MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X
ELEMEN MEMBACA DAN MEMIRSA
Nama Penyusun, Institusi, Tahun Ajar
RINI MELATI, M.Pd, SMA NEGERI 4 PARIAMAN, TP. 2023/2024
Jenjang Sekolah SMA Fase/Kelas E / X Alokasi Waktu
(menit)
6 x 45 menit (3 x pertemuan) Tujuan
Pembelajaran
10.4 Pelajar menilai dan memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual dan audiovisual.
Indikator Tujuan Pembelajaran
Indikator Pendamping
a. Pelajar mengidentifikasi teks rekon berdasarkan ciri-cirinya b. Pelajar menentukan jenis-jenis teks rekon
c. Pelajar menentukan unsur-unsur teks rekon d. Pelajar menentukan struktur teks rekon e. Pelajar menentukan kebahasaan teks rekon Indikator Inti
f. Pelajar menilai tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual
g. Pelajar memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual
Moda Tatap Muka Tatap Muka
Materi Ajar a. Ciri-ciri teks rekon b. Jenis teks rekon
c. Unsur-unsur teks rekon d. Struktur teks rekon
e. Unsur kebahasaan teks rekon
TP (10.4) MEMBACA TEKS
REKON
B. Kompetensi Awal
Memahami Jenis-jenis teks Unsur intinsik cerita Rekon C. Profil Pelajar Pancasila
Bernalar kritis, yang ditunjukkan melalui … menilai.
Kreatif, yang ditunjukkan melalui … membuat prediksi D. Sarana prasarana
Target Pes Buku paket, LKPD, fotokopi teks novel rekon E. Peserta Didik, kelas reguler
F. Model Pembelajaran, Kooperatif Learning II. Kompetensi Inti
A. Tujuan Pembelajaran
10.4 Pelajar menilai dan memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual dan audiovisual.
B. Pemahaman Bermakna
Pelajar dapat menilai dan memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon C. Partanyaan Pemantik
Setelah membaca sebuah teks rekon, bagaimana cara menilai tindakan tokoh dan memprediksinya?
D. Kegiatan Pembelajaran
NO KEGIATAN Kegiatan siswa Waktu
PENDAHULUAN Kegiatan Awal
1. Guru menyapa siswa dan
menanyakan kondisi siswa, berdoa dan dilanjutkan dengan literasi dengan membaca ayat Al Quran(5 ayat).
2. Siswa diberikan motivasi bahwa kemampuan membaca sangat penting dalam kehidupan sehari- hari.
3. Melaksanakan tes diagnostik
Siswa berdoa Siswa membaca ayat Al Quran
Siswa mengerjakan
20 Menit Pertemuan 1 (2x45 menit)
awal kognitif
4. Guru mengumpulkan hasil tes dan memeriksanya
5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada pertemuan tersebut
tes diagnostik awal
INTI
Menyajikan informasi
1. Guru memperlihatkan PPT tentang pengertian teks rekon/cerita ulang, jenis dan unsur teks rekon.
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
2. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok.
3. Siswa bersama kelompoknya membaca 3 buah teks yang berbeda yang diberikan guru.
Membimbing kelompok belajar dan bekerja
4. Siswa berdiskusi tentang
pemahaman mereka tentang teks rekon.
5. Siswa mengidentifikasi teks rekon 6. Siswa juga menentukan teks
tersebut sesuai dengan jenisnya (memberikan nama sesuai jenis teks)
7. Siswa juga menentukan unsur- unsur teks rekon
Evaluasi
8. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas secara bergantian
Memberikan penghargaan
9. Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang sudah
Siswa meperhatikan PPT yang
ditayangkan
Siswa berdiskusi dalam kelompok
Siswa berdiskusi untuk
mengidentifikasi dan menentukan jenis teks serta unsur- unsur teks rekon
Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas
60 menit
mengerjakan sesuai petunjuk PENUTUP
1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajarai (melakukan refleksi) 2. Siswa Bersama guru
menyimpulkan pembelajaran hari ini
3. Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya 4. Guru menutup pembelajaran
dengan mengucapkan salam
Siswa
menyimpulkan pembelajran hari itu
10 menit
NO KEGIATAN Kegiatan Siswa WAKTU
PENDAHULUAN Kegiatan Awal
1. Guru menyapa siswa dan menanyakan kondisi siswa, berdoa dan dilanjutkan dengan literasi dengan membaca ayat Al Quran(5 ayat).
2. Siswa diberikan motivasi bahwa kemampuan membaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
3. Guru mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari ada pertemuan sebelumnya.
4. menjelaskan tujuan
pembelajaran pada pertemuan tersebut
Siswa berdoa Siswa membaca ayat Al Quran
10 menit
Menyajikan informasi
5. Guru memperlihatkan PPT tentang struktur dan kebahasaan teks rekon.
Siswa meperhatikan PPT yang
ditayangkan
70 menit Pertemuan 2 (2x45 menit)
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
6. Kelas dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok.
7. Siswa mengerjakan latihan menentukan struktur dan kebahasaan teks rekon.
Membimbing kelompok belajar dan bekerja
8. Siswa membaca teks rekon yang ada dalam LKPD
9. Siswa berdiskusi pemahaman mereka tentang struktur teks rekon.
10. Siswa menentukan kebahasaan teks rekon
Evaluasi
11. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas secara bergantian
Memberikan penghargaan 12. Guru memberikan apresiasi
pada kelompok yang sudah mengerjakan sesuai petunjuk
Siswa berdiskusi dalam kelompok
Siswa membaca teks rekon dalam LKPD Siswa berdiskusi untuk menentukan struktur dan menentukan
kebahasaan serta teks rekon
Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas
PENUTUP
1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajarai (melakukan refleksi) 2. Siswa Bersama guru
menyimpulkan pembelajaran hari ini
3. Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya 4. Guru menutup pembelajaran
dengan mengucapkan salam
Siswa menyimpulkan pembelajran hari itu
10 menit
NO KEGIATAN Kegiatan siswa Waktu PENDAHULUAN
Kegiatan Awal
1. Guru menyapa siswa dan menanyakan kondisi siswa, berdoa dan dilanjutkan dengan literasi dengan membaca ayat alquran(5 ayat).
2. Siswa diberikan motivasi bahwa kemampuan membaca sangat penting dalam kehidupan sehari- hari.
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada pertemuan tersebut
Siswa berdoa Siswa membaca ayat Al Quran
10 Menit
INTI
Menyajikan informasi
4. Guru memperlihatkan PPT tentang cara menilai tindakan tokoh dan memprediksinya.
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
5. Siswa duduk bersama dengan kelompoknya kembali
Membimbing kelompok belajar dan bekerja
6. Siswa berdiskusi tentang
pemahaman mereka tentang cara menilai tindakan tokoh dalam teks rekon pribadi
7. Siswa juga memprediksi tindakan tokoh
Siswa meperhatikan PPT yang
ditayangkan
Siswa berdiskusi dalam kelompok
Siswa berdiskusi untuk menilai tindakan tokoh dan memprediksinya.
60 menit Pertemuan 3 (2x45 menit)
Evaluasi
8. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas secara bergantian
Memberikan penghargaan
9. Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang sudah
mengerjakan sesuai petunjuk
Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas
PENUTUP
10. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajarai (melakukan refleksi) 11. Siswa Bersama guru
menyimpulkan pembelajaran hari ini
12. Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya 13. Guru menutup pembelajaran
dengan mengucapkan salam
Siswa
menyimpulkan pembelajran hari itu
10 menit
Asesmen/Penilaian Hasil Belajar
Penilaian Bentuk Teknik Instrumen
Sikap nontes observasi Jurnal
Pengetahuan Tes tertulis esai Lembar soal
keterampilan Unjuk kerja Lembar penilain
keterampilan Mengetahui Pariaman, Juli 2023
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Desi Susanti, S.Pd, M.M Rini Melati, M.Pd
Nip. 19730814 199802 2001 Nip. 19760612 200501 2 013
III. Refleksi Guru da Siswa
Refleksi Guru Refleksi siswa Catatan
1. Apakah siswa sudah memahami bagaimana cara menilai dan memprediksi tindakan tokoh?
2. Apakah model pembelajaran yang saya gunakan menarik bagi siswa?
1. Apakah saya sudah paham bagaimana cara menilai dan
memprediksi tindakan tokoh?
2. Apakah saya tertarik dengan model yang pembelajaran yang digunakan guru?
IV. Asesmen
1. Penilaian Formatif menggunakan rubrik
Aspek Penilaian
Kriteria
Penilaian Mahir (4) Cakap (3) Layak (2)
Berkemban g (1)
mengidentif ikasi teks rekon
Mampu mengidentifik asi teks rekon dengan benar
Sangat mampu mengidentifi kasi teks rekon dengan benar
mampu mengidentifi kasi teks rekon dengan benar
Kurang mampu mengidentifi kasi teks rekon dengan benar
Belum mampu mengidentifi kasi teks rekon dengan benar menentukan
jenis-jenis teks rekon
Mampu menentukan 3 jenis teks rekon dengan benar
Mampu menentukan 3 jenis teks rekon dengan benar
Mampu menentukan 2 jenis teks rekon dengan benar
Mampu menentukan 1 jenis teks rekon dengan benar
Belum mampu menentukan jenis teks rekon dengan benar menentukan
unsur-unsur
Mampu menentukan 5
Mampu menentukan
Mampu menentukan
Mampu menentukan
Mampu menentukan
teks rekon unsur teks rekon dengan lengkap
5 unsur teks rekon dengan lengkap
4 unsur teks rekon dengan lengkap
3 unsur teks rekon dengan lengkap
1 unsur teks rekon dengan lengka menentukan
struktur teks rekon
Mampu menentukan 3 struktur teks rekon dengan lengkap
Mampu menentukan 3 struktur teks rekon
Mampu menentukan 2 struktur teks rekon
Mampu menentukan 1 struktur teks rekon
Belum mampu menentukan struktur teks rekon menentukan
kebahasaan
mampu menentukan 4 kebahasaan
mampu menentukan 4
kebahasaan
mampu menentukan 3
kebahasaan
mampu menentukan 2
kebahasaan
mampu menentukan 1
kebahasaan menilai
tindakan tokoh
Mampu menilai tindakan tokoh dengan benar
Sangat mampu menilai tindakan tokoh dengan benar
Mampu menilai tindakan tokoh dengan benar
Kurang mampu menilai tindakan tokoh dengan benar
Belum mampu menilai tindakan tokoh dengan benar memprediks
i tindakan tokoh
mampu memprediksi tindakan tokoh dengan benar
Sangat mampu memprediksi tindakan tokoh dengan benar
mampu memprediksi tindakan tokoh dengan benar
Kurang mampu memprediksi tindakan tokoh dengan benar
Belum mampu memprediksi tindakan tokoh dengan benar
2. Penilaian Sikap a. Lembar Observasi Guru
Guru melingkari nomor yang sesuai dengan perilaku siswa Kegiatan : Individu/Kelompok
Tanggal : …
Individu Kelompok
1. Mengerjakan tugas dengan mandiri 2. Terlibat aktif dalam setiap tahapan selama mengerjakan tugas
3. Percaya kemampuan diri sendiri 4. Berkomentar secara positif
5. Tugas dikumpulkan sesuai jadwal 6. Menghargai upaya rekan sekelompok
7. Kreatif dalam mengerjakan tugas 8. Partisipasi seimbang dengan seluruh mitra dalam kelompok
9. Berpikir kritis dalam menyampaikan gagasan
10. Negosisasi dalam kelompok untuk mencari kesepakatan
Nilai = skor yang dioeroleh x 100 = Jumlah penyataan
b. Instrumen Penilaian Diskusi
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah
Keterangan :
100 = Sangat Baik 75 = Baik
50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik
MATERI 1
Pengertian Teks Rekon
Teks rekon adalah salah satu jenis teks yang memuat suatu peristiwa, kegiatan, kejadian atau pengalaman masa lalu yang telah diamati secara kronologis dan ditujukan untuk memberikan informasi ataupun menghibur pembacanya.
Ciri-Ciri Teks Rekon Sudah disebutkan bahwa teks rekon mendeskripsikan kejadian yang telah terjadi. Selain itu, terdapat juga ciri lain yang dapat menggambarkan sebuah teks termasuk jenis rekon.
Berikut ini ciri-ciri teks rekon.
a. Berisi kejadian di masa lalu;
b. Menyajikan urutan peristiwa;
c. Mengandung fakta (jika menceritakan kejadian nyata secara ilmiah);
d. Mengandung hiburan (jika dikisahkan dengan tujuan hiburan).
Jenis Teks Cerita Ulang
Teks cerita ulang sendiri terdiri dari 3 jenis, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Rekon Pribadi, Rekon pribadi adalah cerita ulang yang isinya menceritakan kejadian masa lalu yang pernah dialami oleh penulisnya.
b. Rekon Faktual (Informasional), Rekon faktual atau informasional adalah cerita ulang yang isinya berupa kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain sebagainya.
c. Rekon Imajinatif, Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang mengandung cerita imajinatif dengan lebih detil atau mendalam.
Unsur-unsur Teks Cerita Ulang
LAMPIRAN
Berikut ini adalah unsur-unsur yang harus ada di dalam sebuah teks cerita ulang:
Tema dan amanat.
Alur.
Penokohan.
Latar Ceria Ulang berupa waktu dan tempat kejadian.
Nilai dalam cerita.
Struktur Teks Cerita Ulang
Berikut ini adalah struktur teks cerita ulang yang baik dan benar, lengkap dengan penjelasannya.
1. Orientasi (Pengenalan)
Orientasi atau pengenalan yaitu memberikan informasi tentang siapa, dimana, dan kapan peristiwa terjadi di masa lalu.
2. Peristiwa (Events)
Peristiwa atau events yaitu menceritakan urutan kejadian, peristiwa atau kegiatan yang akan di deskripsikan. Misalnya seperti “pada hari pertama, saya …, dan pada hari berikutnya, saya …, dan pada hari terakhir, saya..“
Pada bagian peristiwa atau event ini biasanya juga ada komentar pribadi mengenai peristiwa atau kejadian yang diceritakan tersebut.
3. Reorientasi (Pengulangan Pengenalan)
Reorientasi merupakan pengulangan pengenalan yang terdapat pada bagian orientasi.
Sehingga dapat diartikan dengan pengulangan yang merangkum rangkaian peristiwa, kejadian atau kegiatan yang diceritakan.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Ulang
Ciri kebahasaan yang ada di teks cerita ulang ialah penggunaan konjungsi subordinatif waktu dan verba tingkah laku. Berikut ini adalah penjelasannya:
Memakai kata yang menunjukkan apa, siapa, dimana, bagaimana, kapan.
MATERI 2
Verba tingkah laku merupakan verba yang mengacu pada sikap yang diungkapkan dengan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak). Seperti kata mengambil pada kalimat.
Menunjukkan keterangan waktu lampau, maksdunya adalah kata keterangan waktu yang menyatakan waktu lampau. Sebagai contoh adalah kata pernah, sering, biasanya, pagi-pagi, sesudah, sebelum, dan lainnya.
Menggunakan kata yang menunjukan waktu dan tempat.
Contoh Teks Cerita Ulang
Agar lebih mudah memahami definisi teks cerita ulang, silahkah sobat simak contoh teks cerita ulang beserta strukturnya berikut ini.
Judul: Hiking ke Gunung Prau Orientasi (Pengenalan)
Pada bulan Februari tahun 2014 saya bersama teman-teman Organisasi RISMA pergi ke Kawasan Pegunungan Tinggi Dieng untuk melakukan hiking ke Gunung Prau sekaligus untuk melakukan refreshing.
Peristiwa (Events)
Perjalanan dimulai dari purwokerto, pertama kami pergi ke terminal bus Purwokerto dan memilih naik bus dengan tujuan ke Wonosobo. Setelah 3 jam kami sampai di Wonosobo, selanjutnya kami beristirahat sekitar 1 jam sambil makan minum dan juga menunaikan ibadah sholat. Setelah waktu istirahat selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju ke bukit tinggi Dieng dengan menggunakan Bus lagi. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.
akhirnya kami sampai di Dieng menjelang magrib.
Kemudian kami melakukan perjalanan ke puncak saat malam hari tanpa ada penerangan sama sekali, karena kami lupa membawa senter. Untung saja ditengan perjalanan kami bertemu dengan pendaki lainnya yang berasal dari Semarang dan akhirnya kamipun menuju ke puncak gunung secara bersamaan. Lalu setelah sampai di puncak, kami membangun tenda dan
bermalam disana.
Reorientasi (Pengulangan Pengenalan)
Tidak sia-sia perjalanan yang kami lakukan mulai dari Purwokerto, Wonosobo, kemudian ke Dieng. Karena dengan kejadian tersebut kami jadi lebih paham dengan arti tolong menolong serta bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan, bahwa segala sesuatu yang diciptakan-Nya sangat begitu indah.
https://www.rumuspelajaran.com/pengertian-teks-cerita-ulang
MENILAI DAN MEMPREDIKSI TINDAKAN TOKOH
Sebelum kita mengetahui cara menilai watak tokoh, sebaiknya mengetahui terlebih dulu cara mengetahui watak tokoh.
Cara mengetahui watak tokoh dalam cerita sebagai berikut.
1. Membaca teks secara keseluruhan dengan cermat dan teliti.
2. Memperhatikan perwatakan yang secara langsung digambarkan oleh penulis.
3. Memperhatikan dialog antartokoh.
4. Memperhatikan penggambaran fisik tokoh dan perilaku tokoh.
Bacalah penggalan teks rekon berikut!
Dalam perjalanan, ada peristiwa yang tak terduga. Saat itu jalanan macet karena arus balik lebaran. Banyak mobil yang tidak dapat melaju. Di sisi lain, para pengendara sepeda motor saling menyusup deretan-deretan mobil tersebut. Teman saya salah satunya. Walaupun sudah berulang kali saya peringatkan untuk berhati-hati, Zamzam tetap melaju dengan kecepatan tinggi. Ketika akan mendahului mobil lain, tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil yang juga akan mendahului. Akibatnya, teman saya terserempet bagian depan mobil tersebut dan terjatuh. Beruntung kami tidak terluka.
1. Bagaimana tindakan Zam-zam saat berkendara?
2. Apa akibat dari tindakannya tersebut?
3. Jika zam-zam tidak melakukan tindakan itu, apa yang akan terjadi?
VII. Glosarium
Prediksi: ramalan atau prakiraan
Tindakan tokoh adalah watak atau sifat-sifat tokoh yang dikembangkan dari tindakannya, baik itu protagonis maupun antagonis.
Teks rekon adalah salah satu jenis teks yang memuat suatu peristiwa, kegiatan, kejadian atau pengalaman masa lalu yang telah diamati secara kronologis dan ditujukan untuk
MATERI 3
memberikan informasi ataupun menghibur pembacanya
VIII. Daftar Pustaka
Edukatif, Tim. 2021. Kompeten Berbahasa Indonesia. Erlangga. Jakarta.
https://www.rumuspelajaran.com/pengertian-teks-cerita-ulang
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6601634/teks-rekon-pengertian-fungsi-ciri- kebahasaan-struktur-dan-contohnya
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1(LKPD) MEMBACA TEKS REKON
Bacalah 3 buah teks di bawah ini dengan teliti!
Teks 1
Semangka
Semangka adalah salah satu jenis buah yang mengandung banyak air. Buah semangka memiliki biji di dalamnya. Biasanya ada semangka yang memiliki biji warna putih atau hitam kecokelatan. Buah semangka sendiri berwarna merah merona.
TP.10.4 Pelajar menilai dan memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual dan audiovisual.
Indikator Pendamping
a. Pelajar mengidentifikasi teks rekon berdasarkan ciri-cirinya b. Pelajar menentukan jenis-jenis teks rekon
c. Pelajar menentukan unsur-unsur teks rekon d. Pelajar menentukan struktur teks rekon
e. Pelajar menentukan kebahasaan teks rekon f.
Indikator Inti
g. Pelajar menilai tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual h. Pelajar memprediksi tindakan tokoh dalam teks rekon dari teks visual
PERTEMUAN 1
Buah ini sangat cocok dinikmati ketika musim panas. Kesegaran buah ini sangat cocok untuk menghilangkan rasa haus. Sensasi buah semangka ketika dimakan pada saat digigit akan terasa renyah dan menumpahkan air dari dagingnya ke dalam mulut. Sensasi ini yang menjadi favorit banyak orang.
Kulit buah semangka berwarna hijau belang-belang putih, hijau tua dan kuning keputihan. Meskipun kulitnya hijau tapi buah semangka tetap berwarna merah dan rasanya manis. Buah semangka memiliki berbagai ukuran sesuai beratnya. Semakin besar buah semangka maka semakin besar pula ukurannya.
Bobot buah semangka bervariasi, mulai dari 4 kg sampai 20 kg. Semangka yang berukuran kecil pada umumnya mencapai 4 sampai 5 kg. Sementara buah semangka yang berukuran sedang beratnya mencapai 6 sampai 10 kg. Jika beratnya sudah lebih dari itu, berarti sudah termasuk buah semangka berukuran besar.
Teks 2
Terserempet
Hari keempat lebaran, saya dan teman-teman pergi ke Waduk Wadaslintang. Waduk Wadaslintang berada di perbatasan Kebumen, Wonosobo. Saya pergi bersama teman-teman saya, Alivia, Zamzam, serta Syarif. Ketika saya pulang kerja, teman-teman sudah menunggu saya. Mereka lalu mengajak saya keluar.
Awalnya kami tidak merencanakan untuk pergi ke waduk. Baru ketika di perjalanan kami memutuskan untuk pergi ke sana karena udara di sana sangat segar, pemandangannya pun sangat indah. Kami juga berencana untuk mengunjungi teman kami yang rumahnya tidak jauh dari sana.
Dalam perjalanan, ada peristiwa yang tak terduga. Saat itu jalanan macet karena arus balik lebaran. Banyak mobil yang tidak dapat melaju. Di sisi lain, para pengendara sepeda motor saling menyusup deretan-deretan mobil tersebut. Teman saya salah satunya. Walaupun sudah berulang kali saya peringatkan untuk berhati-hati, Zamzam tetap melaju dengan
kecepatan tinggi. Ketika akan mendahului mobil lain, tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil yang juga akan mendahului. Akibatnya, teman saya terserempet bagian depan mobil tersebut dan terjatuh. Beruntung kami tidak terluka.
Kami melanjutkan perjalanan dengan pelan-pelan. Sesampainya di sana, kami terlebih dahulu pergi ke rumah teman kami. Kemudian, kami pergi ke waduk bersama-sama.
Pemandangan di sana sangat indah. Ribuan kilometer perairan terhampar. Sungguh segar udara di sana.
Teks 3
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang disebabkan oleh perpindahan atau pergerakan suatu lapisan yang dimulai dari dasar permukaan bumi. Fenomena alam ini sering terjadi di dekat gunung berapi, gunung berapi aktif, dan di daerah yang didominasi pegunungan. Gempa
bumi disebabkan oleh pergerakan atau pergerakan lapisan bumi dan letusan gunung berapi yang sangat kuat. Selain itu, gempa bumi terjadi dengan sangat cepat dan berdampak besar bagi daerah sekitarnya.
Getaran seismik saat gempa yang sangat kuat tersebut bisa menyebar ke segala arah, sehingga berpotensi untuk meratakan bangunan dan bisa menimbulkan korban jiwa. Gempa bumi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, gempa vulkanik dan gempa gerakan kerak, tergantung pada penyebab terjadinya. Gerakan kerak menyebabkan gerakan kerak karena melunak dan menyebabkan perpindahan dan gerakan. Teori “tektonik lempeng” menjelaskan bahwa bumi kita terdiri dari beberapa lapisan buatan.
Sebagian besar wilayah kerak ini tersapu seperti salju dan mengapung di atas lapisan.
Lapisan-lapisan ini bergerak sangat lambat sehingga mereka runtuh dan saling bertabrakan.
Itu sebabnya ada gempa bumi. Selain itu, gempa bumi vulkanik terjadi akibat adanya letusan gunung berapi yang sklalanya sangat besar. Jenis gempa vulkanik ini dalam praktiknya lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan jenis gempa tektonik.
Latihan 1
1. Jelaskanlah nama teks berdasarkan ciri-ciri di atas!
2. Manakah teks rekon? Jelaskanlah alasanmu!
Latihan 2
RANTING POHON DARI TUHAN
Tsunami telah melontarkan tubuh Rizal Sahputra ke hamparan Samudra Hindia.
Pemuda 20 tahun tersebut terkatung-katung delapan hari di lautan lepas yang seakan tak bertepi itu. Tekadnya untuk selamat hanya ditautkan pada sebuah pohon bercabang tiga yang berhasil dia raih. Rizal menyebut cabang pohon itu pertolongan dari Tuhan. Dia sangat bersyukur ketika lambaian dengan ranting pohon itu disambut kapal Malaysia.
Memulai cerita, Rizal tak bakal lupa detail Minggu pagi yang mengerikan itu. “Saat itu, saya tengah membantu pembangunan masjid di Banda Aceh selama beberapa saat. “Lalu, banyak anak kecil yang berlarian dan berteriak ada ombak datang”, kata Rizal saat dirawat di RS. Port Klang, Malaysia.
Upaya mereka menyelamatkan diri sia-sia karena ombak yang datang langsung meringkus tubuh mereka. “Ombak itu lebih kurang setinggi 20 meter”, ujar Rizal yang sekujur tubuhnya penuh luka terkelupas karena terbakar matahari. Melanjutkan ceritanya, dia ternyata terseret ke laut. Rizal lalu berpegangan papan yang juga terombang-ambing di tengah laut. Dia berbagi dengan beberapa orang lainnya yang juga terseret gelombang tsunami. “Pertama, ada beberapa orang teman yang bersama saya berpegangan papan”, ujarnya. Makin hari makin banyak yang tak tahan. Tinggal saya sendiri dan mayat-mayat yang mengapung di kanan kiri saya”, lanjutnya.
Rizal merasa tidak takut, tapi terasa putus asa. “Saya pikir, saat itu adalah hari kiamat”, katanya. Harapan sebenarnya sering datang, dia melihat beberapa kapal yang melintas, namun terlalu jauh. Di tengah ketidakpastian itu, Rizal menemukan pohon bercabang tiga yang terapung, dia pun berpindah ke pohon itu.
Dia mulai merasa ada luka yang berada di sikunya mulai berbau. Ketakutan merayap di hatinya. “Saya terus berdoa kepada Tuhan sebab saya pikir, saya pasti mati jika saya tidak
melihat kapal lagi”, lanjutnya. Untuk menyambung hidup, Rizal hanya makan buah kelapa yang hanyut. Dia menghilangkan rasa haus dengan meminum tetesan air hujan.
Doa Rizal terjawab pada hari kedelapan. Lambaian Rizal dilihat oleh awak kapal barang MV Durhan Bridge. “Saya menggunakan cabang pohon untuk melambai. InsyaAllah mereka melihat saya.”
Keyakinan Rizal terbukti, kepala kru kapal itu, Huang Weng Feng melihat lambaian Rizal. “Kami melihat reruntuhan, ada kayu dan pohon, papan, dan sampah lainnya terapung di tengah laut. Ketika saya melihat pohon di kejauhan, saya dan awak kapal ke sana karena rasa saya melihat seseorang,” ujar Huang.
Kami melihat pria ini berteriak minta tolong, kami langsung menurunkan kecepatan dari 18 knot menjadi 4 knot dalam waktu 10 detik. Biasanya, kami tidak pernah melakukan hal itu karena bisa merusak mesin. Akan tetapi, saya merasa kali ini harus melakukannya karena saya menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Kapten Liu Xiang Ping, 40 tahun.
“Apa yang dia alami adalah mukjizat. Secara fisik, dia lemah, namun pikirannya masih jelas,” ujarnya. “Dia tidak mengigau meski kakinya sudah berubah menjadi pucat ketika kami mengangkatnya. Semangat hidupnya luar biasa, “ lanjutnya.
(Seperti diceritakan ulang oleh: Supriyanto) 1. Analisislah unsur-unsur teks rekon!
NO Unsur teks rekon Jawaban
1 Tema dan amanat.
2 Alur (urutan peristiwa)
3 Penokohan
4 Latar Cerita Ulang berupa waktu dan tempat kejadian
5 Nilai dalam cerita
Bacalah teks rekon/cerita ulang di bawah ini dengan teliti!
Hiking ke Gunung Prau
Pada bulan Februari tahun 2014 saya bersama teman-teman Organisasi RISMA pergi ke Kawasan Pegunungan Tinggi Dieng untuk melakukan hiking ke Gunung Prau sekaligus untuk melakukan refreshing.
Perjalanan dimulai dari purwokerto, pertama kami pergi ke terminal bus Purwokerto dan memilih naik bus dengan tujuan ke Wonosobo. Setelah 3 jam kami sampai di Wonosobo, selanjutnya kami beristirahat sekitar 1 jam sambil makan minum dan juga menunaikan ibadah sholat. Setelah waktu istirahat selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju ke bukit tinggi Dieng dengan menggunakan Bus lagi. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.
akhirnya kami sampai di Dieng menjelang magrib.
Kemudian kami melakukan perjalanan ke puncak saat malam hari tanpa ada
penerangan sama sekali, karena kami lupa membawa senter. Untung saja ditengan perjalanan kami bertemu dengan pendaki lainnya yang berasal dari Semarang dan akhirnya kamipun menuju ke puncak gunung secara bersamaan. Lalu setelah sampai di puncak, kami membangun tenda dan bermalam disana.
Tidak sia-sia perjalanan yang kami lakukan mulai dari Purwokerto, Wonosobo, kemudian ke Dieng. Karena dengan kejadian tersebut kami jadi lebih paham dengan arti tolong menolong serta bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan, bahwa segala sesuatu yang diciptakan-Nya sangat begitu indah.
Latihan
1. Tentukanlah struktur teks rekon di atas!
2. Analisislah kebahasaan teks tersebut!
Ciri Kebahasaan teks rekon keterangan
Memakai kata yang menunjukkan apa, siapa, dimana, bagaimana, kapan
Verba tingkah laku
PERTEMUAN
2
Menunjukkan keterangan waktu lampau
Menggunakan kata yang menunjukan waktu dan tempat
Bacalah kembali teks yang berjudul RANTING POHON DARI TUHAN!
Memulai cerita, Rizal tak bakal lupa detail Minggu pagi yang mengerikan itu. “Saat itu, saya tengah membantu pembangunan masjid di Banda Aceh selama beberapa saat. “Lalu, banyak anak kecil yang berlarian dan berteriak ada ombak datang”, kata Rizal saat dirawat di RS. Port Klang, Malaysia.
Upaya mereka menyelamatkan diri sia-sia karena ombak yang datang langsung meringkus tubuh mereka. “Ombak itu lebih kurang setinggi 20 meter”, ujar Rizal yang sekujur tubuhnya penuh luka terkelupas karena terbakar matahari. Melanjutkan ceritanya, dia ternyata terseret ke laut. Rizal lalu berpegangan papan yang juga terombang-ambing di tengah laut. Dia berbagi dengan beberapa orang lainnya yang juga terseret gelombang tsunami. “Pertama, ada beberapa orang teman yang bersama saya berpegangan papan”, ujarnya. Makin hari makin banyak yang tak tahan. Tinggal saya sendiri dan mayat-mayat yang mengapung di kanan kiri saya”, lanjutnya.
Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan penggalan teks di atas!
1. Bagaimana watak tokoh berdasarkan tindakan yang dilakukan tokoh?
2. Jika tokoh tidak melakukan tindakan itu, kira-kira apa yang terjadi?
Upaya mereka menyelamatkan diri sia-sia karena ombak yang datang langsung meringkus tubuh mereka. “Ombak itu lebih kurang setinggi 20 meter”, ujar Rizal yang sekujur tubuhnya penuh luka terkelupas karena terbakar matahari. Melanjutkan ceritanya, dia ternyata terseret ke laut. Rizal lalu berpegangan papan yang juga terombang-ambing di tengah laut. Dia berbagi dengan beberapa orang lainnya yang juga terseret gelombang tsunami. “Pertama, ada beberapa orang teman yang bersama saya berpegangan papan”, ujarnya. Makin hari makin banyak yang tak tahan. Tinggal saya sendiri dan mayat-mayat yang mengapung di kanan kiri saya”, lanjutnya.
Rizal merasa tidak takut, tapi terasa putus asa. “Saya pikir, saat itu adalah hari kiamat”, katanya. Harapan sebenarnya sering datang, dia melihat beberapa kapal yang melintas, namun terlalu jauh. Di tengah ketidakpastian itu, Rizal menemukan pohon bercabang tiga yang terapung, dia pun berpindah ke pohon itu.
PERTEMUAN
3
Dia mulai merasa ada luka yang berada di sikunya mulai berbau. Ketakutan merayap di hatinya. “Saya terus berdoa kepada Tuhan sebab saya pikir, saya pasti mati jika saya tidak melihat kapal lagi”, lanjutnya. Untuk menyambung hidup, Rizal hanya makan buah kelapa yang hanyut. Dia menghilangkan rasa haus dengan meminum tetesan air hujan.
Doa Rizal terjawab pada hari kedelapan. Lambaian Rizal dilihat oleh awak kapal barang MV Durhan Bridge. “Saya menggunakan cabang pohon untuk melambai. InsyaAllah mereka melihat saya.”
1. Bagaimana watak tokoh berdasarkan tindakannya pada teks yang dihitamkan di atas?
2. Apa yang akan terjadi jika Rizal tidak berpindah ke pohon yang bercabang tiga itu?