Nama: Farhan Fadlurohman Tsaqif NIM: 3335220070
Kelas: A
Tugas: Tugas Summary Mata Kuliah Kimia Bahan Alam (Tugas 5 Pertemuan 5) Mata Kuliah: Kimia Bahan Alam
KIMIA BAHAN ALAM
“Ekstraksi Bahan Alam”
Definisi Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses pemisahan active substances dari simplisia secara kimia atau fisika dengan menggunakan pelarut yang sesuai.
Pada proses ekstraksi diperlukan:
- bahan yang diekstraksi,
- solvent/pelarut untuk mengekstraksi, - ekstraktor/alat pengekstraksi.
Ekstrak
Ekstrak adalah sediaan yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati, hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yg telah ditetapkan.
Solvent/Pelarut
Aliphatic hydrocarbon: petroleum ether, n- hexane, n-heptane, n-octane, cyclohexane.
Aromatic hydrocarbon: benzene, toluene. Chlorinated hydrocarbon: dichlormethan, chloroform, carbon tetrachloride.
Alcohols: methanol, ethanol, n-propanol, butanol.
Ketones: acetone, butanone.
Pemilihan Pelarut
• Pelarut yang menunjukkan selektivitas maksimal.
• Kapasitas terbaik ditinjau dari koefisien saturasi produk.
• Kompatibel dengan bahan-bahan yang diekstraksi
Pelarut Yang Banyak Dipakai Untuk Ekstraksi Bahan Alam
Alkohol alifatik: methanol, ethanol, propanol. Campuran alkohol air, merupakan campuran pelarut dengan daya ekstraktif terbesar untuk semua bahan alam yang berbobot molekul rendah (alkaloid, terpenoid, steroid, flavanoid) Ethanol merupakan pelarut pilihan untuk memperoleh ekstrak secara klasik (a.l. Tincture)
Pelarut Yang Banyak Dipakai Untuk Ekstraksi Bahan Alam
Alkohol alifatik sampai dengan tiga atom karbon atau campurannya dengan air merupakan pelarut dengan daya ekstraktif terbesar untuk semua bahan alam berbobot molekul rendah.
Perbandingan ideal alkohol air untuk ekstraksi kayu atau kulit tanaman berkisar 7:3 atau 8:2 perbandingan 1:1 dicegah terjadinya ekstraksi khlorophyl atau yg bersifat resin.
Pelarut Yang Banyak Dipakai Untuk Ekstraksi Bahan Alam
Ethanol: lebih selektif, kapang dan bakteri sulit tumbuh, tdk beracun, netral, absorbsinya baik, dapat bercampur dgn air, panas yg diperlukan untuk penguapan lebih sedikit.
Kekurangannya: ethanol mahal.
Air: murah dan mudah didapat, stabil, tdk mudah menguap, tdk mudah terbakar, tdk beracun, alamiah.
Kekurangannya: tdk selektif, mdh ditumbuhi jamur, waktu pengeringan lama.
Tahapan Proses Ekstraksi
• Penghalusan simplisia (Comminution/pulveration) Pembasahan simplisia (Steeping/swelling) Penyarian simplisia (proses ekstraksi) Pemurnian (clarification) micelle/ekstrak
• Pemekatan micelle ekstrak
• Pengeringan ekstrak
• Pembakuan/standardisasi ekstrak
• Stabilisasi ekstrak Mekanisme Proses Ekstraksi
a. Penetrasi solvent ke dalam sel dan pengembangan sel.
b. Pelepasan (dissolution) extractive substance.
c. Difusi extractive substance keluar dari sel.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Proses Ekstraksi
• Jumlah simplisia
• Derajat halus simplisia
• Jenis pelarut yang digunakan
• Suhu penyarian
• Lama waktu penyarian.
• Proses ekstraksi yang digunakan.
Pemilihan Metode Ekstraksi
• Jumlah simplisia yang diekstraksi
• Jenis dan sifat simplisia yang akan diekstraksi
• Jenis dan sifat senyawa aktif yang akan diekstrak (tahan panas atau tidak; mudah menguap atau tidak)
• Jumlah/volume (skala produksi) ekstrak yang dikehendaki.
Metode Ekstraksi 1. Maserasi 2. Infusi 3. Pemasakan 4. Dekoksi 5. Perkolasi 6. Soxhlet
7. Microwave hotplate 8. Ultrasonic assist extraction