KARAKTERISTIK KURIKULUM DI SURABAYA PENDAHULUAN
Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan mempunyai peranan dan fungsi yang cukup penting bagi kehidupan manusia, baik pendidikan dalam aspek kognitif, afektif (sikap), maupun psikomotorik. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keharusan bagi manusia untuk dapat merasakan proses tersebut. Ia diakui sebagai kekuatan yang dapat mendorong manusia mencapai kemajuan peradaban. Selain itu pendidikan
memberikan bekal kepada manusia untuk menyongsong hari esok yang lebih cerah dan lebih manusiawi.
Sedangkan, dalam menjalankan sebuah aktivitas sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dengan adanya sebuah perencanaan. Dengan adanya perencanaan yang bagus, maka aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena perencanaan merupakan suatu rangkaian proses menyiapkan dan menentukan seperangkat keputusan mengenai apa yang diharapkan dan apa yang akan dilakukan. Rangkaian proses kegiatan itu dilaksanakan agar harapan tersebut dapat terwujud menjadi suatu kenyataan
Perencanaan pendidikan merupakan kunci efektivitas suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan direncanakan. Oleh karena itu, dalam pembahasan makalah ini, kami akan
membahas tentang gabaimana perencanaan pendidikan itu sehingga perencanaan yang direncanakan dapat maksimal dan tujuan utamanya dapat tercapai.
Pembahasan
1. Kurikulum baru yang akan diterapkan tentang pendidikan seksual bagi siswa SD-SMP
Dinas Pendidikan Kota Surabaya bakal menerapkan kurikulum pendidikan seksual bagi siswa SD dan SMP. Rencananya, kurikulum pendidikan seksual itu akan diberikan pada semester depan.
Menurut Yusuf Masruh, pendidikan seksual yang akan diberikan nantinya membahas terkait batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan kepada anak-anak.terdapat edukasi terkait batasan-batasan mana yang boleh dan mana yang tidak. Jadi, khususkan untuk guru agama, guru BK ini saya kuati dengan harapan nanti anak- anak itu tahu batasannya, dan teman-teman guru juga bisa mengedukasi anak-anak
Pendidikan seksual ini akan diberikan kepada siswa SD khusunya kelas 5 atau 6. Kemudian, kelas 7 atau 8 yang menjadi pertimbangan masa-masa peralihan usia.
Untuk penerapan kurikulum edukasi seks itu sendiri, dia mengatakan, rencana Dispendik Surabaya akan mulai diberlakukan tahun ini pada awal semester depan.
Untuk penerapan kurikulum edukasi seks itu sendiri, dia mengatakan, rencana Dispendik Surabaya akan mulai diberlakukan tahun ini pada awal semester depan.
Selain itu, komitmen Dispendik Surabaya dalam membangun karakter
pelajar melalui pendidikan seks juga akan menyasar pada penguatan aspek religi, akademisi, serta talenta ekstrakurikuler pada pelajar masing-masing
Tujuan DIBENTUKNYA Kurikulum baru yang akan diterapkan tentang pendidikan seksual bagi siswa SD-SMP
Kekerasan seksual pada anak usia dini beberapa tahun belakangan ini semakin marak terjadi sehingga membuat miris bagi orang tua, pendidik, maupun praktisi pendidikan, karena hal tersebut pasti akan berdampak bagi masa depan anak.
Pemicu kekerasan seksual yang terjadi pada anak selama pandemi Covid-19 meningkat 60%, pelakunya adalah orang terdekat. Hal tersebut disebabkan pola asuh orang tua yang belum tepat. Disamping itu anak korban perceraian serta orang tua yang meninggalkan anak juga menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak. Tak hanya itu, orang tua yang belum matang akibat pernikahan dini juga berpotensi menciptakan kekerasan pada anak. Semua itu didasarkan pada minimnya pemahaman parenting mengenai pendidikan seksual pada anak.
Pendidikan seksual merupakan suatu keterampilan dan pengetahuan yang perlu diberikan sedini mungkin kepada anak mengenai perilaku seksual untuk menghadapi hal-hal yang akan terjadi di masa depan seiring bertambahnya usia serta membentuk karakter dan pola perilaku agar mampu terhindar dari perilaku- perilaku yang beresiko terhadap pelecehan seksual maupun perilaku seksual menyimpang. Sigmund Freud ahli psiko analisa menyatakan bahwa terdapat 5 fase atau tahapan perkembangan seks diantaranya fase oral, fase anal, fase phallic, fase laten dan fase genital. 1). Fase Oral (0-2 tahun), pada tahap ini pemenuhan kenikmatan seksualitas awal anak berada di daerah sekitar mulut seperti saat menyusu pada ibu atau pun memasukkan benda-benda kedalam
mulut 2). Fase Anal (2-3 tahun) fase ini berlangsung saat pemenuhan kenikmatan seksual anak berada pada daerah anus dan sekitarnya contohnya ketika anak buang air besar atau kecil 3). FasePhallic (3-6 tahun) menjelaskan bahwa kenikmatan seksual dialami anak saat alat kelaminnya mengalami sentuhan atau rabaan dan fase ini anak telah mulai mengenali perbedaan lawan jenis, 4). Fase Laten (6-11 tahun), fase ini aktivitas seksual yang dialami anak telah mulai berkurang dikarenakan anak sedang focus pada perkembangan fisik dan kognitifnya karena mereka mulai memasuki masa sekolah, 5). Fase genital (12 tahun keatas), merupakan fase terakhir tahap perkembangan psiko seksual, hal ini dikarenakan organ seksual dan hormone seksual pada diri anak mulai aktif sehingga anak sudah menikmati aktivitas seksual secara sadar.
Tahapan perkembangan seks ini saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri.
Perkembangan manusia selalu terhubung antara perkembangan aspek biologis, social dan emosional. Aspek-aspek ini mendukung terbentuknya kematangan seksual.
Adapun persoalan bagi anak usia dini mengenai pendidikan seks yaitu
mendapatkan pengetahuan dan pengajaran pun hanya
sebatas announcement (pemberitahuan) dalam perbedaan toilet laki-laki dan perempuan. Untuk pengenalan pendidikan seks hanya melalui media boneka.
Disamping itu orangtua dan guru kebingungan untuk mengajar pendidikan seks ke anak karena dirasa tabu serta minimnyapengetahuandan media tentangpendidikanseksdalammengajarkankepadaanak.
Cara sederhana untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak yang pertama bisa melalui boneka, nanti melalui boneka kita bisa tunjuk dan menjelaskan tentang nama organ reproduksinya apa, selanjutnya kegunaan atau fungsinya apa, kemudian bagaimana cara kita untuk menjaganya serta bagaimana cara untuk membersihkannya.
Jadi memberikan pengenalan pendidikan seksual kepada anak harus dilakukan sedini mungkin. Selanjutnya yang kedua kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari contohnya seperti pada waktu anak mandi, disana dijelaskan juga bahwa yang boleh melihat itu hanya orangtua dan dokternya saja. Kemudian yang ketiga caranya juga bisa melalui permainan sederhana yang orangtua atau pendidik ciptakan mengenai pengenalan organ reproduksi, seperti bisa dari kartu bermain pengenalan organ reproduksi pada anak, bisa juga menggunakan stiker organ reproduksi, bahkan dari lagu atau nyanyian juga boleh mengenai bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan dilihat serta bagian tubuh mana yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh oranglain. Sebab anak usia dini itu mudah mengingat suatu informasi dengan cara bermain sambil belajar.
Pendidikan seksual sangat penting bagi anak karena hal tersebut merupakan proses pengajaran dan pembelajaran yang difokuskan pada pengajaran dan pembelajaran berbasis kurikulum tentang aspek kognitif, emosional, fisik dan sosial seksualitas. Tujuan pendidikan seksual untuk membekali dan menyadarkan anak pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat mereka dengan cara penanaman perlindungan diri dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik.Di era digital yang serba teknologi canggih seperti saat ini, anak dengan cepat dan bebas dapat mengakses media diberbagai aplikasi tanpa bimbingan orang tua atau pun pendidik yang tanpa kita sadari dan ketahui mayoritas aplikasi tersebut terdapat iklan-iklan yang belum cukup umur yang dapat anak lihat setiap membuka aplikasi. Oleh karena itu penting pendidikan seks untuk anak mengenai pengetahuan dan pembelajaran diberikan sedini mungkin.
Edukasi mengenai pendidikan seks pada anak ini akan sangat dibutuhkan bagi setiap orangtua, pendidik maupun ahli kependidikan dalam memberikan parenting kepada anak mengingat zaman akan selalu berkembang di era digital seperti saat ini. Hal tersebut juga dapat memberikan manfaat dalam persiapan dimasa pubertas anak.
Oleh karena itu setiap proses pendidikan pada prinsipnya memerlukan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, karakteristik usia, kematangan psikologi serta intelektualnya. Pada anak usia dini, hendaknya materi pendidikan seks diberikan oleh pendidik maupun orang tua dengan memahami rasa ingin tahu anak, memberikan penjelasan sesuai dengan kemampuan kognitif, memberikan tanggapan dengan jujur dan bersikap proporsional, serta dapat diintegrasikan dengan pembelajaran lainnya.
2. KURIKULUM MERDEKA
Secara umum, kurikulum merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Nantinya, guru memiliki kekuasaan
untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Kurikulum ini untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Yang mana proyek tersebut tidak diarahkan untuk
mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri merupakan pilihan bagi satuan pendidikan berdasarkan kesiapan masing-masing. Selama masa perpanjangan pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2023/2024, ada dua hal yang harus diperhatikan satuan pendidikan.
Pertama, bagi satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023 masih memiliki waktu untuk melakukan refleksi dan mengubah opsi Kurikulum Merdeka untuk Tahun Ajaran baru. Satuan pendidikan yang telah menjadi pelaksana
implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun 2022/ 2023 dengan status Mandiri Belajar dapat mengubah statusnya menjadi Mandiri Berubah atau Mandiri Berbagi, sedangkan satuan pendidikan yang telah berstatus Mandiri Berubah dapat mengubahnya menjadi Mandiri Berbagi.
Kedua, satuan pendidikan yang belum pernah mendaftar dapat memilih salah satu dari tiga pilihan kategori implementasi Kurikulum Merdeka berdasarkan kesiapan masing-masing. Tiga pilihan kategori tersebut yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.
Kemendikbudristek memperpanjang pendaftaran Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2023/2024 untuk sekolah melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan
mengakses https://guru.kemdikbud.go.id/pendaftaran-ikm. Kepala satuan pendidikan atau pelaksana tugas (Plt.) kepala satuan pendidikan dapat mendaftarkan satuan pendidikannya dengan menggunakan akun belajar.id yang aktif.
Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar
Terdapat tiga prinsip pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar, yakni sebagai berikut:
1. Pembelajaran Intrakurikuler
Pembelajaran ini dilakukan secara terdiferensiasi sehingga siswa dapat mendalami konsep sesuai waktu yang dibutuhkan dan guru dapat memilih perangkat ajar sesuai karakteristik siswanya.
2. Pembelajaran Kokurikuler
Pembelajaran ini berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi umum siswa.
3. Pembelajaran Ekstrakurikuler
Pembelajaran ini dilaksanakan sesuai dengan minat yang dimiliki siswa serta sumber daya yang dimiliki satuan pendidik.
Struktur Kurikulum Merdeka Belajar
Secara umum, struktur Kurikulum Merdeka Belajar didasari oleh tiga hal, yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, serta karakter Pancasila. Selain itu, terdapat pula beberapa prinsip lain yang digunakan untuk pengembangan struktur Kurikulum Merdeka, yaitu sebagai berikut:
1. Struktur Minimum
Struktur kurikulum minimum ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun, satuan atau instansi pendidikan dapat mengembangkan program dan kegiatan sesuai dengan visi, misi, serta sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing instansi.
2. Otonomi
Kurikulum Merdeka Belajar memberi hak otonomi pada satuan pendidikan serta guru untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
3. Sederhana
Struktur Kurikulum Merdeka Belajar dibuat sederhana, artinya perubahan dari kurikulum sebelumnya dibuat seminimal mungkin, namun tetap signifikan. Tujuan, arah
perubahan, dan rancangannya pun dibuat dengan jelas agar mudah dipahami dan diterapkan.
4. Gotong Royong
Pengembangan kurikulum ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong dari puluhan institusi, di antaranya yaitu Kementerian Agama, universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, untuk implementasinya pun juga didasarkan pada asas gotong royong karena satuan sekolah atau guru tidak bisa menerapkan kurikulum ini sendiri, namun harus bekerja sama dengan pihak lainnya yang terlibat, termasuk siswa dan orang tua.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar
Implementasi isi kurikulum ini dapat dilaksanakan melalui tiga tahapan sebagai berikut:
1. Asesmen Diagnostik
Tahap pertama yaitu guru melakukan asesmen diagnostik yang merupakan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, perkembangan, serta
pencapaian dari pembelajaran. Asesmen ini umumnya dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran, kemudian hasil asesmen akan digunakan sebagai dasar dalam
menentukan perencanaan yang lebih lanjut.
2. Perencanaan
Tahap kedua, yaitu guru menyusun perencanaan mengenai proses pembelajaran yang akan dilakukan selama periode tahun ajar sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
Selain itu, guru juga bisa mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan mereka supaya pembelajaran dapat lebih tepat sasaran.
3. Pembelajaran
Setelah dilakukan asesmen dan perencanaan, maka tahap terakhir yaitu pembelajaran.
Selama masa pembelajaran, guru tidak hanya akan melaksanakan sesuai perencanaan, namun juga melakukan asesmen formatif secara berkala. Hal ini bertujuan agar guru bisa mengetahui seperti apa progress pembelajaran siswa dan menyesuaikan metode pembelajaran jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru dapat melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan Kurikulum Merdeka
Menciptakan Pendidikan yang Menyenangkan
Tujuan kurikulum merdeka yang pertama, yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru. Kurikulum ini menekankan
pendidikan Indonesia pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Mengejar Ketertinggalan Pembelajaran
Salah satu tujuan kurikulum merdeka adalah mengejar ketertinggalan
pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan agar pendidikan di Indonesia bisa seperti di negara maju, yang mana siswa diberi kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran.
Mengembangkan Potensi Peserta Didik
Tujuan kurikulum merdeka selanjutnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Kurikulum ini dibuat sederhana dan fleksibel sehingga pembelajaran akan lebih mendalam. Selain itu, kurikulum merdeka juga berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.
Dengan adanya kurikulum merdeka, diharapkan mampu mengembangkan kompetensi para peserta didik. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, di mana kurikulum ini lebih menekankan pada kebebasan peserta didik.
Kurikulum ini juga memudahkan para guru dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.
Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Sebelumnya
Sekolah Dasar (SD)
Perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya di tingkat SD, yaitu terdapat pemisahan antara mata pelajaran IPA dan IPS. Sementara itu, pada kurikulum pratotipe, kedua mata pelajaran ini digabung menjadi satu
mata pelajaran menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Adapun tujuan penggabungan mata pelajaran ini sebagai persiapan ketika siswa melanjutkan pendidikan level sekolah menengah pertama (SMP).
Sekolah Menengah Peryama (SMP)
Perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya di tingkat SMP, yaitu ada pada mata pelajaran informatika. Jika sebelumnya lebih bersifat pilihan, maka pada kurikulum prototipe mata pelajaran ini dianggap wajib.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Perbedaan kurikulum merdeka dan kurikulum sebelumnya di tingkat SMA, yaitu jika sebelumnya siswa baru harus memilih jurusan sementara, pada kurikulum prototipe pemilihan jurusan atau peminatan dimulai saat siswa memasuki kelas 11 yang dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan konsultan antara wali kelas, guru BK, dan orang tua siswa.
Keunggulan Kurikulum Merdeka
Ada beberapa keunggulan kurikulum merdeka dengan kurikulum
sebelumnya. Berikut sejumlah keunggulan kurikulum merdeka, antara lain:
Lebih Fokus dan Sederhana
Keunggulan kurikulum merdeka dengan sebelumnya, yaitu lebih fokus dan sederhana. Adanya kurikulum ini membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Selain itu, kurikulum ini lebih mendalam, bermakna, dan tidak terburu-buru.
Jauh Lebih Merdeka
Keunggulan kurikulum merdeka selanjutnya, yaitu lebih merdeka dalam hal pembelajaran. Artinya, kurikulum ini membebaskan peserta didik untuk
memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Dengan
adanya kurikulum ini, baik peserta didik maupun guru bisa mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangannya.
Lebih Interaktif
Kurikulum merdeka juga dinilai lebih relevan dan interaktif. Pembelajaran melalui kegiatan projek (project based learning) memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, seperti masalah lingkungan, kesehatan, dan lainnya.