Tugas Pendahuluan W-4
1. Jelaskan apa yang di maksud dengan pola penyaluran dan factor yang mempengaruhi jenis pola penyaluran!
2. Jelaskan jenis-jenis pola penyaluran di sertai gambar!
Jawaban:
1. Pengertian:
Pola aliran sungai adalah sebuah kumpulan dari sungai-sungai yang memiliki bentuk yang sama dalam hal itu menggambarkan kondisi profil dan juga genetik sungai itu sendiri. Terbentuknya pola aliran sungai ini disebabkan adanya berbagai faktor alami, diantaranya yaitu jenis tanah dan juga batuan, topografi, morfologi, kemiringan, tingkat erosi, dan struktur geologi. Seiring berjalannya waktu, sistem jaringan yang ada di sungai akan membentuk pola aliran sungai yang bercabang dan akan menyesuaikan dengan faktor lingkungan sekitar.
Faktor yang mempengaruhi jenis pola penyaluran:
A. Kemiringan Lereng
Kemiringan lereng tempat dimana sungai berada dapat menyebabkan dampak pada pembentukan pola alirannya. Semakin curam suatu lereng, maka aliran sungainya akan semakin tidak beraturan. Begitupun sebaliknya, apabila lereng dangkal, maka pola aliran sungainya akan menjadi lebih teratur. Kemiringan lereng inilah yang menjadi akibat dari adanya pembentukan sebuah pola aliran sungai, karena struktur lereng akan membawa dampak yang besar untuk suatu pola aliran sungai.
B. Perbedaan Jenis Batuan
Batuan mempunyai sifat yang keras namun bisa dihancurkan dengan tetesan air secara berkala. Begitupun batuan yang ada di dasar sungai, batuan yang terkena air sungai secara terus menerus maka akan semakin mengikis dan membentuk pola aliran sungai. Hal ini juga bisa mengakibatkan tingkat kedalaman pada sebuah sungai. Dimana batuan yang tersedimentasi di dasar sungai akan menyebabkan sungai menjadi dangkal.
C. Struktur Batuan
Perbedaan jenis batuan merupakan salah satu faktor pendorong terciptanya daerah aliran sungai yang dikaji dari dasarnya. Akan tetapi, struktur batuan juga mempengaruhi bentuk pola aliran sungai pada permukaan. Semakin kompleks struktur batuan, maka pola aliran sungainya juga akan semakin teratur. Struktur batuan yang ada di permukaan aliran sungai ini bisa mendukung kesuburan dari tanah yang ada disekitar daerah aliran sungai. Dimana tanah yang terbentuk merupakan tanah aluvial.
D. Gerakan Lempeng Tektonik
Gerakan yang terjadi di jenis tektonik lempeng yang ada di perut bumi dapat menghasilkan kenampakan alam yang terjadi pada kerak bumi. Hal tersebut tidak hanya bisa terjadi pada kenampakan daratan saja, namun juga bisa berpengaruh pada bentuk pola aliran sungai. Dimana gerakan lempeng tektonik dapat berakibat buruk untuk pola aliran sungai, sebab gerakan yang terjadi bisa menyebabkan adanya penyumbatan pada sungai yang ada di bagian hulu.
2. A. Pola Aliran Sungai Dendritik
Pola aliran sungai dendritik adalah pola aliran yang punya cabang seperti ruas daun.
Kamu bisa mengenali aliran sungai dendritik melalui beberapa cirinya. Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah pola aliran sungai dendritik menyerupai cabang pohon atau jari.
biasanya pola aliran sungai dendritik terdapat di daerah dengan ciri batuan yang seragam atau homogen. Hal ini dikarenakan morfologi dari batuan yang sama membuat arah alirannya mengikuti kemiringan medan. Sungai dendritik juga bisa ditemukan di daerah yang datar atau wilayah Pantai.
B.Pola Aliran Sungai Trellis
Pola aliran sungai selanjutnya adalah trellis. Pola aliran Trellis merupakan pola aliran yang punya sungai induk yang sejajar dengan anak sungainya. Pola aliran trellis dapat terbentuk karena adanya jenis sungai subsekuen dan sungai konsekuen.
Sungai subsekuen adalah sungai yang alirannya tegak lurus dengan konsekuen.
Sedangkan itu, sungai konsekuen adalah sungai yang arahnya menuruni lereng asli.
Pola Aliran Sungai Trellis terdapat pada daerah yang morfologinya dikontrol oleh lipatan sinklin dan antiklin. Oleh sebab itu, alirannya mengikuti lipatan yang ada di daerah tersebut. Arah aliran sungai trellis pun searah dengan kemiringan lereng dan tegak lurus dengan saluran atau sungai utama. Dari bentuk pola ini, jenis sungai trellis dikenal dengan “pagar” karena bentuknya yang menyerupai pagar.
Sungai trellis juga dapat terbentuk di sepanjang lembah pada sabuk lipatan pegunungan. Nantinya, dari lembah ini sungai akan terhubung dengan saluran utamanya sampai menuju ke muara sungai.
C.Pola Aliran Sungai Rectangular
mungkin sudah nggak asing lagi, ya, dengan istilah rectangular. Yep, rectangular bisa juga diartikan sebagai persegi panjang. Nah, sesuai dengan nama tersebut, pola aliran sungai rectangular merupakan pola aliran sungai yang menyerupai sudut persegi panjang.
Pola Aliran Sungai Rectangular terdapat di daerah yang mengalami patahan dan kekar. Contohnya seperti sungai di daerah batuan kapur dan patahan. Hayo, ada yang tahu nggak kenapa aliran sungai rectangular berada di daerah patahan?
Jawabannya adalah karena aliran ini mengikuti struktur geologi akibat dari patahan tersebut.
D.Pola Aliran Sungai Annular
Jenis berikutnya adalah sungai annular. Pola aliran sungai annular merupakan sungai yang memiliki bentuk menyebar secara radial dari ketinggian tertentu. Nah, bentuk dari aliran sungai annular seperti melingkar bersama dengan anak sungainya.
Pola aliran sungai Annular biasanya terjadi pada daerah kubah (dome) dan laccolith.
Pola aliran sungai annular terbentuk karena adanya batuan keras dan lunak yang tersusun di struktur yang kubah. Berikut contoh gambar pola aliran sungai annular.
E.Pola Aliran Sungai Paralel
Kemudian, ada juga pola aliran sungai paralel, nih. Pola aliran sungai paralel merupakan xxxx. Pola aliran ini bisa menunjukkan patahan yang besar dan memotong daerah yang memiliki batuan kasar dengan topografi yang curam.
Ciri dari pola sungai paralel yaitu punya aliran sejajar dan mengikuti kemiringan lereng. Ciri lain dari sungai paralel yaitu terjadi di daerah yang curam. Bisa dibayangkan bahwa daerah lereng ini punya ketinggian yang sama dan pada akhirnya akan mengalir ke daerah yang lebih rendah.
Nah, karena lerengnya curam, maka kecepatan alirannya juga tinggi sehingga menjadikan aliran sungai membentuk pola paralel seperti pada gambar berikut ini.
F.Pola Aliran Sungai Radial Sentripetal
Selanjutnya ada aliran sungai yang dikenal dengan nama aliran sungai radial sentripetal. Pola aliran sungai radial sentripetal banyak dijumpai di daerah cekungan atau yang mengalami depresi. Bentuk aliran sungainya adalah mengalir dari ketinggian lalu memusat ke cekungan.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pusat atau muara dari sungai ini ada di daerah yang lebih rendah dibandingkan dari aliran sungainya sehingga otomatis akan jatuh dari daerah tinggi ke rendah. Kamu bisa membayangkan bentuk pola aliran sungai radial sentripetal seperti gambar berikut.
G.Pola Aliran Sungai Radial Sentrifugal
Selain radial sentripetal, ada juga aliran sungai radial sentrifugal. Pola aliran sungai radial sentrifugal memiliki pola yang berkebalikan dengan radial sentripetal. Pola ini punya arah aliran yang menyebar dari suatu titik ketinggian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa alirannya ini meninggalkan pusat.
Pola aliran sungai radial sentrifugal akan terbentuk pada bentang alam puncak gunung api. coba bayangkan jika puncak gunung ini adalah awal dari aliran sungai.
Lalu kemudian mengalir ke berbagai sisi di bagian daerah yang lebih rendah sehingga akan tampak seperti menyebar ke segala arah.
H.Pola Aliran Sungai Pinnate
Pola terakhir dari aliran sungai yaitu pinnate. Pola aliran sungai pinnate merupakan pola aliran yang muaranya membentuk sudut lancip. Pola aliran sungai pinnate umumnya terjadi di daerah lereng gunung yang terjal. Jadi, semua anak sungainya akan bermuara di tempat yang membentuk sudut.
Selain itu, pola aliran sungai pinnate memiliki ciri-ciri cabang dan anak sungainya berbentuk sejajar dengan sungai utama. Kemunculan muara yang lancip ini mewakili lereng dengan kemiringan yang tinggi sehingga muaranya akan berbentuk seperti sudut.
Contoh dari aliran sungai ini yaitu terjadi di lereng gunung seperti Gunung Kerinci, Gunung Tandikat, Gunung Sinabung, dsb.
Link:
Pola Aliran Sungai Beserta Gambar dan Contohnya - Pijar Article (pijarbelajar.id) Pola Aliran Sungai: Pengertian, Jenis, Proses Terbentuknya (gramedia.com)