• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sanksi dan Ketentuan

N/A
N/A
Pmr Madtsanda14

Academic year: 2024

Membagikan " Sanksi dan Ketentuan"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

Makna Profesi, Profesional dan Profesionalisme

Profesi menurut Nurfuadi (2012) adalah pernyataan atau pengakuan terhadap bidang pekerjaan atau bidang pengabdian yang dipilih. Seseorang yang mengatakan profesinya dosen sebenarnya sedang memberitahukan kepada orang lain bahwa bidang pekerjaannya adalah dosen.

Profesi Guru

Menurut Sardiman (2011), seseorang yang mengaku sebagai guru tidak cukup mengetahui materi yang akan diajarkan, namun terlebih dahulu ia harus menjadi orang yang benar-benar mempunyai kepribadian seorang guru, dengan segala ciri tingkat kematangannya. . Selain berkepribadian, guru harus mampu memposisikan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, karena fungsi guru di sekolah adalah sebagai ayah kedua yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa.

Ciri-ciri Profesi Guru

Kedua, profesi menekankan pada keahlian pada suatu bidang tertentu yang khusus sesuai dengan jenis profesinya, sehingga profesi yang satu dapat dibedakan secara jelas dengan profesi yang lain. Ketiga, tingkat keterampilan dan pengetahuan profesional suatu profesi didasarkan pada pendidikan yang diperolehnya dan diakui di masyarakat, sehingga semakin tinggi pendidikan akademis yang sesuai dengan profesinya, maka semakin tinggi pula tingkat penghargaan yang diterimanya.

Kemampuan yang Harus dimiliki Guru Agar Bisa Profesional

Penguasaan guru terhadap materi pembelajaran diharapkan akan berdampak pada rasa percaya diri pada siswa. Materi pembelajaran pokok adalah materi pembelajaran yang berkaitan dengan bidang studi yang dipegang oleh guru sesuai dengan profesinya (disiplin ilmu).

Ciri-ciri Guru yang Baik dalam Mengelola Pem-belajaran

Guru yang beranggapan bahwa orang lain mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik. Seorang guru yang melihat orang lain dapat memenuhi dan meningkatkan; bukan menghalangi, apalagi mengancam.

Keterampilan Dasar Guru dalam Proses Membelajarkan

Mudhoffir (1990) memberikan petunjuk praktis dalam merumuskan tujuan pembelajaran sebagai berikut: (1) Merumuskannya dalam bentuk operasional; (2) Merumuskannya dalam bentuk produk pembelajaran, bukan proses pembelajaran; (3) Bingkailah dalam perilaku siswa, bukan perilaku.

Pengertian Pembelajaran

Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah upaya terencana untuk memanipulasi sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa (Arief. Jadi, dari perbedaan pengertian para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengajar siswa.

Tahapan Pembelajaran

Fase pelaksanaan pembelajaran atau fase inti merupakan proses penyampaian pesan atau isi/materi pembelajaran yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Pada tahap ini perlu dicari metode pengajaran yang tepat agar materi pelajaran mudah dikuasai siswa.

Ciri-ciri Pembelajaran

Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran

Pengertian Strategi Pembelajaran

Kemp (1995), menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Pertama, strategi pembelajaran adalah suatu rencana tindakan (serangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan penggunaan sumber daya yang berbeda-beda.

Manfaat Strategi dalam Proses Pembelajaran

Dari beberapa pernyataan dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan (metode atau jalur) yang dipilih atau dikonstruksi sedemikian rupa oleh pendidik yang dapat memberikan bantuan agar terjadi proses belajar pada diri siswa menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah tidak semua strategi pembelajaran tepat digunakan untuk mencapai semua tujuan dan segala keadaan.

Klasifikasi Strategi Pembelajaran

Strategi penyampaian adalah cara menyampaikan pembelajaran kepada siswa dan/atau menerima serta menanggapi masukan siswa. Strategi pengelolaan merupakan suatu cara untuk mengatur interaksi antara peserta didik dengan variabel strategi pembelajaran lainnya (variabel strategi organisasi dan strategi penyampaian).

Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran

Pada langkah pertama, guru terlebih dahulu menyampaikan materi pembelajaran (hanya intisarinya saja) kepada siswa.

Arti Komunikasi Efektif

Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan/informasi dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi saling pengaruh di antara mereka (M. Sobry Sutikno, 2006). Dengan demikian, komunikasi efektif dapat diartikan menerima pesan dari komunikator sesuai dengan apa yang disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator memberikan respon positif sesuai dengan yang diharapkan.

Tujuan Komunikasi

Kadar Nurjaman dan Khaerul umam (2012) menjelaskan bahwa kemampuan seseorang dalam menyampaikan pesan atau informasi dengan baik, kemampuan menjadi pendengar yang baik, kemampuan atau keterampilan dalam menggunakan berbagai media atau alat bantu audiovisual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang efektif.

Unsur-unsur Komunikasi

Kelima, tersedia saluran yang dapat menghubungkan sumber informasi dengan penerima informasi, sehingga tercipta hubungan timbal balik antara komunikator dan komunikan; Ketujuh, adanya noise: campur tangan tidak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi karena komunikator menerima pesan lain yang berbeda dengan yang disampaikan oleh komunikator.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Ber-komunikasi

Komunikasi dalam Proses Pembelajaran

Dalam komunikasi tersebut guru dan siswa dapat berperan sama yaitu pemberi tindakan dan penerima tindakan. Hubungan dua arah dapat dilihat di sini, namun terbatas antara guru dan siswa secara individu.

Strategi Mewujudkan Komunikasi Efektif dalam Proses

Pengertian Motivasi

Motivasi menurut Mukiyat dan Asnawi (dalam Mohammad Syarif Sumantri, 2015) adalah perasaan yang sangat mempengaruhi keinginan seseorang sehingga orang tersebut terdorong untuk bertindak atau pengaruh kekuatan-kekuatan yang menimbulkan perilaku dan proses dalam diri seseorang yaitu gerakan atau perilaku. menuju tujuan. dalam Sardiman, 2011), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “perasaan” dan didahului oleh tanggapan terhadap suatu tujuan. Oleh karena itu, istilah motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Jenis Motivasi

Dalam hal ini kehadiran guru sangat diperlukan. 2007), guru harus menemukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa belajar.

Fungsi Motivasi

Seleksi tindakan, yaitu menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara selaras untuk mencapai suatu tujuan, sehingga tindakan-tindakan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut ditunda.

Prinsif-Prinsif Motivasi Belajar

Kecemasan dan frustrasi ringan terkadang dapat membantu siswa belajar lebih baik. Siswa akan belajar lebih giat apabila keterampilan dasar yang dipelajarinya menarik dan bermanfaat bagi dirinya.

Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Lingkungan peserta didik dapat berupa kondisi alam, lingkungan tempat tinggal, interaksi teman sebaya, dan kehidupan sosial. Lingkungan siswa juga mengalami perubahan berupa lingkungan alam, lingkungan hidup dan pergaulan.

Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar

Untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran dapat dilakukan melalui tes hasil belajar. Pertama, secara spesifik apakah siswa dapat menguasai seluruh materi yang diajarkan.

Pengertian Tujuan Pembelajaran

Definisi yang sangat sederhana, tujuan pembelajaran adalah cita-cita yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain tujuan pembelajaran adalah kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajar.

Fungsi Tujuan Pembelajaran

Artinya melalui tujuan pembelajaran, peserta didik dapat memperoleh kepastian tentang kompetensi yang dapat dicapai serta kinerja dan proses pembelajaran yang harus dilalui. Pengalaman belajar disini merupakan aktivitas fisik dan mental yang harus dilakukan siswa untuk mencapai keterampilan dasar dan materi pelajaran.

Petunjuk Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, guru menjelaskan kepada siswa tentang materi pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya; Keempat, Kurang yaitu apabila materi pembelajaran yang disampaikan kurang dari 75% dikuasai siswa.

Pengertian Metode Pembelajaran

Lebih lanjut, metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang digunakan guru dalam membina hubungan dengan siswa selama pembelajaran (Hamdani, 2011). Metode pembelajaran juga dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk melaksanakan rencana yang disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran (Zubaedi, 2011).

Ciri-ciri Umum Metode yang Baik

Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan

Berbagai perbedaan yang dimiliki siswa tersebut harus dikelola atau dikelola dengan baik oleh guru agar tercapainya proses pembelajaran yang optimal. Guru tidak hanya memanfaatkan ruang kelas sebagai tempat kegiatan pembelajaran saja, namun pada waktu-waktu tertentu guru harus melaksanakan proses pembelajaran di luar kelas atau di alam terbuka.

Macam-macam Metode yang dapat Dipakai dalam Proses

Pada langkah kedua, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok (jumlah kelompok dan jumlah siswa per kelompok disesuaikan dengan jumlah siswa per kelas dan jumlah pertanyaan atau permasalahan yang akan ditanyakan oleh guru). Siswa lain diminta menanggapi jawaban yang diberikan temannya (terjadi diskusi kelas/argumen yang melibatkan siswa lain di kelas);

Pengertian Model Pembelajaran

Sobry Sutikno menjelaskan model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Model pembelajaran menggambarkan keseluruhan rangkaian alur atau langkah-langkah yang biasanya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran.

Macam-macam/Jenis Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, media yang digunakan guru harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sehingga dapat mendorong dan meningkatkan minat belajar siswa. Sesuai dengan tingkat berpikir siswa, maka pemilihan media pembelajaran harus sesuai dengan tingkat berpikir siswa.

Pengertian Media Pembelajaran

Jika kita kaitkan dengan kata belajar, maka kita dapat mengartikan media pembelajaran sebagai segala alat dan bahan yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain. (Rossi dan Breidle, 1966). Dengan demikian, media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang terjadi antara guru dan siswa.

Fungsi Media Pembelajaran

Ketika hasil penelitian yang dilakukan Marshall McLuhan (1969) dalam (Suharsimi Arikunto, 1993) mengenai media pembelajaran akhirnya menyimpulkan bahwa ada tiga kelompok guru mengenai media. Dengan cara ini diharapkan pemahaman guru terhadap media menjadi jelas, sehingga guru dapat memanfaatkan atau menggunakan media secara tepat.

Jenis-jenis Media Pembelajaran

Media audio adalah media yang penggunaannya hanya bergantung pada indra pendengaran saja, seperti radio, kaset, tape recorder, piringan hitam. Media audiovisual mempunyai peluang lebih baik karena mencakup jenis media pertama dan kedua.

Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Guru harus mampu memilih media yang sesuai dengan tujuan, isi, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Dalam memilih media pembelajaran, guru dituntut untuk dapat menganalisis apakah media yang akan digunakan dapat meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran atau tidak.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Media

Siswa yang kemampuan mendengarkannya buruk akan kesulitan memahami pelajaran ketika media pendengaran digunakan. Prinsip utama yang dijadikan acuan dalam pemilihan media pembelajaran adalah media pembelajaran digunakan untuk memudahkan pembelajaran bagi siswa.

Kriteria-kriteria Pemilihan Media yang Baik

Siswa yang kurang motivasi belajar kecil kemungkinannya mencapai hasil belajar yang baik. Apabila 75% atau lebih jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran mencapai tingkat keberhasilan kurang dari minimal (di bawah batas minimum), maka proses pembelajaran selanjutnya harus dilakukan remedial.

Pengertian Evaluasi

Kegunaan Evaluasi

Syarat-syarat Umum Evaluasi

Demikian pula suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya dicapai. Penjelasan reliabilitas disini adalah suatu alat penilaian mempunyai reliabilitas apabila menunjukkan kepastian hasil.

Petunjuk dalam Menyusun Tes/Alat Evaluasi

Misalnya untuk mengetahui apakah siswa dapat melakukan kegiatan mencuci dengan baik dan benar maka penilaian yang paling tepat adalah dengan melakukan penilaian praktik. Alat evaluasi yang dibuat harus mengandung unsur diagnostik, artinya dapat digunakan sebagai bahan untuk menemukan kelemahan pembelajaran siswa dan guru.

Sistem Evaluasi/Penilaian Hasil Belajar

Siswa yang tidak mencapai tujuan yang telah ditetapkan berarti gagal atau belum menguasai materi pembelajaran yang dimaksudkan. Dengan perhatian penuh tersebut diharapkan siswa mampu menguasai materi pembelajaran yang diberikan guru.

Pengertian Variasi

Tujuan Variasi dalam Proses Pembelajaran

Kedua, guru merupakan faktor motivasi ekstrinsik (motivasi dari luar) untuk memotivasi siswa belajar. Dengan proses pembelajaran yang bervariasi, berarti guru berhasil menjamin motivasi ekstrinsik siswa.

Prinsip-prinsip Penggunaan Variasi dalam Proses

Aspek lain yang sangat penting bagi kemampuan pendidik adalah mengubah pembelajaran tergantung ketersediaan fasilitas di kelas/sekolah. Atau paling tidak siswa secara kreatif menyediakan berbagai fasilitas yang memungkinkan pada saat guru belajar tersedia fasilitas yang sesuai.

Dimensi-dimensi Variasi dalam Proses Pembelajaran

Kedua, sangat baik apabila siswa dapat menguasai sebagian besar (85% sampai 94%) materi pembelajaran yang telah diberikan. Ketiga, baik, yaitu jika siswa hanya dapat menguasai 75% sampai 84% materi pembelajaran yang telah diberikan.

Menggunakan Media Pembelajaran yang Tepat

Pendidik yang menyadari kelemahannya dalam menjelaskan isi materi yang disampaikan hendaknya menggunakan media pembelajaran untuk memperjelas isi materi mengenai fakta, konsep atau prinsip yang tidak dapat dijelaskan dengan kata atau kalimat dengan menggunakan metode ceramah. Oleh karena itu, kelemahan metode proofreading dapat diatasi dengan menggunakan media pembelajaran yang cocok untuk mengkonkretkan permasalahan yang rumit dan kompleks.

Memilih Bentuk Motivasi yang Baik

Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan baik akan menciptakan situasi dimana siswa dapat belajar, sehingga hal ini merupakan titik awal keberhasilan pembelajaran. Penghargaan merupakan penghargaan terhadap prestasi siswa yang dapat diberikan dalam bentuk fisik (cinderamata, sertifikat) maupun non fisik seperti sikap positif, pujian, dan lain-lain.

Penggunaan Metode yang Bervariasi

Pada tahap ini ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab: (a) Apakah guru mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajarinya. Tujuan umum pembelajaran remedial adalah agar setiap siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Keberhasilan Pembelajaran

Pada tahap ini ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab: (a) Apakah strategi pembelajaran yang digunakan guru mampu merangsang dan mendorong siswa untuk aktif mengalami dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Pertanyaan yang harus dijawab pada tahap ini antara lain: (a) Apakah guru mampu menggunakan bahasa dengan jelas dan mudah dipahami oleh siswa. (b) Apakah guru mempunyai sikap yang baik, sopan dan hormat kepada siswa?

Remedial (Perbaikan)

Tujuan tes pengetahuan sumatif adalah untuk mengukur daya serap mahasiswa terhadap materi yang disampaikan dalam satu semester. Melalui pembelajaran remedial ini diharapkan siswa yang mengalami ketidakmampuan belajar dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan melalui remediasi atau perbaikan.

Pengayaan

Tujuan dari program pengayaan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman dan pemahaman terhadap materi yang dipelajari atau dipelajari, tetapi juga agar peserta didik dapat belajar secara maksimal, baik dalam memanfaatkan kemampuannya maupun dalam mencapai hasil belajar. 16 rahasia kesuksesan; Strategi belajar mengajar dengan mengajarkan konsep umum dan konsep Islam; Memulai pembelajaran yang efektif dan bermakna; Study and learning (usaha kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang sukses); Menuju pendidikan bermutu;.

Referensi

Dokumen terkait

Kelima, hak cipta, menurut pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002, adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak. untuk mengumumkan atau

Faktor yang menyebabkan sanksi Undang – Undang Hak Cipta tidak diterapkan, karena didalam Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta merupakan delik aduan,

Undang-undang ini mengatur tentang sanksi pidana bagi pelanggaran hak cipta, dengan ancaman hukuman penjara dan

Dokumen berisi aturan mengenai sanksi pidana bagi pelanggaran hak ekonomi pencipta untuk penggunaan secara

Sanksi atas pelanggaran hak cipta diatur dalam Pasal 113 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak

Pembahasan tentang sanksi pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta dan prinsip hukum pembuktian perdata di

Ringkasan sanksi pidana terkait pelanggaran hak cipta berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 1987 di

Analisis revisi undang-undang hak cipta Nomor 28 Tahun 2014 terkait sanksi pelanggaran hak ekonomi cipta di