, salah satu tokoh nasional yang menulis beberapa buku agama, termasuk tentang fiqh, memberikan fatwanya bahwa pendirian bank ASI dilarang karena lebih membingungkan, lebih berbahaya karena tercampur dengan banyak ASI. dan itu tidak diketahui. Umar Hubeis juga memberikan dalil pendapatnya bahwa jika Al-Qur'an dan Hadits menggunakan kata radhʻ, mash dan iml j artinya menghisap, menghisap dan menghisap dalam arti menghisap, itu tidak lain karena pemakaiannya. Diketahui masyarakat bahwa pada umumnya bayi menyusu pada ibunya dengan cara menghisap dan menghisap payudaranya, sehingga cara tersebut tidak ada apa-apanya, yang penting adalah ASI yang menghasilkan daging dan rasa kenyang.
Sejak lama, para ulama berbeda pendapat tentang bagaimana menyusui membuat pernikahan menjadi haram, dan ini juga (menurut penulis) yang menjadi akar permasalahan bank ASI. Lebih lanjut Umar Hubeis mengatakan, bank ASI lebih semrawut, lebih berbahaya, tercampur dengan ASI yang banyak ibu-ibu yang tidak mengenalnya. Menurutnya, pembuatan bank ASI merupakan ide yang setara dengan menggunakan sistem hamil dengan menggunakan sperma laki-laki yang bukan laki-laki (Inseminasi Buatan).
Menyamakan penyimpanan ASI dengan inseminasi buatan yang menggunakan sperma selain suami (donor sperma) adalah tidak tepat karena inseminasi tersebut jelas haram. Fatwa Umar Hubeis tentang bank ASI saat ini kurang relevan karena alasan Umar Hubeis mengenai pelarangan bank ASI dapat terbantahkan secara faktual, dan terdapat aturan baku mengenai bank ASI. Namun kita juga tidak bisa mengesampingkan latar belakang fatwa Umar Hubeis, Umar Hubeis, seorang tokoh ulama Indonesia yang menyikapi persoalan-persoalan kontemporer yang tidak banyak dibicarakan oleh para ulama saat itu (antara tahun 1950an hingga 1970an).
Berita tentang bank ASI yang saat itu belum begitu terkenal, praktik bank ASI di rumah sakit. Kebajikan dan belum adanya standar regulasi mengenai bank ASI menjadi salah satu alasan dibalik fatwa Umar Hubei.
Saran-saran
Abdurrahman, al-Jazîri, al-Fiqh ʻala Madz𝑎̂hib al-Arbaʻah, Egipte: Dâr al-Hadith, 2004. Atmadja, Djaja Surya, Mother's Milk or Breast Milk, Indonesian National Encyclopedia, Jakarta: Cipta Adi Puesta, Department of Religsaka. van die Republiek van Indonesië ., Al-Koran en sy Tafsir, Jakarta: Al-Koran Drukinstituut, Departement van Godsdiens, 2009.
Ibn Mes'ud el-Kasani el-Hanefi, Badaiʻu es-Shanaʻi fi Tartib asy-Syaraʻi, Mesir: Dâr el-Hadits, 2005. Kamil, Muhammed 'Uvaidah, El-Jamiʻ fii Fikh en-Nisaʻ el-Bejrut: Kutub el-Ilmiyah, 1996. Mahmud, bin Ahad el-Aini, El-Bay𝑎̂nah fi Syarh el-Hid𝑎̂yah, Mesir: Dâr el-Fikr, tt.
Muhammad, bin Idris as-Syfi'I, Al-Umm, Bejrut: Dâr al-Kutub al-Alamiyah, str. Mushthafâ al-Khin, Mushthafâ al-Bhuga, Ali as-Syariahi, al-Fiqh al- Manhaj𝑖̂ 'ala Mazhab Imam Asy-Sy𝑎̂fiʻi, Damsyik: Dâr al-Qolam, Bejrut: Dâr as-Syamiyah, 2007. “ Riyadi, Selamat. Pregled vladne urebede o saksi dojenju z regulatnega vidika," dokumen, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2012.
Syamsuddin, Abdurrahman bin Muhammad bin Ahmad bin Qud𝑎̂mah, Syarh al-Kab𝑖̂r, Mesir: Dâr al-Hadits, 2004. Sayyid, Muhammad Syathâ ad-Dimyathî al-Mishrî, Hasyiyah Dar Iʻibanatu, al-Thalibanatu, Indonesië 'arabiyah, tt. Yûsuf, al-Qarâdhâwi, Min Had𝑦̂ al-Islam Fat𝑎̂w𝑎̂ Muʻ𝑎̂shiroh, Mesir: D𝑎̂r al-Wafa.