• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Perkotaan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Dinamika Perkotaan - Spada UNS"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

DINAMIKA PERKOTAAN

1

(2)

A. URBANISASI

(3)

1. Definisi Urbanisasi

Secara sederhana urbanisasi dipahami

sebagai proses sesuatu menjadi atau bersama perkotaan melalui pertumbuhan populasi,

pengaruh atau perkembangan infrastruktur ekonomi dan superstruktur sosial budaya dan politik

Melalui definisi ini, maka urbanisasi meliputi:

(4)

Proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Proses perpindahan dapat membuat dua bentuk:

satu, adanya migrasi penduduk desa ke kota.

Dua, adanya mobilitas penduduk desa ke kota.

Perbedaan antara migrasi dan mobilitas adalah yang disebut pertama perpindahannya bersifat menetap dan permanen; sedangkan yang

disebut kedua perpindahnnya bersifat tidak menetap dan sementara.

(5)

Proses perkembangan infrastuktur ekonomi dan superstruktur sosial budaya dan politik desa menjadi lebih heterogen dan kompleks sehingga komunitas tidak menunjukkan lagi ciri desanya.

Proses pertumbuhan penduduk perdesaan melalui pertumbuhan kelahiran penduduk yang diikuti perkembangan infrastuktur ekonomi dan pembagian kerja, sehingga komunitas memiliki ciri perkotaan.

(6)

Proses pengaruh infrastruktur ekonomi dan superstuktur sosial budaya dan politik

perkotaan terhadap desa melalui persentuhan perkembangan lokalitas kota-desa dan para migrasi yang kembali sementara atau

selamanya ke desa.

(7)

2. Faktor Penyebab Urbanisasi

a. Daya Tarik Kota

Ketersediaan lembaga Pendidikan

Ketersediaanya lapangan pekerjaan.

Ketersediaan sarana dan prasarana kehidupan

Ketersediaan ruang berekspresi

Ketersediaan ruang untuk bermimpi dan mewujudkannya

(8)

b. Daya Dorong Desa

Kelangkaan lapangan pekerjaan

Keterbatasan lapangan pekerjaan

Ketidaktersediaan ruang berekspresi

Keterbatasan sarana dan prasarana kehidupan

Keterbatasan ruang bermimpi dan merealisasikannya

Terbuang secara adat

(9)

3. Dampak Urbanisasi

a. Dampak positif bagi kota

Kebutuhan tenaga kerja terpenuhi

Peningkatan dinamika ekonomi

Pertumbuhan pemukiman baru

(10)

b. Dampak negatif bagi kota

Peningkatan pengangguran di perkotaan

Tumbuhnya permukiman kumuh

Munculnya lingkungan tidak sehat

Munculnya kerawanan sosial dan kriminalitas

(11)

c. Dampak Positif bagi desa

Pengurangan jumlah penduduk desa

Pengurangan intensitas persaingan hidup antarwarga desa

Pemasukan dana perantau

Pemasukan ide dan dana pembangunan

(12)

d. Dampak Negatif bagi desa

Eksodus sumber daya manusia berkualitas

Imitasi perilaku negatif

(13)

B. URBANISME

(14)

1. Definisi Urbanisme

Urbanisme merujuk pada dua hal, yaitu aspek material dari kehidupan perkotaan dan aspek kultural dari kehidupan kota.

Oleh karena itu, urbanisme, disatu sisi menunjuk pada gerakan desa-kota dari

penduduk atau tingkat konsentrasi mereka di daerah perkotaan.

Pada sisi lain menjelaskan ciri khas dari interaksi warga.

(15)

Ada beberapa prinsip urbanisme yaitu:

Walkability, yaitu prinsip semua ruang kota, terutama antara tempat tinggal dan tempat kerja bisa ditempuh dengan berjalan kaki, serta memiliki tempat pejalan kaki

(pedestrian) yang bebas dari kendaraan bermotor, ramah, dan manusiawi.

Connecticity, yaitu semua jalan utama dan

jalan kecil tersambung antara sati dan lainnya dengan tersedianya jalan bagi pejalan kaki

yang nyaman.

(16)

Mixed-use and diversity, yaitu prinsip

kegunaan bercampur dan keragaman di mana toko, kantor, rumah, dan apartemen berada pada satu jalut atau ruang dengan keragaman latar belakang penghunu atau penggunanya berdasarkan perbedaan etnik, kelas sosial, pendidikan, dan lainnya.

Mix housing, yaitu tempat tinggal yang

beragam berdasarkan tipe, ukuran, model, dan harga pada suatu ruang yang sama dan berdekatan.

(17)

Quality architecture and urban design, yaitu prinsip dimana arsitektur dan rancangan

perkotaan dibuat dengan memperhatikan keindahan, estetika, kemolekan, dan

kenyamanan.

Traditional neighborhood, yaitu prinsip yang menekankan pada antara pusat dan pinggiran dapat dibedakan di mana pusat terdapat

ruang publik dan paling padat.

(18)

Increased density, yaitu prinsip di mana

gedunh-gedung, tempat tinggal, pertokoan, dan pelayanan semakin merapat hingga

memudahkan berjalan kaki dan penggunaan yang lebih efisien terhadap pelayan dan

sumber daya serta menciptakan tempat hidup yang nyaman dan menyenangkan.

Green transportation, yaitu prinsip

pengembangan moda transportasi hijau

berlandaskan pada kereta api atau tren dan desain pedestrian yang menyenangkan

sehingga mendorong penggunaan sepeda dan berjalan kali sebagai transportasi keseharian.

(19)

Sustainability, merupakan prinsip

keberlanjutan dengan memeperhatikan

teknolog ramah lingkungan, minimal dampak lingkungan, dan lebih banyak berjalan

daripada berkendaraan.

Quality of life, yaitu meningkatkan kualitas hidup, memperkaya, dan menginspirasi

semangat manusia

(20)

2. Gaya Hidup Perkotaan

Gaya hidup merupakan salah satu konsep terpenting yang dikemukakan oleh Max Weber.

Gaya hidup perkotaan, dihubungkan dengan masyarakat konsumen, yaitu masyarakat di mana pasar mengatur kehidupan manusia.

Tidak semua orang mau di dikte oleh pasar, sehingga kelompok orang tersebut melakukan perlawanan tehadap mainstream gaya hidup.

Mereka menciptakan suatu subkultur atau melakukan resistensi gaya hidup.

(21)

3. Alienasi Perkotaan

Henslin (2008:26) menemukan alienasi dalam perkotaan di mana adanya suatu perasaan

tidak menjadi bagian dari apa pun dan suatu perasaan bahwa tidak satu orang pun peduli dengan apa yang terjadi dengan diri anda.

(22)

4. Anomitas Perkotaan

Kumpulan massa yang begitu banyak dan silih berganti ditemui sepanjang waktu pada

kehidupan sehari-hari anda menyebabkan mengalami anomitas perkotaan, yaitu

keberadaan seseorang dalam kumpulan massa yang anonim.

Pengaruh desakan banyaknya jumlah manusia yang diperumit oleh perbedaan.

(23)

C. PERTUMBUHAN KOTA

(24)

1. Model Zona Konsentris

Burgess melihat bahwa kota-kota mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan

pemekaran dimulai dari pusat.

Selanjutnya seiring dengan pertambahan penduduk, kota berkembang ke arah

pinggiran atau menjauhi pusat.

(25)
(26)

2. Model Sektor

Hoyt mengemukakan bahwa penggunaan

lahan tertentu, yang berbentuk irisan kue tar.

Para perencana kota melihat kenyataan dari kondisi geografis dan rute transportasinya.

Hasilnya adalah industri cenderung

menempati sektor tertentu, perumahan kelas sosial atas di sektor yang berhadapan, dan perumahan kelas sosial di sektor dekatnya.

(27)
(28)

3. Model Nukleus Majemuk

Harris dan Ullman menyatakan bahwa

beberapa kota ternyata memiliki beberapa nucleus atas pusat di mana setiap nucleus mengandung kegiatan khusus seperti pusat dunia.

Pusat sudah ada sejak pertumubuhan kota.

Nucleus-nucleus tersebut tumbuh kembang berdasarkan pertimbangan topografi,

pembiayaan dan peristiwa sejarah.

(29)
(30)

4. Model Periferi

Chauncey Harris (1997) menemukan model pertumbuhan kota lain daripada yang

ditemukan bersama Edwards Ullman.

Harris melihat bahwa jalan raya radial

memberikan dampak terhadap gerak orang dan jasa dalam menjauhi pusat kota ke

periferi(pinggiran) kota.

Model ini merujuk pada perkembangan kawasan industri dan perkantoran.

(31)

5. Model Konsektoral

a. Model konsektoral Eropa

Model ini digagas oleh Peter Mann. Model ini merupakan hasil penelitiannya di Inggris

tahun 1965. Mann menemukan bahwa

ternyata pola pertumbuhan kota di Eropa,

dalam hal ini Inggris, mengambil dua bentuk model sebelumnya, yaitu model konsentris dan model sktoral.

(32)
(33)

b. Model konsektoral Amerika Latin

Model yang ditemukan oleh Griffin dan Ford merupakan kombinasi antara model

konsentris dan model sektor.

Namun berbeda dengan nodel konsektotal Eropa yang lebih menonjolkan model

konsentrasinya, model konsektoral Amerika Latin memadukan model konsentris dan

model sektoral secara lebih seimbang.

(34)
(35)

6. Model Poros

Teori Poros ditemukan oleh Babcock (1932), menekankan pada peranan penting

transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota.

Transportasi merupaakan poros dan menjadi faktor utama yang memengaruhi mobilitas.

(36)
(37)

7. Kritik Terhadap Model

Semua model tidak sempurna atau memiliki kelemahan dan kekurangan.

Semua model terikat pada ruang dan waktu.

Model dibangun pada realitas perkembangan suatu lokasi tertentu dan pada suatu rentang waktu tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

Pada umumnya pola tata ruang rumah tinggal secara umum diperkotaan hampir sama dengan prinsip Islami yang diterapkan dalam pola tatanan ruang pada rumah tinggal

Pada tingkat walkability berdasarkan persepsi pengguna kereta api dari Stasiun Hall menuju ke tempat bekerja dengan tidak menggunakan moda berjalan kaki dengan karakteristik

Sebagaimana orientasi yang dimilikinya, yaitu Teosentris, beberapa bangunan Gothic, terutama gereja dan katedral berhasil memberikan inspirasi kepada manusia dalam hal ketaatan dan

DEKLARASI RIO 1992 MENELURKAN REKOMENDASI UNTUK MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN BAGI SEMUA NEGARA TERUTAMA PESERTA KTT BUMI LOW INPUT SUSTAINABLE

Semua aspek analisis memiliki hasil signifikan terutama pada curah hujan, radiasi, dan elevasi Model regresi linier multivariat antara DBH dan semua parameter iklim menunjukkan

Jadwal Pembelajaran Pembelajaran di kelas oleh dosen: Hari : Kamis Jam : 4 - 5 Tempat : Ruang kuliah Kampus Pabelan PERTEMUAN KE MATERI 1 Koordinasi awal kuliah dan penjelasan

YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN - Memanipulasi luka, baik dengan cara menyedot bisa ular dari tempat gigitan atau menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah, menggosok dengan zat kimia,

Penentuan Letak Epicenter • Diperlukan paling tidak 3 stasiun pengamatan di tempat berbeda • Dapatkan data seismogram utk memperoleh lag time beda waktu antara P wave dan S wave •