• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis efektifitas penerimaan retribusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis efektifitas penerimaan retribusi"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Pelayanan publik adalah pelayanan yang disediakan atau disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan dan kemaslahatan umum dan dapat dinikmati oleh orang perseorangan atau badan. Fasilitas Imbalan Pelayanan Publik adalah pelayanan yang diberikan atau ditawarkan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan dan kemaslahatan umum dan dapat dinikmati oleh perseorangan atau badan.

Tata Cara Pemungutan Retribusi

Maksud dari retribusi izin tertentu adalah pemberian izin tertentu oleh pemerintah daerah kepada orang atau badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan kegiatan penggunaan tanah, pemanfaatan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, fasilitas tertentu pada umumnya melindungi kepentingan. dan melindungi lingkungan.

Terminal Angkutan Darat

Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (selanjutnya disingkat UULLAJ) mengatur tentang asas dan tujuan pengangkutan. Mengangkut atau memindahkan orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lain merupakan kegiatan yang sudah dilakukan sejak lama. waktu atau dapat dijelaskan menyatukan peradaban manusia.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Jadi kesimpulannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh dari suatu daerah yang pengelolaannya diatur dengan peraturan daerah.

Hubungan Efektifitas Pemungutan Retribusi dan Terminal Angkutan Terhadap Pendapatan Asli Daerah

Perubahan berbagai kebijakan nasional yang diharapkan membawa harapan besar kepada daerah untuk membangun daerahnya dengan menggali potensi daerahnya sebagai sumber pendapatan daerah, khususnya pendapatan asli daerah. Harapan terhadap daerah tersebut merupakan sesuatu yang wajar, karena diberikan berbagai urusan pemerintahan dan urusan rumah tangga, disertai dengan kewenangan untuk mengelola keuangannya secara mandiri dalam membiayai pelaksanaan otonomi, baik dalam eksplorasi sumber daya keuangan, penggunaan dan tanggung jawabnya. Selain itu, di antara komponen-komponen pendapatan asli daerah, perlu mendapat perhatian khusus pada komponen pajak daerah dan bea daerah, aspek hukum yang mempengaruhi peranannya dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

Kajian hukum mengenai dasar pajak daerah dan pajak daerah harus ditetapkan dalam suatu undang-undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang No. Pajak daerah dan pajak daerah ditetapkan dengan undang-undang, yang pelaksanaannya di daerah diatur lebih lanjut dengan peraturan daerah.” Selain landasan hukum berupa undang-undang, perlu juga diteliti peraturan hukum pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah. nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, selanjutnya disingkat PP no.

Pemungutan pajak daerah dan bea daerah dilaksanakan melalui produk hukum berupa peraturan daerah yang selanjutnya disingkat Perda. Di sisi lain, penerapan otonomi daerah yang seluas-luasnya dalam pembiayaan daerah memberikan peluang untuk menggali potensi daerah melalui retribusi daerah berupa pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah dalam menentukan kebijakan hukum berupa peraturan daerah. Selain itu, beredar kabar bahwa sejak masa reformasi, masing-masing daerah seolah saling berlomba-lomba untuk meningkatkan tingkat pendapatan asli daerahnya melalui pajak dan bea daerah, dan hal ini dinilai semakin menambah beban investor yang ingin melakukan reformasi. untuk mencoba atau menanamkan modalnya di wilayah yang bersangkutan.

Peneliti Terdahulu

Naik turunnya kontribusi pajak dan pajak daerah disebabkan karena banyak pajak dan pajak daerah yang direalisasikan atas pendapatan asli daerah. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2010 yaitu 45,13%, sedangkan kontribusi terendah terjadi pada tahun 2009 yaitu 37,52%. Dari hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) diketahui bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDB) mempunyai pengaruh yang positif.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Berdasarkan permasalahan di atas maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: “Diduga pemungutan retribusi pelayanan angkutan umum sudah efektif dan pemungutan retribusi pelayanan angkutan umum mempunyai dampak yang besar terhadap sumber pendapatan daerah ( PAD). )".

Desain Penelitian

Defenisi Operasional Variabel

Sumbangan adalah besarnya kontribusi yang disumbangkan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai dalam persentase. Efektivitas mengukur hubungan antara hasil aktual Retribusi Terminal dengan Target Penerimaan Retribusi Terminal. Efisiensi digambarkan sebagai acuan untuk mengukur proporsi hasil pemungutan Retribusi Terminal yang digunakan untuk menutup biaya Pemungutan Retribusi Terminal.

Pendapatan Primer Daerah (PAD) adalah seluruh pendapatan daerah yang merupakan hasil usaha sendiri dan dikelola oleh pemerintah daerah dan dinilai dalam satuan rupee.

Jenis-jenis Sumber Data 1. Jenis Data

Observasi yaitu melakukan observasi langsung dan wawancara terhadap kegiatan terkait retribusi di Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai. Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data dari dokumen-dokumen khususnya yang berkaitan dengan biaya tunjangan terminal angkutan darat dan data Pendapatan Asli Daerah serta data-data lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Untuk mengetahui pengelolaan Retribusi Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai sudah dilakukan secara efektif (finansial) yaitu dengan menggunakan analisis pengukuran efisiensi. efisiensi) mengukur proporsi penerimaan pemungutan Retribusi Terminal yang digunakan untuk menutup biaya pemungutan Retribusi Terminal.

Dengan mengukur jika rasio efisiensi mengalami penurunan setiap tahunnya, maka efisiensi penggantian biaya terminal dikatakan semakin baik. Jika ingin mengetahui besarnya kontribusi pembayaran terminal angkutan darat terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah Sinjai = 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 Dengan demikian dapat diketahui seberapa besar kontribusi retribusi pelayanan terminal angkutan darat terhadap sumber pendapatan daerah.

Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai merupakan badan usaha daerah yang dibentuk oleh pemerintah, yang substansinya dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya pelayanan prima. Pelaksanaan pemungutan Retribusi Terminal di Kabupaten Sinjai harus mematuhi peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah daerah dan. Hal ini perlu diketahui agar pelaksanaan pemungutan pajak terminal dapat berjalan dengan baik dan tujuan yang telah ditetapkan dapat terwujud.

Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi

Misi

Terminal di Kabupaten Sinjai merupakan tempat penjemputan dan penurunan penumpang angkutan darat di Kabupaten Sinjai dan juga berfungsi sebagai tempat memulai dan/atau mengakhiri perjalanan angkutan umum dalam kota dan juga antar kota dalam provinsi. Membangun jaringan kerja sama untuk meningkatkan pelayanan terminal angkutan darat provinsi maupun antar kabupaten dan kota. Terminal Angkutan Kabupaten Sinjai memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dalam bidang transportasi darat.

Struktur Organisasi dan Tugas

13 Tahun 2000 dengan jelas menyebutkan 3 (tiga) unsur yang termasuk dalam Perusahaan Terminal Daerah Kabupaten Sinjai yaitu. Setiap departemen dipimpin oleh seorang kepala departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala keuangan dalam pelaksanaan tugasnya. - Setiap departemen dipimpin oleh seorang manajer departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur operasional dalam pelaksanaan tugasnya.

Setiap Bagian dipimpin oleh seorang Manajer Bagian, yang dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Produksi. Bagian Manajemen dipimpin oleh seorang Manajer Bagian yang dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Operasi. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Pengelola dibantu oleh: (a) Seksi Pengaturan Parkir. b) Seksi Pemeliharaan Kebersihan (c) Seksi Keamanan dan Ketertiban.

Setiap Bagian dipimpin oleh seorang Manajer Bagian, yang dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pemimpin Bagian Manajemen.

Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat Di Kabupaten Sinjai

  • Sistem Pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai
  • Alur Pemungutan Retribusi Terminal di Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai
  • Besarnya Tarif Retribusi pada Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai
  • Hambatan-hambatan yang didapatkan dalam pelaksanaan pemungutan retribusi terminal angkutan darat di Terminal Kabupaten Sinjai

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan pada Bidang Retribusi Terminal Angkutan Darat Daerah Kabupaten Sinjai, maka temuan penelitian dapat diuraikan sebagai berikut. Penerapan upaya mendorong staf untuk bekerja sesuai divisi tugasnya masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan terminal fee, hal ini tentunya memerlukan pergerakan dan keinginan staf untuk bekerja semaksimal mungkin. Dalam pelaksanaan Retribusi Terminal Angkutan Darat di Kabupaten Sinjai, pemungutan Retribusi Terminal dilakukan dengan menggunakan tiket yang telah disediakan.

Untuk menjamin kelancaran pengumpulan retribusi terminal, petugas pajak akan mengirimkan kendaraan ke terminal. Terminal menawarkan tiket yang akan digunakan untuk pengumpulan biaya terminal oleh petugas pengumpulan biaya terminal. Tarif tarif wajib terminal angkutan darat disesuaikan dengan jenis angkutan umum dan fasilitas pendukungnya.

Kendala dalam pelaksanaan pemungutan tol di Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai. Pelaksanaan pemungutan tugas di terminal angkutan darat bukan berarti dapat berjalan dengan lancar, banyak kendala dan hambatan. Kendala atau kendala yang disebutkan dalam penelitian ini adalah kendala yang dihadapi oleh operator dalam pelaksanaan pemungutan retribusi terminal angkutan darat di wilayah Sinjai.

Gambar 2 : Alur pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat  Kabupaten Sinjai
Gambar 2 : Alur pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai

Sistem Pengendalian Pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat Terminal Kabupaten Sinjai

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dari tahun 2009-2013, realisasi Pajak Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai hanya pada tahun 2012 yang memenuhi target. Dari hasil perhitungan rasio efektivitas selama 5 (lima) tahun diperoleh nilai rata-rata sebesar 92,83%, sehingga pendapatan remunerasi Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai tahun 2009-2012 efektif karena besarnya target yang ingin dicapai. bisa saja terwujud. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerimaan sektor Pajak Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai mempunyai prospek yang cukup prospek untuk dikembangkan sebagai sumber penerimaan Pajak Daerah.

Untuk mengetahui rasio efisiensi bea Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai dengan menggunakan rumus diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 5 menunjukkan bahwa rasio efisiensi realisasi penggantian biaya terminal angkutan darat Kabupaten Sinjai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 adalah efisien, walaupun sedikit mengalami penurunan, namun pada tahun 2012 mengalami peningkatan yang sangat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil perhitungan rasio efisiensi selama 5 (lima) tahun diperoleh nilai rata-rata sebesar 92,83%, sehingga pendapatan penggantian Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai tahun 2009-2013 adalah efisien karena mampu mewujudkan tujuan besarnya. itu harus dicapai.

Penerimaan dari sektor Pajak Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber penerimaan pajak daerah yang mempunyai peranan besar terhadap total pendapatan di Kabupaten Sinjai.

Pengaruh Retribusi Terminal Angkutan Darat Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai

Hal ini disebabkan karena sumber pendapatan daerah yang tidak pernah mencapai target serta pendapatan bea terminal angkutan darat yang cukup kecil jika dibandingkan dengan sumber pendapatan daerah di wilayah Sinjai. Untuk mengetahui realisasi pendapatan daerah sesuai target yang ditetapkan APBD, dapat dihitung dengan cara menghitung penerimaan pendapatan asli daerah pada tahun yang bersangkutan dengan total target pendapatan asli daerah, dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa retribusi terminal angkutan darat Kabupaten Sinjai terhadap pendapatan asli daerah cenderung meningkat.

Tahun 2011 Pendapatan Terminal Angkutan Darat Kabupaten Sinjai terhadap Pendapatan Asli Daerah mengalami penurunan sebesar 5,38%, pada tahun 2012 Pendapatan Pajak Terminal Angkutan Darat terhadap Pendapatan Asli Daerah kembali meningkat masing-masing sebesar 7,67 dan pada tahun 2013 Pendapatan Pajak Terminal Angkutan Darat terhadap Pendapatan Asli Daerah pendapatan turun menjadi 7,21%. . Pajak terminal angkutan darat terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Sinjai mempunyai dampak yang besar terhadap pendapatan asli daerah karena penerimaan retribusi terminal sangat menunjang dalam meningkatkan pendapatan asli daerah, namun kenyataannya pajak terminal angkutan darat terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Sinjai cenderung mengalami penurunan. . Selain itu, hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran mengenai pembayaran biaya terminal, serta permasalahan pelaksanaan pemungutan pajak terminal yang masih perlu ditingkatkan.

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 1 Kerangka Pikir
Gambar 2 : Alur pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Darat  Kabupaten Sinjai

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pendapatan asli daerah dari tiap sektor pajak dan retribusi daerah, perumusan target penerimaan pajak dan retribusi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana besar kontribusi dan efektivitas pajak dan retribusi daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara, dan

Untuk meningkatkan kontribusi penerimaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota Banda Aceh perlu

Sebagai bagian dari sumber penerimaan daerah, retribusi adalah salah satu penyumbang penting Pendapatan Asli Daerah, dimana PAD tersebut dimanfaatkan untuk pembiayaan bagi

Kontribusi Retribusi Terminal Penumpang terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Boyolali terus mengalami penurunan dari tahun 2001 hingga tahun 2006 dengan rata-rata kontribusi

Tingkat kontribusi retribusi terminal penumpang terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Surabaya yang dapat dihitung dengan membandingkan antara penerimaan

Pajak dan retribusi daerah memiliki peran penting dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) karena setiap daerah pasti memiliki pajak dan retribusi yang wajib

Selanjutnya untuk tahun anggaran 2011 kontribusi atau sumbangan retribusi terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah PAD Kabupaten Bulukumba adalah sebesar 1,27 persen, Kemudian pada