TRANSISTOR II
BJT dan FET
BJT
I
CI
B(kontrol arus)
FET I
D+
-
V
GS(kontrol tegangan)
Bipolar Junction Transistor (BJT) : -. dikontrol oleh arus
- IC bergantung pada IB
-. carrier: elekron dan hole (bipolar)
Field Effect Transisitor (FET) : -dikontrol oleh tegangan
- ID bergantung pada VGS
- carrier: elektron atau hole (unipolar)
Tipe FET
• 1. Junction Field Effect Transistor (JFET)
• 2. Metal Oxide Semiconductor Field Effect
Transistor (MOSFET)
Kontruksi JFET
• 2 tipe JFET : n channel dan p channel
• Terdapat 3 terminal - Drain (D)
- Source (S)
- Gate (G)
Cara Kerja JFET
• Pada junction terjadi lapisan deplesi (depletion layer) akibat rekombinasi elektron dan holes
• Ketika elektron mengalir dari source ke drain, elektron harus melewati channel sempit di antara ke dua lapisan deplesi. Semakin negatif tegangan gate, semakin sempit channel. Semakin kecil arus yang mengalir antara souce dan drain
• Tegangan gate mengontrol besar arus yang mengalir antara source dan drain
source gate
drain
Karakterisitik Operasi JFET
3 kondisi operasi JFET:
A. V
GS= 0, V
DSmenaik ke suatu nilai positif
B. V
GS< 0, V
DSpada suatu nilai positif
C. Voltage Controlled Resistor
Kondisi 1
• Kondisi 1: VGS=0 dan VDS naik ke suatu nilai positif:
- Gate dihubungkan dengan Source VGS=0
- VGS=0 dan VDS=0 FET tidak aktif - VDS dinaikkan: Daerah deplesi antara p gate dan n channel akan membesar dengan semakin
banyaknya elektron yang berekombinasi dengan hole - Memperbesar daerah deplesi akan memperkecil daerah n dan memperbesar resistansinya
- Arus dari Source ke Drain (ID) semakin besar karena VDS semakin besar
Pinch Off
• Jika V
DSdinaikkan terus daerah
deplesi semakin membesar sampai akhirnya
bersentuhan
(pinchoff)
Saturasi
• Pada titik pinchoff:
• Kenaikan V
DSlebih lanjut tidak akan menaikkan I
D. V
GSpada pinchoff
dinyatakan dengan V
P• I
Dpada saturasi atau maksimum dinyatakan
dengan I
DSSKondisi 2
• V
GS< 0 dan V
DSpada suatu nilai positif:
• V
GSsemakin
negatif, maka
daerah deplesi
akan semakin
besar
I D I DSS
VGS menjadi lebih negatif:
•
JFET akan pinch-off pada tegangan yg lebih rendah (Vp).
• I
Dberkurang (I
D< I
DSS) meskipun V
DSdinaikkan
• I
Dpada 0A. V
GSpada titik ini disebut Vp or gate source cutt off voltage, V
GS(off).
• breakdown V
DS> V
DSmax.
Kurva Drain JFET
Kondisi 3
• Voltage Controlled Resistor:
• Daerah disebelah kiri titik pinchoff dinamakan daerah ohmic. JFET dapat dioperasikan
sebagai variable resistor dimana resistansi drain source, r
ddikontrol oleh V
GS.
• V
GSlebih negatif, r
dnaik
• Hubungan r
ddengan V
GS2 P GS
o
d
(1 V V )
r r
rd=resistansi pada suatu nilai VGS tertentu ro= resistansi pada VGS=0JFET p channel
• JFET p channel memiliki prinsip yang sama dengan JFETn channel
• Channel adalah semikonduktor tipe p.
• Polaritas tegangan dan arah arus berlawanan jika
dibandingkan dengan
transistor JFET n channel.
Simbol rangkaian untuk tipe p
juga sama, hanya saja dengan
arah panah yang berbeda.
MOSFET
• MOSFET = Metal Oxide Semiconductor FET
• Mempunyai karakterisitik yang mirip dengan FET
• Memiliki drain, source, gate
• Gate terbuat dari bahan metal
• Karena gate yang terisolasi sering disebut juga Insulated Gate FET ( IGFET)
• Dua jenis MOSFET - Depletion Mode
- digunakan pada rangkaian linear
- Enhancement Mode
- digunakan pada rangkaian digital
Depletion Mode MOSFET Construction
Drain (D) dan Source (S) dihubungkan dengan n-doped region n-doped region dihubungkan melalui n-channel
n-channel dihubungkan dengan Gate (G) melalui insulating layer SiO2 yang tipis n-doped material berada pada p-doped substrate yang dapat mempunyai terminal tambahan yang dihubungkan dengan substrate (SS)
Depletion Mode MOSFET
• n channel
Prinsip Kerja
• Elektron bebas
mengalir dari source ke drain melalui n
region. elektron yang mengalir harus
melalui channel yang
sempit diantara gate
dan p region
Tegangan Gate Negatif
• 1. Tegangan gate negatif - VDD mendorong elektron mengalir dari source ke drain.
Elektron tersebut mengalir melalui channel yang sempit disebelah substrate p.
- Tegangan gate mengontrol lebarnya channel. Semakin negative tegangan gate,
semakin kecil arus drain. Ketika tegangan gate sudah cukup
negatif, arus drain akan cut off.
- Operasi MOSFET sama
dengan JFET ketika V
GSnegatif
• Karena gate terisolasi dari channel, tegangan positif dapat diberikan pada gate.
Tegangan gate positif menaikkan banyaknya elektron bebas yang
mengalir melalui channel.
• Semakin positif tegangan gate, semakin besar arus dari source ke drain
Tegangan Gate Positif
Kurva Drain Depletion MOSFET
p channel n channel
ketika VGS = 0V, ID = IDSS Ketika VGS < 0V, ID < IDSS
Enhancement Mode MOSFET Construction
Drain (D) dan Source (S) dihubungkan dengan n-doped region n-doped regions tidak berhubugan melalui n-channel
Gate (G) berhubungan dengan p-doped substrate melalui insulating layer SiO2 yang tipis
Enhancement Mode MOSFET
• N Channel
Enhancement Mode MOSFET
• Ketika VGS =0, VDD akan mendorong elektron bebas dari source ke drain, tetapi substrat p hanya mempunyai sedikit elektron bebas. Tidak ada arus mengalir anatra source dan drain, MOSFET dalam keadaan Off
• VGS >0 elektron tertarik kearah substrat p dan berekombinasi dengan hole. Karena potensial gate lebih positif, elektron terlebih dahulu tertarik dan menumpuk di sisi substrat yang berbatasan dengan gate. Elektron akan terus menumpuk dan tidak dapat mengalir menuju gate karena terisolasi oleh bahan insulator SiO2.
• Jika tegangan gate cukup positif, maka tumpukan elektron akan menyebabkan terbentuknya semacam lapisan n yang negatif dan seketika itulah arus drain dan source dapat mengalir. Lapisan yang terbentuk ini disebut dengan istilah inversion layer. Di sini karena subtratnya tipe p, maka lapisan inversion yang terbentuk adalah bermuatan negatif atau tipe n.
• Tegangan minimum dimana lapisan inversion n mulai terbentuk disebut tegangan threshold, VGS(th). Pada tegangan ini transistor mulai on
Kurva Drain Enhancement MOSFET
Thyristor (1)
• Kontruksi : terdiri dari 4 lapisan semikonduktor (pnpn)
• Seperti saklar mekanis thyristor mempunyai 2 keadaan : ON (menghantarkan) dan OFF (tidak menghantarkan)
• Sekali dipicu (triggered) akan tetap ON
• Jenis a.l:
- SCR (Silicon Controlled Rectifier) - TRIAC
• Aplikasi: kontrol kecepatan dan frekuensi, penyearahan dan pengubahan daya - pengendali motor
- manipulasi robot
- kontrol panas dan cahaya
Thyristor (2)
Collector Q1 tersambung pada base Q2 dan sebaliknya collector Q2 tersambung pada base Q1
Thyristor (3)
• Jika arus base Q1 naik, arus
collector Q2 naik, akibatnya arus base Q1 bertambah besar dan arus collector pada Q2 akan semakin besar juga. Demikian seterusnya sampai thyristor menjadi jenuh.
Pada saat tersebut thyristor dalam keadaan ON atau seperti switch yang tertutup
• Jika arus base Q2 menurun, arus collector Q2 akan menurun sehingga arus base Q1 akan mengecil yang akan mengurangi arus collector Q2.
Demikian seterusnya sampai
thryristor cutoff. Pada saat demikian thyristor dalam keadaan OFF atau seperti switch terbuka.
open switch closed
switch
SCR (1)
• Terdiri dari 4 lapisan pnpn
• Mempunyai 3 terminal: anoda, katoda, gate
• Tidak memperkuat sinyal, digunakan sebagai
saklar (switch)
SCR (2)
• Kurva karakteristik
Vbo= tegangan break over, tegangan minimum agar SCR ON IG = arus gate
IGT = arus trigger gate
Ih = arus holding, arus yang mempertahankan SCR tetap ON
TRIAC
• TRIAC (Triode for Alternating Current)
• Disebut thyristor bi directional.
• TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama.
• TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif, serta dapat dihidupkan dengan menggunakan
tegangan bolak-balik pada Gate.
• Banyak digunakan pada rangkaian kontrol dan pensaklaran (light dimmer, electric heating control, dll)