• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Berita Dalam Penulisan Cerita Pendek

N/A
N/A
Putri Arum

Academic year: 2024

Membagikan "Buku Berita Dalam Penulisan Cerita Pendek "

Copied!
226
0
0

Teks penuh

Buku Novel dalam Penulisan Cerpen ini merupakan rangkuman hasil penelitian penulis. Buku ini dapat dijadikan referensi dalam menulis cerpen, khususnya bagi penulis pemula yang kesulitan mencari ide untuk menulis cerpen, serta memberikan petunjuk cara memanfaatkan berita di media cetak dan elektronik yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya sastra. dalam bentuk cerita pendek. Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan buku Berita dalam Penulisan Cerpen sangat kami hargai.

Kegiatan mencipta dan mengevaluasi karya sastra erat kaitannya dengan pelatihan mengasah perasaan, penalaran, imajinasi, dan daya. Pentingnya pengajaran sastra dalam bidang pendidikan saat ini sangat membantu perkembangan karya sastra itu sendiri. Salah satu tujuan hadirnya karya sastra di tengah masyarakat adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia agar menjadi masyarakat yang berbudaya, berakal budi, dan bertakwa.

Pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi siswa dalam menciptakan karya sastra adalah dengan menulis cerpen yang selanjutnya disingkat cerpen.

  • Hakikat Menulis
  • Tujuan Menulis
  • Manfaat Menulis
  • Modal Dasar dalam Menulis
  • Tahapan Menulis

Selain itu, pikiran dan perasaan penulis sangat menentukan arah penulisan suatu karya tulis atau esai yang berkualitas. Dengan kata lain, hasil sebuah esai yang berkualitas pada umumnya didukung oleh kompetensi linguistik seorang penulis. Menulis puisi atau menulis rangkaian kalimat juga merupakan salah satu cara mengungkapkan perasaan.

Semua tanda baca tersebut harus dikuasai agar karangan yang ditulis benar-benar menjadi sebuah tulisan yang baik dan utuh.

Hakikat Cerita Pendek

Cerpen pada dasarnya adalah cerita yang mengangkat persoalan-persoalan dalam kehidupan manusia dan segala aspeknya. Mahayana menyatakan bahwa cerita pendek adalah cerita yang disajikan dalam narasi pendek dan ringkas, meskipun panjangnya relatif pendek. Jadi sebuah cerita pendek belum tentu dapat digolongkan sebagai cerita pendek apabila ruang lingkup dan permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi syarat sebuah cerita pendek (Suharianto, 1982:39).

Lebih lanjut Suharianto (1982:39) juga menambahkan bahwa cerita pendek merupakan suatu media yang biasa digunakan oleh para penulis untuk menyajikan hanya sebagian kecil dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian penulis.

Unsur-unsur Pembangun Cerpen

Suharianto (1982:28) menyatakan alur terdiri dari lima bagian, yaitu (1) eksposisi atau pendahuluan, yaitu bagian cerita dimana pengarang mulai menggambarkan suatu keadaan yang menjadi permulaan cerita; (2) pementasan, yaitu bagian yang menggambarkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. Dari pemikiran tersebut dapat disimpulkan bahwa alur adalah jalinan peristiwa-peristiwa yang berurutan dalam suatu cerita dengan memperhatikan hubungan sebab-akibat sehingga cerita tersebut merupakan suatu kesatuan yang runtut, bulat, dan utuh. Sudut pandang adalah bagaimana pengarang melihat siapa yang bercerita dalam cerita tersebut atau cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa cerita.

Perspektif mengacu pada cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita (Aminuddin, 1987:90).

Hakikat Menulis Kreatif Cerpen

Menurut Wiyanto, amanah merupakan salah satu unsur pendidikan, khususnya pendidikan akhlak, yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya sastra yang ditulisnya. Menurut Roekhan dalam Kusworosari, proses penulisan sastra kreatif pada hakikatnya adalah proses penciptaan karya sastra. Dalam penulisan sastra kreatif terdapat tiga unsur penting, yaitu (1) kreativitas, (2) pembekalan keterampilan berbahasa, dan (3) pembekalan kompetensi sastra.

Kreativitas sangat penting untuk merangsang munculnya ide-ide baru, menangkap dan mematangkan gagasan, menggunakan bahasa secara optimal dan memanfaatkan sumber daya sastra untuk mampu menghasilkan karya sastra yang berwarna baru.

Tujuan Menulis Kreatif Cerita Pendek

Apresiatif artinya melalui kegiatan menulis kreatif orang mengenal, menyukai, menikmati dan mungkin secara kritis menciptakan kembali dengan caranya sendiri hal-hal yang terdapat dalam teks kreatif orang lain, sebaliknya ekspresif artinya dapat diungkapkan atau diungkapkan pengalaman yang berbeda-beda. …atau berbagai hal yang terwujud dalam diri seseorang untuk dikomunikasikan kepada orang lain dalam dan melalui penulisan kreatif sebagai sesuatu yang penting (Sayuti dalam Kusworosari, 2002: 5). Ciri-ciri kepribadian kreatif adalah (1) keterbukaan terhadap pengalaman baru, (2) keluwesan berpikir, (3) kebebasan mengemukakan pendapat, (4) imajinasi yang kaya, (5) perhatian besar terhadap kegiatan kreatif, (6) ketegasan dalam bertindak. penyerahan.

Unsur-unsur Berita

Uraian ini menyangkut hasil analisis hubungan antar unsur-unsur pokok bahasan tulisan, serta analisis hubungan pokok bahasan dengan hal-hal lain.

Jenis Berita

Justeru, dapatlah disimpulkan bahawa "berita ialah fakta atau idea atau maksud sebenar yang menarik dan tepat. Menulis cerpen yang dimulakan dengan membaca berita dapat menghasilkan cerpen yang mengandungi gambaran sebenar kehidupan manusia. Penulisan cerpen yang mendahului untuk membaca berita, bertujuan untuk memudahkan penulis mendapatkan idea cerita.

Dalam menulis cerpen, penulis cerpen tidak menyampaikan segala sesuatu yang ia baca dalam berita ke dalam ceritanya. Menulis cerpen ada baiknya jika penulis cerpen juga mendengarkan berita di media elektronik. Berita yang meliput kehidupan sosial, politik, pendidikan, ekonomi, hukum dan seni dapat dijadikan cerita pendek yang menarik.

Hal ini akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan penulis dalam mengolah berita menjadi cerita yang menarik bagi pembacanya (Sumardjo, 1997: 68). Penulis cerita pendek dapat membayangkan berita yang sedang dibacanya, misalnya jika berita tersebut menimpa dirinya atau ketika suatu peristiwa terjadi, ada orang yang berada di tempat kejadian. Selain gagasan dan kemampuan mengungkapkan perasaan dalam bentuk tulisan, seorang penulis cerpen juga harus mampu menggunakan gaya bahasa yang baik agar cerpen yang dihasilkan mempunyai kualitas kebahasaan yang cukup tinggi.

Kendala yang sering ditemui dalam penulisan cerpen adalah bagaimana seorang penulis dapat memunculkan ide-ide untuk mengawali cerpen yang ditulisnya. Seperti disebutkan dalam bab sebelumnya, penulis cerita pendek dapat menggunakan alur maju atau mundur untuk menceritakan cerita yang mereka tulis.

Aku tidak pernah merasa takut, namun kali ini aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tampak dengan wajah setengah sadar seolah tak mengetahui apa yang terjadi pada keempat anaknya. SAMPAI KEMATIAN MEMISAHKAN KITA Lisa berusia delapan puluh dua tahun ketika saya bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu di sebuah mal terkenal di kota saya, tepat pada hari Valentine, ketika anak-anak muda berbondong-bondong berburu oleh-oleh berwarna merah muda. Saya baru saja menikah dan perbincangan kami saat itu langsung beralih ke topik keajaiban cinta. Wajah Lisa cerah dan matanya berbinar saat bercerita tentang suaminya, Andre, yang kini telah meninggal dunia.

34;Oh terima kasih, itu sudah lama berlalu dan orang lain tidak perlu menyesalinya,' jawabnya. Penerimaan Lisa atas kematian suaminya sungguh mengejutkan dan menarik perhatian saya. Saya banyak bertemu dengan orang-orang lanjut usia yang kehilangan suaminya, mereka pasti dalam keadaan depresi dan marah karena kehilangan sebagian cintanya. 34;Ya...saat itu pernikahan kami masih terlihat indah, meski ada beberapa kerikil yang membuatku tersandung, dan dia masih sangat muda dengan pesona tengah setiap menyisir rambutnya, dan senyuman itu. Dia mengalami kecelakaan saat bekerja di toko kami. Saat itu, alun-alun tradisional tempat toko kami berada mengalami kebakaran. Hanya beberapa toko yang selamat dari kebakaran, selebihnya musnah dilalap api, termasuk toko kami, saat itu Andre sedang berusaha menyelamatkan keponakan kami yang terjebak di lantai dua dan tiba-tiba…tiba-tiba atap toko roboh dan tertimpa dia dan api yang menelannya ditangkap. Itu terjadi sangat cepat, jadi dia tidak menderita. Saat itu kami baru menikah enam bulan dan saat itu saya sedang hamil empat bulan. Itulah situasi pada saat itu.

Dan hari ini Lisa mengikuti pria yang telah menjadi cinta sejatinya karena dia menderita kanker otak dan aku tidak akan pernah melupakan senyum ceria Lisa. Aku lumpuh, tak berdaya, aku hanya bisa pasrah dan terkadang menangis dalam kesunyian malam. Namun pertanyaan itu menjadi sia-sia ketika kenikmatan yang didapat lebih besar dari apa yang dikatakan hati nurani.

"Pak Surya, saya tidak menyangka istri anda akan melahirkan secepat ini..." jawab Bu Ratna. Saudari, aku mengerti apa yang kamu rasakan dan pikirkan, tapi aku sudah memikirkan semuanya dengan matang. Saya tidak tahu bagaimana cara membayarnya kembali. Jika saya tidak dapat membayarnya kembali sekarang, saya yakin saya harus membayarnya kembali di masa depan.”

Hal ini terlihat pada cerpen berjudul Bisikan Berdarah karya Ni Putu Rani Desianti (2013), cerpen tersebut dibuat ketika membaca berita yang dimuat di media elektronik, susunan isinya sangat baik, memuat kerangka alur yang lengkap, yaitu pendahuluan, fase konflik, klimaks dan antiklimaks. Beberapa unsur pembentuk cerita pendek dianalisis, antara lain: alur, tokoh, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan tema. Berdasarkan hasil analisis cerpen yang dilakukan dalam penelitian ini, terdapat dua jenis alur atau alur yang digunakan pengarang dalam menceritakan peristiwa dalam cerita, yaitu alur lurus (lanjutan) dan alur campuran.

Terdapat beberapa cerpen yang menggunakan sudut pandang orang pertama, baik pada pre-test maupun post-test, antara lain cerpen berjudul In Silence I Wipe Your Tears, My Organs for Yuna, dan Whispers. Dalam cerpen ini, si 'aku' jelas mempunyai nama, namun karena pengarang menceritakan pengalamannya sendiri, nama itu jarang disebutkan. Dalam penelitian yang dilakukan juga terdapat beberapa cerpen yang penyampaiannya menggunakan sudut pandang orang ketiga, antara lain cerpen Mujizatmu Penantianku, Sumpah dan Nafas Terakhirnya.

Selain itu, berbagai pengalaman hidup yang diceritakan oleh tokoh “aku” akan erat kaitannya dengan pengalaman pembaca, karena secara otomatis pembaca akan menjadi tokoh dalam cerpen tersebut. Kategori majas yang digunakan siswa pada saat pre-test tidak berbeda-beda, penggunaan majas dalam cerpen yang dihasilkan tidak terlalu banyak, meskipun lebih banyak cerpen yang menggunakan majas dalam cerpennya. mereka menulis karena cerpen yang mereka tulis lebih banyak bercerita tentang pengalaman yang mereka alami. Novella ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana dan biasa saja, sehingga nilai seni dalam novella tidak terlihat.

Penggunaan kiasan cukup bervariasi sehingga cerpen yang dihasilkan sangat menarik karena memberikan imajinasi yang sangat baik. Dalam penelitian ini terdapat beberapa cerpen yang menggunakan simile, misalnya saja cerpen berjudul “Tahi” karya I Komang Murdana.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah Metafora Leksikal dalam Teks Cerita Pendek dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA : Kajian

Nilai tersebut menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis teks cerita pendek sebelum dan sesudah diberi perlakuan berupa penerapan

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN CRITICAL INCIDENT (PERISTIWA KRITIS) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS.. TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) kearifan lokal yang terdapat dalam cerita pendek di buku bahasa Indonesia kelas XI SMA, dan 2)

Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat sejumlah 169 makna ungkapan konotatif pada karangan cerita pendek siswa kelas VII PK 1 dan VII PK 2 MTs Negeri 1

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa proses pengembangan buku ajar menulis cerita pendek yang berorientasi pada karakter cinta tanah air yang

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM WRITING DENGAN MEDIA FIKSI MINI SEBAGAI PROSES KREATIF. PENULISAN

2018 | Seminar Nasional Pendidikan Dasar 251 METODE PENELITIAN Pengembangan produk buku kumpulan cerita pendek penunjang gerakan literasi sekolah untuk siswa sekolah dasar