• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Sampah plastik

N/A
N/A
Dzakia Fadhila

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Sampah plastik "

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sampah plastik sudah menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama di daerah perkotaan. Kebanyakan masyarakat memilih untuk membuang sampah plastik diberbagai tempat umum seperti di jalan, sungai atau perkarngan kosong.

Mengingat sampah plastic sulit untuk terurai maka akan mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta dapat menyebabkan pemanasan global. Apabila pembuangan sampah semakin tidak terkendali akan berakibat menumpuknya sampah di Tempah Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu jenis sampah yang cukup banyak adalah botol plastic. Penggunaan plastic dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat. Peningkatan pemanfaatan plastic ini terjadi karena plastic bersifat ringan, dan murah. Sifat praktis dan ekonomis ini menyebabkan plastic sering dijadikan barang sekali pakai, sehingga semakin banyaknya penggunaan perlengkapan dari bahan plastic.

Sampah plastic yang pembuangannya semakin tidak terkontrol dan sembarangan menjadi suatu masalah yang sangat mengkhawatirkan. Penumpukan sampah yang melebihi batas telah muncul di beberapa kota besar, Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Penampungan Akhir (TPA) penuh.

Sehinggs mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan penyakit yang berada

(2)

Bumi telah tercemar secara berlebihan dan ribuan hektar tanah yang berharga ditutupi oleh limbah, sementara bahkan lautan memiliki pulau-pulau yang sebenarnya berisi botol botol plastic dan bahan-bahan berbahaya lainnya. Dampak plastic pada ekosistem darat yang dapat menyebabkan pemanasan global adalah topic dari karya tulis ilmih ini.

Ketika plastic berubah secara fisik, mereka juga menunjukkan perubahan kimia yang menempatkan zat metana dan etilena ke atmosfer yang juga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan manusia.

Polyethylene yang digunakan dalam kantong belanja plastikadalah penyumbang gas rumah kaca terbesar dan juga merupakan jenis plastic yang paling banyak diproduksi dan dibuang di dunia.

Tim penelitian menguji tujuh jenis plastic yaitu polikarbonat, akrilik, polipropilena, polietilen tereftalat, polistirena, politietilen densitas tinggi (HDPE) dan polietilen berdensitas rendah (LDPE)

Hasilnya, LDPE tidak hanya memiliki efek pemanasan global terkuat dari kelompok yang diuji, jenis ini juga yang paling umum hadir di Bumi. Gas rumah kaca secara langsung mempengaruhi perubahan iklim yang mempengaruhi permukaan laut dan suhu global.

Masalahnya adalah bahwa permintaan dunia untuk plastic polietilen semakin meningkat dan bisa berujung pada meningkatnya jumlah gas-gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer. Lebih buruk lagi adalah ha tersebut belum menjadi sumber yang diperhitungkan ketika mempertimbangkan dampak pemanasan

(3)

global. Itu berarti negara-negara di seluruh dunia belum memiliki strategi untuk menghadapinya, dan mempelajari masalah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Apa pengertian dari sampah plastik?

2. Apa pengertian pemanasan global?

3. Apa hubungan sampah plastik dengan pemanasan global?

4. Bagaimana plastik berpengaruh pada perubahan iklim?

5. Apa akibat dari pemanasan global?

6. Bagaimana cara mengurangi dampak buruk pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengertian dari sampah plastik.

2. Untuk mengetahui pengertian pemanasan global.

3. Untuk mengetahui hubungan sampah plastic dengan pemanasan global.

4. Untuk mengetahui pengaruh plastik terhadap perubahan iklim.

5. Untuk mengetahui akibat dari pemanasan global.

6. Untuk mengetahui cara menguragi dampak buruk pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari.

(4)

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Sebagai referensi bagi penulis lain untuk meneliti dan menggali topik tentang pengaruh pengunaan plastik terhadap pemanasan global.

2. Memberikan berbagai pengetahuan yang lebih kepada pembaca hasil tulisan secara luas tentang manfaat dari topic yang diangkat.

3. Dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca mengenai dampakyang akan ditimbulkan dari penggunaan plastic dalam kehidupan sehari-hari, agar lebih berhati-hati nantinya serta dapat menghindari dampak negatifnya.

4. Bagi penulis, manfaatnya yaitu sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan nilai.

1.5 Definisi Operasional

Definisi operasional dari karya tulis ilmiah ini diantaranya:

1. Analisis : Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya)

2. Pengaruh : Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.

3. Penggunaan : Proses, cara, perbuatan menggunakan sesuatu; pemakaian

(5)

4. Sampah : Barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas.

5. Plastik : Bahan sintetis yang memiliki bermacam-macam warna (dibuat sisir, dompet, ember, dan sebagainya)

6. Berdampak : Berbenturan; mempunyai pengaruh kuat yang mendatangkan akibat.

7. Pemanasan : Proses, cara, perbuatan memanasi atau memanaskan.

8. Global : Secara umum dan keseluruhan; secara bulat; secara garis besar.

(6)

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Sampah Plastik

Sampah plastik adalah semua barang bekas atau tidak terpakai yang materialnya diproduksi dari bahan kimia tak terbarukan. Sampah plastik adalah penumpukan berbagai jenis benda-benda plastik. Misalnya: botol plastic dan banyak lagi yang ada di lingkungan bumi yang berdampak buruk pada satwa liar, habitat satwa liar, dan manusia. Sehingga dalam hal inilah sampah plastik juga mangacu pada sejumlah besar plastik yang tidak didaur ulang dan berakhir di TPA, atau di Negara berkembang, dibuang ke tempat pembuangan sampah yang tidak diatur. Sampah plastik juga berarti sebagai jenis sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan begitu saja, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk sampah itu dapat diuraikan.

Menurut Kamus Lingkungan (1994), sampah plastic adalah sebagai bahan yang tidak memiliki nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian barang atau cacat selama manufaktur atau materi berkelebihan atau buangan.

Menurut Dr. Tanjung M. Sc, sampah plastik ialah sesuatu barang yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.

(7)

2.2 Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global atau yang sering disebut global warming adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di Bumi.

Global warming merupakan suatu proses yang ditandai dengan naiknya suhu atmosfer, laut, dan daratan secara menyeluruh. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah melonjak 0.74 lebih kurang 0.18 derajat celcius (1.33 lebih kurang 0.32 derajat farenheit) dalam seratus tahun terakhir.

Jadi, pemanasan global merupakan kenaikan suhu rata-rata udara di dekat permukaan bumi dan lautan yang terjadi sejak pertengahan abad ke-19 dan diproyeksikan akan terus berlangsung yang disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca yang meningkat tajam.

2.3 Hubungan Sampah Plastik dengan Pemanasan Global

Para peneliti University of Hawaii (UH), Amerika Serikat, telah menemukan bahwa plastic yang dapat hancur sendiri di alam ternyata lebih berbahaya. Sebuah tim di UH Manoa School of Ocean dan Earth Science and Technology mengatakan bahwa sejumlah gas rumah kaca dipancarkan ke udara seiring plastic terpapar sinar matahari.

(8)

Plastik yang digunakan untuk membuat segala sesuatu dari wadah penyimpanan makanan dan tekstil serta bahan konstruksi dan lensa kacamata, tergradasi secara alami oleh factor lingkungan seperti cahaya, panas, kelembapan, dan oksidasi kimia.

Ketika plastik berubah secara fisik, mereka juga akan menunjukkan perubahan kimia yang menempakan zat metana dan etilena ke atmosfer yang juga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan manusia.

Polyethylene yang digunakan dalam kantong belanja plastic adalah penyumbang gas rumah kaca terbesar dan juga merupakan jenis plastik yang paling banyak diproduksi dan dibuang di dunia.

Setelah sinar matahari mulai menghancurkan plastic (proses yang disebut fotodegradasi) gas emisi dapat terus berlanjut bahkan ketika sinar matahari mulai menghilang. Ketika Plastik ini semakin rusak atau pecah, penulis penelitian mengatakan laju gas dapat lebih cepat.

Mikroplastik, potongan partikel plastik yang lebih kecil ditemukan untuk naik ke rantai makanan dan di hampir setiap sudut dunia, termasuk Antartika, dapat lebih mempercepat produksi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global semakin parah.

2.4 Pengaruh Plastik pada Perubahan Iklim

(9)

Perubahan iklim adalah perubahan signfikan yang terjadi pada suhu, curah hujan, angin yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bisa dalam satu decade atau lebih.

Perubahan iklim disebabkan oleh tingginya jumlah emisi gas CO2 yang menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap bumi kita, seperti kerusakan ekosistem laut, masalah kebutuhan pangan, timbulnya cuaca ekstrim, bencana alam, dan lain-lain.

Sampah plastik adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim.

Karena, dari proses produksi, konsumsi, hingga tahap pembuangan dan pengelolaan, sampah plastik menghasilkan emisi karbon yang tinggi ke atmosfer, sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. Semakin tinggi emisi karbon yang dihasilkan, maka semakin tinggi konsentrasi gas-gas rumah kaca yang ada di atmosfer.

2.5 Akibat/ Dampak dari Pemanasan Global

Dampak atau akibat dari pemanasan global yaitu:

1) Mencairnya gletser, yang akan menciptakan masalah bagi manusi dan hewan yang hidup di bumi. Salah satunya adalah kenaikan permukaan laut. Seiring meningkatnya pemanasan global, permukaan laut akan naik dan berpotensi menyebabkan banjir.

2) Perubahan iklim, pola cuaca yang tidak teratur mulai menunjukkan efek pemanasan global. Peningkatan curah hujan dalam bentuk hujan telah

(10)

ekosistem berubah secara total dan cepat, karena semua makhluk hidup tidak dapat bertaha dengan curah hujan yang sangat tinggi.

3) Meluasnya berbagai penyakit, karena suhu bumi menjadi lebih hangat, ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan meluasnya penyakit yang mereka hadapi.

4) Meningkatnya frekuensi badai, Ketika suhu lautan naik, angin topan dan badai lainnya cenderung menjadi lebih kuat.

5) Gelombang panas, Gelombang panas menyebabkan cuaca panas yang berbahaya.

6) Terjadinya kebakaran hutan.

7) Dampak pada tanaman, Terjadiya perubahan musim menyebabkan pola cuaca menjadi tidak menentu dan ekstrim yang menyebabkan tanaman dapat mati.

8) Rusaknya ekosistem laut, kondisi terumbu karng dunia terus berkurang dan rusak akibat pemanasan global.

9) Kepunahan hewan, terjadinya pemanasan global menyebabkan beberapa hewan mangalami perubahan habitat sehingga berimigrasi, migrasi ini akan menyebabkan sebagian hewan tidak dapat beradaptasi dan mati.

10) Terganggunya rantai makanan di dalam ekosistem, perubahan pola waktu dan durasi migrasi burung migrant, hibernasi memakan waktu lebih lama.

Akibatnya, seluruh rantai makanan bisa terganggu.

(11)

2.6 Cara Mengurangi Dampak Buruk Pemanasan Global Dalam Kehidupan Sehari-hari

Cara mengurangi dampak buruk pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

1) Melakukan reboisasi.

2) Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

3) Menghemat penggunaan energi.

4) Meminimalisasikan penggunaan plastic.

5) Gunakan produk ramah lingkungan.

6) Jalankan pola hidup sehat dan hemat.

7) Reduce, reuse, recycle.

8) Mengurangi penggunaan peralatan yang mengandung CFC.

9) Kurangi pemakaian pemanas air.

(12)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

3.1.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan dilaksanakan di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis SMA Negeri 2 Mandau, Jl. Jendral Sudirman.

3.1.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022.

3.2 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini saya menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif, yaitu data dengan menggunakan kata-kata atau pendeskripsian mengenai fakta atau fenomena yang sedang diamati. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer. Data primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.

(13)

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.1 Populasi Penelitian

Populasi merupakan seluruh jumlah dari subjek yang akan diteliti oleh seorang peneliti. Populasi pada penelitian yang saya lakukan ini adalah siswa SMA Negeri 2 Mandau XI MIPA 3 dan XI MIPA 6.

3.3.2 Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek penelitian dan dianggap mewakili (representatif) gambaran yang benar terhadap populasi.

Sampel diambil kepada 4 orang siswa dari kelas XI MIPA 3 yaitu Nashwa, Hanifa, Dhini, dan Alisya. Dan 2 orang dari kelas XI MIPA 6 yaitu Sabila dan Ajeng.

3.4 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer.

Sumber data primer adalah data yang diperoleh oleh peneliti secara langsung dari lokasi penelitian melalui observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data angket untuk menanyakan pendapat orang-orang mengenai penggunaan plastik yang berdampak pada pemanasan global yang semakin hari semakin parah.

(14)

3.5 Data Penelitian

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan data sesuai tata cara penelitian sehingga diperoleh data yang dibutuhkan. Menurut Suyigono (2012 : 224), teknik pengumpulan data merupakan langkah-langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.

Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang mereka ketahui. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah, tanpa merasa khawatir bila responden member jawaban tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.

BAB IV

(15)

PENYAJIAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait

Siswa dapat mengamati dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, awan, kelembaban serta curah hujan di

Fenomena perubahan iklim terjadi di Taman Wisata Alam Telogo Warno Telogo Pengilon dan sekitarnya yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan

Sebagai input data pada model HBV, data yang digunakan berupa data parameter iklim harian (meliputi data curah hujan, suhu maksimum, suhu minimum, kecepatan angin, dan

Karakteristik curah hujan di suatu wilayah yang luas dapat dikaji secara mendalam, misalnya kapan dan di mana saja curah hujan terjadi pada suatu waktu tertentu,

Iklim Komponen lingkungan hidup yang akan ditelaah antara lain: suhu, kelembaban, curah hujan, arah dan kecepatan angin. 1) Metode pengumpulan data Pengambilan data iklim

Mengetahui hubungan faktor iklim suhu udara, curah hujan, hari hujan, kelembapan udara, lama penyinaran matahari serta jeda waktu dari masing- masing faktor iklim tersebut

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor iklim suhu, curah hujan, hari hujan, lama penyinaran matahari, kelembaban, dan kecepatan

 Faktor yang mencirikan iklim: curah hujan, suhu, angin, posisi geografi & geomorfologi BIOMA & DIAGRAM IKLIM  Cara ‘membaca’ dan membuat diagram iklim  Ciri bioma utama: tundra,