• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA "

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA

SYARIAH TAHUN (2016-2018)

Oleh HILWAHYUNI NIM 1502151812

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI ISLAM DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM

2019

(2)

ii

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA

SYARIAH TAHUN (2016-2018)

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh HILWAHYUNI NIM 1502151812

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI ISLAM DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM

2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii MOTTO

ِناَبِّذَكُت اَمُكِّبَر ِءٓ َلَاَء ِّيَأِبَف ٣١

Maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan ?”

(QS. Ar-Rahman : 13)

(7)

viii

PERSEMBAHAN

“Hilwahyuni mempersembahkan skripsi ini untuk ummi Hj. Jamirah dan mamiq H. Jamal yang tanpa doa dan dukungan dari mereka skripsi ini tidak akan selesai, juga untuk Khihasabul Muhibbi S. Pd., teman hidup terbaik, untuk duo kedenyut kuu Tsamaratul Jannah dan Nafsul Muthmainnah semoga kita tetap bersaudara hingga surga, untuk

keluarga ku Racana KBW SKH UIN Mataram, untuk Bapak Kajur Muhammad Yusuf M. SI. dan Ibu Sekjur Dewi Sartika Nasution, M. Ec. tercinta, untuk Jurusan Perbankan Syariah Angkatan Pertama terutama kelas B teman-teman terbaik dan terakhir untuk UIN Mataram”

(8)

ix

PEDOMAN TRANSLITERASI

Transliterasi kata-kata Arab dalam penulisan skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543b/U/1987.

Konsonan Tunggal

Arab Nama Latin Arab Nama Latin

ا

Alif A

ط

Tha th

ب

Ba B

ظ

Zha zh

ت

Ta T

ع

‘ain

ث

Tsa Ts

غ

Ghain gh

ج

Jim J

ف

Fa f

ح

Ha H

ق

Qaf q

خ

Kha Kh

ك

Kaf k

د

Dal D

ل

Lam l

ذ

Dzal Dz

م

Mim m

ر

Ra R

ن

Nun n

ز

Zay Z

و

Wau w

س

Sin S

ه

Ha h

ش

Syin Sy

ء

Hamzah

ص

Shad Sh

ي

Ya y

ض

Dhad Dh

Vokal Tunggal Vokal Rangkap Vokal Panjang

َا = a يا = ai ا = á ِا = i وا = au ي = í

ُا =u و = ú

(9)

x

KATA PENGANTAR

ِميِحهرلٱ ِن ََٰم ۡحهرلٱ ِ هللَّٱ ِم ۡسِب

Dengan menyebut nama Allah SWT. yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alhamdulillah, segala puja hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan sebaik-baiknya dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW., juga kepada keluarga, sahabat dan semua pengikutnya.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimak kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.

1. Dr. Muhammad Yusuf MSI. sebagai Kajur Perbankan Syariah sekaligus sebagai Pembimbing I dan Dewi Sartika Nasution, MEc ibu Sekjur sekaligus sebagai Pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mendatil, terus menerus dan tanpa bosan ditengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan proposal skripsi ini lebih matang dan cepat selesai. Terimak kasih yang sebesar-besarnya dan mohon maaf atas kesalahan yang pernah kami perbuat baik sengaja maupun tidak. Harapan kami semoga bapak dan ibu selalu dalam lindungan ALLAH SWT.

2. Ibu Ummu Rosyidah, M. Ei selaku Penguji I dan Ibu Naili Rahmawati, M. Ag.

selaku Penguji II yang telah memberikan masukan dan saran bagi penulis dalam menyempurnakan skripsi ini.

(10)

xi

3. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Islam dan Bisnis Islam (FEBI); yang selalu memberikan arahan dan masukan untuk menjadi insan yang lebih baik dan unggul;

4. Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai;

5. Teman-teman Jurusan Perbankan Syariah Kelas B, yang tidak bisa penulis sebut namanya satu-persatu, yang telah memberikan semangat serta masukan- masukan dalam menyelesaikan skripasi ini;

6. Dan kepada seluruh pihak yang telah membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu namanya, penulis mengucapka banyak terimakkasih sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan sebaik-baiknya.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT. Dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Amin.

Mataram, 06 November 2019 Penulis,

Hilwahyuni

(11)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN...viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ...xiv

DAFTAR LAMPIRAN ...xv

DAFTAR GAMBAR ...xvi

ABSTRAK ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan dan Manfaat ... 6

1. Tujuan ... 6

2. Manfaat ... 6

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 7

E. Telaah Pustaka ... 7

F. Kerangka Teori ... 9

1. Perbankan Syariah ... 9

2. Analisis Rasio Keuangan ... 17

3. Kinerja Keuangan ... 23

G. Metodologi Penelitian ... 43

1. Pendekatan Penelitian ... 43

(12)

xiii

2. Kehadiran Peneliti ... 34

3. Sumber Data ... 43

4. Prosedur Pengumpulan Data ... 44

5. Teknik Analisis Data ... 45

6. Pengecekan Keabsahan Data ... 47

H. Sistematika Pembahasan ... 47

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 49

A. Gambaran Umum Perusahaan ... 49

1. Sejarah PT BNI Syariah ... 49

2. Visi dan Misi PT BNI Syariah ... 50

3. Produk dan Jasa Yang Dihasilkan PT BNI Syariah ... 51

B. Paparan Hasil Perhitungan Rasio Keuangan PT BNI Syariah 64 BAB III PEMBAHASAN ... 76

A. Rasio Likuiditas ... 76

B. Rasio Profitabilitas ... 80

C. Rasio Rentabilitas ... 84

D. Rasio Solvabilitas ... 85

BAB IV PENUTUP ... 91

A. Kesimpulan ... 91

B. Saran ... 91

DAFTAR PUSTAKA ... 93

(13)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Nilai standar tingkat kesehatan menurut BI pada rasio likuiditas, 33.

Tabel 1.2 Nilai standar tingkat kesehatan menurut BI pada rasio profitabilitas, 38.

Tabel 1.3 Nilai standar tingkat kesehatan menurut BI pada rasio rentabilitas, 39.

Tabel 1.4 Nilai standar tingkat kesehatan menurut BI pada rasio solvabilitas 42.

Tabel 2.1 Hasil Prhitungan Rasio-Rasio Keuangan, 75.

Tabel 3.1 Hasil Analisis Laporan Keuangan quick ratio, 76.

Tabel 3.2 Hasil Analisis Laporan Keuangan banking ratio, 77.

Tabel 3.3 Hasil Analisis Laporan Keuangan loan to deposit ratio, 78.

Tabel 3.4 Hasil Analisis Laporan Keuangan Rasio Financing to Deposit Ratio (FDR), 79.

Tabel 3.5 Hasil Analisis Laporan Keuangan return on assets (ROA), 80.

Tabel 3.6 Hasil Analisis Laporan Keuangan return on equity (ROE), 81

Tabel 3.7 Hasil Analisis Laporan Keuangan biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO), 82.

Tabel 3.8 Hasil Analisis Laporan Keuangan net profit margin, 83.

Tabel 3.9 Hasil Analisis Laporan Keuangan gross profit margin, 84.

Tabel 3.10 Hasil Analisis Laporan Keuangan cost of efficiency, 84

Tabel 3.11 Hasil Analisis Laporan Keuangan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM), 85.

Tabel 3.12 Hasil Analisis Laporan Keuangan primary ratio, 87.

Tabel 3.13 Hasil Analisis Laporan Keuangan capital ratio, 88.

Tabel 3.14 Hasil Analisis Laporan Keuangan capital adequacy ratio (CAR), 89

(14)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Ikhtisar keuangan

Lampiran 2 Struktur modal dan kebijakan manajemen atas struktur modal serta dasar penentuan kebijakan

Lampiran 3 Laporan perubahan ekuitas tahun 2016 Lampiran 4 Laporan perubahan ekuitas tahun 2017 Lampiran 5 Laporan perubahan ekuitas tahun 2018

(15)

xvi

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Berfikir, 42.

(16)

xvii

-ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH TAHUN

(2016-2018) Oleh:

HILWAHYUNI 1502151812

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan BNI Syariah selama 3 (tiga) tahun belakangan ini, yang dimulai dari tahun 2016-2018. Hal tersebut dinilai dari sisi rasio keuangan yang terdapat pada laporan keuangan tahunan BNI Syariah. Rasio-rasio yang digunakan yaitu rasio likuiditas dihitung dengan rasio quick ratio, banking ratio, loan to assets ratio dan financing to debt ratio. Selanjutnya pada rasio profitabilitas menggunakan rasio Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Beban Operasional terhadap Pemdapatan Operasional (BOPO), dan Net Profit Margin (NPM). Sedangkan rasio rentabilitas menggunakan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM), Primary ratio, capital ratio, dan capital adequacy ratio (CAR).

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan yang dimiliki oleh BNI Syariah dilihat pada laporan keuangan tahunan dari tahun 2016-2018.

Hasil analisis rasio keuangan yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa pada Rasio Likuiditas menunjukan hasil penilaian sangat baik, Rasio Profitabilitas menunjukan hasil penilaian yang tidak baik, Rasio Rentabilitas menunjukan hasil penilaian yang baik dan Rasio Solvabilitas juga menghasilkan hasil penilaian yang sangat baik.

Kata Kunci : Analisis Rasio Keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Rasio Rentabilitas dan Rasio Solvabilitas

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Bank merupakan lembaga yang bertugas untuk mnghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (tabungan, giro, deposito, dll) dan disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan dan pinjaman (kredit) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Bank adalah lembaga perantara keuangan atau biasa disebut financial intermediasry. Artinya, bank adalah lembaga yang dalam aktivitasnya berkaitan dengan masalah uang.1 Oleh karena itu, setiap bank sangat memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 menyatakan perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.2 Perbankan di Indonesia terdiri atas Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat yang selanjutnya menganut dual bank sistem, yaitu melakukan kegiatan berdasarkan syariah dan non syariah (konvensional).

Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank islam atau disebut ban dengan tanpa bunga, adalah lembaga keuangan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada

1 Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta: CV. Adiputra, 2004), hlm. 1

2 Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

(18)

2

Al Qur’an dan Hasits Nabi SAW. 3 Dengan Kata lain, Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang dalam operasionalnya memberikan jasa-jasa lainnya yang berdasarkan pada prinsip syariah dan tidak mendapatkan keuntungan berdasarkan bunga akan tetapi berdasarkan pada bagi hasil.

Menurut Undang-Undang RI No. 21. 2008 tentang Perbankan Syariah, Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencangkup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.4 Secara sinergik mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas Menurut data statistik Perbankan Syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) pada April 2018, terdapat 13 Bank Umum Syariah (BUS), 21 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 168 BPRS dengan total aset BUS dan UUS sebesar Rp. 423.944 Miliar. Sedangkan jumlah perusahaan asuransi syariah sebanyak 13, perusahaan asuransi UUS sebanyak 50, lembaga pembiayaan syariah sebanyak 7 dan UUS sebanyak 40, Dana Pensiun Syariah sebanyak 1, Lembaga Keuangan Khusus Syariah sebanyak 4, dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah sebanyak 42.5

Pada tahun 2018, kondisi ketahanan perbankan semakin solid. Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio CAR bank umum syariah (BUS) sebesar 248 bps (yoy) menjadi 20,39%. Sementara itu, fungsi intermediasi yang disalurkan dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mengalami

3 Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta: CV. Adiputra, 2004), hlm. 1

4 Undang-undang RI No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

5 Abdul Rasyid (Juli 2018), Perkembangan Lembaga Perbankan Dan Keuangan Syariah Di Indonesia, https://business-law.binus.ac.id/2018/07/03/perkembangan-lembaga-perbankan-dan- keuangan-syariah-di-indonesia, diakses pada tanggal 09 November 2019 pukul 11.12 wita.

(19)

3

pertumbuhan sebesar 12,21% dan 11,14% (yoy), sehingga pertumbuhan aset perbankan syariah selama periode tersebut sebesar 12,57% (yoy), total aset mencapai Rp 489,69 triliun, Rp 329,28 triliun dan Rp 379,96 triliun pada akhir 2018.6 Dalam dunia perbankan sangat penting untuk mengetahui keadaan kinerja keuangan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan manajerial disegala aspek. Kinerja keuangan adalah analisis keuangan yang pada dasarnya dilakukan untuk melakukan evaluasi kinerja di masa yang lalu, dengan melakukan berbagai analisis, sehingga diperoleh posisi keuangan perusahaan yang mewakili realitas perusahaan dan potensi-potensi yang kinerjanya akan berlanjut.7 Informasi yang disajikan dalam kinerja keuangan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang terkait baik investor, kreditor, dan pihak-pihak luar perbankan untuk memprediksi kinerja keuangan yang sebenarnya pada setiap periode.

Dalam menilai kinerja keuangan bank, tahap yang dilakuakan yaitu me- review data laporan keuangan, menghitung, membandingkan, atau mengukur, dan menginterpertasikannya. Perhitungan yang dilakukan untuk mnganalisis kinerja keuangan bank dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik analisis, diantaranya adalah analisis rasio. Analisis rasio merupakan analisis yang digunakan untuk mngetahui hubungan pos-pos yang ada dalam suatu laporan keuangan seperti laporan keuangan neraca dan laporan keuangan laba

6 Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2018, hlm. 9, http://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/laporan-perkembangan-keuangan-syariah- indonesia/pages/2018.aspx, diakses pada tanggal 15 November 2019 pukul 20.06 wita.

7 Endri dan Abdul Wakil, Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Rasio-Rasio Keuangan Dan Economic Value Added (Studi Kasus: PT. Bank Syariah Mandiri), vol. 3, No. 2, hlm. 115.

(20)

4

rugi.8 Segala kriteria penilaian kinerja Bank pada dasarnya berpegang pada prinsip prudential banking bagi Bank umum yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku pengawas dan pembina bank nasional yang menetapkan ketentuan tentang penilaian tingkat kesehatan Bank dengan Surat Edaran BI No. 26/BPPP/1993 tanggal 29 Mei 1993, yang kemudian disempurnakan melalui keputusan Direksi BI No. 31/11/Kep/Dir tanggal 30 April 1997.9 Didasarkan pada peraturan tersebut maka langkah untuk menilai performance atau kinerja suatu bank dapat menggunakan alat-alat analisa yaitu Rasio Liquiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya. Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur profit atau keuntungan yang dapat dihasilkan oleh bank melalui modal sendiri. Rasio Rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur uang yang disalurkan ke masyarakat dan Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur penyediaan modal yang digunakan dalam operasional perbankan.

Perusahaan dalam bidang perbankan adalah jenis perusahaan bisnis jasa keuangan yang sedang berkembang dan mengalami persaingan yang ketat.

Adanya persaingan yang ketat memaksakan perusahaan untuk mencari cara untuk mendongkrak meningkatkan kinerja agar bisa mengembangkan potensi dari perusahaan. Bank BNI Syariah adalah salah satu lembaga perbankan di

8 Fitria Febrianti, “Analisis Rasio Likuiditas dan Profitabilitas Pada Bank Rakyat Indonesia Syariah”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Raden Fatah, Palembang, 2017), hlm.

15-16.

9 Surat Edaran BI No. 26/BPPP/1993 tanggal 29 Mei 1993, yang disempurnakan melalui keputusan Direksi BI No. 31/11/Kep/Dir tanggal 30 April 1997.

(21)

5

Indonesia. Lembaga ini merupakan lembaga yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. berdasarkan laporan keuangannya Bnak BNI Syariah setiap tahunnya mengalami peningkatan. Berikut ini adalah data perkembangan total aset Bank BNI Syariah 2016-2018:10

PT Bank Negara Indonesia Tbk tengah menyiapkan strategi pertumbuhan anorganik tahun ini. Salah satunya dengan mengakuisisi bank.11 Wakil Direktur Utama BNI menginformasikan bahwa pihaknya masih melakukan pengajian terkait rencana aksi korporasi berupa akuisisi bank atau asuransi kerugian. Beliau mengaku saat ini masih dalam tahap penjajagan calon target.

Beliau juga berharap aksi ini dapat direalisasikan sebelum kuartal keempat 2019. Bank berlogo 46 ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun untuk ekspansi anorganik tahun ini. Alasan BNI untuk mengakuisisi bank adalah untuk memperkuat bisnis perusahaan di sektor perbankan digital. Lebih lanjut bank dengan sandi saham Bank BNI mengisyaratkan bisa saja proses akuisisi tersebut dilakukan tidak melalui BNI alias lewat anak usaha yang sejenis. Selain kedua jenis perusahaan tersebut, Bank BNI juga berniat untuk membeli perusahaan keuangan di bidang multifinance untuk lebih memperluas cakupan bisnis yang sudah ada. Bila BNI mengakuisisi bank lewat anak usahanya maka lewat PT BNI Syariah lah aksi

10Ratna Dwi Pamungkas, “Analisis Pengukuran Kinerja pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta Dengan Metode Balance Scorecard”, (Skripsi, FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, 2017), hlm. 4-6.

11Menurut Wikipedia, Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. https:// id.m.wikipedia.org/wiki/marger- dan-akuisisi, diakses pada tanggal 20 Februari 2019, pukul 22.45 wita.

(22)

6

ini dapat dijalankan. Sebab anak usaha yang bergerak di industri perbankan hanya BNI Syariah.12

Terkait dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk menganalisis laporan keuangan PT BNI syariah untuk melihat kinerjanya selama 3 tahun belakangan ini untuk melihat kesiapannya dalam membantu Bank BNI konvensional dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti hal tersebut dengan memberikan judul “ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH TAHUN (2016-2018)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti paparkan, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana kinerja keuangan PT BNI Syariah 2016-2018 dianalisis menggunakan rasio keuangan ?

C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan oleh peneliti yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan PT BNI Syariah 2016-2018 dianalisis menggunakan rasio keuangan.

12 Laurensius M.S.S, “Siapkan Rp 4 triliun, BNI akan akuisis perusahaan keuangan tahun ini”, https: //amp.konten.co.id/news/siapkan-rp-4-triliun-bni-akan-akuisisi-perusahaan-keuangan- tahun-ini, diakses pada tanggal 20 Februari 2019, pukul 21.31 wita.

(23)

7 2. Manfaat

Adapun hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Bagi PT BNI Syariah, hasil penelitian ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kinerja perbankan kedepannya sehingga mencapai tujuan yang diinginkan atau yang telah direncanakan dalam manajemen strategi secara keseluruhan.

b. Bagi Universitas Islam Negeri Mataram, untuk memenuhi tugas akhir yang telah ditetapkan sehingga mendapatkan gelar Sarjana (S1) Ekonomi Islam.

c. Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam pemanfaatan informasi rasio keuangan dalam mengukur kinerja suatu perbankan atau perusahaan.

d. Bagi diri peneliti, dengan penelitian ini dapat memberikan atau menambah ilmu baru dengan menerapkan ilmu yang telah diberikan pada masa perkuliahan dengan dibantu oleh buku dan referensi lain, sehingga tercapai tujuan untuk memenuhi tugas akhir sebagai mahasiswa.

(24)

8 D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Mengingat pembahasan permasalahan pada penelitian ini memliliki cakupan yang cukup luas mengenai penilaian kesehatan bank baik dari metode maupun dari aspek yang akan dinilai. Oleh karena itu, peneliti memberikan batasan dalam penelitian ini yaitu :

1. Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini dibatasi dengan menggunakan batasan waktu selama 3 tahun, dimulai dari tahun 2016 hingga tahun 2018, untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh peneliti.

2. Data laporan keuanagan yang digunakan oleh peneliti yaitu laporan keuangan PT BNI Syariah yang telah terpublikasi.

E. Telaah Pustaka

Dalam telaah pustaka ini, peneliti menemukan beberapa jurnal dan skripsi terkait dengan pengukuran kinerja keuangan menggunakan rasio keuangan, sebagai berikut :

1. Miftahul Ridwan Zulfany “ Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Koprasi Syariah” Skripsi tahun 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta.13 Skripsi tersebut dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya koperasi yang tumbuh, yang dahulunya konvensional dan sekarang sudah menjadi syariah semakin menambah persaingan. Oleh karena itu strategi mempertahankan keberadaan atau eksistensi koperasi serta mengantispasi persaingan diantara koperasi yang ada diperlukan suatu sistem pengelolaan dan manajemen

13 Miftahul Ridwan Zulfany “ Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Koprasi Syariah” Skripsi tahun 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta.

(25)

9

koperasi sebaik mungkin. Salah satunya dengan melakukan evaluasi dan penilaian kinerja koperasi oleh peneliti menggunakan objek koperasi syariah. Pengukuran kinerja keuangan koperasi syariah yang berladaskan pada Peraturan Mentri Koperasi dan UKM Republik Indonesia No.06/Per/M.KUKM/V/2006. Penelitian tersebut menggunakan metodelogi deskriptif kuantitatif dengan data yang digunakan berjenis sekunder. Dalam penelitian tersebut menggunakan rasio likuiditas, rentabilitas dan solvabilitas yang dimana dari hasil penelitiannya ketiga rasio tersebut tidak menyatakan keadaan koperasi itu dalam keadaan baik. Akan tetapi masih dalam keadaan yang kurang baik.

Skripsi diatas akan berbeda dengan skripsi yang dibuat oleh peneliti.

Perbedaannya akan terlihat sangat jelas yang terdapat pada objek yang diteliti. Dimana skripsi diatas meneliti pada koperasi syariah sedangkan penelitian pada skripsi ini meneliti pada bank syariah yaitu PT BNI Syariah.

perbedaannya juga tampak pada rasio yang digunakan, dalam penelitian diatas menggunakan hanya tiga rasio saja, sedangkan penelitian ini menggunakan empat rasio dengan tambahan profitabilitas.

2. Endah Tri Lestari, “Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada BMT Syariah Surya Dana Makmur Di Tulung Klaten”, skripsi tahun 2013, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiayah Surakarta. Dalam penelitian tersebut dilatar belakangi oleh pentingnya analisis rasio keuangan yang akan dijadikan landasan dalam penilaian untuk kesehatan bank juga menggunakan Peraturan Bank Indonesia. Rasio yang

(26)

10

digunakan yaitu menggunakan rasio likuiditas, rentabilitas , solvabilitas dan efisiensi. Selain itu, analisis ratio juga membantu manajemen dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi pada perbankan berdasarkan suatu informaasi laporan keuangan baik dengan perbandingan rasio-rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang pada internal perbankan maupun perbandingan rasio perbankan denga perbankan yang lainnya atau dengan rata-rata industri pada saat titik yang sama atau perbandingan eksternal.14 Metodelogi yang digunakan dalam penelitia ini yaitu Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan pada BMT Surya Dana Makmur di Tulung Klaten, dengan sumber data yaitu data sekunder, yaitu data dari laporan keuangan BMT Surya Dana Makmur yang telah terpublikasi. Data yang diambil oleh peneliti , sesuai dengan yang dibutuhkan yaitu data laporan keuangannya yang sudah mencakup dari profil hingga laporan keuangannya. Hasil dari penelitian tersebut yaitu rasio likuiditas pada rasio quick rasio nya mendapatkan penilaian yang tidak baik sedangka kedua rasio lainnya mendapatkan penilaian sangat baik.

Selanjutnya pada rasio solvabilitas, hasil dari perhitungan pada rasio tersebut mendapatkan penilaian yang tidak baik. Selanjutnya pada rasio rentabilits, mendapatkan penilaian sangat baik dan yang terakhir pada rasio efisiensi, mendapatkan penilaian sangat baik dan baik. Secara keseluruhan kinerja keuangan BMT Syari’ah Surya Dana Makmur di Tulung Klaten pada tahun 2009-2011 masuk kategori kurang baik, karena rasio likuiditas

14 Endah Tri Lestari, “ Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada BMT Syari’ah Surya Dana Makmur Di Tulung Klaten”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Surakarta, 2013).

(27)

11

terutama quick ratio dan rasio solavbilitas menunjukkan tidak baik (hipotesis tidak terbukti).

Skripsi tersebut memiliki perbedaan dengan skripsi yang ditulis oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu terdapat pada objek yang diteliti, penelitian diatas meneliti di laporan keuangan BMT Syari’ah Surya Dana Makmur di Tulung Klaten pada tahun 2009-2011 sedangkan pada penelitian yang peneliti lakukan yaitu pada laporan keuangan BNI Syariah pada tahun 2016-2018. Rasio yang digunakan dalam menganalisis laporan keuangan, Rasio yang digunakan dalam penelitian diatas hanya dua rasio yaitu likuiditas, rentabilitas , solvabilitas dan efisiensi sedangkan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu keempat rasio yaitu likuiditas, rentabilitas, profitabilitas dan solvabilitas.

3. Mariano William J. S. “Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.)”, skripsi tahun 2017, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.15 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh objek penelitian yang diteliti yaitu PT. Telekomiunikasi Indonesia, Tbk yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang komunikasi yang juga merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian tersebut dilakukan untuk mengukur kinerja yang akan menggambarkan keadaan perusahaan tersebut secara efektif dan efisien, yang mana nantinya hasil dari

15 Mariano William J. S. “Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Perusahaan (Studi Kasus di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.)”, skripsi tahun 2017, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

(28)

12

penelitian tersebut akan digunakan untuk melakukan perbaikan kesalahan yang lalu. Dalam penelitian tersebut menggunakan rasio-rasio yaitu rasio likuiditas, aktifitas, solvabilitas dan rentabilitas. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu studi kasus dengan analisis kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder yaitu data yang didapatkan dari website perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut yaitu untuk rasio likuiditasnya dalam kondisi yang tidak baik. Oleh karena itu, perusahaan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti pembayaran hutang dan lainnya. Dari sisi aktivitas, perusahaan tersebut dalam keadaan belum efektif. Hal tersebut terjadi karena masih banyak aset yang belum terjual.

Dari rasio solvabilitas, perusahaan tersebut dalam keadaan yang baik atau solvabel. Dan dari sisi rentabilitas menggabarkan hasil yang baik. hal tersebut disebabkan karena adanya kenaikan pendapatan dan dihasilkannya laba yang cukup.

Penelitian diatas akan berbeda dengan penelitian yang ditulis oleh peneliti pada, objek yang diteliti, dimana pada penelitian diatas meneliti pada PT. Telekomunikasi Tbk. Sedangkan penelitian ini dilakukan di PT.

BNI Syariah. Selanjutnya perbedaan yang akan tampak ada pada rasio yang digunakan. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian tersebut hanya tiga sedangkan pada penelitian ini akan menggunakan empat rasio dengan tambahan untuk rasio syariah seperti financing to debt ratio dan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM).

(29)

13 F. Kerangka Teori

1. Perbankan Syariah

a. Pengertian Perbankan Syariah

Menurut Undang-undang No. 21 Tahun 2008 Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Sementara Unit Usaha Syariah menurut Undang-undang No. 21 Tahun 2008 adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional (BUK) yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan atau unit syariah.16

Bank islam yang selanjutnya disebut dengan bank syariah, adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank syariah atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga, adalah lembaga keuangan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW.17 Seperti yang dijelaskan dalam Q. S. Al Baqarah ayat 275-276 :

16 Sri Wahyuni “Pengaruh CAR, NPF, FDR dan BOPO Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah (Periode 2011-2015)” (Skripsi, FSH UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), hlm., 22.

17 Muhamad, Sistem Bagi Hasil dan Pricing Bnak Syariah, (Yogyakarta: UII Press, 2016), hlm. 1

(30)

14

ُلُكۡأَي َنيِذهلٱ اَق ۡمُههنَأِب َكِل ََٰذ ِِّّۚسَمۡلٱ َنِم ُنََٰطۡيهشلٱ ُهُطهبَخَتَي يِذهلٱ ُموُقَي اَمَك هلَِإ َنوُموُقَي َلَ ْا َٰوَبِّرلٱ َنو

ُلۡثِم ُعۡيَب ۡلٱ اَمهنِإ ْآوُل

هر نِّم ٞةَظِع ۡوَم ۥُهَءٓاَج نَمَف ِّْۚا َٰوَبِّرلٱ َمهرَحَو َعۡيَبۡلٱ ُ هللَّٱ هلَحَأَو ْْۗا َٰوَبِّرلٱ َداَع ۡنَمَو ِِۖ هللَّٱ ىَلِإ ٓۥُهُر ۡمَأَو َفَلَس اَم ۥُهَلَف َٰىَهَتنٱَف ۦِهِّب

نوُدِل ََٰخ اَهيِف ۡمُه ِِۖراهنلٱ ُب ََٰح ۡصَأ َكِئََٰٓلْوُأَف ٍميِثَأ ٍراهفَك هلُك ُّبِحُي َلَ ُ هللَّٱَو ِْۗتََٰقَدهصلٱ يِب ۡرُيَو ْا َٰوَبِّرلٱ ُ هللَّٱ ُقَح ۡمَي٥٧٢

٥٧٢

“ orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;

mereka kekal dedalamnya (275) Allah Memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa (276)”.18

b. Asas Perbankan Syariah19

Asas-asas hukum Perbankan Syariah diatur dalam Pasal 2 Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2018 tentang Perbankan Syariah, dimana disebtkan bahwa Perbankan Syariah itu dalam melaksanakan kegiatan usahanya berasaskan prinsip syariah, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian.

c. Peran dan Fungsi Bank Syariah20

Peran dan fungsi bank syariah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI

18 Surah Al Baqarah ayat 275-276, https://penaindigo.com/quran-in-word-terbaru-22- support-office, (diakses tanggal 29 September 2019 pukul 22.02 wita).

19 Siska Fitriani,”Pengaruh ROA, ROE, FDR, BOPO, dan Inflasi Terhadap Kecukupan Modal Pada Bank Umum Syariah di Indonesia”, (Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2016), hlm., 12-13.

20 Sri Wahyuni “Pengaruh CAR, NPF, FDR dan BOPO Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah (Periode 2011-2015)” (Skripsi, FSH UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2016), hlm., 24-25.

(31)

15

(Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution), sebagai berikut:

1) Manajer investasi, bank syariah dapat mengelola investasi dana nasabah.

2) Investor, bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun nasabah yang dipercayakan padanya.

3) Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran, bank syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya.

4) Pelaksanaan kegiatan sosial, sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah, bank islam juga wajib memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun, mengadminisrasikan dan mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya.

5) Bank syariah mempunyai beberapa tujuan.

Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk bermuamalat secara islam, khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktik-praktik riba atau jenis-jenis usaha tersebut, selain dilarang dalam islam, juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat.

6) Untuk menciptakan suatu keadilan dibidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi, agar tidak terjadi kesenjangan yang lebar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana.

(32)

16

7) Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang usaha yang lebih besar terutama kelompok miskin yang diarahkan pada kegiatan usaha yang produktif menuju terciptanya kemandirian usaha.

8) Untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang pada umumnya merupakan program utama bagi negara-negara yang sedang berkembang. Upaya bank syariah didalam mengentaskan kemiskinan berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan pengusaha produsen, pembinaan pedagang perantara, program pembinaan konsumen, program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama.

9) Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. Dengan aktivitas bank syariah akan mampu menghindari permasalahan ekonomi akibat adanya inflasi, mnghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan.

10) Untuk menyelamatkan ketergantungan umat islam terhadap bank konvensional yang masih menerapkan sistem bunga.

d. Jenis dan Kegiatan Usaha Bank Syariah21

Mengenai jenis dan kegiatan usaha Bank Syariah, dijelaskan pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Pasal 19 ayat 1 dan ayat 2 menjelaskan sebagai berikut :

21 Siska Fitriani,”Pengaruh ROA, ROE, FDR, BOPO, dan Inflasi Terhadap Kecukupan Modal Pada Bank Umum Syariah di Indonesia”, (Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2016), hlm., 13-15.

(33)

17

1) Menghimpun dana dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipasarkan dengan berdasarkan akad wadi’ah atau akad yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

2) Mengimpun dana dalam bentuk investasi berupa deposito, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

3) Menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah, akad musyarakah, atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

4) Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akad istishna’, atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

5) Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad qardh aa akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

6) Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarah mutahiya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

7) Melakukan pengambilalihan utang berdasarkan akad hawalah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

8) Melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

(34)

18

9) Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan prinsip syariah, antara lain seperti akad ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah atau hawalah.

10) Membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan/atau Bank Indonesia.

11) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah.

12) Melakukan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu akad yang berdasarkan prinsip syariah.

13) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga berdasarkan prinsip syariah.

14) Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah berdasarkan prinsip syariah.

15) Melakukan fungsi sebagai wali amanat berdasarkan akad wakalah.

16) Memberi fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip syariah.

17) Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(35)

19

e. Prinsip Dasar Akuntansi Bank Syariah

Dengan prinsip operasi yang berbeda dengan bank konvensional memberikan imlikasi perbedaan prinsip akuntansi baik dari segi penyajian maupun pelaporannya. Dalam rangka memberikan landasan bagi pernyataan standar akuntansi keuangan mengenai akuntansi perbankan syariah. Kerangka dasar dan penyajian laporan keuangan bank syariah di indonesia telah disusun dalam bentuk PSAK No. 50 (Revisi 2010) tentang Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK No. 55 (Revisi 2011) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK No. 60 tentang Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Pengukuran dan PSAK No. 45 (Revisi 2009) tentang Penurunan Nilai Aset dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) yang direvisi menjadi PAPSI 2013. Selanjutnya diterbitkan Peraturan Bank Indonesia No 14/14/PBI/2012 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank yang kemudian diperjelas lewat No. 15/26/DPbS tertanggal 10 Juli 2013 megenai Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia. Bank syariah dapat menjalankan kegiatan usaha untuk memperoleh imbalan atas jasa perbankan lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Suatu transaksi sesuai dengan prinsip syariah apabila memenuhi syarat-syaratnya, antara lain tidak

(36)

20

mengandung unsur maghrib, transaksi tidak mengandung unsur kezaliman dan tidak merugikan pihak sendiri dan pihak lain.22

Sesuai dengan karakteristiknya, maka laporan akuntansi bank islam meliputi :23

1) Laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan bank syariah sebagai investor beserta hak dan kewajiban yang dilaporkan kedalam bentuk antara lain :

a) Laporan posisi keuangan / neraca;

b) Laporan laba rugi;

c) Laporan arus kas;

d) Laporan perubahan modal (ekuitas).

2) Laporan keuangan yang mencerminkan perubahan dalam investasi terkait yang dikelola bank syariah untuk kemanfaatan pihak-pihak lain berdasarkan akad mudharabah atau agen investasi yang dilaporkan dalam laporan perubahan dana investasi terkait.

3) Laporan keuangan yang mencerminkan peran bank syariah sebagai pemegang amanat dan kegiatan sosial yang dikelola secara terpisah dan dilaporkan ke dalam bentuk:

a) Laporan sumber dana penggunaan zakat, infak dan shadaqah.

b) Laporan sumber dana penggunaan dana qard / qardul hasan.

22 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm., 88.

23 Ibid., hlm., 88-89.

(37)

21 2. Analisis Rasio Keuangan

a. Pengertian Analisis Rasio keuangan

Menurut James C. Van Horne, rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi suatu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Dari hasil rasio keuangan ini akan kelihatan kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan.24

Rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interprestasi dana analysis laporan finansial suatu perusahaan. Rasio dalam arti standar laporan keuangan adalah angka yang menunjukan hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan.25 Secara sederhana rasio disebut sebagai perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya itulah dilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban yang selanjutnya itu dijadikan bahan kajian untuk dianalisis dan diputuskan.26

Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Hasil rasio keuangan menunjukan kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan. Kinerja keuangan suatu

24 Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), hlm. 93.

25 Fitria Febrianty “Analisis Rasio Likuiditas dan Prifitabilitas Pada Bank Rakyat Indonesia Syariah”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Raden Fatah, Palembang, 2017), hlm.

21.

26 Irham Fahmi, Analisis Laporan Keuangan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 107.

(38)

22

perusahaan dapat dinilai berdasarkan analisis laporan keuangan maupun rasio keuangan perusahaan yang bersangkutan.27

Rasio keuangan ini sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Bagi investor jangka pendek dan menengah pada umumnya lebih banyak tertarik kepada kondisi keuangan jangka pendek dan kemampuan perusahaan untuk membayar deviden yang memadai. Informasi tersebut dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang sesuai dengan keinginan.

Secara jangka panjang rasio keuangan juga dipakai dan dijadikan sebagai acuan dalam menganalisis kondisi kinerja suatu perusahaan, misalnya kondisi kinerja perusahaan selama 12 (dua belas ) tahun untuk kemudian diprediksi selama 10 s.d. 12 tahun ke depan, namun analisis seperti ini jarang dilakukan. Alasannya belum tentu kondisi stabilitas selama 10 s.d.

12 tahun ke depan sama seperti 12 tahun yang lalu. Dalam penilaian suatu kondisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor y ang turut menyebabkan perubahan pada kondisi keuangan seperti kondisi makro dan mikro ekonomi baik yang terjadi di tingkat domestik dan internasional.28

Jadi, rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka- angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi suatu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar

27 Lemiyana, Analisis Laporan Keuangan Berbasis Komputer, (Palembang: Noerfikri Offset,2015), hlm. 104.

28 Irham Fahmi, Analisis Laporan Keuangan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 107.

(39)

23

komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode.29

Analisis rasio keuangan merupakan bagian dari analisis laporan keuangan. Analisis rasio adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang ada dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan suatu perusahaan.30

Analisi rasio keuangan sendiri dimulai dengan laporan keuangan dasar yaitu dari neraca (balancesheet), perhitungan rugi laba (income statment), laporan arus kas (cash flow statement). Perhitungan rasio keuangan akan menjadi lebih jelas jika dihubungkan antara lain dengan menggunakan pola historis perusahaan tersebut, yang dilihat perhitungan pada sejumlah tahun guna menentukan apakah perusahaan membaik atau memburuk,atau melakukan perbandingan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.31

b. Manfaat Analisis Rasio Keuangan

Adapun manfaat yang bisa diambil dengan dipergunakannya rasio keuangan, yaitu :32

1) Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan;

29 Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), hlm. 93.

30 Hery, Analisis Laporan Keuangan, (Yogyakarta: Caps. 2015), hlm. 163.

31 Irham Fahmi, Analisis Laporan Keuangan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 108.

32 Irham Fahmi, Analisis Kinerja Keuangan, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 47.

(40)

24

2) Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi pihak manajemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan;

3) Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif keuangan;

4) Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi para kreditor dapat digunakan untuk memperkirakan potensi risiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman;

5) Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder organisasi.

c. Keunggulan Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan mempunyai keunggulan sebagai berikut :33 1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yanga lebih

mudah dibaca dan ditafsirkan;

2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dan informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit;

3. Mengetahui posisi perusahaan ditengah indutri lain;

4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score);

5. Mensandarisasi size perusahaan;

33 Ibid.

(41)

25

6. Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lainnya atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series;

7. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

d. Kelemahan Analisis Rasio Keuangan

Ada beberapa kelemahan dengan dipergunakannya analisa secara rasio keuangan :34

1) Penggunaan rasio keuangan akan memberikan pengukuran yang relatif terhadap kondisi suatu perusahaan;

2) Analisis rasio keuangan hanya dapat dijadikan sebagai peringatan awal dan bukan kesimpulan akhir;

3) Setiap data yang diperoleh yang dipergunakan dalam menganalisis adalah sumber dari laporan keuangan perusahaan;

4) Pengukuran rasio keuanagan banyak yang bersifat artificial.

e. Cara Menganalisis Rasio Keuangan

Penganalisisan rasio keuangan ada beberapa cara, di antaranya :35 1) Analisis horizontal / trend analysis, yaitu membandingkan rasio-

rasio keuangan perusahaan dari tahun-tahun yang lalu dengan tujuan agar dapat dilihat trend dari rasio-rasio perusahaan selama kurun waktu tertentu;

34 Ibid., hlm. 48

35 Ibid., hlm. 50

(42)

26

2) Analisis vertikal, yaitu membandingkan data rasio keuangan perusahaan dengan rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau seindustri untuk waktu yang sama;

3) The du pont chart berupa bagan yang di rancang untuk memperlihatkan hubungan antara ROI, asset turnover dan profit margin.

3. Kinerja Keuangan

a. Pengertian Kinerja Keuangan

Kinerja merupakan suatu proses perencanaan terpimpin yang terorganisasi dan upaya pengendalian anggota dalam lingkungan organisasi kerja serta proses penggunaan semua prangkat-perangkat lain sumber daya manusia, dalam keanggotaannya suatu organisasi dapat menciptakan efisiensi dan efektifitas kinerja bagi para anggotanya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan serta dapat mencapai hasil yang optimal.36

Kinerja dalam Al Qur’an terdapat pada Surat Al-Ahqaaf ayat 19 yang artinya :

َنوُمَلۡظُي َلَ ۡمُهَو ۡمُهَل ََٰم ۡعَأ ۡمُهَيِّفَوُيِلَو ِْۖاوُلِمَع اهمِّم ٞت ََٰجَرَد ّٖ لُكِلَو ٣١

“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka

36 Rizki Utami Wahyu Ohorella, “Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Perbankan Syari’ah Dengan Metode Balanced Scorecard (Studi kasus pada PT BPRS Bahari Berkesan Provinsi Maluku Utara dan PT BPRS Barokah Dana Sejahtera Provinsi D.I. Yogyakarta)”, (skripsi, Program Studi Magister Akuntansi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2018), hlm.

9.

(43)

27

(balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.” (Q.S. Al-Ahqaaf ayat 19).37

Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standar ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAAP (General Acepted Accounting Principle), dan lainnya.

Jadi kinerja keuangan adalah suatu alat yang digunakan oleh seorang pimpinan atau perusahaan dalam melihat keadaan keuangannya yang disesuaikan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan sehingga dapat menilai keadaan perusahaan juga dapat mengambil keputusan yang diperlukan.

b. Tahap-tahap dalam Menganalisis Kinerja Keuangan

Penilaian kinerja setiap perusahaan adalah berbeda-beda karena itu tergantung kepada ruang lingkup bisnis yang dijalankannya. Jika perusahaan tersebut bergerak pada sektor bisnis pertambangan maka itu berbeda dengan perusahaan yang bergerak pada bisnis petanian serta perikanan. Maka begitu juga pada perusahaan dengan sektor keuangan seperti perbankan yang jelas memiliki ruang lingkup bisnis berbeda dengan ruang lingkup bisnis lainnya, karena seperti yang kita ketahui perbankan adalah mediasi yang menghubungkan mereka yang memiliki

37 Surah Al-Ahqaaf ayat 19, https//:penaindigo/qur’an-in-word-terbaru-22-support-office/, diakses pada tanggal 29 September 2019 pukul 19.58 wita.

(44)

28

kelebihan dana (surplus financial) dengan mereka yang kekurangan dana (deficit financial), dan bank bertugas untuk memjembatani keduanya.38

Maka disini ada 5 (lima) tahap dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan secara umum, yaitu :39

1) Melakukan review terhadap data laporan keuangan

Review di sini dilakukan dengan tujuan agar laporan keuangan yang sudah di buat tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi, sehingga dengan demikian hasil laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

2) Melakukan perhitungan

Penerapan metode perhitungan di sini adalah disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.

3) Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh. Dari hasil hitungan yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan perbandingan dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya.

4) Melakukan penafsiran terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.

Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahaan adalah setelah dilakukan ketiga tahap tersebut selanjutnya dilakukan

38 Irham Fahmi, Analisis Kinerja Keuangan, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 3

39 Ibid., hlm. 3-4.

(45)

29

penafsiran untuk melihat apa-apa saja permasalahan dan kendala- kendala yang di alami oleh bank tersebut.

5) Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.

Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang telah dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat diselesaikan.

c. Hubungan Rasio Keuangan dengan Kinerja Keuangan

Menurut Warsidi dan Bambang40 “Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisi prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi dimasa lalu dan membantu menggambarkan trend pada pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukan rasio dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan”.

Rasio keuangan dan kinerja perusahaan mempunyai hubungan yang erat. Rasio keuangan ada banyak jumlahnya dan setiap rasio mempunyai kegunaannya masing-masing. Bagi investor ia akan melihat rasio dengan penggunaan yang paling sesuai dengan analisis yang akan dilakukan. Jika rasio tersebut tidak merepresentasikan tujuan dari analisis yang akan dilakukan maka rasio tersebut tidak akan dipergunakan,

40 Ibid., hlm. 45.

(46)

30

karena dalam konsep keuangan dikenal dengan namanya fleksibelitas, artinya rumus atau berbagai bentuk formula yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan kasus yang diteliti. Karena kita tidak bisa menganalisiskan seluruh rumus yang ada adalah cocok pada semua kasus yang diteliti. Atau dalam istilah pakar keuangan bahwa pasar adalah laboratorium yang paling bagus untuk menguji segala kemampuan dan analisi yang dimiliki, maka segala kepemilikan formula dan berbagai pemukiran yang kita miliki akan terbukti pada saat menguji di pasar, seperti profit atau rugikah yang akan terjadi nantinya.41

Pada dasarnya penilaian kesehatan perbankan berdasarkan pada peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yaitu Peraturan Bank Indonesia No. 9/1/PBI/2007 tentang Sistem Penilaian Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah yang diatur ketentuannya dalam surat edaran Bank Indonesia No. 9/24/DPbS perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.

Berdasarkan peraturan diatas peneliti mengambil rasio-rasio berikut sebagai penelitian, yaitu :

1) Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih.

Dengan kata lain dapat membayar kembali pencairan dana

41 Ibid., hlm. 46

(47)

31

deposannya pada saat ditagih serta dapat mencukupi permintaan kredit yang telah diajukan. Semakin besar rasio ini, semakin likuid.42

Untuk melakukan pengukuran rasio ini memiliki beberapa jenis rasio yang masing-masing memiliki maksud dan tujuan tersendiri.

Adapun jenis-jenis rasio likuiditas sebagai berikut :43 a) Quick Rasio

Quick rasio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya terhadap deposan (pemilik simpanan giro, tabungan dan deposito) dengan harta yang paling likuid yang dimiliki oleh suatu bank.

Rumus Perhitungan :

b) Banking Ratio

Banking Ratio bertujuan untuk mengukur tingkat likuiditas bank dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang dimiliki. Semakin tinggi rasio ini, maka tingkat likuiditas bank semakin rendah , karena jumlah dana yang digunakan untuk membiayai kredit semakin kecil, demikian pula sebaliknya. 44

Rumus perhitungan banking ratio :

42 Kasmir, Manajemen Perbankan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), hlm., 268.

43 Ibid.

44 Ibid., hlm 269.

(48)

32 c) Loan to Asset Ratio

Loan to Asset Ratio merupakan rasio untuk mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah harta yang dimiliki bank.

Semakin tinggi tingkat rasio ini, menunjukan semakin rendahnya tingakat likuiditas bank.45

Rumus Perhitungan Asset to Loan Ratio :

%

d) FDR (Financing to Deposit Rasio)

Kebutuhan likuiditas setiap bank berbeda-beda tergantung antara lain pada khususan usaha bank, besarnya bank dan sebagainya. Oleh karena itu untuk menilai cukup tidaknya likuiditas suatu bank dengan menggunakan ukuran financing deposito to ratio, yaitu dengan memperhitungkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kewajibannya, seperti memenuhi commitment Financing, antisipasi atas pemberian jaminan bank yang pada gilirannya akan menjadi kewajiban bagi bank. Apabila hasil pengukuran jauh berada di atas target dan limit bank tersebut maka dapat dikatakan bahwa bank akan mengalami kesulitan likuiditas yang pada gilirannya akan menimbulkan beban biaya yang besar. Sebaliknya bila berada di bawah target dan limitnya, maka bank tersebut dapat memelihara alat likuid yang berlebihan

45 Ibid., hlm. 270.

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Berfikir

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan perbankan yang didirikan bertujuan utama untuk bertahan hidup dan memperoleh laba. Kondisi tingkat kesehatan diukur dengan rasio-rasio. Penelitian ini bertujuan

Penelitian ini berjudul “ Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN

Dari definisi yang telah diberikan di atas maka dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa analisis laporan keuangan adalah suatu kegiatan untuk membedah dan menguraikan

Dilihat dari Assets to Loan Ratio PT Bank SUMUT tahun 2015 sampai 2017 kinerja perusahaan baik karena mengalami penurunan rasio setiap tahunnya, karena semakin rendah

Kinerja keuangan Garuda Indonesia (Persero), Tbk berdasarkan analisis rasio solvabilitas yang ditinjau dari Debt to Equity Ratio selama empat periode terakhir 2015- 2018

Penelitian ini akan melihat kinerja keuangan dengan rasio likuiditas berdasarkan Current Ratio (CR) dan Quick Ratio (QR), rasio profitabilitas berdasarkan Return

Goodyear Indonesia, Tbk Analisis laporan keuangan adalah suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing- masing