• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deteksi Parasit Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) pada Udang Vaname

N/A
N/A
DARWAN

Academic year: 2024

Membagikan "Deteksi Parasit Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) pada Udang Vaname"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Pembimbing Utama : Firmansyah Bin Abd Jabbar, S.Pi., M.Sc Penguji Utama : Dr. Nur Indah Sari Arbit, S.Si., M.Si Pembimbing Anggota : Fauzia Nur, S.Pi., M.Si Penguji 2 : Rahmi Nur, S.Si., M.Si

Penguji 3 : Rahmat Januar Noor, S.Si., M.Si

DETEKSI PARASIT Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) PADA UDANG VANAME DI TAMBAK INTENSIF DAN TAMBAK TRADISIONAL KEC. CAMPALAGIAN KAB. POLEWALI MANDAR

I R M A H G 0 2 1 8 3 3 8

PROGRAM STUDI AKUAKULTUR

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

2022

(2)

>>

<<

• Udang memiliki nilai ekonomis tinggi hingga ke pasar global (Harris, 2019)

• Kendala (parasit)  Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) Pertumbuhan lambat & ukuran tidak seragam (Rajendran et al., 2016)

• EHP ciri berbeda  menginfeksi tubulus  merusak organ  mencerna dan nutrisi pakan (Hanggono et al., 2019)

• Oleh karena itu, tindakan preventif dapat dilakukan dengan menggunakan metode Polymerase chain reaction (PCR) guna mencegah penyerangan parasit EHP yang terdapat pada udang.

• Udang memiliki nilai ekonomis tinggi hingga ke pasar global (Harris, 2019)

• Kendala (parasit)  Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) Pertumbuhan lambat & ukuran tidak seragam (Rajendran et al., 2016)

• EHP ciri berbeda  menginfeksi tubulus  merusak organ  mencerna dan nutrisi pakan (Hanggono et al., 2019)

• Oleh karena itu, tindakan preventif dapat dilakukan dengan menggunakan metode Polymerase chain reaction (PCR) guna mencegah penyerangan parasit EHP yang terdapat pada udang.

Latar Belakang

Latar Belakang

(3)

>>

<<

Tujuan : investigasi keberadaan parasit EHP pada udang vaname di tambak intensif dan tadisional dengan menggunakan Uji PCR

Manfaat : Informasi Deteksi parasit EHP pada udang, langkah pengendalian parasit, dapat menjadi pedoman untuk para

petambak yang ada di Polewali Mandar

Tujuan : investigasi keberadaan parasit EHP pada udang vaname di tambak intensif dan tadisional dengan menggunakan Uji PCR

Manfaat : Informasi Deteksi parasit EHP pada udang, langkah pengendalian parasit, dapat menjadi pedoman untuk para

petambak yang ada di Polewali Mandar

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan Manfaat

(4)

Waktu dan Tempat Waktu dan Tempat

Metodologi Metodologi

• Bulan April – Mei 2023

• LABORATORIUM PENGUJI STASIUN KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN (SKIPM) MAMUJU.

Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat

(5)

Alat

Laminary flow vertical

Block heathers

Microwave

Timbangan

Centrifuge

Vortex

Mesin PCR

Elektrophoresis Set

Uv Trans-illuminator

Freezer

Waterbath

Micropipet

Microtube

microtip

Pellet pastel

Timer

Parafilm

Alumunium foil

Disecting set

Nampan bedah

Tissue

Masker

Kaos tangan

(6)

Extraction Kit: CTAB-DTAB

Chlorofom

Ethanol 95% dan 70%

Master Mix

PCR Grade Water

Agarose

Tris Acid EDTA (TAE) Buffer

Pewarna DNA

Primer EHP

Bahan

(7)

Prosedur Kerja

Prosedur Kerja Kualitas Air

Suhu

Salinitas

Derajat Keasaman

Oksigen Terlarut

Alkalinitas

Sterilisasi Alat

Basah

kering

(8)

Tahapan Deteksi Parasit Tahapan Deteksi Parasit

1 2

Nekropsi Sampel

3

Ekstraksi DNA

4

Amplifikasi DNA

Deteksi Produk PCR

(9)

1 Nekropsi Sampel

Tahapan Nekropsi

Mengukur panjang

Menimbang berat

Pembedahan

(10)

2 Ekstraksi DNA

Ekstraksi DNA Menggunakan CTAB-DTAB

20 mg organ uji -> 600 μ DTAB solution -> Gerus -> Vortex.

Inkubasi pada 75°C selama 5 menit -> Dinginkan -> Vortex.

700 μ cholofom -> Vortex -> sentrifuge 12.000 g selama 5 menit.

Pindahkan 200 μ supernatant -> 100 μ CTAB dan 900 μ ddh₂o.

Vortex -> inkubasi pada 75°C selama 5 menit

Sentrifuge 12.000 g selama 10 menit

Buang supernatant -> 150 μ Disolve solution.

Inkubasi pada 75°C selama 5 menit -> Dinginkan

Sentrifuge 12.000 g selama 10 menit

Pindahkan 200 μ supernatant -> 300 μ ethanol 95% -> Vortex

Sentrifuge 12.000 g selama 5 menit -> Buang supernatant

Cuci pelet dengan 200 μ ethanol 70% spin -> Keringkan ->

Larutkan TE Buffer -> suhu 2-8°C.

(11)

3 Amplifikasi

Tahap Amplifikasi

Mix bahan gotag, F1, R1 dan NFW -> Vortex -> Spin -> pindahkan sebanyak 21 μ ke dalam tub a, b, c, kontrol (-) dan kontrol (+)

sampel 4 μ ke dalam tub a, b, c ->

kontrol (-) 4 μ NFW -> kontrol (+) EHP (+) Sebanyak 4 μ -> Spin

masukkan semua tub ke dalam mesin PCR -> Atur Tahap

amplifikasi

Rumus Bahan Amplifikasi:

Gotag 12,5 x 5 = 62,5 μ NFW 6,5 x 5 = 32,5 μ F1 1 x 5 = 5

R1 1 x 5 = 5

First : 1 jam 16 menit Nested : 3 jam

(12)

4 Deteksi Produk PCR

Tahapan Elektroforesis

Tambahkan 5 μ campuran produksi aplifikasi-

Loading dye ke dalam satu persatu samuran agarose.

Ambil 5 μ DNA marker

Hubungkan gel box dengan power suplay sebelum dinyalakan -> 100 voltage -> selama 27 menit

Elektroforesis dihentikan ketika proses running

memperlihatkan warna biru gelap telah mencapai ½ sampai 2/3 dari gel.

Baca hasil akhir dengan meletakkan gel pada UV trans- illuminator

(13)

Analisis secara kuantitatif untuk melihat tingkat serangan patogen parasit EHP serta analisis secara deskriptif berdasarkan data, gambar dan tabel untuk menjelaskan hasil kajian dari penelitian ini.

Analisis secara kuantitatif untuk melihat tingkat serangan patogen parasit EHP serta analisis secara deskriptif berdasarkan data, gambar dan tabel untuk menjelaskan hasil kajian dari penelitian ini.

Analisis Data

Analisis Data

(14)

Hasil

&

Pembahasan Hasil

&

Pembahasan

HASIL TAMBAK INTENSIF KETERANGAN

1. Marker (100 bp DNA Ladder)

2. Kontrol Positif EHP, Fragmen size 176 bp 3. Kontrol Negatif

4. Sampel NL.05.A/IV/2023 5. Sampel NL.05.B/IV/2023 6. Sampel NL.05.C/IV/2023

Pembacaan hasil: a. Band yang terbentuk pada 179 bp : Positif (+) b. Band yang tidak terbentuk : Negatif (-)

(15)

Hasil

&

Pembahasan Hasil

&

Pembahasan

HASIL TAMBAK TRADISIONAL KETERANGAN

1. Marker (100 bp DNA Ladder)

2. Kontrol Positif EHP, Fragmen size 176 bp 3. Kontrol Negatif

4. Sampel NL.03.A/IV/2023 5. Sampel NL.03.B/IV/2023 6. Sampel NL.03.C/IV/2023

(16)

Hasil

&

Pembahasan Hasil

&

Pembahasan

No Tambak Suhu

(°C)

Salinitas (ppt)

pH DO

(Mg/l)

Alkalinitas (ppm)

1 Intensif 26 30 7,66 7,7 108,80

2 Tradisional 28 32 7,94 6,5 115,10

Suhu 28 °C – 36 °C (Hertika, 2021)

Salinitas 26 – 32 ppt SNI 8037.1:2014

pH normal kisaran 7 – 9 Supriatna et al., (2020)

DO 4 – 9 mg/l SNI 8037.1:2014

Alkalinitas 100 – 150 ppm SNI 8037.1:2014

(17)

Kesimpulan Saran

Berdasarkan hasil penelitian deteksi parasit Enterocytozoon hepatopenaei dapat disimpulkan bahwa udang vaname tambak Intensif dan Tradisional negatif terkontaminasi parasit Enterocytozoon

hepatopenaei. Hal ini terjadi karena kualitas air pada ke dua tambak tersebut telah memenuhi standar baku mutu untuk pertumbuhan udang vaname dan proses pemeliharaan udang vaname sudah cukup baik.

Dalam melakukan uji laboratorium sangat penting

menjaga kesterilisasian bahan, alat, sampel, dan tempat pengujian untuk menghindari kontaminasi yang dapat merusak hasil pengujian. Selain itu untuk cara ekstraksi DNA perlu memperhatikan cara penggerusan (mengambil sampel DNA) dengan baik agar sampel DNA tersebut tidak rusak.

(18)

Terimakasih Terimakasih

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data produksi udang vaname didapatkan bahwa daya dukung lingkungan terhadap produksi udang vaname pada tambak biocrete dapat mencapai 11.735 kdha dengan

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul Tingkat Konsumsi Oksigen Sedimen pada Dasar Tambak Intensif Udang Vaname ( Litopenaeus vannamei ) adalah karya saya dengan

Prevalensi dan Derajat Infestasi Ektoparasit pada Udang Vaname Litopenaeus vannamei di Tambak Intensif dan Tradisional di Kabupaten Gresik.. Jurnal Ilmiah Perikanan

Berdasarkan pengamatan di tambak budidaya udang vaname pola intensif di Desa Laikang Kabupaten Takalar, dengan padat tebar 150 ekor/m 2 dan jumlah pakan yang diberikan per hari

Dari penulisan tugas akhir ini dapat dilihat bahwa sistem kegiatan pengelolaan budidaya pembesaran pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak Intensif PT?.

Berdasarkan pengamatan di tambak budidaya udang vaname pola intensif di Desa Laikang Kabupaten Takalar, dengan padat tebar 150 ekor/m 2 dan jumlah pakan yang diberikan per hari

Untuk itu, sampel udang vaname yang sehat, sakit, maupun mati telah diambil dari beberapa tambak udang di Pulau Lombok untuk dilakukan deteksi WSSV menggunakan metode Real

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kisaran konsentrasi nitrogen terlarut dan fosfat dalam air tambak selama masa pemeliharaan udang vaname sistem