Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tajuk Menganalisis Kebolehlaksanaan Usaha Penanaman Pisang (Kajian Kes: Kelompok Tani Mekar daerah Biru-biru). ). Gustami Harahap, timbalan selaku anggota suruhanjaya Pembimbing II yang telah memberi tunjuk ajar dan tunjuk ajar kepada penulis. Ayah Azhar Harahap dan ibu Poni yang telah banyak memberikan dorongan moral dan material serta motivasi kepada penulis.
Kepada seluruh sahabat koalisi dan para pemburu dolar yang telah memberikan dukungan moril dan materiil serta motivasi kepada penulis.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kerangka Pemikiran
Pendapatan budidaya pisang diperoleh dari selisih total pendapatan budidaya pisang dengan total biaya yang dikeluarkan untuk produksi. Selanjutnya pendapatan dari usaha budidaya pisang Barangan akan dianalisis kelayakannya untuk melihat layak atau tidaknya usaha budidaya pisang Barangan untuk dikembangkan secara finansial. Permintaan Usahatani Pisang Barangan menunjukkan permintaan konsumen terhadap jumlah usaha budidaya pisang pada tingkat harga tertentu pada waktu tertentu.
Kerangka konsep untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, penerimaan dan kelayakan penanaman pisang di Barangan.
Hipotesis
Pisang barangan merupakan salah satu jenis pisang yang sangat digemari pengguna walaupun harganya lebih mahal berbanding jenis lain. Permintaan terhadap pisang Barangan terus meningkat tetapi tidak disertai dengan peningkatan kualiti dan keluasan tanah. Ciri membezakan setiap spesies mudah dibezakan dengan warna dan aroma daging buah, manakala morfologi tumbuhan hampir seragam.
Isi pisang merah berwarna kuning kemerah-merahan, pisang kuning mempunyai daging kuning muda, manakala pisang putih mempunyai daging berwarna putih, lebih kecil dan kurang aromatik, sehingga kurang diminati pengguna.
Nilai Ekonomis Pisang Barangan
Seperti yang dikutip oleh Merto Siantar (2015), petani pisang di Kabupaten Simalungun saat ini mengalami kesulitan dalam memenuhi pasokan pisang Barangan untuk pengiriman ke Pulau Jawa dan Pekanbaru. Lebih lanjut, petani Deli Serdang dan Nias Utara mengutip Edi (2011) yang mengatakan bahwa peningkatan permintaan pasar terhadap pisang Barangan tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas.
Teori Kelayakan Finansial
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003), secara umum tujuan studi kelayakan adalah agar usaha atau proyek yang dilaksanakan tidak akan mubazir atau dengan kata lain tidak membuang-buang uang, tenaga, waktu dan pikiran serta tidak menimbulkan permasalahan yang tidak diperlukan. di masa depan. Itu akan datang. Setidaknya ada lima tujuan melakukan studi kelayakan sebelum melaksanakan suatu usaha atau proyek, yaitu. Untuk mengatasi resiko kerugian dimasa yang akan datang, karena dimasa yang akan datang akan terjadi semacam ketidakpastian.
Jika kita dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, maka akan memudahkan kita dalam merencanakan dan hal-hal apa saja yang perlu direncanakan. Maka pekerjaan usaha tersebut dapat terlaksana secara sistematis, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dengan menjalankan suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang telah disusun maka akan memudahkan perusahaan dalam mengawasi arah usahanya.
Aspek pemasaran sekurang-kurangnya mencakup peluang pasar, pengembangan pasar, penetapan pangsa pasar dan langkah-langkah yang diperlukan selain kebijakan-kebijakan yang diperlukan, Aspek pemasaran juga harus menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi pemasaran seperti pesaing, kelebihan dan kekurangannya. , dan menguraikan keuntungan dari bisnis yang direncanakan. Aspek teknis adalah aspek yang berkaitan dengan proses teknis pembangunan perusahaan dan operasionalnya setelah selesainya kesepakatan. Analisis teknis mengacu pada bisnis (penyediaan) dan produksi (produksi) dalam bentuk barang dan jasa nyata.
Pihak yang mempunyai ide bisnislah yang dapat menangani perkembangan bisnis tersebut. Siapapun yang akan menjalankan usahanya, maka perusahaan yang mempunyai ide untuk memulai suatu usaha perlu mengetahui kapan usaha tersebut mulai komersial. Apabila bentuk dan sistem pengelolaannya dapat ditentukan secara teknis (jenis pekerjaan yang dilakukan) dan dari struktur organisasi yang cocok dan cocok untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Teori Permintaan
Hukum permintaan merupakan hipotesis yang menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang, maka semakin besar pula permintaan terhadap barang tersebut. A : Apakah tuntutan timbul dari pertemuan P1 dan Q1 B : Apakah tuntutan timbul dari pertemuan P2 dan Q2. Kurva permintaan bergerak ke bawah dari kiri atas ke kanan bawah sesuai kebiasaan internasional, harga diukur pada sumbu vertikal P dan kuantitas diukur pada sumbu horizontal Q. Kurva permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan berbagai kuantitas barang bahwa banyak konsumen di masyarakat yang siap membeli dengan harga tertentu (Sukirno, 2005).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Keadaan ini terjadi jika kedua barang mempunyai hubungan yang saling menggantikan (substitusi) dan saling melengkapi (complementary). Logikanya, jika jumlah penduduk bertambah maka permintaan terhadap suatu barang tentu akan meningkat (Daniel, 2002). Jika volume pembelian setiap konsumen sama maka bertambahnya jumlah konsumen di pasar yang disebabkan oleh perbaikan transportasi dan komunikasi atau karena pertumbuhan penduduk akan menyebabkan peningkatan permintaan yang menggeser kurva ke kanan.
Jika selera konsumen terhadap suatu barang tertentu meningkat, maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan meningkat. Misalnya saat ini banyak orang yang mencari telepon genggam yang dilengkapi dengan musik dan permainan, karena selera konsumen terhadap barang tersebut tinggi maka permintaan terhadap telepon genggam yang dilengkapi dengan musik dan permainan akan semakin meningkat.
Penelitian Terdahulu
Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada petani pisang Barangan di desa Sumbul kecamatan STM Hilir dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, sedangkan data sekunder merupakan data lengkap yang diperoleh dari berbagai instansi atau lembaga terkait seperti Dinas Pertanian kabupaten. Karakteristik petani sampel adalah umur petani pada rentang 34-56 tahun, tingkat pendidikan petani pada rentang 6-12 tahun, pengalaman di bidang pertanian pada rentang 8- 27 tahun, jumlah tanggungan keluarga petani berkisar 1-4 orang, luas lahan berkisar 0,4-2,5 ha dan pendapatan keluarga petani berkisar Rp. Permasalahan yang dihadapi petani adalah serangan fusarium dan keterbatasan modal, cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan benih unggul dan pemberian kredit kepada rumah tangga dan tengkulak Menurut W.Ramantha (2017), Analisis Faktor Permintaan Pisang di Kota Denpasar.
Ini menunjukkan bahawa kenaikan dan penurunan harga pisang tidak mempengaruhi kenaikan dan penurunan permintaan pisang. Walaupun harga oren dan mangga naik atau turun, ini tidak menjejaskan peningkatan atau penurunan permintaan terhadap pisang. Harga buah salak dan rambutan mengalami kenaikan atau penurunan harga, buah salak dan rambutan boleh mempengaruhi kenaikan atau penurunan permintaan terhadap pisang.
Konsumen mempunyai alternatif pilihan dalam memenuhi kebutuhannya dengan memilih salak dan rambutan karena pada periode tertentu harga salak dan rambutan lebih rendah dibandingkan harga pisang. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan dan penurunan total pendapatan keluarga dapat mempengaruhi permintaan pisang meningkat atau menurun. Hal ini menunjukkan bahwa banyak atau sedikitnya jumlah anggota keluarga dapat mempengaruhi permintaan pisang meningkat atau menurun.
Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Mekar Tani di Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang dan penelitian ini sengaja ditentukan. Alasan dipilihnya penelitian di Kecamatan Biru-biru karena kelompok tani Bloom Tani di Kecamatan Biru-biru berdasarkan survei pendahuluan pada dinas pertanian pangan dan hortikultura hanya melaksanakan usaha budidaya pisang Barangan.
Metode Pengambilan Sampel
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis Regresi Linier Berganda
Uji t digunakan untuk menguji apakah benar adanya pengaruh individu variabel independen terhadap produksi pisang Barangan sebagai variabel dependen. Uji F digunakan untuk menguji apakah sekelompok variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh nyata terhadap produksi pisang Barangan sebagai variabel terikat.
Analisis kelayakan usaha tani
- Defenisi Operasional variabel
Menurut Soekartawi (1995), kriteria kelayakannya adalah sebagai berikut: - R/C > 1 berarti usaha pertanian pisang Barangan layak untuk diusahakan. Usahatani pisang barangan merupakan suatu kegiatan budidaya pisang dengan menggunakan modal atau sumber daya alam/faktor produksi yang diharapkan memperoleh manfaat setelah jangka waktu tertentu (MT). Produksi pisang barangan adalah banyaknya buah pisang yang dihasilkan suatu usaha pertanian dalam masa produksi 12 bulan 38 hari, yang diukur dalam satuan (sisir).
Biaya merupakan total nilai yang dikeluarkan untuk budidaya pisang selama satu tahun, dalam satuan rupiah (Rp/MT). 10. Biaya variabel adalah besarnya uang yang dikeluarkan dalam perdagangan pisang, yang besarnya tergantung pada skala produksi, diukur dalam satuan rupiah (Rp/MT). 11. Biaya Investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk tujuan investasi budidaya pisang, diukur dalam satuan (Rp).
18. Konsumen pisang barangan adalah konsumen yang tujuannya mengkonsumsi pisang barangan dengan kriteria konsumen tetap, hal ini ditentukan berdasarkan informasi penjual pisang barangan di lokasi penelitian. 19. Permintaan Pisang Barangan adalah banyaknya pisang Barangan yang dibeli konsumen dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Formasi Tunas pada Eksplan Jantung Pisang Barangan Merah (musa acuminate L) di Media MS dengan Berbagai Konsentrasi BAP dan NAA, Medan.
ANALISIS KELAYAKAN BUDIDAYA PISANG (Musa acuminata L). Studi Kasus: Kelompok Tani Mekar Tani Kabupaten Biru-biru). Saya seorang mahasiswi program studi S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang saat ini sedang menyelesaikan skripsi dengan judul: “Analisis Kelayakan Usaha Pertanian Pisang di Barangan. (Studi Kasus: Kelompok Tani Mekar Tani, Biru-biru) Daerah)".
Proses Produksi
Adakah anda membeli pisang, makan sahaja atau menggunakannya untuk perkara lain? 16. Berapakah perbelanjaan anda untuk membeli pisang Ambon? 17. Adakah ayah/ibu akan membeli pisang Ambon sekiranya pisang Barangan sukar diperolehi. 18. Adakah harganya serasi dengan pisang Ambon yang anda beli? 19. Adakah harga pisang Ambon lebih murah berbanding harga pisang Barangan? Hasil Penjadualan dan Pemprosesan Data menggunakan SPSS 21 Luas Tanah, Populasi Tumbuhan dan Penerimaan Komoditi Peladang Pisang Kelompok Tani Mekar Tani di Mukim Biru-biru.
Rata-rata Biaya Penyusutan Peralatan Pisang Barangan pada Kelompok Pertanian Mekar Tani di Kecamatan Biru-biru. Rata-rata biaya variabel petani pisang Barangan di Kelompok Pertanian Mekar Tani di Kecamatan Biru-biru. Biaya Pupuk Kimia dan Pupuk Organik untuk Budidaya Pisang Barangan pada Kelompok Pertanian Mekar Tani Kecamatan Biru-biru.
Biaya pestisida dan tenaga kerja petani pisang Barangan di Kelompok Pertanian Mekar Tani Kecamatan Biru-biru. Rata-rata jumlah produksi petani pisang Barangan pada kelompok Tani Mekar Tani Kecamatan Biru-biru. Hasil analisis seluruh biaya pada petani pisang Barangan di Kelompok Pertanian Meka Tani Kecamatan Biru-biru.
Wawancara aktivitas dan kondisi lahan petani pisang barangan di Kelompok Tani Jahe Mekar Tani Sarilaba.