PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Penguasaan kosakata objek siswa tunarungu kelas I SD di SLB Wiyata Dharma 1 Sleman masih rendah meskipun sudah belajar pada kelas persiapan. Siswa tunarungu mengalami kesulitan dalam menyebutkan dan menuliskan nama benda yang dilihatnya disekitarnya. Siswa tunarungu cenderung bosan dengan pembelajaran kosakata yang konvensional yaitu menggunakan metode ceramah dan hanya dilakukan di dalam kelas.
Media gambar lingkungan tidak digunakan dalam pembelajaran bahasa/kosa kata siswa kelas I SLB Wiyata Dharma 1 Sleman.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Hasil Penelitian
Bagi siswa, penelitian ini dapat meningkatkan penguasaan kosakata objek siswa tunarungu, dan siswa dapat belajar dengan metode yang menyenangkan. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman mengenai pelaksanaan pembelajaran melalui media visual berbasis lingkungan dan dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan media dan metode pembelajaran anak tunarungu.
KAJIAN PUSTAKA
Penguasaan Kosakata
Kegiatan inti 1) Di dalam kelas.. a) Guru mengajak siswa mengamati benda-benda yang ada di dalam kelas. Langkah pertama yang dilakukan guru adalah mengajak siswa mengamati benda-benda yang ada di dalam kelas. Kemampuan subjek dalam memilih kata, mencocokkan kata dengan gambar, kemampuan menulis dan menamai kata benda mengalami peningkatan dibandingkan hasil tindakan pada siklus I. 2) Subjek LT.
Subjek langsung menjawab ketika guru bertanya kepadanya, “Apa nama benda ini?” Yang bersangkutan AL menunjuk dan berkata “meja, buku”. Subjek ingin memberi nama benda-benda di kelas dengan menggunakan karakter dan kata-kata. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu mengenal nama-nama benda yang ada di dalam kelas dan di luar kelas.
Guru mengajak siswa mengamati benda-benda di dalam kelas dan di luar kelas (Langkah 1).
Anak Tunarungu
Media Gambar
Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Penguasaan Kosakata Melalui Media Gambar Berbasis
Guru membimbing siswa mengamati benda-benda di sekitar lingkungan siswa yaitu di dalam kelas dan di luar kelas. Guru membimbing siswa menunjuk dan menyebutkan benda-benda yang ada di dalam kelas dan di luar kelas yang telah diamati dengan arah wajah. Langkah keempat yang dilakukan untuk benar-benar menguasai sebuah kata baru adalah menyatukan bentuk dan makna dalam ingatan.
Guru mengarahkan siswa dengan ekspresi wajah untuk dapat menyebutkan/mengucapkan nama-nama benda secara lisan atau dengan isyarat. Jenis pelatihan ini didasarkan pada gagasan bahwa kosakata berperan dalam memahami dan mengungkapkan makna, bahwa kosakata memiliki bentuk lisan dan tulisan, dan bahwa kosakata digunakan untuk berkomunikasi. Latihan untuk "bentuk" meliputi: mengikuti aturan ejaan, mengidentifikasi bagian kata, dan membuat tabel kelompok kata.
Pada penelitian ini jenis latihan yang digunakan adalah pencocokan kata dan makna, pemberian label, penyelesaian kalimat, dan mengikuti kaidah ejaan.
Penelitian Relevan
Anak-anak akan memperluas kosa kata mereka melalui pengalaman dan hal-hal yang mereka lihat atau dengar, sehingga menambah kekayaan bahasa mereka. Rachmat Hidayat (2011) dengan judul “Peningkatan Kosakata Anak Tunarungu Kelas 1 Melalui Pembelajaran Kontekstual di SLB Wiyata Dharma 1 Sleman Yogyakarta”.
Kerangka Berpikir
Penelitian ini memanfaatkan media gambar dan pembelajaran berbasis lingkungan yaitu dengan menggunakan gambar dan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia baik di dalam kelas maupun di luar kelas agar tidak monoton. Media visual berbasis lingkungan mempunyai banyak manfaat baik dari segi pengetahuan, emosi dan aspek sosial terkait penguasaan bahasa atau kosa kata anak tunarungu. Pembelajaran kosakata melalui media visual berbasis lingkungan mempunyai kelebihan yaitu pembelajaran ini memberdayakan lingkungan sekitar siswa yang dipandang lebih kontekstual dalam pembelajaran bahasa.
Asumsi dasar penggunaan pembelajaran berbasis lingkungan adalah mempelajari bahasa berdasarkan akar lingkungan sehingga siswa akan lebih mudah, akrab dan senang mempelajari bahasa secara keseluruhan. Media visual dapat memudahkan pemahaman (misalnya dengan membangun struktur dan organisasi) dan memperkuat daya ingat sehingga hasil belajar anak tidak hanya diingat, namun diyakini atau dipahami. Anak diminta mengingat dan melihat benda atau hal yang pernah dialaminya yang kemudian dikaitkan dengan pembelajaran kosakata yang kemudian dipadukan dengan penggunaan media visual.
Dengan penerapan media visual berbasis lingkungan diharapkan proses pembelajaran dapat ditingkatkan dan penguasaan kosakata anak tunarungu meningkat.
Hipotesa Tindakan
METODE PENELITIAN
Waktu Penelitian
Deskripsi Tempat Penelitian
Langkah selanjutnya guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini yaitu mempelajari nama-nama benda yang ada di kelas.
Subyek Penelitian
Definisi Operasional
Media visual lingkungan merupakan suatu alat pembelajaran yang menggunakan media visual/visual dan memanfaatkan lingkungan sekitar anak sebagai sumber belajar, dilakukan dengan dua cara yaitu “di luar kelas” dan “di dalam kelas” dalam upaya peningkatan tunarungu. penguasaan kosakata anak.
Skenario Tindakan
Bekerja sama dengan guru kelas, melakukan tes keterampilan awal (pre-test) untuk mengetahui tingkat keterampilan awal penguasaan kosakata mata pelajaran. Tindakan yang secara umum akan dilakukan dalam penelitian adalah penerapan media visual berbasis lingkungan dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa SD tunarungu I dengan tema “Benda, Hewan, dan Tumbuhan Bagi Saya”. Tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dan setiap pertemuan dilaksanakan dalam tahapan yang berbeda-beda yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
Observasi dilakukan selama proses pengajaran sebagai upaya untuk mengetahui alur proses pengajaran dan kemampuan penguasaan kosakata pada siswa kelas I. Observasi ini dilakukan untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media gambar berdasarkan lingkungan pengamatan. lembar kegiatan siswa dan kinerja guru. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas untuk melakukan refleksi hasil belajar siswa yaitu mengidentifikasi peningkatan kosakata siswa.
Selanjutnya melakukan evaluasi terhadap tindakan siklus yang telah dilakukan. Evaluasi ini melihat keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran kosakata menggunakan media visual berbasis lingkungan mulai dari persiapan awal hingga akhir pelaksanaan tindakan.
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Dalam hal ini adalah peningkatan penguasaan lisan dan tulisan yang ditunjukkan dengan tercapainya KKM sebesar 65. Nilai akhir tes adalah total nilai siswa yang diperoleh dari jumlah setiap aspek yang dinilai dibagi dengan maksimal. skor dikalikan seratus. Kegiatan observasi untuk mengungkap peningkatan aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui media visual berbasis lingkungan dengan menggunakan lembar panduan observasi.
Pedoman observasi kinerja guru meliputi aspek-aspek yang akan diamati yaitu aktivitas guru pada kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir dan pelaksanaan tindak lanjutnya (Arikunto, dkk.
Validitas Instrumen
- Kriteria Keberhasilan Penelitian
Penerapan media visual berbasis lingkungan dikatakan berhasil dalam pembelajaran kosakata apabila hasil belajar siswa tunarungu di sekolah dasar mencapai KKM 65. Dikatakan bahwa penguasaan kosakata siswa mengalami peningkatan seiring dengan semakin tingginya hasil post-test. daripada hasil pre-test yang diukur dengan tes penguasaan kosakata.
Teknik Analisis Data
Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan hari ini yaitu mengenal dan mengenal nama-nama benda yang ada di kelas. Langkah pertama guru membimbing siswa menyebutkan nama-nama benda yang ada di kelas sambil memperlihatkan gambar benda seperti jam, kapur, pensil. Secara langsung pada saat pembelajaran, siswa berlatih mengartikulasikan dirinya dalam menyebutkan nama-nama benda yang ada di lingkungan sekitar sekolah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual lingkungan dapat meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam penguasaan kosakata mata pelajaran. Sehubungan dengan kemampuan berbahasa anak tunarungu yang mengalami kendala karena kekurangan atau ketidakmampuan dalam menyampaikan pesan melalui bahasa dalam berkomunikasi sehingga mengakibatkan kesulitan dalam menerima materi pembelajaran, maka dalam penelitian ini dilakukan suatu tindakan untuk meningkatkan aspek penguasaan kosa kata dengan bantuan media visual berbasis lingkungan. . Peningkatan Penguasaan Kosakata Siswa SD Tunarungu I SLB Wiyata Dharma 1 Sleman termasuk dalam kursus bahasa Indonesia.
Kurangnya penguasaan kosakata pada siswa tunarungu menurunkan pencapaian kompetensi dalam pengolahan bahasa Indonesia, meliputi membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Penelitian ini menggunakan media visual berbasis lingkungan untuk meningkatkan penguasaan kosakata benda pada anak tunarungu kelas I Sekolah Dasar. Media visual berbasis lingkungan merupakan pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yang menggunakan media visual dan lingkungan sekitar anak sebagai alat pembelajaran. menggunakan.
Implementasi tindakan tersebut sesuai dengan langkah-langkah dalam proses penguasaan kosakata yang dikemukakan oleh Hatch & Brown (dalam Suharso, 2008), yaitu dalam penguasaan kosakata terdapat lima langkah yaitu menemukan kata-kata baru (finding new word), memperoleh bentuk kata (menemukan kata-kata baru dengan memperhatikan ejaan dan pengucapan), mencari tahu arti kata (memahami arti kata), memantapkan bentuk dan makna kata dalam ingatan (menguasai kata baru dengan merekonsiliasi bentuk dan maknanya dalam ingatan), dan menggunakan kata (menguasai dan menggunakan kata baru dalam tindakan komunikasi). Hasil belajar subjek AL meningkat 15 skor dari pre-test dan mendapat skor 50 menjadi 65 pada post-test Siklus I, dan subjek LT meningkat 10 skor dari tes pre-test sehingga menghasilkan a skor 40 hingga 50 pada post-test Siklus I. Berdasarkan tindakan dari Siklus II, semua mata pelajaran telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan penguasaan kosa kata mata pelajaran semakin meningkat, terbukti dengan semakin banyaknya kosa kata yang siswa dapat memberi nama dan menulis. . Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran bahasa dan peningkatan penguasaan kosakata siswa meliputi faktor internal dan eksternal.
Penerapan media visual berbasis lingkungan dapat meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan penguasaan kosakata objek pada kedua mata pelajaran. Hasil peningkatan penguasaan kosakata objek ditunjukkan dari data hasil penguasaan kosakata sebelum penerapan media visual berbasis lingkungan hingga setelah dilakukan tindakan. Temuan penelitian tindakan siklus I dan siklus II yang dijelaskan menunjukkan bahwa pembelajaran melalui media visual berbasis lingkungan yang dilakukan guru dalam penguasaan kosakata objek terbukti dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan fokus dalam mengikuti pembelajaran. dengan sumber belajar yang digunakan.
Dengan demikian, media gambar berbasis lingkungan merupakan media dan metode pengajaran yang mendekatkan siswa dengan kehidupan nyata. Berdasarkan hasil pencapaian seluruh subjek setelah diberikan dua siklus tindakan, peneliti mampu membuktikan bahwa penguasaan kosakata objek dapat ditingkatkan melalui media gambar berbasis lingkungan pada siswa tuna rungu kelas I SLB Wiyata Dharma 1 Sleman.
Temuan Penelitian
Keterbatasan Penelitian
114. siswa untuk mengungkapkan pikiran dengan mengarahkan tanya jawab secara lisan atau dengan gerak tubuh yang berhubungan dengan benda-benda di kelas. Subjek menyebutkan nama benda yang dituju dengan bantuan guru, bunyi yang dihasilkan lebih kuat. Guru dan siswa menempelkan kartu nama pada benda-benda yang ada di kelas agar mudah diingat.
Guru mengajak siswa menyebutkan nama-nama benda yang ada di kelas sambil memperlihatkan gambar benda seperti jam, kapur tulis, pensil. Kemudian guru menunjuk gambar tersebut dan menyebutkan nama benda tersebut di kelas yang diikuti oleh siswa (langkah 2).
SIMPULAN DAN SARAN
Impilkasi
Saran