GLOBALISASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANALISIS SITUASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
DISUSUN OLEH IHWANA BELA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL, HUKUM, DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2023
A. ANALISIS SITUASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
Pendidikan merupakan elemen krusial dalam kehidupan Masyarakat yang memerlukan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, pemerintah dihadapkan pada berbagai peluang dan tantangan yang semakin kompleks dalam pendidikan akibat adanya globalisasi.
Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang signifikan seiring upaya untuk mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan global. Melalui pengintegrasian teknologi dan penerapan konsep 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity), pendidikan di Indonesia berupaya memberikan siswa keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa lulusan pendidikan Indonesia memiliki daya saing internasional pada abad- 21 dan dapat berkontribusi secara efektif dalam dunia kerja yang semakin kompleks.
Tetapi, pendidikan Indonesia masih mengalami ketidakmerataan, terutama dari segi fasilitas. Daerah-daerah terpencil dan pedalaman masih seringkali kesulitan mengakses fasilitas pendidikan yang memadai. Hal ini menciptakan kesenjangan antara pendidikan di perkotaan dan pedesaan. Bahkan, menurut laporan dari Viva.co.id sebanyak hampir 5 juta anak Indonesia berasal dari daerah terpencil dan tidak mendapatkan pendidikan.
Pemerintah juga berupaya memberikan fasilitas beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), PIP (Program Indonesia Pintar), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai langkah positif untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini membantu mengurangi beban ekonomi keluarga sehingga anak-anak dapat tetap bersekolah tanpa terhambat oleh kendala finansial. Untuk mendukung program perluasan wajib belajar bagi Masyarakat Indonesia, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 665,0 triliun.
Tantangan utama lainnya adalah minimnya jumlah pengajar yang berkualitas. Kondisi ini memberikan dampak langsung pada mutu pembelajaran, karena sebagian besar pengalaman belajar siswa sangat tergantung pada kemampuan, dedikasi, dan kompetensi pengajar. Dengan jumlah pengajar berkualitas yang kurang memadai, proses pembelajaran menjadi tidak optimal, berpotensi menghambat perkembangan siswa dalam jangka panjang. Selain itu, keberadaan pengajar yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang sejalan dengan bidangnya dapat menjadi kendala, meskipun kemampuan mengajarnya mungkin tetap baik. Selain itu, kesejahteraan guru di Indonesia juga masih
rendah, terutama bagi guru- guru honorer. Menurut informasi yang diberikan databoks rata- rata terendah gaji guru di Thailand pada Oktober 2023 mencapai Rp9,5 juta, Filipina Rp6,9 juta, dan Malaysia Rp5,5 juta per bulan, jauh lebih tinggi dibanding Indonesia yang hanya setara dengan Rp 2,4 juta bagi PNS.
Meskipun pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan positif, masih terdapat tantangan serius seperti ketidakmerataan, kualitas pengajar yang perlu ditingkatkan, dan perluasan akses pendidikan. Isu-isu ini memerlukan perhatian serta upaya bersama dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan Masyarakat untuk memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan.
B. GLOBALISASI MEMBUKA PELUANG BARU DALAM BIDANG PENDIDIKAN Globalisasi dalam bidang pendidikan memberikan perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek, diantaranya kurikulum, teknologi pendidikan, pertukaran pelajar/
mahasiswa/ pengajar, bahasa dan budaya, serta kerja sama akademik.
1. Kurikulum Internasional
Kurikulum internasional penting karena Masyarakat global semakin terhubung. Para pemimpin negara juga memahami perlunya persiapan siswa untuk menghadapi tantangan dan peluang di skala global dengan mengadospi kurikulum- kurikulum internasional untuk diterapkan di Indonesia. Kurikulum di Indonesia sendiri terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.
2. Teknologi Pendidikan
Seiring perkembangan teknologi, pendidikan juga terintegrasi dalam teknologi dalam proses pembelajarannya. Pembelajaran online, penggunaan platform digital, dan sumber daya pendidikan online membuka akses pendidikan ke seluruh dunia, memfasilitasi pertukaran ide, pengalaman, dan ilmu siswa serta pengajar dari berbagai negara.
3. Pertukaran Pelajar/ Mahasiswa/ Pengajar
Pertukaran pelajar/ mahasiswa/ pengajar adalah aspek penting dalam globalisasi pendidikan. Ini membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mempersiapkan pelajar/ mahasiswa untuk menghadapi tantangan global serta memberikan pengalaman mendidik bagi pengajar di luar negeri.
4. Bahasa dan Budaya
Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris sebagai bahasa global menjadi semakin penting. Kesadaran akan keragaman budaya dan pemahaman terhadap norma-norma global membantu membentuk individu yang memiliki perspektif yang lebih luas dan inklusif.
5. Kerja Sama Akademik
Kerja sama akademik internasional melibatkan institusi pendidikan dari berbagai negara yang bekerjasama dalam penelitian, konferensi, dan pertukaran pengajar. Hal ini membuka pintu untuk sharing pengetahuan, penelitian bersama, dan pertukaran ide, semuanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara global.
C. DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI PENDIDIKAN
• DAMPAK NEGATIF
Globalisasi memberikan dampak negatif terhadap pendidikan, seperti yang disampaikan oleh Saodah (2020). Beberapa dampak negatif tersebut melibatkan:
1. Penurunan Kualitas Moral Siswa
Akses mudah terhadap informasi melalui internet, termasuk situs-situs tidak pantas seperti pornografi, dapat langsung atau tidak langsung mempengaruhi moral siswa.
2. Peningkatan Kesenjangan Sosial
Kemajuan teknologi dan informasi dalam pendidikan seringkali hanya dinikmati oleh sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, sementara sekolah di wilayah pedalaman tertinggal karena sulitnya akses dan kurangnya modal.
3. Pengikisan Kebudayaan Lokal
Hilangnya unsur-unsur budaya lokal, seperti berkurangnya rasa nasionalisme, kekeluargaan, dan adopsi gaya hidup yang lebih kebarat-baratan.
4. Munculnya Tradisi Serba Cepat dan Instan
Fokus pendidikan yang awalnya pada proses, kini beralih kepada pencapaian hasil. Hal ini dapat mendorong orang untuk lebih menekankan pada hasil akhir daripada proses pendidikan, bahkan memicu praktik jual beli ijazah palsu guna mendapatkan keuntungan dengan cepat dan instan.
Selain itu, globalisasi pendidikan juga menimbulkan komersialisasi pendidikan, dimana kepentingan finansial, seperti biaya pendaftaran dan uang gedung, menjadi lebih dominan daripada kewajiban-kewajiban inti pendidikan. Sekolah juga menerapkan aturan yang berdampak pada pergeseran paradigma pendidikan yang tidak tepat. Keberhasilan pendidikan diukur semata-mata dari jumlah lulusan yang dapat diabsorpsi oleh sektor industri. Pendekatan semacam ini tidak lagi mengedepankan pengembangan kualitas manusia yang melek sosial, yang seharusnya menjadi tujuan utama pendidikan.
• DAMPAK POSITIF
Globalisasi juga telah membawa dampak positif yang signifikan pada bidang pendidikan.
Beberapa dampak tersebut mencakup:
1. Sistem Pembelajaran Online
Globalisasi telah memungkinkan pengembangan sistem pembelajaran online atau e- learning. Keuntungan utamanya adalah fleksibilitas waktu dan lokasi, memungkinkan peserta didik dengan jadwal yang padat untuk belajar kapan saja. Selain itu, sistem ini dapat mengurangi biaya transportasi yang biasanya terkait dengan konvensional.
2. Kemudahan Mengakses Informasi Pendidikan
Situs-situs yang menyediakan buku digital atau e-book memungkinkan pendidik dan peserta didik untuk mengunduh materi tanpa perlu mencetaknya, mengurangi penggunaan kertas dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Peningkatan Kualitas Pendidik
Guru dapat memanfaatkan kemudahan akses informasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka dapat mengikuti tren pembelajaran global dan mengakses referensi terbaik dari negara-negara maju.
4. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pendidikan berbasis teknologi memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dapat menggunakan komputer, internet, dan multimedia untuk menyajikan materi dengan lebih interaktif dan menarik.
5. Pertukaran Pelajar
Siswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pendidikan di luar negeri, memperluas wawasan budaya, dan meningkatkan pengetahuan mereka yang dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih luas.
6. Mendorong Inovasi Siswa
Globalisasi mendorong siswa untuk menciptakan karya inovatif. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa dan pemanfaatan teknologi dapat merangsang daya pikir kreatif siswa.
D. SOLUSI DARI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI PENDIDIKAN 1. Penguatan Etika dan Moral
Etika dan moral harus terus dikuatkan dengann dukungan dan kerja sama dari semua pihak, baik guru, orang tua, dan pemerintah. Penguatan ini dapat dilakukan dengan menerapkan
pendidikan etika dan moral serta pendidikan karakter di sekolah sebagai pembelajaran wajib.
2. Pemerataan Akses Teknologi
Mendorong upaya pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memastikan akses teknologi dan informasi merata di seluruh wilayah, sehingga sekolah di daerah pedalaman juga dapat menikmati kemajuan teknologi dan mengurangi kesenjangan sosial.
3. Pemeliharaan Budaya Lokal
Memasukkan unsur-unsur budaya lokal dalam kurikulum pendidikan, sehingga siswa tetap terhubung dengan identitas budaya mereka. Program-program ekstrakurikuler dan kegiatan-kegiatan sosial dapat menjadi wadah untuk mempertahankan dan mempromosikan kearifan lokal.
4. Penanganan Komersialisasi Pendidikan
Menerapkan regulasi yang ketat terhadap lembaga pendidikan swasta agar mereka tidak hanya berorientasi pada aspek komersial semata dengan penetapan tarif dan biaya harus sejalan dengan kualitas pendidikan yang disediakan.
5. Pelatihan Pendidik
Memberikan pelatihan tambahan kepada para pendidik untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan globalisasi. Ini melibatkan peningkatan kompetensi digital, pengembangan metode pembelajaran inovatif, dan penanaman nilai-nilai moral pada proses pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahdiat, A. (2023). Gaji guru di Indonesia sangat kecil disbanding negara tetangga. Databoks.
https://bit.ly/3GD4qb1. Diakses pada tanggal 11 Desember 2023 pukul 10:00 WIB
Koesmawardhani, N.W. (2023). Dana pendidikan 2024 Rp 665 T, fokus perluasan wajib belajar- bantuan pendidikan. Detik.com. https://www.detik.com/edu/edutainment/d- 7067491/dana-pendidikan-2024-rp-665-t-fokus-perluasan-wajib-belajar-bantuan-
pendidikan. Diakses pada tanggal 11 Desember 2023 pukul 09:02 WIB
Setyawati, Y., Septiani, Q., Ningrum, R. A., & Hidayah, R. (2021). Imbas Negatif Globalisasi Terhadap Pendidikan di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), halaman 306.
Widiarini, A. (2018). 5 juta anak Indonesia di pelosok sulit akses pendidikan. Viva.co.id.
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/parenting/1035429-5-juta-anak-indonesia-di-pelosok- sulit-akses-pendidikan Diakses pada tanggal 11 Desember 2023 pukul 08:44 WIB
https://manajemen.uma.ac.id/2021/10/dampak-globalisasi-di-bidang-pendidikan-beserta- contohnya/