• Tidak ada hasil yang ditemukan

DRAFT LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN pertanian

N/A
N/A
Ardy Setiawan

Academic year: 2024

Membagikan "DRAFT LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN pertanian"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN BUDIDAYA TANAMAN SAYUR HIDROPONIK

DI CV.TIRTA FERTINDO PRATAMA

OLEH

NAMA : SAKA ENGGAR PANGGALIH

NIS : 3171

PROGRAM KEAHLIAN : AGRIBISNIS TANAMAN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 NGABLAK

Jalan Raya Magelang-Kopeng Kilometer 26 Ngablak, Kabupaten Magelang Kode Pos 56194 Telepon (0298) 3434894 HP. 081 325 060 407 Surat Elektronik: [email protected]

TAHUN 2023

(2)

HALAMAN PENGESAHAN I

Telah disusun sesuai dengan Pedoman Praktik Kerja Lapangan yang berlaku di SMK Negeri 1 Ngablak.

Disetujui dan disahkan

Guru Pembimbing I

Agung Dwi Kurniawan, S.P NIP. 19891026 201902 1 004

Waka HKI

Hartanto Catur Setiawan, S.P NIP. 19690906 200801 1 014

Ngablak, 4 Maret 2024 Guru Pembimbing II

Hermawan., S.Pd.I NIP. 19

Kepala Program Keahlian

Dyaning Liestyrini, S.P NIP. 19760407 200701 2 011 Mengetahui

Kepala Sekolah

Bety Rahayu, S.Kom., M.Pd Pembina

NIP. 19780303 200903 2 001

Judul Laporan : Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik

Penyusun : Saka Enggar Panggalih

NIS : 3171

Program Keahlian : Agribisnis Tanaman

Lokasi PKL : CV.TIRTA FERTINDO PRATAMA

Periode PKL : 16 Oktober 2023 sampai dengan 4 Maret 2024

(3)

HALAMAN PENGESAHAN II Judul Laporan : Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik

Penyusun : Saka Enggar Panggalih

NIS : 3171

Program Keahlian : Agribisnis Tanaman

Lokasi PKL : Kebun Gunung Pati CV Tirta Fertindo, Semarang Periode PKL : 16 Oktober 2023 sampai dengan 4 Maret 2024

Telah disusun sesuai dengan Pedoman Praktik Kerja Lapangan yang berlaku di SMK Negeri 1 Ngablak.

Disetujui dan disahkan :

Guru Pembimbing II

Hermawan., S.Pd.I NIP.

Pimpinan CV.Tirta Fertindo Pratama

Sri Lestari S.E

Ngablak, 4 Maret 2024 Pembimbing Lapangan

Yosua Reynaldo S.P NIP. ………

Guru Pembimbing I

Agung Dwi Kurniawan, S.P NIP. 19891026 201902 1 004 Mengetahui,

Kepala Sekolah

Bety Rahayu, S.Kom., M.Pd Pembina

NIP. 19780303 200903 2 001

(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan ini tanpa ada halangan suatu apapun. Laporan ini dibuat untuk melengkapi persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bety Rahayu, S.Kom., M.Pd. selaku kepala SMK Negeri 1 Ngablak 2. Sri Lestari S.E selaku pimpinan CV Tirta Fertindo

3. Hartanto Catur Setiawan, S.P. selaku wakil kepala sekolah bidang HKI 4. Dyaning Liestyrini, S.P selaku ketua Program Keahlian Agribisnis Tanaman 5. Agung Dwi Kurniawan, S.P. selaku guru pembimbing

6. Hermawan S.Pd.I selaku guru pembimbing

7. Yosua Reynaldo S.P selaku pembimbing lapangan

8. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan kesempurnaan dimasa yang akan datang.

Ngablak, 4 Maret 2024 Penulis

(5)

DAFTAR ISI

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN...1

HALAMAN PENGESAHAN I...ii

HALAMAN PENGESAHAN II...iii

KATA PENGANTAR...iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR TABEL... vi

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan...1

C. Hasil Yang Diharapkan...1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 2

D. TANAMAN ANGGREK... 2

E. GREENHOUSE... 2

F. AGRIBISNIS...2

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM KERJA LAPANGAN...3

A. Waktu Pelaksanaan...3

B. Tempat dan Skala Produksi... 3

C. Sistem Pelaksanaan... 3

D. Prosedur/Skema Proses Budidaya Tanaman Anggrek...3

BAB IV PEMBAHASAN...4

A. Pengertian...4

B. Tahap - tahap penyemaian...4

BAB V PENUTUP...5

A. Kesimpulan... 5

B. Kesan dan Saran...5

Daftar Pustaka... 6

(6)

DAFTAR TABEL Tabel Kegiatan PKL

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek kerja lapangan dimaksudkan agar siswa dapat mengerti, memahami,dan mampu mengikuti proses yang diterapkan dalam suatu perusahaan. Selanjutnya siswa diharapkan dapat mencoba dan menerapkan apa yang telah didapatkan pada saat disekolah baik secara teori maupun materi, sehingga dapat lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang akan dihadapi.

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dalam rangka melengkapi dan mencukupi mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Ngablak mengadakan perluasan pengajaran. Dengan kegiatan ini maka peserta didik dapat lebih matang dalam Pendidikan yang berkaitan dengan teori yang diberikan di sekolah. Prakerin ini dilaksanakan oleh semua kelas sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Sekolah (US) dan pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan PKL.

Kegiatan ini dilakukan di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA yang merupakan unit usaha budidaya dan penjualan tanaman terutama komuditas tanaman sayur dan buah.

Pada unit usaha tersebut terdapat kegiatan mulai dari pembibitan tanaman, pembiakan tanaman secara vegetatif, dan pemeliharaan tanaman.

Di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA ini mengembangkan budidaya tanaman buah dan sayuran. Dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi-nya SMK NEGERI 1 NGABLAK berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi kami di bidang budidaya tanaman modern melalui PKL CV TIRTA FERTINDO PRATAMA.

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini adalah:

1. Membekali peserta didik dengan pengalaman yang sebenarnya dalam dunia kerja sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dalam dunia kerja dan masyarakat 2. Memantapkan keterampilan peserta didik yang diperoleh dari latihan praktik di

sekolah

3. Memantapkan kedisiplinan peserta didik serta rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas

4. Meluaskan pandangan peserta didik terhadap jenis-jenis kegiatan dalam bidang yang bersangkutan

5. Mendorong berwiraswasta

Menjadi tenaga professional yang berkualitas tinggiSiswa mampu belajar hal yang belum pernah diajarkan di sekolah.

(8)

C. Hasil Yang Diharapkan

Dengan adanya kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), manfaat yang diperoleh oleh peserta didik, SMK Negeri 1 Ngablak dan instansi atau perusahaan tempat praktikan melaksanakan PKL adalah sebagai berikut :

1. Bagi Praktikan

a. Menciptakan dan menumbuh kembangkan sikap tanggung jawab dan profesionalisme serta kedisiplinan dalam memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

b. Menambahkan pengetahuan, wawasan , pengalaman dan kemampuan dalam bidang agribisnis tanaman yang tidak didapatkan dalam lingkungan sekolah.

c. Meningkatkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan bagi praktikan dalam melakukan setiap pekerjaan, serta dapat bersosialisasi dengan dunia kerja nyata.

2. Bagi SMK Negeri 1 Ngablak

a. Mengetahui seberapa besar peran tenaga pengajar dalam memberikan materi sekolah untuk peserta didik sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dunia kerja.

b. Mengetahui kemampuan peserta didik khususnya bidang agribisnis tanaman yang didapat selama sekolah dan menerapkannya dalam dunia kerja.

c. Menjalin hubungan kerja sama yang baik antara SMK Negeri 1 Ngablak dengan instansi tempat praktik agar lulusan SMK Negeri 1 Ngablak dapat dengan mudah memasuki dunia kerja.

3. Bagi Dunia Kerja CV TIRTA FERTINDO PRATAMA

a. Praktikan dapat membantu pekerjaan di perusahaan tempat praktikan melaksanakan PKL.

b. Terjalin kerjasama dengan pihak SMK Negeri 1 Ngablak sehingga terwujud hubungan baik dengan dunia pendidikan.

c. Memudahkan instansi dalam merekrut karyawan dari peserta didik yang baru lulus.

d. Memungkinkan instansi/perusahaan untuk merekrut peserta didik SMK Negeri 1 Ngablak yang berkwalitas untuk ditempatkan ke dalam organisasi perusahaan.

(9)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Agribisnis

Agribisnis sendiri berasal dari kata agri (agriculture) dan bisnis (usaha komersial) sehingga pada prinsipnya pengertian agribisnis adalah merupakan usaha komersial (bisnis) di bidang pertanian (dalam arti luas) dan bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan pertanian tersebut. Bidang-bidang yang berkaitan itu adalah sebagai berikut : 1) Usaha produksi dan distribusi alat-alat atau mesin pertanian, sarana produksi pertanian dan input pertanian lainnya (agroindustri hulu); 2) Pengolahan dan manufacturing hasil pertanian serta pemasarannya (agroindustri hilir); 3) Kegiatan penunjang seperti penyediaan kredit, asuransi pertanian pelatihan, konsultasi, dan transportasi (Masyhuri, 2000).

Istilah agribisnis telah digunakan secara luas, baik satu sistem sebagai bidang studi maupun sebagai bidang usaha. Menurut H. Najib (2000), sebagai satu sistem, agribisnis memiliki pola keterpaduan antara agro input, produksi ternak (farming), pengolahan hasil panen (processing), pemasaran (marketing) produk pertanian serta dukungan (agroservices), sebagai bidang studi, agribisnis merupakan ilmu manajemen lintas bidang yang mendukung bisnis seperti manajemen produksi, manajemen sumberdaya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan seterusnya yang diterapkan di bidang pertanian dengan segala kekhususannya, dan sebagai bidang usaha, agribisnis adalah usaha di bidang pertanian yang mencari laba dengan menghasilkan produk pertanian dengan segala karakteristiknya.

B. Usaha Tani

Usahatani pada dasarnya adalah proses pengorganisasian alam, lahan, tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan output pertanian. Usahatani adalah ilmu yang mempelajari tentang cara petani mengelola input atau faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, teknologi, pupuk, benih, dan pestisida) dengan efektif, efisien, dan kontinyu untuk menghasilkan produksi yang tinggi sehingga pendapatan usahataninya meningkat (Rahim dan Hastuti, 2007: 158).

Menurut Shinta (2011:1) usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal. Sumber daya itu adalah lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen.

Penerimaan usahatani mencakup semua produk yang dijual, dikonsumsi rumah tangga petani, untuk pembayaran dan yang disimpan. Penerimaan dinilai berdasarkan perkalian antara total produk dengan harga pasar yang berlaku, sedangkan pengeluaran atau biaya usahatani merupakan nilai penggunaan sarana produksi dan lain-lain yang

(10)

dibebankan kepada produk yang bersangkutan. Selain biaya tunai yang harus dikeluarkan ada pula biaya yang diperhitungkan, yaitu nilai pemakaian barang dan jasa yang dihasilkan dan berasal dari usahatani itu sendiri. Biaya yang diperhitungkan digunakan untuk memperhitungkan berapa sebenarnya pendapatan kerja petani jika modal dan nilai kerja keluarga diperhitungkan. Penerimaan usahatani adalah nilai produk total usahatani dalam jangka waktu tertentu, sedangkan pengeluaran usahatani adalah nilai semua input yang habis terpakai dalam proses produksi tetapi tidak termasuk biaya tenaga kerja keluarga.

C. Tanaman Buah

Tanaman buah adalah suatu kelompok jenis tanaman hortikultura selain tanaman sayuran, tanaman bahan obat dan tanaman perkebunan yang keseluruhan atau bagian dari buahnya dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun setelah diolah. Keanekaragaman hayati tanaman buah telah berkembang, baik sebagai konsumsi masyarakat, maupun untuk sarana kegiatan keagamaan, bahkan secara turun-temurun buah lokal telah digunakan sebagai salah satu pelengkap sarana dalam usada (pengobatan).

Banyak jenis buah-buahan tropis dihasilkan di berbagai wilayah Indonesia namun, buah-buahan tersebut kebanyakan tersedia melimpah di pasar lokal hanya pada saat panen raya. Sedikit jenis buah yang menempati pasar swalayan atau pasar dunia (internasional).

Jenis buah-buahan tropis yang dipasarkan di pasaran internasional pada saat ini adalah Pisang, Nanas, Mangga, Alpukat, rambutan, Markisa, sirsak, Jambu Biji, Belimbing, dan Manggis (Sunarjono, 2000). Secara botani, buah dapat didefinisikan sebagai ovari matang dari suatu bunga dengan segala isinya serta bagian-bagian yang terkait erat dari bunga tersebut. Oleh karena itu, buah terdiri atas bagian-bagian seperti dinding ovari atau pericarp (yang berdiferensiasi mejadi eksocarp, endocarp, dan mesocarp), biji, jaringan plasenta, partisi, reseptakel, dan sumbu tangkai bunga. Berdasarkan jumlah penyusunnya, buah dapat diklasifikasikan atas beberapa kelompok, yaitu:

a) Buah sederhana, yaitu buah yang berkembang dari satu ovari. Buah sederhana dikelompokkan lagi menjadi :

1. Buah sederhana berdaging (pericarpnya berdaging). Tipe buah demikian dapat dikelompokkan lagi menjadi :

2. Buah sederhana tidak berdaging (pericarpnya kering), yang dapat digolongkan menjadi:

 Golongan dehiscent (membuka dan menyebarkan biji pada saat matang)

 Golongan indehiscent (tidak membuka dan tidak menyebarkan biji pada saat matang) b) Buah agregat, yaitu buah yang berasal dari beberapa ovari pada bunga yang sama, baik

ovari tersebut bergerombol maupun menyebar pada satu eseptakel, yang kemudian menyatu menjadi satu buah. Contoh buah tipe ini misalya pada tanaman stroberi (Fragaria vesca)

(11)

c) Buah majemuk, yaitu buah yang berasal dari beberapa ovari dari beberapa bunga, lalu menyatu menjadi satu massa. Contoh buah tipe ini misalnya pada tanaman Nanas (Ananas comosus). Berdasarkan asal tanaman buahbuahan, maka tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua sumber yaitu : a. Tanaman buah sub-tropik umumnya berasal dari daerah antara 230-400 Lintang, contoh : kasemak, pear. b. Tanaman buah tropik berasal dari daerah khatulistiwa sampai 230 Lintang.Contoh: rambutan, durian, Manggis, duku, dan sebagainya. Tanaman buah sub-tropik umumnya masih dapat dikembangkan di daerah tropik seperti: daerah pegunungan (≥1000 meter di atas permukaan laut), sedangkan tanaman buah tropik lebih sulit dikembangkan di daerah subtropik (Barus, 2008).

D. Tanaman Sayur

Tanaman sayuran adalah salah satu jenis tanaman pokok yang dikonsumsi sebagai pendamping atau pengiring arti makanan pokok bersama dengan lauk. Tanaman Sayuran ini adalah succulent plant atau tanaman lunak yang separuh atau semua bagian-bagiannya bisa dikonsumsi dalam bentuk segar atau pun diolah terlebih dahulu dengan cara dimasak.

Sayuran adalah bahan pangan berasal dari tumbuhan yang umumnya terdapat kandungan kadar air tinggi dan dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah terlebih dahulu seperti dikukus, direbus, digoreng ataupun disangrai. Sayuran berupa daun yang dikonsumsi secara langsung atau mentah disebut lalapan. Sayuran adalah makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi. Tanaman sayuran adalah salah satu jenis tumbuhan hortikultura yang memiliki umur lebih singkat sekaligus pendek untuk dijadikan tanaman pokok. Yaitu kisaran (kurang dari setahun) oleh karenanya sayuran termasuk dalam jenis tumbuhan merupakan musiman (Nazhia, 2018). Berikut adalah macam-macam tanaman sayur antara lain

a) Umbi

Sayuran yang memanfaatkan bagian umbi-umbian seperti tanaman wortel, singkong, tanaman kentang, dan lain-lain dapat diolah sebagai bahan pangan. Umbi merupakan bagian berbentuk akar atau batang yang membesar bagi tanaman.

b) Buah

Sayuran yang memanfaatkan bagian pada jenis tanaman buah sebagai bahan pangan. Walaupun sama berbentuk buah namun faktanya jenis sayuran ini kebanyakan digunakan sebagai bahan pelengkap sayuran sehingga buah ini dikelompokkan ke dalam kategori sayuran. Sebagai contoh cabai, tanaman tomat, pare, terong, ataupun mentimun dan labu.

c) Bunga

Bagian arti bunga tanaman juga biasanya digunakan sebagai sayuran atau bahan pangan. Misalnya brokoli atau bunga kol bahkan bunga pisang biasanya digunakan

(12)

sebagai bahan pangan yang diolah untuk konsumsi sayur mayur. Dan biasanya sayuran bunga cukup populer untuk dikonsumsi.

d) Daun

Bagian sayuran berupa daun umumnya paling populer dijumpai di pasaran ataupun mudah untuk dibudidayakan sendiri di pekarangan ataupun di lahan sendiri. Sebagai contoh jenis tanaman sayur ini adalah selada, tanaman sawi, singkong, melinjo, dan kangkung serta kaelan.

e) Polong

Sayuran polong memang banyak yang tidak kenal atau tidak populer karena hanya sebagian yang membudidayakan dan penggunannya tidak sebanyak seperti pada tanaman sayuran bunga, buah, dan daun yang mudah untuk menjadi bahan menu utama atau bahan campuran.

f) Batang

Jenis sayuran ini memanfaatkan bagian dari batang tanaman. Meskipun tidak banyak yang menggunakan namun jenis tanaman sayur ini cukup enak untuk dikonsumsi. Umumnya sayuran ini dikonsumsi pada restoran ataupun hotel- hotel.

Termasuk jenis sayuran ini antara lain tanaman asparagus dan rebung.

E. Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman terutama jenis sayuran dan buah tanpa menggunakan media tanam berupa tanah. Media tanam yang digunakan berupa rockwool, sekam bakar, hidroton, atau pasir dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Semakin menyempitnya lahan produktif — terutama di kota-kota besar– membuat budidaya tanaman melalui teknik hidroponik menjadi menarik dan semakin penting. Apalagi kebutuhan manusia akan tanaman seperti sayuran dan buah semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Budidaya tanaman dengan teknik hidroponik ini sangat mudah. Kita bisa melakukannya di sekitar rumah tanpa membutuhkan lahan yang luas. Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya dengan metode hidroponik ini adalah cahaya, oksigen, ketersediaan air, dan nutrisi.

Inti dari teknologi hidroponik adalah pemberian larutan hara –sebagai sumber makanan bagi tanaman– di zona perakaran, di mana tanaman tersebut ditanam pada media tertentu dengan menggunakan air sebagai pengganti tanah. Larutan hara yang diberikan berupa nutrisi A (kalsium, kalium, nitrogen, zat besi) dan nutrisi B (kalium, nitrogen, pospor, magnesium, sulfur, mangan, Zn, Cu, Mo, boron) yang dibutuhkan tanaman. Nutrisi A dan B untuk tanaman hidroponik ini banyak dijual di pasaran

(13)

Di antara beberapa sistem hidroponik yang banyak dipraktekkan pada saat ini, sistem yang paling sederhana, murah, dan mudah dilakukan adalah hidroponik dengan sistem rakit apung dan sistem sumbu. Hidroponik dengan sistem rakit apung merupakan sistem yang menggunakan bak berisi air dengan meletakkan bibit sayuran di atas sterofoam yang dilobangi sesuai dengan jarak tanamnya. Pada sistem ini dibutuhkan aerator untuk mengatur sirkulasi udara, dikarenakan tidak adanya jarak antara akar tanaman dengan air.

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Secara garis besar, sayuran hidroponik merupakan sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan agar bisa tumbuh. Sayuran hidroponik tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam.

Dengan memakai metode ini, tanaman yang tumbuh tidak membutuhkan jaringan akar yang kompleks untuk menyerap nutrisi. Proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih efektif karena tidak terjadi perebutan nutrisi dengan tanaman lain. Pertumbuhan tanaman pun hanya berfokus pada buah, bunga, dan daun.

Keuntungan Menanam Sayuran Hidroponik : a. Kualitas lebih baik

Beberapa orang mengklaim bahwa sayuran yang ditanam dengan metode hidroponik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Alasannya karena sayuran hidroponik lebih segar dan bebas pestisida serta bahan kimia.

b. Bebas pestisida

Tanaman hidroponik memakai media tanam cairan serta tidak membutuhkan tanah. Cara dan tempat penanamannya dijaga, sehingga tidak memerlukan penggunaan pestisida untuk melindunginya dari serangan hama serangga.

Karena itu, sayuran hidroponik bisa dibilang termasuk tanaman organik yang tentunya sehat.

c. Bisa ditanam di mana saja

Anda bisa menempatkan tanaman hidroponik di mana saja di sekitar rumah Anda atau cukup menggantungnya di tembok. Hal ini membuat metode bertanam dengan hidroponik menjadi tren urban farming atau berkebun modern di sekitar area perkotaan.

d. Nutrisi dan lingkungan tempat tumbuh bisa dikontrol

Kelebihan selanjutnya adalah nutrisi dan lingkungan tempat tumbuh tanaman hidroponik bisa dikontrol. Ini karena konsentrasi nutrisi yang dibutuhkan tanaman dapat dengan mudah dilarutkan dalam air. Nutrisi juga dapat langsung diserap oleh tanaman dengan lebih efektif dan efisien.

(14)

Menanam dengan menggunakan media tanah memang mudah. Namun, metode hidroponik memiliki metode dan caranya tersendiri agar tanaman Anda bisa tumbuh subur dengan mudah. Dilansir dari Fresh Water Systems, inilah 8 jenis sistem hidroponik yang bisa Anda gunakan sendiri di rumah Anda:

1. Sistem Wick

Sistem hidroponik wick adalah salah satu metode hidroponik yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan. Dalam sistem wick, tanaman akan ditempatkan pada sebuah wadah yang diletakkan tepat pada sebuah tempat penyimpanan air. Wadah penyimpanan air tersebut sebelumnya sudah diberikan larutan nutrisi seperti pupuk dan penyubur tanaman. Sistem ini bisa dibuat dengan mudah hanya dengan menggunakan tali atau kain wol dan wadah yang terbuat dari plastik.

Sistem wick ini menggunakan metode yang bernama kapiler yang di mana tali atau kain akan menyerap air secara perlahan layaknya sebuah spons dan akan langsung mentransfer air dan nutrisi tersebut pada tanaman yang Anda tanam.

Menanam tanaman hidroponik dengan menggunakan sistem wick memang membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan membatasi jenis-jenis tanaman yang bisa Anda tanam. Metode ini juga cocok digabungkan dengan sistem aerasi agar tanaman bisa mendapatkan oksigen lebih banyak.

2. Sistem Deep Water Culture

Sistem hidroponik yang selanjutnya adalah sistem deep water culture. Metode ini cukup sederhana karena tanaman yang akan Anda tanam cukup dimasukkan ke dalam air aerasi. Metode ini merupakan salah satu metode hidroponik yang paling sederhana dan paling populer digunakan oleh banyak orang. Banyak yang beranggapan bahwa metode ini merupakan sistem hidroponik yang paling tidak repot untuk dilakukan.

Akar dari tanaman yang akan Anda tanam akan selalu berada di bawah permukaan air sehingga Anda akan membutuhkan sistem aerasi yang benar agar tanaman Anda bisa tumbuh secara normal dan cepat. Pasanglah sistem aerasi pada dasar wadah dan mengalirkan udara dari mesin oksigen dengan menggunakan selang karet yang sudah dilubangi agar oksigen bisa terbagi secara merata pada seluruh tanaman.

3. Sistem Aeroponik

Sistem hidroponik yang selanjutnya adalah sistem aeroponik. Metode aeroponik ini menggunakan air yang sudah dikabutkan dan dialirkan pada akar-akar dari tanaman yang sudah disusun dengan cara sedemikian rupa. Metode penanaman

(15)

ini termasuk salah satu cara yang paling sulit untuk dilakukan dan mahal tetapi tidak memerlukan tempat yang banyak di rumah Anda.

4. Sistem Drip

Metode hidroponik yang selanjutnya adalah sistem drip. Metode ini menggunakan sistem aerasi untuk mengalirkan air yang sebelumnya sudah diberikan nutrisi seperti pupuk dan penyubur tanaman dan akan diteteskan pada akar dan batang tanaman secara berkala. Metode ini memang cukup kompleks karena Anda harus memastikan agar air hasil aerasi yang berlebihan terbuang dan tidak membuat tanaman Anda menjadi busuk karena kelebihan nutrisi. Metode ini juga memungkinkan Anda untuk menanam tanaman yang berukuran besar karena tidak memerlukan banyak tempat untuk mengaliri air pada bagian bawah dari wadahnya.

5. Metode EBB dan Flow

Metode penanaman hidroponik berikutnya adalah EBB dan Flow. Pada metode ini terdapat sebuah timer yang akan mengatur waktu untuk mengaliri air yang sudah diberikan pupuk pada tanaman Anda dalam waktu yang sudah ditentukan.

Metode ini juga menggunakan tabung untuk mengaliri air yang berlebih agar tidak merusak tanaman dan buah yang sudah Anda tanam.

6. Metode Nutrient Film

Pada metode nurtrient film, tanaman hidroponik Anda akan secara berkala dialirkan air yang mengandung pupuk dan nutrisi lainnya dengan menggunakan pipa di bawah tanaman yang Anda tanam. Metode ini cukup berbeda dengan cara lainnya karena akar dari tanaman Anda tidak akan terendam di dalam air dan hanya akan dialiri oleh air saja. Metode ini mengharuskan Anda agar akar dari tanaman tidak menutupi aliran air dan menjadikan tanaman lain menjadi kekurangan nutrisi.

7. Metode Bubbleponic

Sesuai dengan namanya, metode ini mengandalkan gelembung udara yang dihasilkan oleh sistem aerasi agar tanaman Anda bisa terus tumbuh dan mendapatkan oksigen dengan cukup. Metode ini juga mengharuskan agar akar dari tanaman Anda tetap berada di dalam air dan sudah dialiri oleh nutrisi agar tanaman bisa tumbuh dengan subur

8. Sistem Fertigasi

Metode yang terakhir bisa Anda gunakan adalah sistem fertigasi. Teknik ini mengharuskan Anda untuk mengalirkan air yang mengandung nutrisi dan unsur hara dengan menggunakan cara irigasi. Dalam sistem ini biaya untuk melakukan pemupukan akan berkurang karena pupuk akan langsung diberikan secara bersamaan dengan penyiraman tanaman Anda. Metode ini juga membuat Anda menjadi lebih

(16)

berhemat karena pemakaian pupuk akan menjadi berkurang karena akan diberikan pada tanaman Anda dalam jumlah yang sedikit namun secara terus menerus.

(17)

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM KERJA LAPANGAN

A. Waktu Pelaksanaan

Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan selama tiga bulan mulai dari tanggal 16 Oktober 2023 sampai dengan 4 Maret 2024

B. Tempat dan Skala Produksi

CV TIRTA FERTINDO PRATAMA merupakan usaha bergerak dibidang budidaya tanaman hydroponik. Penjualan tanaman holtikultura yang berbasis hydroponik dan terverifikasi oleh Lembaga dan digunakan juga sertifikasi sayur dengan keunggulan benih dapat terpercaya dari induknya.

C. Sistem Pelaksanaan

Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut Tabel Kegiatan PKL N

o.

Jenis

Kegiatan/Kompetisi

Waktu Oktob Ket

er

Novemb er

Desemb

er Januari Februa ri

Ma rt

1 Pengenalan Area

Kerja Lokasi PKL v

2 Sanitasi v

3 Pengenalan Tanaman

Buah v

4 Produksi Bibit

Tanaman Buah v

5 Pemuliaan Tanaman

Secara Vegetative v

6 Persemaian Tanaman

Buah v v v

7 Perawatan Bibit

Tanaman Buah v v v

8 Identifikasi Hama

dan Penyakit v v v

9 Transplanting bibit v v v

(18)

10 Penjualan Tanaman

Buah v v

11 Penyusunan Laporan v v

D. Prosedur/Skema Proses Budidaya Tanaman Organik 9. Pengenalan Lokasi Kerja

CV TIRTA FERTINDO PRATAMA Merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi tanaman sayur dan melon hidroponik,yang berpusat di banyumanik semarang,dan bekerja sama oleh beberapa kebun hidroponik,salah satunya adalah kebun surya farm prima yang berada di duren sawit,tengaran ,salatiga.

10. Pelaksanaan Kegiatan Hidroponik.

Di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA menggunakan dua metode yang diterapkan yaitu Drip untuk tanaman melon dan Nutrient Film (NFT) untuk tanaman sayur daun.

a. Metode hidroponik yang selanjutnya adalah sistem drip. Metode ini menggunakan sistem aerasi untuk mengalirkan air yang sebelumnya sudah diberikan nutrisi seperti pupuk dan penyubur tanaman dan akan diteteskan pada akar dan batang tanaman secara berkala. Metode ini memang cukup kompleks karena Anda harus memastikan agar air hasil aerasi yang berlebihan terbuang dan tidak membuat tanaman Anda menjadi busuk karena kelebihan nutrisi.

Metode ini juga memungkinkan Anda untuk menanam tanaman yang berukuran besar karena tidak memerlukan banyak tempat untuk mengaliri air pada bagian bawah dari wadahnya.

b. Pada metode nurtrient film, tanaman hidroponik Anda akan secara berkala dialirkan air yang mengandung pupuk dan nutrisi lainnya dengan menggunakan pipa di bawah tanaman yang Anda tanam. Metode ini cukup berbeda dengan cara lainnya karena akar dari tanaman Anda tidak akan terendam di dalam air dan hanya akan dialiri oleh air saja. Metode ini mengharuskan Anda agar akar dari tanaman tidak menutupi aliran air dan menjadikan tanaman lain menjadi kekurangan nutrisi.

11. Pelaksanaan pengenalan tanaman Melon dan Selada.

Klasifikasi Selada.

Kingdom : Plantae (tumbuhan)

Super Divisi : Spermathophyta (Tumbuhan Berbiji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga) Kelas : Magnoliopsida (Tumbuhan Berbiji Belah)

(19)

Ordo : Asterales (Tumbuhan Berbunga) Famili : Asteraceae (Suku Kenikir-kenikiran) Genus : Lactuca (Tanaman Selada)

Spesies : Lactuca sativa L

 Morfologi Selada

Tanaman selada (lactuca sativa L) yang terkenal terdiri dari tiga jenis, yaitu selada mentega, selada tutup, dan selada potong. Selada mentega atau selada telur (Kropsla) berkrop bulat, tetapi kropos (lepas). Rasanya lunak dan enak. Oleh karena itu, selada ini paling digemari. Keunggulan selada mentega dibandingkan jenis lainnya adalah tidak mudah rusak sehingga dapat dikirim ke tempat yang jauh. Selada tutup (ungu) kropnya bulat agak padat, dan rasanya renyah, sedangkan selada potong (cut-lettuce) kropnya lonjong atau bulat panjang, rasanya enak tetapi agak liat.

12. Produksi tanaman Selada

a) Budidaya selada hidroponik merupakan cara baru dalam teknik penanaman yang dilakukan tanpa media tanah. Teknik ini pada dasarnya hanya memanfaatkan air sebagai media tumbuh tanaman. Sistem Hidroponik menggunakan air lebih efisien, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas. Jika dibandingkan dengan penanaman secara konvensional, hidroponik lebih dapat memberi keuntungan seperti pemanfaatan lahan sempit, pemeliharaan tanaman yang tergolong mudah dan hasil panen higienis sehingga sayuran yang dipanen lebih bersih dan sehat.

Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 40 sampai 45 hari setelah semai, pemanenan dilakukan dengan cara dipotong maupun dicabut sampai akarnya, setelah itu bagian akar selada dicuci sampai bersih dan membuang daun yang rusak. Harus diketahui bahwa selada daun keriting ini tidak tahan panas dan penguapan, oleh karena itu penyimpanan terhadap sayuran ini harus lebih diperhatikan.

13. Perbanyakan tanaman secara Generatif.

Perbanyakan secara generative umumnya ditempuh untuk mendapatkan bibit tanaman semusim, seperti selada, tomat, cabai, sawi, mentimun dan melon. Pengadaan bibit lewat biji tidaklah rumit, hanya perlu dilakukan penyemaian, lalu diteruskan dengan tahap pembibitan. Untuk mendapatkan biji tanaman, sebaiknya dibeli dari bibit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga resmi.

14. Perawatan tanaman buah.

 Selada

a) cara pembenihan dan penanaman tanaman selada

(20)

b) Rendam benih menggunakan air biasa selama 12-24 Jam

c) Setelah 12-24 Jam, benih akan sprout seperti pada gambar di bawah ini.

d) Siapkan media tanam, potong rockwool setebal 2,5 cm. Iris memanjang sedalam kurang lebih 1 cm menjadi 3 bagian dan iris melintang menjadi 6 bagian sedalam 1 cm. Lihat gambar di bawah ini untuk detailnya.

e) Lubangi setiap kotak rockwool menggunakan tusuk gigi atau dengan pinset.

f) Taruh benih ke dalam lubang dengan posisi kecambah di bawah (1 lubang diisi 1 benih)

g) Setelah semua lubang terisi, basahi rockwool menggunakan sprayer/semprotan dengan kekuatan air yang lembut. Taruh semaian di tempat terbuka yang cukup sinar matahari.

h) Pada tahap ini adalah tahap perawatan semai, jaga rockwool agar tetap lembab (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering)

i) Setelah berumur 12 atau sesudah berdaun 4, waktunya untuk dipindah ke sistem hidroponik (pindah tanam)

j) Pisahkan/potong rockwool berdasarkan irisan yang dibuat pada step awal.

Apabila susah untuk memisahkan rockwool, maka bisa menggunakan cutter untuk memotong rockwool sampe terpisah. Taruh potongan rockwool ke dalam netpot yang sudah dikasih flanel (sumbu)

k) Letakkan netpot ke dalam sistem hidroponik, kali ini kita menggunakan Mini Rakit apung atau ada yang menyebutnya sistem WICK.

l) Pada tahap ini, kepekatan nutrisinya adalah 600 ppm.

m) Tahap selanjutnya adalah pembesaran. Yang perlu diperhatikan pada tahap- tahap ini adalah kepekatan nutrisi harus dijaga tetap stabil dan jangan sampai kekeringan atau kehabisan air nutrisi.

n) Setelah selada umur 10 HST, kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 800 ppm o) Kepekatan nutrisi dinaikan lagi menjadi 1.000 ppm apabila sudah memasuki

umur 15 HST.

p) Setelah memasuki umur 20 HST, naikkan kepekatan nutrisi menjadi 1200 ppm. Usahakan bak air nutrisi tetap bersih, apabila sudah ada kotoran atau keruh, ganti dengan air nutrisi yang baru. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi oleh akar dan akan menentukan pertumbuhan tanaman.

Pewiwilan adalah kegiatan pengambilan daun yang terkena serangan hama dan penyakit. Pewiwilan bertujuan untuk mengurangi penularan pada daun yang lain serta mengurangi adanya hama dan penyakit. Tekniknya yaitu dengan mengamati, mencari, dan mengambil daun yang terkena serangan penyakit, kemudian dibuang.

(21)

15. Identifikasi hama dan penyakit

Hama dan penyakit adalah faktor utama penyebab rendahnya produksi maupun kualitas buah / tanaman yang dihasilkan, maka harus diatasi dengan mengetahui jenis hama penyakit, penyebab penyakit, gejala serangan, dan cara pengendaliannya.

Berikut jenis hama dan penyakit yang menyerang bibit jambu kristal

 Jamur

Adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan. Di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA jamur banyak menyerang bagian daun yang menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas keseluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok. Pengendaliannya yaitu dengan melakukan pennyemprotan dengan pestisida, fungisida supermes, yurisol, scoure dan atonik dengan perbandingan 4 : 1 : 1 : 1.

Dalam melakukan penyemprotan harus cermat, teliti dan larutannya merata. Hal ini supaya bibit dapat benar – benar terhindar dari hama penyakit.

Jika penyemprotannya salah maka daun pada bibit akan terserang jamur dan akhirnya kering dan rontok. Di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA biasanya pencegahan jamur yang menyerang daun selain dilakukan dengan penyemprotan juga dilakukan dengan manual yaitu dengan mengambil daun dengan tangan hingga bersih.

16. Pindah Tanam bibit di Hydroponik

Adapun langkah-langkah semai benih pada tanaman hidroponik adalah sebagai berikut:

a) Potong-potong rockwool seukuran dadu 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm, lalu beri lubang di tengah-tengahnya dengan tusuk gigi.

b) Jika anda menggunakan cocogrow, anda tidak perlu lagi memotong-motong, karena cocogrow bisa langsung digunakan.

c) Rendam media tanam dalam air sampai basah lalu tiriskan. Untuk semai benih hanya membutuhkan media yang lembab, dan jangan terlalu basah. Jika terlalu basah, menyebabkan benih membusuk dan tidak pecah menjadi bibit tanaman.

d) Letakkan media di atas nampan atau tray semai.

e) Masukkan biji/ benih tanaman satu persatu ke dalam media tanam.

f) Gunakan bantuan pincet atau tusuk gigi yang dibasahi.

g) Tanaman sayuran seperti selada dan sawi biasanya akan pecah dalam 24 jam.

Untuk kangkung, tomat, cabe, memerlukan waktu yang lebih lama.

h) Beri semprot air pagi, siang dan sore ke permukaan media tanam dimana benih ditanam.

(22)

i) Jika anda menggunakan nampan, anda bisa memberi genangan sedikit air agar media tanam tetap lembab.

j) Jika benih sudah pecah dan muncul bakal akar, dan bakal daun, jangan lupa untuk segera menjemurnya dengan sinar matahari. Semakin banyak sinarnya, semakin baik, dan cepat tumbuh besar.

Pindah tanam dilakukan sebagai berikut :

a) Pindah tanam dilakukan setelah tanaman mulai memunculkan daun sejati atau daun yang memiliki tulang daun, helai daun. Biasanya saat helai yang ketiga.

b) Sebenarnya 2 helai yang melebar ke samping itu bukan daun, itu adalah kotiledon, atau biji yang terbelah. Sedangkan yang tengah itu adalah daun sejati. Saat inilah proses fotosintesis sudah mulai berlangsung, dan anda harus mulai memberikan nutrisi kepada tanaman agar cepat tumbuh besar.

c) Saat pindah tanam, harus menyiapkan tempat tanaman menggantung, dan tempat nutrisi.

17. Penjualan tanaman buah dan sayur

Pemasaran adalah suatu kegiatan usaha / bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui pendistribusian suatu produk. Tujuan pemasaran adalah mencari keuntungan dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga konsumen dapat merasakan kepuasan.

Di CV TIRTA FERTINDO PRATAMA banyak sekali konsumen yang datang membeli berbagai bibit. Adapun pembeli yang melalui pemesanan. Sebelum bibit sampai kepada konsumen biasanya dilakukan labelisasi yang mana kemudian dimasukkan ke mobil untuk dikirim. Dalam proses pemasaran harga adalah salah satu hal yang paling penting. Harga bibit tanaman ditentukan oleh tinggi tanaman, semakin tinggi maka semakin mahal harga jualnya.

Setelah pengangkutan bibit selesai kemudian dilakukan kegiatan penataan bibit kembali. Hal ini bertujuan supaya tetap rapi, sehingga pembeli mudah dan nyaman dalam memilih / membeli bibit yang diinginkan.

(23)

BAB IV PEMBAHASAN

A. Pengertian

Budidaya selada (Lactuca Sativa) yang dilakukan di CV. Tirta Fertindo Pratama menggunakan Hidroponik NFT System. Sebelum dilakukan proses produksi, terlebih dahulu sarana pendukung seperti GH (Greenhouse), jaringan irigasi, nutrisi, benih, gully trapesium, pompa air (Water pump), pengatur waktu (timer), rock wool, PH tester, EC tester dan nett pot untuk proses pembesaran tanaman dan penyemaian harus disiapkan. Proses budidaya selada meliputi kegiatan penyemaian, pembesaran, pemeliharaan, pemanenan, dan penanganan pasca panen.

B. Penyemaian

Penyemaian benih pada CV. Tirta Fertindo Pratama dilakukan pada media rock wool dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique), dengan jarak antar gully 20 cm, ketebalan media (rock wool) 2 cm. benih yang di gunakan yaitu benih selada keriting hijau, selada keriting merah, masimus dan rexx.

Sebelum benih selada ditebar terlebih dahulu media harus dibersihkan dari cendawan setelah itu media dibersihkan dan dialirkan nutrisi dari pipa paralon yang terhubung dengan bak nutrisi atau bak penampung nutrisi utama. Pengaliran unsur hara ini dilakukan dengan pompa air (otomatis), hingga seluruh media basah dan cukup tergenang, maka benih selada dapat ditebar.

Penyemaian dilakukan secara merata dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Cara ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan memudahkan bibit yang tumbuh dapat menerima cahaya matahari yang cukup dan merata. Setelah benih disemai, ditempatkan pada rak pembibitan dahulu agar benih tetap steril . Waktu perkecambahan benih selada adalah 7-14 HST. Setelah bibit tumbuh dengan baik maka dapat dilakukan pemindahan pada gully.

C. Pembesaran

Setelah proses penyemaian selama ± 7-14 HST di rak pembibitan (N1 & N2) bibit selada siap untuk dipindahkan pada gully produksi. Setelah bibit disemai dengan rockwool sebagai media, pada bagian pangkal akar, bibit yang telah disemai kemudian ditempatkan gully N2., Setelah itu bibit yang berada di gully N2 yang telah berisi tanaman selada berumur 14 HST diletakkan pada gully produksi.

(24)

Gully produksi telah dilengkapi dengan sistem irigasi dimana jaringan irigasi meliputi pipa utama dan pipa sekunder/pipa lateral. Pipa utama menggunakan pipa yang dihubungkan dengan bak penampungan utama, pompa air, dan alat pengatur waktu penyiraman (timer). Alat pengatur penyiraman ini yang akan mengatur lamanya penyiraman pada akar tanaman yang dapat disesuaikan. Pipa sekunder /pipa lateral menggunakan pipa yang dimasukkan kedalam bak penampung dengan posisi melintang setinggi 10 cm dari dasar bak.

D. Pemeliharaan

Selama masa penanaman sangat penting untuk melakukan perawatan terhadap tanaman meliputi pengendalian organisme penggangu tanaman dan penyakit tanaman, menjaga kepekatan kandungan unsur hara dalam larutan, dan kecepatan curah/kecepatan volume pengaliran larutan nutrisi.Pengendalian terhadap OPT dilakukan secara manual tanpa menggunakan pestisida. Kontrol dilakukan secara berkala, pengontrolan ini dilakukan dengan teliti dan teratur sehingga hama penyakit dapat dengan cepat diketahui dan dilokalisir dengan baik.

Pengontrolan terhadap kepekatan kandungan unsur hara sangat penting dilakukan setiap saat. Larutan unsur hara harus memiliki kepekatan sekitar 2 mS/cm dimana kandungan haranya masih terjaga. Kontrol dapat dilakukan dengan menggunakan EC meter atau secara manual dengan melihat keadaan fisik dari larutan pupuk (kekentalan larutan) dan keadaan fisik tanaman (tanaman yang kekurangan nutrisi dapat dilihat dari daun yang mulai menunjukan perubahan warna ”agak kekuning-kuningan”).

Kenaikan pada larutan EC tidak boleh terlalu drastis karena sangat mempengaruhi metabolisme tanaman. Pengaruhnya sangat signifikan pada tanaman dewasa.

Penurunan EC yang drastis menyebabkan daun-daunnya menjadi kaku dan sulit tumbuh yang disebabkan kandungan unsur hara terlarut sangat sedikit. Besarnya kenaikan dan penurunan EC harus dapat dijaga seminimal mungkin.

Ketersediaan unsur hara bagi tanaman juga ditentukan oleh derajad keasaman larutan (pH larutan). Derajad keasaman menunjukan tingkat penyerapan unsur hara oleh tanaman. Derajad keasaman/pH yang terlalu tinggi dapat menggangu penyerapan unsur-unsur mikro oleh tanaman. Sedangkan pH yang rendah juga akan menggangu penyerapan unsur-unsur hara makro seperti N,P dan K. Derajad keasaman yang cocok bagi penyerapan unsur hara oleh tanaman adalah 6,3-6,5 (Roberto 2004).

(25)

Nutrisi yang digunakan dalam proses produksi di CV. Tirta Fertindo Pratama adalah A-B mixed lettuce yang diramu sendiri oleh CV. Tirta Fertindo Pratama dengan perbandingan 5 ml pekatan A + 5 ml pekatan B dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 (satu) liter air.

Kecepatan atau debit pengaliran larutan unsur hara harus diperhatikan dengan baik. Pengontrolan dilakukan terhadap alat-alat yang terkait dengan penyiraman seperti kondisi pompa, timer, pipa utama, pipa lateral, filter dan emiter. Semakin pelan debit penyiraman larutan hara maka penyerapan nutrisi terhadap tanaman akan semakin lama dan berpangaruh terhadap pertumbuhan tanaman.Sistem penyiraman dengan teknik hidroponik dilakukan secara kontinu dan diskontinu.

E. Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan apabila tanaman selada telah memiliki bobot maksimal 100 gr. Bobot ini didapat apabila daun sudah banyak dan daun termuda sudah memendek atau menjelang tanaman beralih dari fase vegetatif ke fase generatif, atau sesuai dengan permintaan pasar. Apabila tanaman menunjukan adanya inisiasi pembungaan maka panen di anggap terlambat.

Proses pemanenan dapat dilakukan pada setiap waktu. Setiap satu gully dapat menghasilkan sayuran selada kurang lebih mencapai 30 pcs selada atau mencapai satu krat. Pemanenan dapat dilakukan secara merata pada satu gully jika pertumbuhan tanaman baik dan merata. Namun, jika pertumbuhannya tidak merata maka pemanenan dilakukan dengan cara panen pilih. Tanaman yang layak dipanen akan dipanen, sedangkan bagi tanaman yang pertumbuhannya belum optimal/rusak maka ditanam ulang/diganti dengan tanaman baru.

F. Pengemasan

Sayuran selada yang telah dipanen kemudian dilakukan pengsortiran untuk memisahkan daun yang kering, kotoran atau daun layu lalu ditempatkan di ruang pendingin (cold storage). Setelah dilakukan pensortiran lanjut dengan proses pengemasan, kurang lebih satu kemasan berisi 250gr.

Distribusi dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan mobil yang telah dilengkapi dengan alat pendingin. Pasar sasaran dari perusahaan CV. Tirta Fertindo Pratama adalah supermarket, pasar-pasar modren, penjualan langsung, resto dan superindo, harga yang ditawarkan CV. Tirta Fertindo Mall terhadap pasar untuk sayuran selada yaitu Rp.8000/pack.

(26)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Sebagian besar proses budidaya yang dilakukan sesuai dengan teori hidroponik, hanyasaja ada beberapa hal perusahaan harus menyesuaikan dengan kondisi perusahaan dankondisi lingkungan sekitar, sehingga terdapat beberapa hal yang tidak sesuai denganteori.

2. CV. Tirta Fertindo Pratama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisniskhusunya bisnis sayuran hidroponik. Dalam proses produksi CV. Tirta Fertindo Pratama menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique) dan melalui 5 proses yaitu pembibitan dan penyemaian, persiapan penanaman dan media tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan panen.

3. CV. Tirta Fertindo Pratama sudah menerapkan beberapa fokus manajemen produksi,yaitu dalam hal perencanaan waktu penyemaian yang dilakukan dalam waktu 5 harisekali, namun CV. Tirta Fertindo Pratama masih kurang dalam hal pengendalian,khususnya pengendalian dalam ha tenaga kerja, karena tidak adanya pembagian khususdalam hal pekerjaan.

4. CV. Tirta Fertindo Pratama belum melakukan perencanaan kualitas produk, karena produk yang akan dihasilkan hanya satu standar kualitas yaitu tidak menggunakan pestisida.

B. Kesan dan Saran 1. Kesan

Selama saya melakukan PKL pengetahuan mengenai tanaman hidroponik bertambah secara signifikan. Proses yang saya lalui di CV. Tirta Fertindo Pratama terbilang lancer karena karyawan yang sabar dan teliti dalam meonitor kegiatan PKL. Sehingga apa yang saya lakukan dapat menjadi acuan jika nanti bekerja pada posisi yang sama sudah ada bekal yang cukup untuk melangkah.

2. Saran

a. Skala perusahaan yang sudah cukup besar, diharapkan perusahaan dapat membuat web perusahaan untuk memudahkan dalam hal mengakses informasi perusahaan danmempermudah dalam memperluas pemasaran.

b. Pembuatan jadwal dan SOP secara tertulis diharapkan dapat membantu dalammemperlancar dan menyukseskan proses produksi Hidroponik merupakan usaha pemanfaatan air dengan maksimal dalam rangka usaha budidaya pertanian

(27)

Daftar Pustaka

Prisma Sari, Istiana. 2020. Agribisnis Tanaman Anggrek. Surakarta : Penebar Swadaya.

Ramadhan, Surya. 2019. Budidaya Tanaman Anggrek Dataran Tinggi. Yogyakarta : Represitory UGM.

Soekarno, Adam. 2017. Anggrek Dalam Bisnis Modern. Jakarta : Erlangga.

(28)

LAMPIRAN IDENTITAS INDUSTRI

Nama Toko : CV. Tirta Fertindo Pratama

Usaha/Bidang pekerjaan : Budidaya Tanaman Sayur Hidroponik Alamat : Dusun Karang Sari, Kelurahan Sumurrejo,

Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang Nomor Telp/ Fax/ Web : -

Pimpinan Manajer

: Sri Lestari S.E : Andi Nuri Setiawan

(29)

IDENTITAS SISWA

Nama Siswa : Saka Enggar Panggalih Tempat /Tanggal lahir : Magelang/21 Desember 2004 Jenis Kelamin : Laki - laki

Golongan Darah : -

NIS : 3171

Sekolah : SMK Negeri 1 Ngablak

Alamat : Noyogaten, Bandungrejo, Ngablak,

Magelang

No Telp/Hp : 0856 0088 7251

(30)

CATATAN KEGIATAN PKL I

Nama Peserta Didik : Saka Enggar Panggalih

Dunia Kerja Tempat PKL : CV. TIRTA FERTINDO PRATAMA Nama Pembimbing Industri : Yosua Reynaldo

Nama Guru Pembimbing : Agung Dwi Kurniawan, S.P

A. Nama Pekerjaan

Pengoprasian Alat-Alat Hidroponik B. Perencanaan Kegiatan

Jadwal Kegiatan No. Jenis

Kegiatan

Waktu

Oktober November Januari Febrruari

1

Pengenalan isntalasi hidroponik

v

2 Pengenalan

alat POPT v

3 Pengoprasian Alat

Hidroponik

v 4 Pengoprasian

Alat POPT v

C. Pelaksanaan Kegiatan/Hasil (Uraian proses kerja dan foto hasil)

D. Catatan Instruktur

Pembimbing Industri

_________________________

________

(31)

CATATAN KEGIATAN PKL II

Nama Peserta Didik : Saka Enggar Panggalih

Dunia Kerja Tempat PKL : CV. TIRTA FERTINDO PRATAMA Nama Pembimbing Industri : Yosua Reynaldo

Nama Guru Pembimbing : Agung Dwi Kurniawan, S.P E. Nama Pekerjaan

Budidaya Tanaman Selada Hidroponik F. Perencanaan Kegiatan

Jadwal Kegiatan No. Jenis

Kegiatan

Waktu

November Desember Januari Febrruari

1 Polinasi v

2 Perunigan v

3 Perambatan v

4 Penanaman

sayur v

5 Polinasi v v v

6 Penalian

buah v v v

7 Pemruningan v

8 Sanitasi v v v

9 Pemanenan v v

G. Pelaksanaan Kegiatan/Hasil (Uraian proses kerja dan foto hasil)

H. Catatan Instruktur

Pembimbing Industri

_________________________

________

(32)

CATATAN KEGIATAN PKL III

Nama Peserta Didik : Saka Enggar Panggalih

Dunia Kerja Tempat PKL : CV. TIRTA FERTINDO PRATAMA Nama Pembimbing Industri : Yosua Reynaldo

Nama Guru Pembimbing : Agung Dwi Kurniawan, S.P A. Nama Pekerjaan

Pascapanen Produk Hidroponik B. Perencanaan Kegiatan

Jadwal Kegiatan No. Jenis

Kegiatan

Waktu Maret

1 Sortasi v

2 Pengemasan v

3 Pelabelan v

C. Pelaksanaan Kegiatan/Hasil (Uraian proses kerja dan foto hasil)

D. Catatan Instruktur

Pembimbing Industri

_________________________

________

(33)

Lampiran :

(34)

Referensi

Dokumen terkait

Jagung adalah tanaman berkeping tunggal atau monokotil, akar jagung berupa akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m tapi rata rata pada kisaran 2 m.. Jagung mempunyai

Mengoreksi tugas yang diberikan kepada bawahan meliputi pelaksanaan kebijakan teknis dan operasional Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum, pelaksanaan pengumpulan,

Praktikan ditempatkan dibagian tata usaha perlindungan praktikan diberikan tugas untuk pembuatan rincian biaya perjalanan dinas peraktikan sering mengalami kesalahan dalam

Hidroponik metode kultur air dilakukan dengan menumbuhkan tanaman dengan air (Lingga, 2011). Sistem pemberian larutan nutrisi pada budidaya hidroponik ada berbagai macam,

Metode ini digunakan oleh penulis untuk mengamati kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan meliputi pengamatan faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, upaya

xiii PERBANDINGAN METODE PENGUJIAN KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIA SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL DAN TITRASI DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP YOGYAKARTA Tino Kusmayadi Program Studi

Melaksanakan pengelolaan sumber daya air yang meliputi Perencanaan, Pelaksanaan Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan dalam rangka konservasi sumber daya air, pengembangan sumber daya

Metode NIR ini digunakan karena dapat mengeluarkan nilai air, protein, dan abu dengan waktu yang cepat sehingga dapat memudahkan proses produk tepung terigu dengan jumlah yang sangat