Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran sayuran hidroponik dan seberapa efisien saluran pemasaran sayuran hidroponik di KUTP. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan, terdapat dua pasar modern sebagai pengecer yaitu Supermarket Brastagi dan Transmart Carrefour yang menjual sayuran hidroponik. Saluran pemasaran sayuran hidroponik pada tingkat lembaga pemasaran eceran sudah efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 0,15%.
Ahmad Sutan Nauli Lubis dengan judul skripsi “Analisis Pemasaran Sayuran Hidroponik (Studi Kasus : KUTP. Hidrotani Sejahtera Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang)”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui saluran pemasaran sayuran hidroponik di KUTP Hirotani Sejahtera (2) untuk mengetahui efektivitas pemasaran sayuran hidroponik di KUTP Hidrotani Sejahtera. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 orang produsen sayuran hidroponik, pengecer dan konsumen sayuran hidroponik.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran sayuran hidroponik dimulai dari Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hydrotani Sejahtera sebagai produsen sayuran hidroponik→pengecer→konsumen akhir, dan saluran pemasaran sayuran hidroponik pengecer mempunyai saluran pemasaran efektif dengan nilai efisiensi sebesar 0,15%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap saluran pemasaran sayuran hidroponik, saluran pemasaran yang ada sudah lengkap dan efektif. Pada bulan September 2019, penulis melakukan penelitian skripsi pada Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hidrotani Sejahtera dengan judul “Analisis Pemasaran Sayuran Hidroponik (Studi Kasus:.. Hidrotani Sejahtera Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang).
Dengan ilmu dan pengalaman yang terbatas, penulis akhirnya dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul “Analisis Pemasaran Sayuran Hidroponik (Studi Kasus: KUTP. Hidrotani Sejahtera Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang)”.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kerangka Pemikiran
- Jenis Tanaman Hidroponik
- Keunggulan Sayuran Hidroponik
- Pemasaran Sayuran Hidroponik
Margin pemasaran adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan selisih harga yang dibayarkan kepada penjual pertama dan harga yang dibayarkan oleh pembeli terakhir. Hidroponik sendiri berasal dari bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Namun keanekaragaman tersebut secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hidroponik dengan hanya air sebagai media tumbuhnya dan hidroponik dengan air sebagai media tumbuhnya yang dilengkapi dengan media lain sebagai pendukung tanaman (media tanaman gabungan) (Karsono, 2002).
Keunggulan budidaya ganda dengan sistem hidroponik antara lain: (1) Kerapatan tanaman per unit area dapat digandakan dan dengan demikian menghemat penggunaan lahan. Hidroponik substrat adalah sistem hidroponik yang menggunakan media selain tanah dan steril, misalnya batu bara tempurung, pasir, dan bubuk sabut kelapa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengonsumsi sayur segar dengan cara memasak yang benar.
Di Indonesia tanaman pak choy sudah banyak dibudidayakan dan dibudidayakan oleh para petani, dengan pertumbuhan tanaman yang sangat baik. Terbatasnya lahan pertanian dan berkurangnya kesuburan tanah menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas sayuran yang dihasilkan. Sayuran yang dihasilkan dengan teknologi hidroponik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sayuran konvensional, namun biaya yang dibutuhkan tidak besar.
Oleh karena itu, segmen pasar yang dibidik umumnya adalah kelas menengah atas dengan kualitas tinggi. Sayuran hidroponik dapat dijual dengan harga premium atau jauh lebih tinggi dan dipasarkan di supermarket, supermarket, hotel dan restoran. Di kota-kota besar banyak terdapat supermarket yang menjual berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.
Bagaimana prospek pasar sayuran hidroponik Harus diakui bahwa daya serap pasar sayuran hidroponik berada di kota-kota besar dengan supermarket sebagai ujung tombaknya. Dengan kualitas sayuran hidroponik yang unggul, tidak sulit untuk merebut pasar yang ada (Hartus , 2001). Oleh karena itu diperlukan suatu bagian yang tepat dan bertanggung jawab dalam tugas pemasaran, bagian yang tepat untuk menjalankan peran tersebut adalah manajemen penjualan. Untuk mencapai tujuan pemasaran yang efektif, para petani sayuran hidroponik harus mengetahui beberapa konsep pemasaran sayuran hidroponik agar pemasaran dilakukan secara seimbang.
Saluran Pemasaran
Saluran distribusi menampilkan, menjual dan menyampaikan produk atau jasa fisik kepada pembeli atau pengguna (Kotler et al., 2002). Saluran distribusi langsung, saluran ini merupakan saluran distribusi yang paling sederhana dan paling rendah, yaitu saluran distribusi dari produsen sampai ke konsumen tanpa menggunakan perantara. Disini produsen dapat menjual barangnya melalui pos atau langsung mengunjungi rumah konsumen. Saluran ini juga dapat disebut dengan saluran non-level (zerophase channel).
Saluran distribusi menggunakan dua kelompok yaitu pedagang besar dan pengecer. Saluran distribusi ini merupakan saluran yang banyak digunakan oleh produsen. Di sini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah banyak ke pedagang grosir, tidak menjual ke pengecer. Dalam hal ini produsen memilih agen sebagai perantara untuk mendistribusikan barangnya ke pengecer besar, yang kemudian menjualnya ke toko-toko kecil.
Saluran distribusi jenis ini dikenal juga dengan saluran distribusi tiga tahap.
Fungsi Pemasaran
Fungsi keuangan merupakan suatu usaha yang berkaitan langsung dengan transaksi aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Fungsi komunikasi adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar hubungan antara penjual dan pembeli dalam proses pemasaran barang dan jasa.
Efisiensi Pemasaran
Biaya pemasaran mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan sejak produk diproduksi hingga produk tersebut diubah kembali menjadi uang. Menurut Sudiyono, margin pemasaran tahun 2001 dapat diartikan sebagai analisis selisih antara harga di tingkat produsen (harga beli) dan harga di tingkat konsumen akhir (harga jual). Menurut Mubyarto, Share Margin 1997 adalah persentase harga terhadap harga pembelian konsumen akhir, yaitu bagian harga yang diterima setiap lembaga pemasaran dari harga pembelian konsumen dalam persentase.
Penelitian Terdahulu
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Intan Ayu Purnamasari (2010) dengan judul “Analisis Pemasaran Jeruk di Kabupaten Bangli”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola saluran pemasaran, menganalisis biaya, margin dan keuntungan serta kinerja ekonomi masing-masing saluran pemasaran jeruk di wilayah Bangli. Daerah penelitian diambil secara purposif yaitu Kabupaten Bangli dan sub kabupaten yang dijadikan sampel yaitu Kecamatan Kintamani.
Cara penentuan jumlah setiap desa menggunakan proporsional random sampling, sedangkan penentuan sampel setiap desa menggunakan metode sistematik sampling dan pengambilan sampel pedagang menggunakan snowball sampling. Dilihat dari efisiensi ekonomi keempat saluran yang ada di Kabupaten Bangli, Saluran III merupakan saluran pemasaran jeruk yang paling efisien karena mempunyai margin pemasaran paling rendah yaitu Rp 4.000,00 per kg, dan mempunyai nilai Farmer's Share tertinggi yaitu super besar. 60%. supermajor dengan 60% 55,55%, king 50%, bom 42,85% dan AA 33,33%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ivony Annisa (2017) dengan judul penelitian “Analisis Pemasaran Bawang Merah di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat”.
Hasil analisis menunjukkan jalur pasar relatif efisien pada saluran 3 (petani – pasar modern), saluran 4 (petani – pedagang besar – pengecer – konsumen) dan saluran 5 (petani – pengepul – pedagang besar – pengecer – konsumen). Indikator efisiensi pemasaran adalah margin pasar, farmer share, rasio keuntungan/biaya, kapasitas serap komoditas dan fungsi pemasaran. Daerah penelitian adalah Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hydrotani Sejahtera, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan, terdapat supermarket yang menjual sayuran hidroponik terbanyak yaitu Supermarket Brastagi. Dimana hasil riset situs ini dapat membantu dalam menentukan pemasaran yang tepat untuk bisnis sayuran hidroponik.
Metode Pengambilan Sampel
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
Batasan Operasional
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan mengenai analisis margin pemasaran dan efektivitas pemasaran sayuran hidroponik pada Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hidrotani Sejahtera, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Saluran pemasaran sayuran hidroponik dimulai dari produsen sayuran hidroponik Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan Hydrotani Sejahtera (KUTP)→pengecer→konsumen. Saluran pemasaran sayuran hidroponik pada retail Supermarket Brastagi mempunyai saluran pemasaran yang lebih efektif dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 0,15%.
Saran
Yang terhormat Bapak/Ibu/Adik/Saya, Saya mahasiswa Universitas Medan Area sedang meneliti analisis pemasaran sayuran hidroponik Sonabati (Studi Kasus: KUTP Hidrotani Sejahtera Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang). Saya mohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner penelitian ini. Partisipasi Anda sangat berharga sebagai masukan bagi proses pengambilan keputusan penelitian ini. Berapa penghasilan yang diperoleh dalam sekali panen:……….(Rp) 10. Berapa luas lahan yang dimiliki KUTP Hidrotani Sejahtera:………(Ha) 11.
Pedagang Pengecer atau Supermarket
Konsumen
Lampiran 2 Biaya Produksi Sayuran Hidroponik pada Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hydrotani Sejahtera per bulan. Lampiran 3 Biaya pemasaran bulanan sayuran hidroponik pada Kelompok Usaha Pertanian dan Perikanan (KUTP) Hydrotani Sejahtera.