• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Prakiraan Cuaca 26 Maret 2024

N/A
N/A
Neil F. R. Tempo

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis dan Prakiraan Cuaca 26 Maret 2024"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN PRAKIRAAN CUACA 26 MARET 2024 PUKUL 00.00 UTC HINGGA 26 MARET 2024 PUKUL 12.00 UTC

1.

http://www.bom.gov.au/clim_data/IDCKGSM000/soi30.png

 SOI = +3 (tidak signifikan < +7)

 Suplai uap air bergerak dari Pasifik Barat ke Pasifik Timur, aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wil. Indonesia Timur tidak signifikan. Namun cenderung menguat

2. http://www.bom.gov.au/clim_data/IDCK000072/nino3_4.png

 Indeks ENSO di NINO3.4 : +0.92/ El Nino Moderat (normal ±0.5)

 Tidak signifikan terhadap peningkatan hujan di wil. Indonesia. Dapat berpengaruh terhadap penurunan hujan di wil. Indonesia (khususnya Indonesia bag. Timur)

3. http://www.bom.gov.au/clim_data/IDCK000072/iod1.png

(2)

 MJO : Aktif pada fase 8 (West. Hem. And Africa)

 tidak berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, Khususnya Tanjung priok

5. https://web.meteo.bmkg.go.id//media/data/bmkg/mfy/sur_idx.png

(3)

Indeks Surge Gushi-HK

: -3.9 (normal < +10)

 Aliran massa udara dingin tidak signifikan terhadap wil. Indonesia.

6. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/indeks-monsoon

 Anomali AUMSI : 1.40

 Monsun Australia berada pada keaadan yang lemah dan memiliki kecenderungan akan melemah kedepannya.

 Anomali WNMPI : -1.79

 Monsun Asia berada pada keadaan yang kuat, namun memiliki kecenderungan akan melemah kedepannya.

 Keadaan monsun Australia yang lemah dan monsun asia yang kuat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif pada Indonesia bagian Barat.

7. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/analisis-parameter-cuaca/analisis- model-00-utc

(4)

 Konvergensi : Aceh, selat sunda

 Daerah siklonik: Selatan Pulau Papua

 Lapisan atas mencapai lebih dari 10 kt

 Lapisan bawah berada sekitar 15 kt

8. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/sea-surface-temperature-analysis

 SST di Tanjung priok berkisar antara 29-30 °C

 anomali SST : 0.0 s/d 1 °C

 anomali SST di teluk Jakarta berada pada positif yaitu +0.0 hingga +1 derajat celcius sehingga meningkatkan potensi penguapan.

9. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/analisis-parameter-cuaca/analisis- model-00-utc

(5)

 Angin lapisan atas hanya mencapai maksimal 5 - 10 kt

 Angin permukaan mencapai 5 - 10 kt

 Angin pada lapisan atas meningkat

10. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/analisis-isobar m

 Daerah tekanan rendah: Barat pulau sumatra, Papua

 Daerah tekanan tinggi: Sumatra selatan, Sulawesi selatan, papua

11. https://www.kma.go.kr/ema/nema03_kim/rall/detail.jsp?opt1=asia1&opt2=instabili ty&opt3=kim_ra2d_asia1_kindex_ft06_pa4_s&tm=2024.03.10.12&delta=000&ftm=

2024.03.10.12

(6)

 Wil Tanjung Priok

 K indeks: 30-35 Moderate, Probalitas awan konfektif dan petir pada skala Moderat. Cenderung tetap

 Li indeks: 1/0 Lemah, Pengangkatan parsel udara yang lemah. Cenderung melemah

 Showalter indeks: 1/0 Moderate, keadaan stabilitas atmosfer dan peluang terjadinya petir kategori moderat. Cenderung melemah

12. https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/analisis-parameter-cuaca/analisis- model-00-utc

(7)

 Kelembapan yang tinggi memberi pasokan uap air dalam pembentukan awan konvektif

 3000 hinnga 10.000 ft kelembapan berada pada rentang 80% - 100%

 Lapisan 18.000ft berada pada tingkat kelembapan 50%-60%

13. https://peta-maritim.bmkg.go.id/ofs-static

 F01. Selat Karimata bagian utara: Selatan – Tenggara, 0-15 knot

 F02. Selat Gelasa: Barat – Timur, 0-8 knot

 F03. Perairan utara Belitung: Barat Laut – Timur Laut , 2-6 knot

 F04. Perairan selatan Belitung: Utara – Barat Daya , 0-6 knot

 F05. Selat Karimata bagian selatan: Selatan – Tenggara , 0-15 knot

 F06. Laut Jawa bagian barat: Utara – Selatan , 0-10 knot

 F07. Perairan utara Banten: Timur Laut – Timur , 2-8 knot

 F08. Perairan Kepulauan Seribu: Timur Laut – Timur , 4-10 knot

 F09. Teluk Jakarta: Timur Laut – Timur , 4-10 knot

 F10. Perairan Karawang-Subang: Barat Laut – selatan , 4-10 knot

 F11. Perairan Indramayu-Cirebon: Barat Laut – Selatan, 4-10 knot

14. https://peta-maritim.bmkg.go.id/ofs-static

(8)

 F01. Selat Karimata bagian utara: 0-0.75 m

 F02. Selat Gelasa: 0-0.5 m

 F03. Perairan utara Belitung: 0-0.5m

 F04. Perairan selatan Belitung: 0-0.5 m

 F05. Selat Karimata bagian selatan: 0-0.5m

 F06. Laut Jawa bagian barat: 0-0.5m

 F07. Perairan utara Banten: 0-0.5 m

 F08. Perairan Kepulauan Seribu: 0-0.5 m

 F09. Teluk Jakarta: 0-0.5m

 F10. Perairan Karawang-Subang: 0-0.5m

 F11. Perairan Indramayu-Cirebon: 0-0.5m

15. https://peta-maritim.bmkg.go.id/ofs-static

(9)

 Kea arah: Barat Daya – Barat

 Kecepatan: 5 – 30 cm/s

16.  Pasang surut min: pukul 12.00, 0.5

 Pasang surut max: pukul 07.00, 0.6

(10)

 Kelembapan pada lapisan bawah sangat sangat tinggi hingga 100%

 Angin lapisan atas dan bawah sangat lemah hingga maksimal 15 kt

(11)
(12)

Referensi

Dokumen terkait

Padangsidempuan berawan hujan ringan hujan ringan berawan Berikut Prakiraan Cuaca untuk Kota-kota di Kabupaten/Kota se Sumatera Utara tanggal 6 s/d 7 Februari 2016 :. Kota

Namun demikian pendekatan-pendekatan dalam membuat prakiraan cuaca sudah banyak dikembangkan oleh negara maju meskipun pendekatan-pendekatan tersebut tidak sepenuhnya sesuai

Citra Satelit Cuaca Infra Red Enhanced tanggal 17 Juli 2022 pukul 06.20 WIB menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan awan konvektif di sebagian besar wilayah Kab/Kota di Kalimantan

ANALISIS PERUBAHAN RADIASI MATAHARI MENGGUNAKAN MODEL JAGANNATHAN-APLIN PADA GERHANA MATAHARI TOTAL 9 MARET 2016 DAN PENGARUHNYA TERHADAP CUACA DI BANGKA TENGAH. Oleh

- Data analisis kelembapan udara (Gambar 8) pada tanggal 10 Agustus 2020 jam 12 UTC menunjukkan kondisi basah dengan nilai 60%-100% pada lapisan 850 mb – 200 mb

Analisis Hujan Bulan Januari 2018 dan Prakiraan Hujan Bulan Maret, April dan Mei 2018 disusun berdasarkan hasil analisis data hujan yang diterima dari stasiun dan pos

Analisis Hujan Bulan Desember 2016 dan Prakiraan Hujan Bulan Februari, Maret dan April 2017 disusun berdasarkan hasil analisis data hujan yang diterima dari stasiun dan pos

Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 26 Mei 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah NAD dan Sumatera Utara diasumsikan mengarah ke Timur Laut menuju Semenanjung Melayu