BAB IV
HASIL & PEMBAHASAN 4.1. Hasil
4.1.1. Pengaruh suhu pada aktivitas enzim katalase dengan H2O2 pada Kentang.
Prosedur Tinggi busa / gelembung gas Gambar
Prosedur 1 3 cm
Prosedur 2 2,3 cm
Prosedur 3 0,5 cm
4.1.2. Pengaruh pH pada reaksi enzim dengan H2O2 pada Hati Ayam.
Prosedur Tinggi busa / gelembung gas Gambar
Prosedur 1 0,5 cm
Prosedur 2 0,3 cm
Prosedur 3 0,2 cm
4.1.3. Pengaruh berbagai macam sampel pada reaksi enzim katalase dengan H2O2 Sampel Tinggi busa / gelembung gas Gambar
Hati Ayam 0,2 cm
Jantung Ayam 0,2 cm
Papaya 0,5 cm
Pasir 0,2 cm
Kentang 0,3 cm
4.2. Pembahasan
Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut:
2H2O2 2H2O + O2
Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam, jantung ayam, kentang, papaya dan pasir (sebagai perbandingan). Hati ayam digunakan karena mengandung enzim katalase. Hati ayam, jantung ayam dan lainnya kemudian dibuat ekstrak. Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut:
4.2.1. Pengaruh Suhu pada reaksi enzim katalase dengan H2O2
prosedur (Pada kentang) a. Kentang ditambah H2O2.
Saat kentang ditambahkan H2O2 terjadi gelembung – gelembung udara yang sangat banyak mencapai 3 cm setelah di diamkan satu menit. Hal ini membuktikan bahwasanya enzim katalase yang ada pada kentang tersebut mengubah Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan menunjukkan bahwa enzim katalase bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.
b. Kentang ditambah H2O2 (Panas)
Saat kentang ditambahkan H2O2 yang sudah panas terjadi gelembung – gelembung udara yang cukup banyak mencapai 2,3 cm setelah di diamkan beberapa saat. Hal ini membuktikan bahwasanya enzim katalase yang ada pada kentang tersebut mengubah Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan menunjukkan bahwa enzim katalase bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.
c. Kentang ditambah H2O2 (Dingin)
Saat kentang ditambahkan H2O2 yang dingin terjadi gelembung – gelembung udara yang sedikit mencapai 0,5 cm saja. Hal ini membuktikan bahwasanya enzim katalase yang ada pada kentang tersebut mengubah Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) yang sedikit dan menunjukkan bahwa enzim katalase kurang efektiv bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.
4.2.2. Pengaruh pH pada reaksi enzim katalase dengan H2O2
Prosedur (pada hati ayam)
a. Ekstrak ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang sedikit, yaitu 0,5 cm saja. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air) dalam jumlah yang sedang karena enzim katalase tidak bekerja maksimal pada asam dan basa.
b. Ekstrak ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam. Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung udara yang sedikit yaitu 0,3 cm. Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam.
c. Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa. Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung udara yang sedikit. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa.
4.2.3. Pengaruh berbagai macam sampel pada reaksi enzim katalase dengan H2O2.
Sampel
a. Hati dan jantung ayam
Pada hati dan juga jantung ayam saat ditambahkan H2O2, gelembung yang dihasilkan sedikit. Hal tersebut menunjukkan bahwa gelembung yang dihasilkan tersebut bukan oksigen. Karena di dalam tabung reaksi tersebut tidak terdapat oksigen, artinya H2O2 tidak bereaksi dengan enzim katalase.
b. Papaya
Saat papaya ditambahkan H2O2, gelembung yang dihasilkan sedikit, akan tetapi ia mengandung enzim katalase dengan perubahan hydrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
c. Pasir
Pada pasir hitam ia sedikit mengandung enzim katalase dengan adanya bukti gelembung yang menunjukkan adanya H2O dan juga O2.
d. Kentang
Sedangkan pada kentang itu sendiri ia mempunyai gelembung yang menunjukkan bahwa ia mengandung enzim katalase dengan banyaknya gelembung yang ada pada kentang Ketika direaksikan dengan hydrogen peroksida.
BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan
Suhu dan keasaman ternyata berpengaruh sangat signifikan terhadap kerja enzim katalase. Hal ini dapat dilihat pada hasil reaksi berbagai macam keadaaan/kondisi yang memberikan hasil berlainan antara kondisi satu dengan yang lainnya.Senyawa H2O2 yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikanH2O2 menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh. Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa.
Lampiran I
1. Pada praktikum kali ini dilakukan pengukuran tinggi busa yang dihasilkan dari aktivitasenzim katalase. Jelaskan apa yang menyebabkan terbentuknya gelembung busa pada praktikum ini?
Jawaban: Akibat pemecahan H2O2 menjadi air dan oksigen oleh enzim katalase.
2. Pada praktikum ini dilakukan penambahan H2O2 sebagai substratnya. Jelaskan tujuan penambahan H2O2 tersebut?
Jawaban: karena, H2O2 (Hidrogen peroksida) adalah senyawa yang sangat reaktif dan dapat merusak sel. dan dapat juga didegradasi oleh enzim katalase menjadi hydrogen dan oksigen, dan dapat mengaktivasi kerja enzim katalase.
Lampiran II
(Alat - alat) (jantung ayam) (gambar percobaan ke 3)
(kentang) (hati ayam )