Anggaran
penjualan
Fannie fahira
(212102032)
Haudrey
annisa putri
(212102060)
nst
afriyanti
(212102037)
Eric theo vanes surbakti
(212102061)
01 02
04
Nama kelompok 2 :
03
Perusahaan umumnya memulai proses penyusunan anggaran induk dengan menyusun anggaran penjualan karena anggaran penjualan akan memengaruhi penyusunan anggaran produksi, anggaran biaya produksi, anggaran beban operasi, proforma laba rugi, anggaran kas, dan proforma neraca.
Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang jadi yang akan dijual oleh perusahaan dan harga jual yang diharapkan diperoleh untuk periode anggaran mendatang.
Anggran penjualan
Contoh 2.1
PT Furnitur Jati Indah (FJI) yang berdin pada tahun 2000 adalah perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga yang berasal dari kayu jati. Produk andalan perusahaan adalah seperangkat kursi tamu dan lemari dari kayu jati.
Dalam rangka penyusunan anggaran induk untuk bulan Januari 2009, PT FJI mengumpulkan data-data tentang jumlah unit kursi tamu dan lemari yang diperkirakanı akan dijual selama tahun 2009. PT FIT juga memprediksi harga yang akan dikenakan untuk setiap produknya yang akan dijual di tahun 2009.Berikut ini adalah Tabel 2.2 yang menyajikan jumlah penjualan produk dalam unit dan harga jual per unitnya selama bulan Desember 2008 lalu.
Tabel 2.2 Perkiraan Unit Terjual dan Harga Jualnya
KETERANGAN KURSI LEMARI
Penjualan (dalam unit) 8.000 10.000
Harga jual per unit Rp. 5.000.000 Rp. 3.000.000
Untuk bulan Januar I 2009, Manajemen PT FJI menargetkan kenaikan penjualan (dalam unit) untuk kursi dan lemari masing-masing sebesar 20%
dan 10%. Harga jual per unit untuk bulan Januari 2009 sama dengan harga jual di bulan Desember 2008.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun anggaran penjualan PT FII untuk bulan Januari 2009.
Langkah 1
Hitunglah penjualan dalam unit untuk produk kursi dan lemari untuk bulan Januari 2009. Penjualan dalam unit untuk bulan Januari 2009 diperoleh dengan menggunakan data-data penjualan di bulan Desember 2008 ditambah dengan tingkat pertumbuhan penjualan yang diharapkan di bulan Januari 2009, atau
Penjualan Bulan Januari = Penjualan Desember x (1 + Pertumbuhan Jualan Januari
Jadi, penjualan (unit) untuk kursi dan lemari di bulan Januari 2019 adalah :
Kursi 8.000 x (1 + 20%) = 9.600 unit Lemari 10.000 x ( 1 + 10%) = 11.000 unit
Anggaran
Penjualan
lebih dari
satu bulan
Anggaran Penjualan lebih dari satu bulan Anggaran penjualan sering kali disusun untuk periode waktu satu tahun, enam bulan, atau kuartal (tiga bulan). Sebagai contoh, anggaran penjualan untuk satu tahun dapat dipecah menjadi anggaran penjualan untuk setiap kuartal atau anggaran pentualan untuk periode waktu enam bulan dipecah menjadi anggaran penjualan setiap bulan selama enam bulan.
Berikut ini adalah contoh anggaran penjualan kuartal yang akan
dipecah menjadi anggaran penjualan per bulan.
Contoh 2.2
PT Amanah Sejahtera memproduksi dua macam tas untuk wanita, yaitu . tas reguler dan eksklusif.
Berdasarkan informasi berikut ini, Anda diminta menyusun anggaran penjualan setup bulan untuk tiga bulan pertama tahun 2007.
1. Data penjualan aktual tahun 2006.
PENJUALAN TAHUN 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif
Jumlah unit terjual 20.000 2.000
Harga jual Rp. 60.000 Rp. 250.000
2. Perusahaan menargetkan kenaikan penjualan untuk tiap-tiap produk sebesar 20% di tahun 2007. Harga jual untuk setiap produk akan dinaikan sebesar 20%.
3. Penjualan bulan Januari, Februari, dan Maret 2007 untuk kedua produk adalah 10%, 5%, dan 15% dari penjualan tahun 2007.
PT AMANAH SEJAHTERA
Anggaran Penjualan Tiga yang Berakhir pada 31 Maret 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif Total Bulan Januari
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan: harga jual
Penjualan barang jadi Bulan Februari
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan: Harga jual
Penjualan barang jadi Bulan Maret
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan : Harga jual
Penjualan barang jadi
Total Penjualan Tiga Bulan
Langkah 1
Langkah 2
Hitunglah jumlah unit yang direncanakan untuk dijual dan harga jual setiap produk untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2007.
Tas Reguler
Penjualan (unit) tahun 2007 = 20.000 x 120% = 24.000 unit Penjualan (unit) Januari = 24.000 x 10% = 2.400 unit Penjualan (unit) Februari = 24.000 x 5% = 1.200 unit Penjualan (unit) Maret = 24.000 x 15% = 3.600 unit
Harga jual tahun 2007 = Rp. 80.000 x 120% = Rp. 96.000 Tas Eksklusif
Penjualan (unit) tahun 2007 = 2000 x 120% = 2.400 unit Penjualan (unit) Januari = 2.400 x 10% = 240 unit Penjualan (unit) Februari = 2.400 x 5% = 120 unit Penjualan (unit) Maret = 2.400 x 15% = 360 unit
Harga jual tahun 2006 = Rp. 250.000 x 120% = Rp. 300.000
Langkah 3
Hitunglah setiap produk untuk Bulan Januari, Februari, dan Maret 2007.
Penjualan setiap bulan per produk diproleh dengan mengalikan unit yang di jual dengan harga jualnya.
Tas Reguler
Penjualan Januari = 2.400 x Rp. 96.000 = Rp. 230.400.000 Penjualan Februari = 1.200 x Rp. 96.000 = Rp. 115.200.000 Penjualan Maret = 3.600 x Rp. 96.000 = Rp. 345.600.000 Tas Eksklusif
Penjualan Januari = 240 x Rp. 300.000 = Rp. 72.000.000 Penjualan Februari = 120 x Rp. 300.000 = Rp. 36.000.000 Penjualan Maret = 360 x Rp. 300.000 = Rp. 108.000.000 Langkah 4
Selesaikan penyusumnan anggran penjualan dengan memasukkan data-data yang diperoleh pada langkah 2 dn 3 dalam format anggaran penjualan.
PT AMANAH SEJAHTERA
Anggaran Penjualan Tiga yang Berakhir pada 31 Maret 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif Total Bulan Januari
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan: harga jual
Penjualan barang jadi
2.400
96.000 240
300.000
230.400.000 72.000.000 302.400.000 Bulan Februari
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan: Harga jual
Penjualan barang jadi
1.200
96.000 120
300.000
115.200.000 36.000.000 151.200.000 Bulan Maret
Penjualan barang jadi (unit) Dikalikan : Harga jual
Penjualan barang jadi
3.600
96.000 360
300.000
345.600.000 108.000.000 453.600.000 Total Penjualan Tiga Bulan 907.200.000
Langkah 4 :
MEMPERKIRAKAN PENJUALAN
Penyusunan anggaran penjualan mengharuskan perusahaan untuk memperkirakan jumlah unit yang akan dijual dan harga jualnya untuk dalam satu periode anggaran. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu periode anggaran.
Metode metode tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.
Salah satu contoh penggunaan metode kuantitatif adalah mengumpulkan seluruh tenaga penjual (salesman/salesperson) yang ada di perusahaan dan menanyakan kepada mereka tentang target penjualan yang dapat dicapai oleh mereka di tahun depan. Setelah seluruh target dikumpulkan, perusahaan menentukan jumlah penjualan untuk tahun depan.
1. Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)
Metode rata-rata bergerak (moving average) menggunakan sejumlah data darimasa lalu untuk memperoleh perkiraan hasil di masa mendatang.
Rata-rata bergerak 5 periode untuk penjualan diperoleh dengan membagi total penjualan selama 5 periode dengan 5. Sebaliknya, rata-rata bergerak 3 periode untuk penjualan diperoleh dengan membagi total penjualan selama 3 periode dengan 3
Proyeksi dengan Metode Rata-rata BergerakContoh 2.3PT Selaras Sejati (SS) adalah perusahan yang membuat penganan "donat spesial aneka rasa".
Manajemen PT SS selalu membuat perkiraan penjualan donat untuk bulan berikutnya setiap tanggal 27 bulan sebelumnya.
Sebagai contoh, perkiraan penjualan bulan Desember 2008 dibuat pada tanggal 28 November 2008. Perkiraan penjualan suatu bulan diperoleh dengan mencari rata-rata penjualan selama 3 bulan sebelumnya. Jadi, perkiraan penjualan untuk bulan Desember 2008 adalah rata-rata penjualan bulan September, Oktober, dan November 2008. Berikut ini adalah Tabel 2.3 yang menyajikan penjualan donat untuk bulan September, Oktober, dan November 2008.
Tabel 2.3 Data Penjualan Bulanan
Bulan Penjualan
(Kuantitas) Rata-rata 3 bulan
September 1.000
Oktober 1.200
November 1.400
Desember ?
Langkah 1
Jumlahkan penjualan 3 bulan sebelum bulan Desember 2008, yaitu penjualan bulanSeptember, Oktober, dan November.
Bulan Penjualan
(Kuantitas)
September 1.000
Oktober 1.200
November 1.450
Total Penjualan 3.600
Langkah 2
Cari rata-rata penjualan 3 bulan dengan membagi total penjualan September, Oktober, dan November 2008 (lihat tabel pada Langkah 1) dengan 3.
Bulan Penjualan (Kuantitas)
Total Penjualan 3 bulan sebelumnya 3.650
Dibagi 3 : 3
Rata-rata penjualan 3 bulan 1.200
Langkah 3
Penjualan bulan Desember adalah rata-rata penjualan 3 bulan (September, Oktober, dan November 2008), yaitu 1.200 unit (lihat tabel pada Langkah 2).
Latihan 2.2
Manajemen PT Bayu Utama memprediksi penjualan tiket pesawat suatu bulanberdasarkan rata-rata penjualan 4 bulan sebelumnya. Berikut ini adalah penjualan bulan April. Mei, Juni, dan Juli 2007.
Bulan Penjualan (Kuantitas)
April 8.500
Mei 9.000
Juni 10.000
Juli 8.500
Diminta:
Tentukan perkiraan penjualan tiket pesawat untuk bulan Agustus 2007!
2.Metode Trend Moment
Metode trend moment menggunakan persamaan Y = a + bx. Untuk mencari nilai adan b.
digunakan persamaan di bawah ini.
∑Y = n.a+b. ∑X
∑XY = a. ∑X+b. ∑X²
n = jumlah data yang dianalisis
Setelah persamaan di atas diperoleh, kita dapat menggunakan metode subtitusi atau eliminasi untuk memperoleh nilai a dan b.
Contoh 2.4
Berikut ini adalah data penjualan PT Semesta Alam Raya dari tahun 2003-2008
Tahun Penjualan dalam eibuan unit
2003 240
2004 250
2005 280
2006 290
2007 305
2008 330
PT Semesta Alam Raya ingin membuat perkiraan penjualan dalam unit untuk tahun 2009 dengan menggunakan metode trend moment.
Tahun Penjualan dalam
ribuan unit X XY X²
2003 240
2004 250
2005 280
2006 290
2007 30
2008 330
∑
Langkah 1
Membentuk tabel agar memudahkan memperoleh nilai a dan b untuk membentuk persamaan Y = a + bx.
Langkah 2
Penjualan setiap tahun adalah Y. Jumlahkan ke bawah seluruh data yang ada pada kolom Y. Hasil penjumlahan ke bawah kolom Y adalah 1.695.
Tahun Penjualan dalam
ribuan unit X XY X²
2003 240
2004 250
2005 280
2006 290
2007 30
2008 330
∑ 1.695
Langkah 3
Memberikan skor untuk mengisi kolom X. Skor untuk data pertama (tahun 2003) adalah 0, data berikutnya (2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008) adalah 1, 2, 3, 4, dan 5. Kemudian, jumlahkan ke bawah seluruh skor X yang ada di tabel dan akan diperoleh nilai sebesar 15 dan letakkan pada baris .
Tahun Penjualan dalam
ribuan unit X XY X²
2003 240 0
2004 250 1
2005 280 2
2006 290 3
2007 30 4
2008 330 5
∑ 1.695 15
Langkah 4
Isi kolom XY dengan mengalikan data yang terdapat pada kolom Y dengan data yang terdapat pada kolom X dalam baris untuk setiap tahunnya, kemudian jumlahkan ke bawah. Misalnya, untuk tahun 2004, nilai XY = 250 yang diperoleh dari 250 (Y) dikali dengan 1 (X).
Tahun Penjualan dalam
ribuan unit X XY X²
2003 240 0 0
2004 250 1 250
2005 280 2 560
2006 290 3 870
2007 30 4 1.220
2008 330 5 1.650
∑ 1.695 15 4.550
Langkah 5
Isi kolom X dengan menguadratkan seluruh data yang ada pada kolom X, kemudian seluruh data pada kolom X dijumlahkan ke bawah.
Tahun Penjualan dalam
ribuan unit X XY X²
2003 240 0 0 0
2004 250 1 250 1
2005 280 2 560 4
2006 290 3 870 9
2007 30 4 1.220 16
2008 330 5 1.650 25
∑ 1.695 15 4.550 55
Langkah 6
Bentuk persamaan untuk memperoleh nilai a dan b dengan menggunakan data- datayang diperoleh dari langkah 5.
∑Y = n.a+b. ∑X
∑XY = a. ∑X+b. ∑X² 1.695 = 6.a+b.15 4.550 = 15.a.b.55
Langkah 7
Selesaikan persamaan yang disusun pada langkah ke-6 dengan menggunakan metode eliminasi.
1.695 = 6.a + b.15 (x2,5) 4.550 = 15.a + b.55 (x1) Jadi, persamaanya menjadi
4.237,5 = 15a + 37,5b 4.550 = 15a + 55b- -312,5 = -17,5b
b = 17,8571
Masukkan nilai b yang diperoleh ke persamaan sehinga satu akan menjadi : 1.695 = 6a + 267,8571
a = 237,8571 (dibulatkan dua di belakang koma).
Langkah 8
Membentuk persamaan Y = a + bx berdasarkan hasil yang diperoleh pada langkah 7 dan mencari perkiraan penjualan tahun 2006.
Y = 237,8571 + 17,8571 X.
Jadi, penjualan tahun 2006 adalah Y = 237,8571 + 17,8571 *6 Y = 350
3. METODE PERKIRAAN ASOSIATIF : REGRESI DAN ANAILIS KORELASI
Tidak seperti metode perkiraan time series, metode perkiraan asosiatif umumnya mempertimbangkan beberapa variabel yang terkait dengan variabel yang diprediksi.
Metode ini lebih baik apabila dibandingkan dengan metode time series yang hanya menggunakan data-data di masa lalu.
Penjualan produk dan jasa perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh perusahaan, harga jual produk dan jasa pesaing, kualitas dari produk pesaing, serta kondisi perekonomian tempat perusahaan berusaha.
Menggunakan Analisis Regresi Sederhana untuk Membuat Perkiraan
Berikut ini adalah persamaan regresi sederhana yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan perubahan yang terjadi pada nilai variabel independen.
Y = a +bx Dimana Y = nilai dari variabel dependen adalah penjualan produk a = konstanta atau garis intercept,
b = slope atau kemiringan dari garis regresi x = variabel independen
Contoh 2.5
Persamaan Regresi SederhanaPT Berjaya Selalu Ramai (BSR) memproduksi tas-tas unik yang ditujukan untuk wanita yang berusia 17-22 tahun. Selama bertahun-tahun, perusahaan memiliki pengetahuan bahwa penjualan tas tersebut sangat dipengaruhi oleh pengeluaran iklan di majalah-majalah wanita muda terbitan ibukota setiap tahunnya.
Berikut ini adalah tabel yang menyajikan penjualan dan pengeluaran iklan aktual yang terjadi selama 2003-2008.
Tahun Penjualan Pengeluaran Iklan
(Rp’000) (Rp’000)
2003 1.000.000 55.000
2004 1.250.000 70.000
2005 1.375.000 83.500
2006 1.500.000 100.000
2007 1.785.000 122.500
2008 2.005.000 157.500
Data-data pada Tabel 2.4 akan digunakan untuk menyusun persamaan regresi yang akan melibatkan variabel-variabel seperti penjualan tas (Rp) dan pengeluaran iklan (Rp) untuk memprediksi penjualan tas (Rp) untuk tahun 2009.
Langkah 1
Tentukan variabel independen dan independen pada Tabel 2.4. Pada contoh ini, penjualan tas adalah variabel dependen (y). sedangkan pengeluaran iklan adalah variabel independen (x) karena perubahan yang terjadi pada nilai penjualan tas ditentukan oleh besar-kecilnya pengeluaran iklan oleh PT BSR.
Langkah 2
Jadi, persamaan regresinya adalah:
Penjualan Tas = a + b. Pengeluaran Iklan Langkah 3
Gunakan metode least square untuk mencari a stau intercept dan b atau slope garis regresi.
Formula untuk memperoleh b adalah sebagai berikut :
Tahun Penjualan (y) Pengeluaran Iklan (x) X² xy
2003 1.000.000 55.000 3.025.000.000 55.000.000.000
2004 1.250.000 70.000 4,900.000.000 87.500.000.000
2005 1.375.000 83.500 6.972.250.000 114.812.500.000
2006 1.500.000 100.000 10.000.000.000 150.000.000.000
2007 1.785.000 122.500 15.006.250.000 218.662.500.000
2008 2.005.000 157.500 24.806.250.000 315.787.500.000
∑y = 8.915.000 ∑x = 588.500 ∑X² =
61.709.750.000
∑xy =
941.762.500.000
Langkah 5
Persamaan regresinya adalah
Penjualan tas = 540.477, 5+9.64 biaya iklan
Jika biaya iklan untuk tahun 2009 dianggarkan sebesar Rp175.000.000, maka penjualantas untuk tahun 2009 sebesar.
Penjualan Tas = 540.477,5 + 9.64 *175.000 = Rp. 2.227.477.500
4. Metode Analisis Industri
Perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis dapat dikelompokkan ke dalam satu industri. Misalnya, Toyota Motor Company, Honda, dan Suzuki adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha dalam pembuatan mobil sehingga dikelompokkan dalam industri otomotif.
Penjualan perusahaan sering kali dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan industri tempat perusahaan berada. Sebagai contoh, jika kondisi ekonomi memburuk, maka penjualan industri otomotif akan turun. Turunnya penjualan industri otomotif pada gilirannnya akan membuat penjualan perusahaan yang ada di dalamnya juga menurun.
Contoh 2.6
Pada tahun 2005, PT A mampu menjual produknya sebesar 40.000 unit. Pada tahun yang sama, total penjualan industri mencapai 100.000 unit. Jika penjualan industri tahun 2006 diperkirakan naik sebesar 25% dan manajemen PT A memperkirakan pangsa pasar perusahaan untuk tahun 2006 sama dengan pencapaian tahun 2005, tentukan penjualan industri dan PT A untuk tahun 2006.
Langkah 1
Hitung pangsa pasar (market share) PT A untuk tahun 2005. Pangsa pasar perusahaan diperoleh dengan membagi penjualan perusahaan dalam unit dengan penjualan industri pada satu periode yang sama. Jadi, pangsa pasar PT A untuk tahun 2005 adalah:
Langkah 2
Tentukan perkiraan penjualan industri untuk tahun 2006.
Penjualan industri tahun 2006 = 100.000 × (1+25%) = 125.000
Langkah 3
Tentukan pangsa pasar PT A untuk tahun 2006. Manajemen PT A memperkirakan pangsa pasar untuk 2006 sama dengan pencapaian tahun 2005, yaitu 40%.
Langkah 4
Penjualan PT A di tahun 2006 diperoleh dengan mengalikan pangsa pasar PT A di tahun 2006 dengan penjualan perkiraan penjualan industri pada tahun yang sama.
Penjualan PT A tahun 2006 = Penjualan industri 2006 x Pangsa pasar PT A 2006
= 125.000 unit x 40%
= 50.000 unit.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including
icons by Flaticon, infographics &
images by Freepik.