• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL MODEL SIMULASI KEL 5[1]

N/A
N/A
Selvina Aulia

Academic year: 2024

Membagikan "ARTIKEL MODEL SIMULASI KEL 5[1]"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Model dan Simulasi Monte Carlo Pada Salah Satu Petshop di Bukittinggi

Khalif Janathan1,Lannihara Ritonga2,Nurul ‘Aini Koto3, Selvina Aulia4

Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Email :

[email protected] [email protected] [email protected] [email protected]

Received: - ; Revised: -: Accepted: - Abstrak

Abstrak : simulasi tata cara Monte Carlo dalam manajemen Petshop di Bukittinggi sangat begitu penting. Tata cara Monte Carlo digunakan buat memprediksi bermacam aspek operasional serta finansial, semacam stok benda, kebutuhan pakan, dan proyeksi penjualan serta keuntungan. Dengan menggunakan simulasi berbasis probabilitas ini, Petshop bisa membuat keputusan yang lebih pas serta terinformasi dalam mengelola persediaan serta pelayanan kepada pelanggan. Riset ini menampilkan kalau tata cara Monte Carlo bisa kurangi resiko kehilangan stok, memaksimalkan bayaran operasional, dan tingkatkan kepuasan pelanggan lewat perencanaan yang lebih efisien. Hasil analisis menampilkan kalau pelaksanaan tata cara ini tidak cuma tingkatkan efisiensi operasional namun pula membagikan akibat positif terhadap profitabilitas Petshop di Bukittinggi, pada penyelidikan menggunakan monte carlo pada petshop tersebut yang berfokus terhadap mengidentifikasi serta mengatasi resiko kehilangan dan kerugian yang terjadi pada sebuah petshop. Dengan mengumpulkan data dari petshop yang sudah bedagang selama 3 tahun yang telah kami bagikan perhitungannya dengan perbulan, kami menggunakan model simulasi yang mewakili untuk petshop. Dengan hasil dari simulasi ini dapat membantu pemilik dari petshop mengatasi dan mendapatkan Solusi terhadap resiko yang terjadi pada petshop.studi kasus ini berkonstribusi sehingga dapat membantu meningkatkan ke efisient pada petshop menggunakan monte carlo dalam mengembangkan artikel ini.

Kata Kunci : model, Simulasi, Monte carlo,Petshop

Application of Monte Carlo Modeling and Simulation in a Petshop in Bukittinggi

Abstract

Abstract:Monte Carlo simulation of procedures in Petshop management in Bukittinggi is very important. Monte Carlo methods are used to predict various operational and financial aspects,

(2)

such as stock of goods, feed requirements, and sales and profit projections. By using this probability-based simulation, Petshop can make more appropriate and informed decisions in managing inventory and service to customers. This research shows that Monte Carlo methods can reduce the risk of stock loss, maximize operational costs, and increase customer satisfaction through more efficient planning. The results of the analysis show that the implementation of this procedure not only increases operational efficiency but also has a positive impact on the profitability of Petshops in Bukittinggi, in investigations using monte carlo in these petshops which focus on identifying and overcoming the risks of loss and damage that occur in a petshop.

By collecting data from pet shops that have been trading for 3 years and we have divided the calculations by month, we use a representative simulation model for pet shops. The results of this simulation can help petshop owners overcome and find solutions to the risks that occur in petshops. This case study contributes to helping increase the efficiency of petshops using Monte Carlo in developing this article.

Keywords : Model, Simulation, Monte Carlo, Petshop PENDAHULUAN

Pada saat ini, kebanyakan bisnis khususnya pada sebuah petshop yang mempunyai beberapa variable penting seperti permintaan pada suatu produk ,persediaan,dan keuntungan sehingga dapat pendapatan yang dihasilkan juga memberikan keuntungan, dengan kebanyakan toko yang tersebar pada saat ini merupakan suatu tantangan yang sangat besar yang harus dihadapi oleh petshop,salah satu tantangannya seperti timbulnya kerugian serta adanya potensi hilang dari barang tersebut, sehingga memberi ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan pada sebuah toko petshop tersebut.

Untuk menjaga kestabilan pada petshop tersebut membutuhkan memprediksikan semua aspek yang ada pada sebuah toko tersebut sehingga memberikan Keputusan yang lebih terinformasi pada pelayanan yang diberikan untuk toko tersebut.

Prediksi merupakan suatu proses yang memperkirakan secara sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi dimasa depan berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil, pada penelitian kami ,menggunakan beberapa data selama 3 tahun pada petshop tersebut sehingga dapat kami olah beberapa kerugian dan keuntungan pada petshop tersebut hingga mendapatkan hasil Keputusan yang tepat untuk digunakan pada petshop tersebut.

Keputusan adalah kegiatan memilih suatu strategi atau Tindakan dengan memenuhi syarat,variable,dan model yang telah ditentukan yang bertujuan dalam memecahkan suatu masalah, pengambilan Keputusan ini merupakan proses pemilihan alternatif dari suatu Tindakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu.

Artikel ini membahas mengenai tentang model simulasi Monte carlo yang merupakan teknik yang digunakan dalam memprediksi suatu kemungkinan hasil dari pristiwa yang tidak pasti, dengan menganalisis data masa lalu dan memeprediksi berbagai hasil masa depan berdasarkan pilihan dari suatu Tindakan yang digunakan. Disini kita harus memahami

(3)

mengenai konsep dari monte carlo agar dapat memberikan Keputusan yang lebih baik dan mengurangi kesalahan pada saat mengolah data.

Hasil dari artikel ini akan memberikan penyelesaian serta Keputusan tepat dari penggunaan monte carlo pada petshop, sangat diharapkan pada pembaca pentingnya model dan simulasi monte carlo pada petshop. Dengan penggunaan model dan simulasi ini dapat memberikan strategi yang dilakukan dalam pemasaran sehingga memberikan kefisiensi pada sebuah petshop dalam menggunakan Keputusan yang tepat dalam memberikan pelayanan pada pelanggan tersebut.

METODE

Penelitian ini dilakukan pada salah satu petshop yang ada di Bukittinggi. objek dari penelitian yaitu data penjualan selama 3 tahun yang telah diperoleh oleh petshop tersebut yang akan berpengaruh terhadap Keputusan yang akan digunakan oleh petshop tersebut dalam melayani pelanggan sehingga memberikan strategi yang efektif pada perdagangannya.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke petshop tersebut secara berkelompok dan ada juga data yang kami peroleh yaitu data penjualan produk dipetshop dalam 3 tahun dan perlatan yang digunakan seperti buku dan handphone dalam mencatat data yang diperoleh toko tersebut.

Mengumpulkan data permintaan merek makanan kucing yang di dibeli oleh konsumen.

Sempel data yang diambil pada penilitian ini ada 10 merek makanan kucing dengan variant rasa yang berbeda- beda pada petshop tersebut. Kemudian data tersebut diolah secara manual menggunakan Model Simulasi Monte Carlo.

Batasan dan asumsi pada penilitian ini:

1. Data yang diperoleh ialah data pemilihan permintaan barang di petshop 2. Pengambilan data dilakukan salama 2 hari

3. Pengolahan data dilakukan selama seminggu

4. Asumsi bahwa setiap pelanggan di petshop tersebut tidak ada yang merasa kecewa dengan pelayanannya

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1.1 distribusi permintaan N

O

NAMA PERMINTAAN FREKUENSI

1 I Cats 3 Variant 25 Bungkus

2 Happy Cat 1 Variant 30Bungkus

3 Proplan 1Variant 35Bungkus

(4)

4 Omeo 3Variant 40Bungkus

5 Whislas 3Variant 55Bungkus

6 Santap 2Variant 60Bungkus

7 Universal 1Variant 65Bungkus

8 Bold 2Variant 75Bungkus

9 Beuty 4Variant 125Bungkus

10 Cat Choise 2Variant 140Bungkus

JUMLAH 650Bungkus

Table ini menunjukkan variasi permintaan untuk masing-masing bahan yang digunakan di Aura Petshop :

 I Cats memiliki 3 variant permintaan.

 Happy Catmemiliki 1 variant permintaan.

 Proplanmemiliki 1 variant permintaan.

 Omeomemiliki 3 variant permintaan.

 Whislasmemiliki 3 variant permintaan.

 Santapmemiliki 2 variant permintaan.

 Universalmemiliki 1 variant permintaan.

 Boldmemiliki 2 variant permintaan.

 Beutymemiliki 4 variant permintaan.

 Cat Choisememiliki 2 variant permintaan.

Tabel 2.1 Fungsi komulatif distribusi permintaan NO NO.X NAMA PERMINTAAN DISTRIBUSI

DENSITAS

FUNGSI KOMULATIF

1 X=1 I Cats 3 Variant 0,038 0,038

2 X=2 Happy Cat 1 Variant 0,046 0,084

3 X=3 Proplan 1Variant 0,053 0,137

4 X=4 Omeo 3Variant 0,061 0,198

5 X=5 Whislas 3Variant 0,084 0,282

6 X=6 Santap 2Variant 0,092 0,374

7 X=7 Universal 1Variant 0,1 0,474

8 X=8 Bold 2Variant 0,115 0,589

9 X=9 Beuty 4Variant 0,192 0,781

10 X=10 Cat Choise 2Variant 0,215 0,996

JUMLAH 0,996

(5)

Table 3.1 angka penunjuk Batasan NO NAMA PERMINTAAN/

BULAN

DISTRIBUS I DENSITAS

FUNGSI KOMULATIF

DISTRIBUSI

TAG NUMBER

1 I Cats 3 Variant 0,038 00 - 38 0,00 ≤ RI < 0,038

2 Happy

Cat

1 Variant 0,084 39 - 84 0,038≤ RI < 0,084

3 Proplan 1Variant 0,137 85 - 137 0,084 ≤RI< 0,137

4 Omeo 3Variant 0,198 138 - 198 0,137 RI < 0,198 5 Whislas 3Variant 0,282 199 - 282 0,198 RI < 0,282 6 Santap 2Variant 0,374 283 - 374 0,282 RI < 0,374 7 Universal 1Variant 0,474 375 - 474 0,374 RI < 0,474 8 Bold 2Variant 0,589 475 - 589 0,474 RI < 0,589 9 Beuty 4Variant 0,781 590 - 781 0,589 RI < 0,781

10 Cat

Choise

2Variant 0,996 782 - 996 0,781 ≤ RI < 0,996

Table ini sudah dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan perhari dengan penarikan random number sebanyak 30 kali (diketahui Z0 =12357, A=61, M=431)

Z1 =a*Z0 mod m =61*12357 mod 431 =753.777-753.388 =389

R1=389/431=0,902

Z16 = a*Z15 mod m =61 * 30 mod 431 = 1830 – 1724 =106

R16= 106 / 431= 0,245 Z2 =a*Z1 mod m

=61*389 mod 431 =23.729-23.705 =24

R2=24/431=0,055

Z17 = a*Z16 mod m =61 * 106 mod 431 = 6466 – 6465 =1

R17= 1 / 431= 0,002 Z3 =a*Z2 mod m

=61*24 mod 431 =1464-1293 =171

R3=171/431=0,396

Z18 = a*Z17 mod m =61 * 1 mod 431 =61– 0

=61

R18=61/431=0,002 Z4 =a*Z3 mod m

=61*171 mod 431 =10.431-10.344 =87

R4=87/431=0,201

Z19 = a*Z18 mod m

=61 * 61 mod 431

= 3721 – 3448

= 273

R19 = 273 / 431= 0,633 Z5 =a*Z4 mod m

=61*87 mod 431 =5307-5172 =135

R5=135/431=0,313

Z20 = a*Z19 mod m

=61 * 273 mod 431

= 16653 – 16378

= 275

R20 = 275 / 431= 0,638

Z6 =a*Z5 mod m Z21= a*Z20 mod m

(6)

=61*135 mod 431 =8235-8189 =46

R6=46/431=0,106

=61 * 275 mod 431

= 16775 – 16378

=367

R21 = 367 / 431= 0,851 Z7 =a*Z6 mod m

=61*46 mod 431 =2806-2586 =220

R7=220/431=0,510

Z22= a*Z21 mod m

=61 * 367 mod 431

= 22387 – 21981

=406

R22 = 406 / 431= 0,941 Z8 =a*Z7 mod m

=61*220 mod 431 =13.420-13.361 =59

R8=59/431=0,136

Z23= a*Z22 mod m

=61 * 406 mod 431

= 24766 – 24567

=199

R23 = 199 / 431= 0,461 Z9 =a*Z8 mod m

=61*59 mod 431 =3599-3448 =151

R9=151/431=0,350

Z24= a*Z23 mod m

=61 * 199 mod 431

= 12139 – 12068

=71

R24 = 71 / 431= 0,164 Z10 =a*Z9 mod m

=61*151 mod 431 =9211-9051 =160

R10=160/431=0,371

Z25= a*Z24 mod m

=61 * 71 mod 431

= 4331 – 4310

= 21

R25 = 21 / 431= 0,677 Z11 =a*Z10 mod m

=61*160 mod 431 =9760-9482 =278

R11=278/431=0,645

Z26 = a*Z25 mod m

=61 * 21 mod 431

= 1281 – 862

= 419

R26 = 419 / 431= 0,972 Z12 = a*Z11 mod m

=61 * 278 mod 431

=16958 – 168

=149

R12 = 149 / 431= 0,345

Z27 = a*Z26 mod m =61 * 419 mod 431

= 25559 – 25429

=130

R27 = 130 / 431= 0,301 Z13 = a*Z12 mod m

=61 * 149 mod 431

= 9089 – 9051

=38

R13= 38 / 431= 0,088

Z28= a*Z27 mod m

=61 * 130 mod 431

= 7930 – 7758

=172

R28 = 172 / 431= 0,399 Z14 = a*Z13 mod m

=61 * 38 mod 431 = 2318 – 2155 =163

R14= 163 / 431= 0,378

Z29= a*Z28 mod m

=61 * 172 mod 431

= 10320 – 9913

=407

R29 = 407 / 431= 0,944 Z15 = a*Z14mod m

=61 * 163 mod 431 = 9943 – 9913 =30

R15= 30 / 431= 0,069

Z30= a*Z29 mod m

=61 * 407 mod 431

= 24847 – 24567

=260

R30 = 260 / 431= 0,603

(7)

HASIL RNG 1-30 0,902 → brand ke 10

0,055 → brand ke 2 0,396 → brand ke 7 0,201 → brand ke 5 0,313 → brand ke 6 0,106 → brand ke 3 0,510 → brand ke 8 0,136 → brand ke 3 0,350 → brand ke 6

0,371 → brand ke 6 0,645 → brand ke 9 0,345 → brand ke 6 0,088 → brand ke 2 0,378 → brand ke 7 0,069 → brand ke 2 0,245 → brand ke 5 0,002 → brand ke 1 0,141 → brand ke 3

0,633 → brand ke 9 0,638 → brand ke 9 0,851 → brand ke 10 0,941 → brand ke 10 0,461 → brand ke 7 0,164 → brand ke 4 0,677 → brand ke 9 0,972 → brand ke 10 0,301 → brand ke 6 0,399 → brand ke 7

Hasil permintaan berdasarkan bilangan acak yang dibangkitkan menggunakan metode Multiplicatif RNG, berikut adalah penjelasan hasil permintaan untuj setiap makanan kucing:

1. Cat Chioise dan Beuty masing-masing muncul sebnyak 5 kali dealam system simulasi, ini menunjukkan makanan kucing yang paling banyak di minati

2. Universal,Santap,Proplan masing-masing muncul sebnyak 4 kali dalam system simulasi

3. Happy Cat, Bold, Whislas masing-masing muncul sebnyak 2 kali pada system simulasi 4. I Cats dan Omeo masing-masing muncul sebanyak 1 kali pada system smulasi

No Hasil Permintaan Barang Penjelasan terdapat

1 1 Cat Choise Cat Choise (5)

2 2 Happy Cat Happy Cat (2)

3 3 Universal Universal (4)

4 4 Whislas Whislas (2)

5 5 Santap Santap (4)

6 6 Proplan Proplan (4)

7 7 Bold Bold (2)

8 8 Proplan Beuty (5)

9 9 Bold I Cats (1)

10 10 Santap Omeo (1)

11 11 Beuty

12 12 Santap

13 13 Proplan

14 14 Universal

15 15 Happy Cat

16 16 Whislas

17 17 I Cats

18 18 Proplan

19 19 Beuty

20 20 Beuty

21 21 Cat Choise

22 22 Cat Choise

(8)

23 23 Universal

24 24 Omeo

25 25 Beuty

26 26 Cat Choise

27 27 Santap

28 28 Universal

29 29 Cat Choise

30 30 Beuty

SIMPULAN

Hasil analisis pemilihan permintaan barang di Petshop menggunakan metode simulasi monte carlo yang menunjukkan bahwa merek makanan kucing Cat Choise dan Beuty adalah produk yang paling banyak diminati dan pada urutan selanjutnya merek makanan kucing yang juga di minati universal, santap, dan proplan yang memiliki peminat yang tidak beda jauh dengan Cat Choise dan Beuty yang sering dibeli oleh konsumen. Hal ini memberikan petunjuk pentingnya bagi pemilik Petshop tersebut untuk focus pada stok dan promosi kedua produk ini guna meninggkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan metode Monte Carlo, Petshop dapat memprediksi permintaan secara lebih akurat, mengurangi risiko kekurangan stok, dan meningkatkan efisiensi operasional

DAFTAR PUSTAKA

Amal, M. F. PREDIKSI PENJUALAN BARANG MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO PADA NANA PETSHOP PADANG

Syaputra, A. E., & Eirlangga, Y. S. (2022). Akumulasi dan Prediksi Tingkat Penjualan

Minuman dengan Menerapkan Metode Monte Carlo. Jurnal Informasi dan Teknologi, 148-153.

Wilianto, M. B. (2010). Pemilihan Alternatif Masa Afkir Tikus Putih Menggunakan Decision Tree dengan Pendekatan Simulasi Monte Carlo (Studi Kasus pada usaha peternakan).

PROFIL SINGKAT KHALIF JANATHAN

Lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat, pada tanggal 19 januari 2004 sedang menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer dan lulusan dari SMAN 1 padang Panjang jurusan MIPA.

LANNIHARA RITONGA

Lahir di Gumarupu Baru, Sumatra Barat pada tanggal 25 Mei 2002 sedang menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer dan lulusan dari SMAN 5 Padang Sidempuan jurusan MIPA

(9)

NURUL ‘AINI KOTO

Lahir di pada tanggal yang sedang menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer dan lulusan dari SMAN Jurusan MIPA

SELVINA AULIA

Lahir di Rambai, Kota Pariaman, Sumatra Barat, pada tanggal 22 Februari 2004 yang sedang menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer dan lulusan dari SMAN 3 Kota Pariaman jurusan MIPA

Referensi

Dokumen terkait

Sistem ini menerapkan program kompensasi dan fasilitas khusus beraneka ragam menurut jabatan sesorang. Sistem elitis menganggap bahwa setiap karyawan berbeda

TIN)AUAN

Adanya kebijakan pemerintah yang mentargetkan penggunaan bahan bakar nabati dengan proporsi 5 persen dari total konsumsi energi menunjukkan bahwa jarak pagar, kelapa

Berdasarkan uraian sebelumnya analisis korelasi kanonik pada hubungan karakteristik sosial ekonomi dengan perilaku kesehatan menghasilkan variabel asal yang kuat dalam

Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan siswa mendapatkan hasil belajar yang bagus, maka guru (pengajar) harus bisa mengeluarkan potensi siswa dengan baik, Tentu

Vd tidak perlu menunjukkan volume penyebaran obat yang sesungguhnya ataupun volume secara anatomik, tetapi hanya volume imajinasi dimana tubuh dianggap sebagai 1 kompartemen

Air sampel Larutan indikator amylum 1% Larutan MnSO4 Larutan pereaksi O2 O2-reagen Larutan Na2S2O3 0,01N Larutan H2SO4 pekat Tisu Aquades Untuk sampel praktikum Untuk

Perhitungan Kinerja VCR Sistem Laju aliran masa udara dan aliran energi melalui evaporator dan kondensor dihitung dengan menggunakan persamaan 1 dan 2 yaitu ṁu... Besarnya laju aliran