• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Kecil: “SEPUTAR HUKUM DI INDONESIA”

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Catatan Kecil: “SEPUTAR HUKUM DI INDONESIA”"

Copied!
233
0
0

Teks penuh

Buku ini merupakan salah satu bentuk bukti nyata bahwa para pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Oleh karena itu, kumpulan tulisan dalam buku ini merupakan kado istimewa yang diberikan oleh para pengajar penulis kepada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-31.

KEJAHATAN TERHADAP TANAH

TINDAK PIDANA KETENAGAKERJAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2013

TENTANG KETENAGAKERJAAN

Definisi lengkap dari istilah tenaga kerja tercantum dalam Pasal 1(2) UUK, yang menyatakan; “Pekerja/pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Pasal 148 ayat 1 tentang penutupan perusahaan (lock out) 18 Bahwa pengusaha wajib memberitahukan secara tertulis kepada pekerja/pekerja dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.

UPAYA PENANGGULANGAN KEKERASAN PADA PROSES PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Hukum pidana ditempuh sebagai upaya terakhir (ultimum remedium) dari segala penanggulangan yang ada (ultimate ratio principle). Kebijakan penal, yaitu melalui penerapan hukum pidana (penegakan hukum pidana) dalam hal terjadi tindak pidana di bidang pendidikan.

PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA

Jika orang tua tidak mampu memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya, maka anak akan mudah melakukan perilaku menyimpang berupa kenakalan. Orang tua harus selalu mengawasi anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

TRANSFORMASI HUKUM ISLAM KE DALAM TATA HUKUM INDONESIA

Hukum Islam pada Masa Kolonial Belanda Kajian Sejarah Penegakan Syariat Islam di Indonesia” dalam Fuji Rahmadi P (editor). Fakta sejarah proses hukum di Indonesia menggambarkan bahwa kehadiran hukum Islam dalam hukum nasional merupakan sebuah perjuangan eksistensi. Transformasi hukum Islam menjadi hukum nasional terjadi dalam berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya hukum perdata.

Kemudian dilakukan proses transformasi hukum Islam dengan memasukkan prinsip-prinsip hukum Islam ke dalam hukum nasional. 60 Mudzakir, “Memasukkan Syariat Islam ke dalam Hukum Nasional: Upaya Restrukturisasi Perundang-undangan Nasional”, dalam Majalah Mazhabuna, Edisi 2, Tahun II/2003, hal. Tradisi dan Inovasi Islam di Indonesia dalam Bidang Hukum Islam' dalam Antologi Peradilan Islam di Indonesia.

Hal itu ada dalam hukum nasional dalam arti norma hukum Islam (agama) berperan sebagai penyaring bahan hukum nasional Indonesia. Upaya transformasi hukum Islam ke dalam sistem hukum Indonesia sendiri sebenarnya menyisakan persoalan yang sangat kompleks.

KONSEP PENCEGAHAN KORUPSI DI INDONESIA

Kata “korupsi” sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia saat ini, baik melalui pemberitaan media elektronik maupun media cetak, bahkan ada yang mendengar langsung dari kasus korupsi yang terjadi. Nurjanna, 2005, “Korupsi Dalam Praktek Usaha, Pemberdayaan Penegakan Hukum, Program Aksi dan Strategi Mengatasi Masalah Korupsi”, Jakarta-Gramedia Pustaka Utama, halaman: 7. Mengenai pembuktian terbalik sebenarnya sudah tersirat dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana jo91 dan Angka Korupsi jo91.

Semangat memiskinkan koruptor dan misi penyelamatan keuangan negara diemban KPK, salah satunya dengan implementasi UU No. efek jera. 23 Perbuatan korupsi (Tipikor) merupakan pelanggaran terhadap hak sosial dan hak ekonomi masyarakat, sehingga Tipikor tidak dapat lagi digolongkan sebagai kejahatan biasa (ordinary crime), melainkan sudah menjadi kejahatan luar biasa. Nurjana, 2005, “Korupsi Dalam Praktek Bisnis, Pemberdayaan Penegakan Hukum, Program Aksi dan Strategi Mengatasi Masalah Korupsi”, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

UU no. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Michael Barama, 2011, “Bukti Terbalik Tindak Pidana Korupsi”, Makalah Penelitian Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado.

MENUJU UNIFIKASI KEDEWASAAN DALAM HUKUM POSITIF

2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Kenotariatan (UUJN) Pasal 39 menyebutkan bahwa usia dewasa seseorang yang mampu melakukan perbuatan hukum sekurang-kurangnya 18 tahun, sedangkan Peraturan Pemerintah (PP) No. , yang dapat dijadikan pedoman sebagai dasar penentuan kedewasaan seseorang;

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 63 ayat (1) berbunyi: “Penduduk warga negara Indonesia dan orang asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah menikah atau pernah menikah wajib memiliki KTP.” Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 1 ayat (3) menyatakan: “Anak yang berhadapan dengan hukum yang selanjutnya disebut anak adalah mereka yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun, yang diduga telah melakukan tindak pidana.” Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketentuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk menjadi undang-undang.

UU No 4 Tahun 1977 tentang Kesejahteraan Anak UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan UU No 23 Tahun 2006 tentang Kependudukan. UU No 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No 7 Tahun 1984 tentang Pajak Penghasilan.

GIJZELING DALAM HUKUM KEPAILITAN INDONESIA

Sampai saat ini tindakan penyanderaan belum dapat dilaksanakan secara efektif dengan alasan belum jelas dan amannya perangkat hukum mengenai pasukan paksa.6 Alasan yang sama juga dikemukakan pada masa berlakunya undang-undang no. Yang dimaksud dengan pemaksaan adalah upaya pemaksaan secara tidak langsung untuk menjerat debitur yang beritikad buruk ke rumah tahanan negara yang diperintahkan oleh pengadilan untuk memaksa yang bersangkutan memenuhi kewajibannya. Penjarakan paksa kopral atau penyanderaan juga terdapat dalam pasal 209 sampai dengan 224 HIR atau pasal 242 sampai dengan 258 RBg.

Akibat dari pasal-pasal lain dalam HIR dan RBG terkait dengan institusi pemaksaan kopral atau penyanderaan adalah sebagai berikut: 11. Menurut Rahadjeng Endah K Siradjoeddin dalam Bambang Sutiyoso, institusi kebangkitan kopral adalah sebuah institusi. 21 Kelembagaan paksa ini dapat dikenakan kepada debitur yang beritikad buruk, penanggung atau penanggung utang yang tidak memenuhi kewajiban membayar utangnya, sekalipun mereka mampu.

Hingga saat ini, pengaturan kedok tersebut belum dapat dilakukan secara efektif dengan alasan perangkat hukum yang berkaitan dengan badan-badan wajib tersebut belum jelas dan pasti. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 336/KMK.01/2000 tentang Badan Wajib Dalam Rangka Pengelolaan Penerimaan Negara.

AKIBAT HUKUM TERHADAP KEBIJAKAN DIREKSI YANG TIDAK SESUAI DENGAN KEBIJAKAN RUPS

RUPS

Masing-masing badan tersebut memiliki kewenangan yang berbeda, sebagaimana diatur dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Mengingat pentingnya kedudukan direksi sebagai salah satu organ perseroan, maka pengangkatan, penggantian dan/atau pemberhentian direksi harus dilakukan sesuai dengan yang diatur dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Anggaran dasar perusahaan tersebut di atas harus sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas, yang mengatur tentang mekanisme yang harus dilaksanakan oleh otoritas perseroan untuk pengangkatan direksi.

Singkatnya, UU No. 40 Tahun 2007 untuk Perseroan Terbatas, telah mengatur mekanisme pengangkatan direksi sebagai berikut; Walaupun Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pada hakikatnya tidak secara tegas menentukan dapat atau tidaknya seseorang menduduki rangkap jabatan dalam suatu organ Perseroan. 27 Lihat pasal 106 ayat (1) UU No. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. . memberhentikan direksi tanpa menunggu perlindungan dari direksi, jika direksi tidak ikut serta dalam RUPS.

Dewan memiliki wewenang untuk menangani manajemen sebagaimana dimaksud dalam subbagian Sumber kewenangan direksi Perseroan untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan adalah Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan, Anggaran Dasar Perseroan dan Kebijakan Rapat Umum Pemegang Saham.

PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN SECARA ARBITRASE YANG DILAKUKAN BADAN PENYELESAIAN

SENGKETA KONSUMEN (BPSK)

Penyelesaian sengketa konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa. Untuk menyelesaikan sengketa konsumen di luar pengadilan, pemerintah membentuk suatu badan yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Denmark, penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan murah.

Terburu-buru karena undang-undang menetapkan bahwa dalam waktu 21 hari kerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen wajib memberikan keputusannya. Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (CDR) cukup menarik untuk dikaji karena selama ini hanya pemerintah dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang berwenang menjatuhkan sanksi administratif. Penyelesaian sengketa konsumen melalui arbitrase dilakukan dan diputuskan seluruhnya oleh majelis yang bertindak sebagai arbiter.

Penyelesaian sengketa konsumen melalui arbitrase, para pihak memilih arbiter dari kalangan anggota BPSK yang diambil dari unsur pelaku usaha dan konsumen sebagai anggota rapat. Penyelesaian sengketa konsumen melalui arbitrase merupakan salah satu tugas dan wewenang Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

PENGUATAN KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

Sebagai tindak lanjut Pasal 22D UUD 1945, pengaturan dalam peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan DPD diatur dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang Majelis Volksraadgewende, Volksraad, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Dewan Rakyat Daerah (UU MD3). Undang-undang tersebut merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Volksraadgewende, Volksraad, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Rakyat Daerah. Dalam Pasal 22D ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “DPD dapat mengajukan kepada DPR rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah”.

Ketentuan tentang fungsi legislasi DPD semakin diperlemah, seperti dalam Pasal 22D(2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa “DPD ikut serta dalam pembahasan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah; terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) terdapat beberapa ketentuan yang tidak mengadopsi putusan Mahkamah Konstitusi sebelumnya dalam memperkuat kewenangan legislasi DPD.

Pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dimaksudkan untuk mereformasi struktur Indonesia menjadi dua kamar (bikameral) yang terdiri dari DPR dan DPD. Subardjo, 2012, Dewan Perwakilan Daerah: Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan penerapan sistem bikameral di lembaga perwakilan Indonesia: Graha Ilmu, Yogyakarta.

REFORMULASI FUNGSI REKRUTMEN PARTAI POLITIK MELALUI PRINSIP DEMOKRASI DI INDONESIA

Rekrutmen politik juga tergantung pada proses seleksi atau mekanisme penyaringan di dalam partai politik itu sendiri. Calon presiden di negara demokrasi umumnya ditentukan melalui seleksi oleh partai politik. Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung selama ini seharusnya memberikan pengaruh yang baik bagi partai politik.

Hal ini terutama terjadi pada partai politik yang mendorong kadernya untuk mencalonkan diri selama proses Pilkada. Tidak semua anggota atau pimpinan partai politik atau warga negara bisa menjadi calon kepala daerah. Oleh karena itu, partai politik biasanya merekrut calon potensial sebelum mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah langsung.

Untuk itu, akhir-akhir ini sangat jarang dijumpai partai politik yang menggunakan sistem partai politik murni tertutup. Partai politik peserta pemilu di Indonesia termasuk dalam kategori pemilihan kandidat yang paling eksklusif dan terpusat.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hukum pidana Islam tidak begitu terperinci membahas tindak pidana anak karena dalam hukum pidana Islam seorang anak atau belum balig tidak dapat dikenakan hukuman,

Sehingga sanksi dan hukum bagi pelaku pelecehan seksual dikenakan hukuman ta’zir , jenis hukuman yang diberlakukan kepada pelaku jarimah yang melakukan pelanggaran baik

Tindakan tersebut tidak hanya dapat dikenakan sanksi pidana, tetapi juga dapat dikenakan sanksi atas pelanggaran hukum merek, karena dalam kasus obat palsu

Tindak pidana pencurian baru dikenakan hukuman bagi pelakunya, apabila barang yang di curi mencapai batas minimal (nishab) pencurian. Di dalam Islam nisab dari

Prajurit TNI yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana pada saat pendidikan, dan dijatuhi hukuman disiplin militer atau hukuman pidana dan telah berkekuatan hukum

yakni apabila warganegara Indonesia melakukan ke-jahatan meskipun terjadi di luar Indonesia, pelakunya dapat dikenakan hukum pidana Indonesia, apabila pelaku

Soesilo, Pidana bersyarat yang biasa disebut peraturan tentang “hukum dengan perjanjian” atau “hukuman dengan bersyarat” atau “hukuman janggelan” artinya adalah: orang dijatuhi

2Juli – Desember 2020 Page 3 perbuatan yang pelakunya dapat dikenakan hukuman pidana.5 Subjeknya berarti bahwa dia bertanggungjawab atas sanksi dalam perbuatan yang bertentangan