• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU STUDI KELAYAKAN BISNIS

N/A
N/A
Kang Dal

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU STUDI KELAYAKAN BISNIS"

Copied!
271
0
0

Teks penuh

Tujuan dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana bisnis dianalisis kaitannya dengan layak atau tidaknya suatu proyek yang akan dilaksanakan. Antara proyek dan bisnis, kita juga dapat membedakan antara studi kelayakan proyek dan studi kelayakan bisnis.

Faktor- faktor yang dapat menyebabkan kegagalan usaha

Studi kelayakan proyek adalah penelitian apakah suatu proyek layak dibangun dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan studi kelayakan bisnis adalah penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis apakah suatu bisnis layak atau tidak, tetapi juga ketika dijalankan secara rutin untuk mencapai keuntungan maksimal dalam jangka waktu tidak terbatas, misalnya rencana peluncuran produk baru.

Manfaat Bisnis

Meningkatnya jumlah barang dan jasa tentunya akan mendorong produsen untuk meningkatkan kualitas produknya. Dengan dibukanya usaha tersebut, daerah-daerah terpencil akan bisa dibuka sehingga akses masyarakat menjadi lebih baik.

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Bisnis di Bidang Jasa

Jadi jelas studi kelayakan usaha yang dilakukan harus dikaji untuk tujuan pembangunan perekonomian nasional. Latihan dan praktik Studi Kelayakan Bisnis... mulai dari perencanaan kebutuhan SDM hingga pemutusan hubungan kerja juga harus berdampak positif pada aspek sosial. D.

Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB)

Seperti aspek bisnis lainnya, studi kelayakan bisnis juga mengharapkan perilaku etis dari pihak-pihak yang terlibat. Terakhir, studi kelayakan bisnis harus mampu mengantisipasi dilema etika dan berupaya menyesuaikan metodologinya.

LATIHAN SOAL/TUGAS

DAFTAR PUSTAKA Buku Buku

ASPEK PASAR ASPEK PASAR

URAIAN MATERI

  • PENGERTIAN PASAR
  • PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
  • BENTUK PASAR
  • MENGUKUR DAN MERAMAL PERMINTAAN
  • IMPLIKASI PADA SKB
  • CONTOH CARA MENGANALISIS

Permintaan dapat diartikan sebagai banyaknya barang yang dibutuhkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat harga yang berbeda-beda. Mampu memutuskan jenis pasar apa yang akan dipilih, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

Tabel 2.1. Nilai Penjualan (Y) dan Biaya (X)
Tabel 2.1. Nilai Penjualan (Y) dan Biaya (X)

Buatlah kuisioner yang terdiri atas tiga bagian, yaitu

  • SEGMENTASI TARGET POSISI DI PASAR
  • SIKAP, PERILAKU, DAN KEPUASAAN KONSUMEN
  • MANAJEMEN PEMASARAN
  • IMPLIKASI PADA SKB

Teknik ini juga dapat digunakan untuk menganalisis kejadian di masa depan secara matematis. Mengembangkan suatu produk menuntut perusahaan untuk mengimplementasikan manfaat yang akan diberikan oleh produk tersebut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • MASALAH MANAJEMEN OPERASIONAL
  • MASALAH PROSES PRODUKSI DAN OPERASI
  • Pemilihan Strategi Produksi
  • Pemilihan dan Perencanaan Produk
  • Rencana Kualitas
  • Pemilihan Teknologi
  • Rencanaa Kapasitas Produksi
  • Perencanaan Letak Pabrik
  • Perencanaan Tataletak (Layout) a. Bagi Industri Manufaktur
  • Perencanaan Jumlah Produksi
  • Manajemen Persediaan
  • Pengawasan Kualitas Produk
  • IMPLIKASI PADA SKB
  • PERENCANAAN
  • PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
  • PENGGERAKKAN (ACTUATING)
  • PENGENDALIAN (CONTROLLING)
  • MENGAKHIRI PEMBANGUNAN PROYEK BISNIS
  • IMPLIKASI PADA SKB
  • CONTOH CARA MENGANALISIS
  • IMPLIKASI PADA SKB
  • ANALISIS PEKERJAAN
  • REKRUTMEN, SELEKSI, DAN ORIENTASI
  • PRODUKTIVITAS
  • PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
  • PRESTASI KERJA
  • KOMPENSASI
  • PERENCANAAN KARIER
  • KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
  • PEMBERHENTIAN

Keputusan tersebut antara lain meliputi pemilihan strategi produksi, penentuan produk yang ditawarkan di pasar, termasuk penentuan kualitasnya. Untuk menjamin barang dan/atau jasa yang akan diproduksi dapat memenuhi kebutuhan konsumen, biasanya didahului dengan kegiatan penelitian, seperti riset pasar dan pasar. Singkatnya, penyusunan anggaran dengan sistem ini dimulai dari rencana dan program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing organisasi.

Prinsip ini berkaitan dengan pejabat yang akan menduduki jabatan di unit organisasinya agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik. Yang akan dijelaskan dalam bab ini adalah: analisis jumlah pegawai yang dibutuhkan, penentuan deskripsi pekerjaan, kebijakan rekrutmen, orientasi seleksi-produktivitas tenaga kerja. Rencana bisnis yang akan dilaksanakan melalui pengembangan proyek bisnis secara rutin memerlukan aspek sumber daya manusia yang sesuai.

Gambar 5.1. Contoh bagan organisasi dapat dilihat berikut ini:
Gambar 5.1. Contoh bagan organisasi dapat dilihat berikut ini:

SOAL LATIHAN/TUGAS

Agar pemberhentian tersebut tidak menimbulkan masalah, maka tata cara pemberhentian pegawai tersebut harus berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil analisis elemen-elemen di atas akan berupa pernyataan apakah rencana bisnis tersebut layak atau tidak. Jika rencana bisnis dinyatakan tidak layak, maka dapat dilakukan kajian yang lebih realistis dan positif agar studi tersebut layak dilakukan.

Kasmir, S.E., M.M dan Jakfar, S.E., M.M “Studi Kelayakan Bisnis” Jakarta Kencana Prenada Media Group, April 2013, Edisi Kesembilan, Edisi Revisi.

ASPEK FINANSIAL

KEBUTUHAN DANA DAN SUMBERNYA

Dana ini diklasifikasikan berdasarkan aset tetap berwujud seperti tanah, bangunan, pabrik dan mesin serta aset tetap tidak berwujud seperti paten, lisensi, biaya sementara, dan biaya praoperasional. Selain aset tetap, dana juga diperlukan untuk modal kerja, yang didefinisikan sebagai modal kerja bruto (menunjukkan seluruh investasi yang diperlukan untuk aset kerja). Perhitungan modal kerja dapat menggunakan metode berdasarkan waktu yang dibutuhkan dana mulai dari meninggalkan kas hingga kembali menjadi kas.

Setelah diketahui besaran dana yang dibutuhkan, selanjutnya yang harus ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut akan diperoleh, yang jelas sumber dana yang akan dipilih mempunyai biaya yang paling rendah dan tidak menimbulkan masalah. menyebabkan perusahaan yang mensponsorinya.

ALIRAN KAS (CASH FLOW)

Sedangkan pengeluaran kas dapat disebabkan oleh transaksi sebagai berikut: 1) Pembelian saham atau obligasi dan aset tetap lainnya. Terdapat penghapusan atau pengurangan nilai buku harta yang dimiliki serta penghentian penggunaan harta tetap karena telah dihapuskan seluruhnya atau tidak dapat digunakan lagi. Adanya pembayaran dividen dalam bentuk saham (stock deviden), adanya pembatasan penggunaan laba, dan adanya revaluasi aktiva tetap yang ada.

Yang ketiga yaitu Terminal Cash Flow merupakan arus kas dari nilai sisa aktiva tetap yang diasumsikan mempunyai nilai ekonomis dan merupakan pengembalian modal kerja awal.

BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL)

Kelompok biaya modal sendiri dapat dibedakan menjadi harga saham preferen, harga saham biasa, dan harga laba ditahan. Untuk menghitung biaya modal saham preferen, metode yang sama dapat digunakan seperti menghitung biaya modal utang. Sedangkan untuk investasi yang menggunakan ekuitas dan utang, tingkat pemotongannya sudah memperhitungkan biaya modal baik utang maupun ekuitas.

Kami kemudian menggunakan biaya modal ini sebagai nilai batas saat menilai proposal investasi.

INITIAL DAN OPERATION CASH FLOW

ANALISIS KEPEKAAN (SENSITIVITY ANALYSIS)

Jika biaya variabel per unit adalah 3,600 (dan semua variabel lainnya seperti yang diharapkan), maka proyek tersebut akan memiliki NPV sebesar -150 juta. Misalkan nilai pesimis untuk biaya variabel per unit sebagian mencerminkan kekhawatiran produksi bahwa mesin tertentu tidak akan bekerja sesuai rencana. Berjalan sesuai rencana membutuhkan biaya tambahan sebesar 200 per unit dengan kemungkinan terjadinya.

Masalah kedua adalah bahwa variabel-variabel yang mendasarinya mungkin berkorelasi (sering disebut multikolinearitas dalam statistik).

Tabel 6.2. Tabel Sensitivity Analisis terhadap Ukuran Pasar, Saham Pasar dll.
Tabel 6.2. Tabel Sensitivity Analisis terhadap Ukuran Pasar, Saham Pasar dll.

PENILAIAN DAN PEMILIHAN INVESTASI

Skenario ini digunakan jika proyek A dipilih, maka proyek B (atau mungkin proyek lain) juga harus diikutsertakan. Jika memilih alternatif I, proyek G dan F mempekerjakan 6.200 orang tetapi kekurangan sumber daya sebesar 2,5 miliar. Alternatif II, proyek yang dipilih adalah D,B,E,C,F yang menyerap tenaga kerja sebanyak 8.500 orang, namun juga tidak kekurangan sumber daya senilai 5,5 Milyar untuk dipersiapkan pada perencanaan anggaran tahun depan.

Alternatif III, proyek yang diterima adalah G, B, A, D yang menyerap tenaga kerja sebanyak 5.200 orang tanpa kekurangan dana karena nilai proyek tersebut tepat Rp 11 miliar.

Tabel 6.3. Contoh Data dari Beberapa Proyek yang Feasible  Nama
Tabel 6.3. Contoh Data dari Beberapa Proyek yang Feasible Nama

ASPEK EKONOMI

Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya adalah dengan membagi jumlah investasi (modal tetap + modal kerja) dengan jumlah pekerja yang terlibat sehingga diperoleh nilai investasi per pekerja. Rendahnya modal, hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas tenaga kerja sehingga mengakibatkan rendahnya penerimaan negara, sehingga tabungan sebagai sumber modal juga rendah. Rendahnya nilai perdagangan luar negeri disebabkan banyaknya tenaga kerja yang berpindah dari kota maupun kota yang tidak mampu menampung tenaga kerjanya karena tidak adanya faktor produksi lain yang dapat mengimbangi hal tersebut sehingga mengakibatkan terjadinya pengangguran.

Nilai lebih diukur sebagai selisih antara nilai produk akhir dan nilai produk setengah jadi (Alat produksi tidak termasuk modal dan tenaga kerja).

ASPEK SOSIAL

Dampak perlindungan perdagangan setidaknya dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dampak distorsi dan pergeseran pendapatan terhadap konsumen dan produsen. Distorsi pasar tidak lain hanyalah selisih antara harga saat ini dengan harga yang akan terjadi jika tidak ada kebijakan perlindungan pemerintah (harga pasar bersaing bebas). Melalui efek distorsi pasar, tingkat perlindungan dapat diukur dengan beberapa cara, termasuk mengukur perbedaan nilai tambah aktual yang diperoleh produsen dibandingkan dengan nilai tambah yang diperoleh tanpa adanya perlindungan (pasar persaingan bebas).

Alat ukur yang digunakan adalah tingkat proteksi efektif (ERP = Effective Rate of Protection).

Perusahaan sebagai lembaga sosial

Kebijakan makroekonomi yang terdiri atas: over/undervaluation nilai tukar, penetapan suku bunga dan pemberian kredit perbankan, serta kebijakan protektif terhadap barang-barang lainnya. Perusahaan tentunya mempunyai mekanisme untuk melaksanakan semua aktivitas tersebut, meskipun umumnya mekanismenya berbeda-beda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Seringkali terdapat ancaman dan peluang yang terutama datang dari lingkungan eksternal perusahaan, seperti kondisi politik, ekonomi, dan sosial.

Selain ancaman dan peluang, usaha juga dipengaruhi oleh aspek internal perusahaan yaitu kekuatan dan kelemahan perusahaan, seperti prestasi kerja karyawan dan kualitas produk.

Perubahan kondisi sosial yang kompleks

Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik

September 2000 lalu, diluncurkan LIPPOSHOP.COM, sebuah perusahaan ritel di bawah kelompok usaha LIPPO dengan modal awal 100 miliar rupiah. Ditargetkan pada tahun 2001 dapat menghasilkan omzet sekitar 230 miliar rupiah dan menguasai 5 persen pasar ritel di Indonesia. Perkembangan bisnis ritel di dunia maya seperti yang dicontohkan di atas bergantung pada respon masyarakat terhadap bersedia menjadi pelanggannya.

Dengan menjadi pelanggan, cyber retailer secara bertahap dapat mengubah sikap dan perilaku sosialnya ke arah negatif atau positif.

ASPEK POLITIK

Pengungkapan dan penyelesaian berbagai skandal politik yang dilakukan oleh elit politik oleh pemerintah juga merupakan contoh kabar baik lainnya. Hasil analisis elemen-elemen di atas akan menjadi pernyataan yang mendukung apakah rencana bisnis tersebut dinilai layak atau tidak. Jika dari aspek lingkungan eksternal ini direkomendasikan agar rencana bisnis dilanjutkan, maka penyelidikan akan dilanjutkan ke aspek lainnya.

Sebaliknya, jika rencana bisnis dinyatakan tidak layak, maka dapat dilakukan kajian yang lebih realistis dan positif sehingga penyelidikan menjadi layak dilakukan.

Tabel 8.1. Pengaruh Kebijakan Pemerintah terhadap Nilai Tukar Rupiah  Terhadap Dollar US
Tabel 8.1. Pengaruh Kebijakan Pemerintah terhadap Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar US

CONTOH CARA MENGANALISIS

Bagaimana kondisi sosial akan mempengaruhi rencana bisnis, misalnya informasi mengenai: korporasi sebagai institusi sosial, perubahan kondisi sosial yang kompleks dan peran korporasi dalam masyarakat yang majemuk.

TUGAS ANDA

Tingkat perlindungan efektif (Effective Rate Protection-ERP) merupakan ukuran perlindungan terhadap nilai tambah yang dipopulerkan oleh Corden (1967). Jika apa yang diperlukan diketahui, maka tingkat perlindungan efektif dapat dihitung dengan menggunakan tingkat perlindungan efektif parsial (harga) dan tingkat perlindungan efektif total (bersih). Sementara itu, tingkat proteksi total efektif (net) mengukur proteksi baik akibat distorsi harga komoditas maupun distorsi nilai tukar.

Tingkat perlindungan yang efektif mengukur peningkatan persentase nilai tambah dalam negeri, yaitu rasio harga barang jadi dikurangi biaya masukan yang diimpor, dalam produksi suatu produk akibat adanya tarif.

Tabel 8.3. Perkembangan Tingkat Proteksi Efektif Parsial   dan Total Beberapa IndustriTahun 1991 (dalam %)
Tabel 8.3. Perkembangan Tingkat Proteksi Efektif Parsial dan Total Beberapa IndustriTahun 1991 (dalam %)

ANCAMAN MASUK PENDATANG BARU

Jenis industri yang membutuhkan modal besar menjadi hambatan utama bagi pemain baru, terutama jenis industri yang memerlukan biaya besar untuk penelitian, pengembangan, dan eksplorasi. Hambatan masuk akan disebabkan oleh biaya perpindahan pemasok (supplier switching cost), yaitu biaya yang harus dikeluarkan pembeli ketika berpindah dari produk satu pemasok ke produk pemasok lain. Biaya peralihan ini mungkin mencakup biaya pelatihan ulang karyawan, biaya penambahan baru, dan desain ulang produk.

Pendatang baru mungkin akan kesulitan memasuki saluran yang sudah ada dan mengeluarkan biaya tinggi untuk membangun saluran mereka sendiri.

PERSAINGAN SESAMA PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI

ANCAMAN DARI PRODUK PENGGANTI

KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMBELI (BUYERS)

KEKUATAN TAWAR MENAWAR PEMASOK (SUPPLIERS)

PENGARUH KEKUATAN STAKEHOLDER LAINNYA

IMPLIKASI PADA SKB

Misalnya, pemasok bahan mentah melakukan negosiasi untuk mempengaruhi ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu, informasi mengenai daya tawar pemasok penting untuk diketahui, baik bagi perusahaan yang sudah ada maupun bagi perusahaan yang telah dilakukan uji kelayakan usaha. Kasus ini belum mencakup data apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana menghitung secara detail proses pemerataan lingkungan persaingan industri perbankan nasional beberapa tahun lalu.

Untuk selanjutnya pembaca dapat melakukan kajian kompetitif terhadap industri perbankan nasional dengan menggunakan data terkini sehingga dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing dimensi.

Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri

Ancaman Produk atau Jasa Pengganti

Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli

Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok

ASPEK YURIDIS

SIAPA PELAKSANA BISNIS

Firma adalah suatu bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama yang sama. Perseroan Terbatas (LLC) adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masing-masing menyerahkan sejumlah uang yang tidak harus sama. Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh Negara, kecuali dalam keadaan khusus menurut undang-undang.

Koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang bergerak dalam bidang perekonomian dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang seutuhnya bagi para anggotanya.

Gambar

Tabel 2.1. Nilai Penjualan (Y) dan Biaya (X)
Gambar 5.1. Contoh bagan organisasi dapat dilihat berikut ini:
Gambar 5.2.  Contoh Struktur Organisasi Garis
Gambar 5.3. Contoh struktur Organisasi Matriks  Catatan :      Aliran wewenang dari pimpinan proyek
+7

Referensi

Dokumen terkait

Data makroekonomi banyak yang dapat dijadikan sebagai indikator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangaka studi kelayakan bisnis antara lain PDB (Produk

Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi

Makalah ilmiah ini membahas aspek risiko dalam studi kelayakan bisnis

4.6 Hasil Analisis Setelah melakukan proses analisis studi kelayakan bisnis maka diperoleh hasil analisis sebagai berikut : Tabel 4.18 Hasil Analisis Studi Kelayakan Bisnis

File ini merupakan Studi Kelayakan Bisnis dari Dessert

Studi Kelayakan Bisnis dari Queen Tela

Dokumen ini berisi laporan studi kelayakan bisnis yang dihasilkan oleh mahasiswa Universitas Katolik Darma

Laporan studi kelayakan bisnis untuk membuka Kedai Taco