• Tidak ada hasil yang ditemukan

FILOSOFI AUDIT pdf

N/A
N/A
andri insptbnjr

Academic year: 2024

Membagikan "FILOSOFI AUDIT pdf "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

FILOSOFI AUDIT

NAMA : Y a m a n i

NIP : 19650901 198503 1003 No, Absen : 29

Sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Bapak widyaiswara (Dr.Marno Kastawo. Ak. ME) yang memberikan materi tentang Filosofi Auditing dikaitkan dengan pertanyaan yang diajukan yaitu : Apa yang harus dilakukan oleh seorang Pengendali Mutu.

Setelah mempelajari arti dan khakikat dari filosofi auditing dapat kami berikan simpulan sebagai berikut :

1. Seorang pengendali mutu perlu mempelajari tentang teori Filosofi Auditing dan menerapkan atau mengimplementasikan teori tersebut didalam pelaksanaan kegiatan audit sehingga mutu dari hasil audit dapat mencapai hasil yang lebih baik.

2. Auditing sebenarnya bukan hanya sebagai rangkaian praktik, prosedur, mekanisme, metoda, teknik dan argument yang sering kita kenal sebagai sebuah teori tetapi apabila pekerjaan profesi auditing tidak dilandasi sikap filosofis cenderung akan mudah goyah. Sebaliknya jika progesi audit diperkuat dengan landasan filosofisnya, maka yang bersangkutan akan mampu memegang prinsip- prinsip yang dianutnya dengan kuat.

3. Wilayah teoritis auditing perlu diperkirakan dan dikembangkan dengan sungguh- sungguh yaitu :

- Akan membantu kemandirian auditing sebagai ilmu atau disiplin yang berdri sendiri;

- Dapat memberikan penjelasan dengan baik tentang domain yang menjadi

(2)

- Dapat memperjelas tujuan poko auditing;

- Dapat memberikan kerangka dasar bagi pengembangan auditing ‘

- Dapat memperkokoh auditing sebagai profesi yang melayani kepentingan masyarakat dengan berlandaskan kepada kepentingan ilmiah.

4. Postulat adalah setiap anggapan dasar yang digunakan sebagai titik tolak dalam pengembangan suatu disiplin

5. Postulat diperlukan sebagai asumsi yang harus diterima terlebih dahulu , terlepas dari kesesuaian atau tidaknya dengan kenyataan sebelum dikemukakan preposisi-preposisi lainnya.

6. Ciri-ciri pokok postulat yaitu :

a. Dipentingkan dalam pengembangan auatu disiplin intelektual b. Bersifat asumtif, sehingga tidak perlu dibuktikan kebenarannya c. Berfungsi sebagai dasar untuk inferensi

d. Menjadi salah satu landasan struktur teoritis

e. Terbuka terhadap tantangan dipanang dari sudut pengembangan pengetahuan

7. Postulat menurut Mautz dan sharaf “The Pilosophy of Auditing” yaitu :

7.1 Asersi atau objek audit harus verifiable atau auditable (verifikasi atau audit yang diperlukan untuk mendapatkan keyakinan tentang kewajaran suatu asersi atau laporan atau apapun yang menjadi obyek dari audit)

7.2 Auditor yang bertugas memiliki hubungan netral dan tidak mempunyai konflik dengan objek audit (guna mendapatkan hasil uji yang meyakinkan ,harus terdapat jaminan adanya hubungan yang netral antara auditor dengan auditan)

7.3 Asersi atau objek audit harus dipandang bebas dari kekeliruan sampai proses pembuktian diselesaikan dan menunjukan sebaliknya (asumsi ini menempatkan auditor pada posisi yang tepat sebagai pihak yang diharapkan melakukan pengujian tentang kewajaran asersi)

7.4 Asumsi bahwa terdapat SPI yang berjalan dengan semestinya sampai diperoleh bukti terjadi sebaliknya (dalam menghasilkan informasi atau

(3)

asersi, sudah seyogyanya kalau organisasi memiliki system sampai informasi /asersi itu dihasilkan)

7.5 Ketentuan atau standar yang berlaku telah dijalankan dengan konsisten (untuk menilai kewajaran suatu asersi atau laporan , seperti laporan keuangan, auditor seharusnya menyadari adanya standar,ketentuan atau kriteria yang berlau atau diberlakukan)

7.6 Setiap auditor berfungsi secara eksklusif sebagai auditor (auditor seperti professional lainnya, mempunyai tanggungjawab terhadap masyarakat yang harus selalu member jaminan bahwa ia menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya tanpa dipengaruhi oleh kepentingan diluar apa yang semestinya dianggap baik oleh profesi auditing)

7.7 Setiap auditor diasumsikan professional (kalau terdapat asumsi awal bahwa yang melakukan audit tidak memiliki kemampuan maupun perilaku yang professional,maka segala hasil pekerjaannya akan menjadi sia-sia belaka.

8. Konsep dasar auditing meliputi 5 aspek “ a. Konsep pembuktian ;

b. Konsep kelayakan asersi ; c. Konsep kecermatan profesi ; d. Konsep independensi ; e. Konsep etika.

9. Fungsi pembuktian ; pembuktian dalam auditing menjadi salah satu konsep yang fundamental yang berupaya untuk memperoleh bukti berupaya untuk memperoleh bukti berupa data maupun informasi yang mendukung simpulan audit.

10.Pembuktian dalam auditing : kriteria bukti yang secara tradisional dipandang penting bagi auditing harus memenuhi dua aspek yakni cukup dan kompeten.

11.Kecukupan bukti didasarkan pada pertimbangan tiga factor yaitu : tingkat materialitas dan risiko, factor ekonomi dan besar dan karakteristik populasi.

(4)

12.Jenis bukti yang dipertimbangkan dalam audit yaitu : bukti fisik, hasil observasi, konfirmasi, bukti dokumen,keterangan atau pernyataan, analisis matemetis atau rasional)

13.Bukti yang kompeten akan terkait kepada 4 aspek yaitu :

- Relevansi (bukti yang relevan harus memiliki kaitan dengan aspek audit yang menjadi target)

- Sumber (dari segi sumber bukti yang diperoleh, tingkat keandalan bukti dipengaruhi oleh keandalan sumbernya

- Ketepatan waktu (bukti yang andal sedapat mungkin terkait dengan auat diproduksi bersamaan dengan trjadinya peristiwa yang dilaporkan)

- Ideal dan objektivitas ( bukti yang ideal beraitan erat dengan objektivitas bukti yang diperoleh)

14.Konsep kewajaran asersi ( auditing berhubungan dengan kepercayaan dimana laporan atau informasi yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan telah melalui pengujian oleh jasa professional yang mampu menghubungkan pernyataan , informasi atau laporan seperti lap keuangan prush dgn kenyataan yg sesungguhnya)

15.Konsep kecermatan professional (upaya maksimal dari setiap auditor dalam pemanfaatan pengetahuan, keterampilan dan pertimbangan rasional dengan penuh kehati-hatian dalam melaksanakan fungsi auditing)

16.Professional skepticism adalah seorang auditor harus bersifat kritis untuk mempetanyakan kebenaran informasi/laporan yang diauditnya sampai memperoleh bukti-bukti yang mendukung kebenaran itu

17.Kehati-hatian seorang praktisi mengandung atribut (selalu merencanakan dengan baik thd langkah yang hendak dilakukannya/pengendalian dalam pelaksanaannya; menggunanakan sepenuhnya kemampuan pengetahuan yang dituntut ;memiliki dan mampu menjalankan keahlian yang dituntut ;selalu waspada terhadap setiap kemungkinan penyimpangan; meiliki sikap yang seksama dalam melakukan tugas dan mengambil putusan dan berusaha mengevaluasi tindakan dan putusannya)

(5)

18.Pertimbangan profesi bertumpu pada rangkaian proses : kesadaran secara penuh tentang apa yang hendak dibuktikan ; penetapan dukungan bukti yang diperlukan ; pengumpulan bukti dalam batas waktu dan biaya yang wajar ; penilaian terhadap bukti-bukti yang berhasil diperoleh dan pengamblan putusan secara umum tentang kesesuaian bukti dengan proposi yang ingin dipersiapkan kebenarannya)

19.Konsep independensi (berarti wujud atau sikap objektif dan tidak bias dalam pengamblan putusan.bg AUDITOR : kemauan dan kemampuan untuk senantiasa mempertahankan sikap yg bebas atau tidak terikat oleh kepentingan manapun dan tekanan dari pihak siapapun termasuk kepentingannya sendiri)

20.Tiga jenis independensi auditor : Independensi program-kebebasan auditor dari pengaruh dan kendali pihak manapun dlm penentuan sasaran dan ruang lingkup audit ; independensi Investigasi –kebebasan auditor dr pengaruh dlm melakukan aktivitas pembuktian yg diperlukannya ; independensi pelaporan-agar auditor memiliki kebebasan tanpa pengaruh dan kendali klien dalam mengemukakan fakta yang telah diuji/dlm menetapkan judgment serta simpulannya)

21.Independensi auditor terdiri dari, independensi praktisi-independensi yang nyata yang harus dipertahankan dalam rangkaian kegiatan audit mulai dari perencanaan sampai dengan laporan : independensi profesi berkaitan dengan citra auditor dipandang mata masyarakat umum thd auditor yg bertugas.

22.Lima hal pokok yang berkaitan dengan independensi (kualitas personil,kebenaran yang diperoleh,hubungan personil, kepentingan keuangan, solidaritas profesi) 23.Konsep independensi merupakan konsep yang mutlak yg harus dipertahankan

oleh auditor sehingga fungsinya dapat dipandang bernilai oleh publik namun karena independensi lebih bersifat state of mind maka penilaian lebih banyak bergantung pada tinjauan publik thd independensi auditor)

24.Konsep etika profesi (profesi penyelenggaraan kegiatan pemberian jasa bagi kepentingan publik, adanya pengakuan keahlian khusus,adanya ketentuan untuk membatasi orang-orang yg berhak menyandang kewenangan profesi, diberikan

(6)

25.Enam filosofi audit internal LAWRENCE B SAWYER By artikel an internal audit philosophy :

a. Internal audit harus bisa memberikan nilai tambah

b. Fungsi audit internal harus didasarkan pada mandate.kewenangan yg kuat dan jelas

c. Pahami dengan baik tujuan stakeholders

d. Fungsi audit internal harus memperoleh dan menyajikan informasi secara akurat

e. Harus mencermati budaya dan situasi politis yang sedang berlangsung f. Sampaikan saran/rekomendasi dengan cara yg konstruktif

26.Fungsi audit internal : memberikan informasi yang bernilai tambah, fungsi perlindungan dan sebagai jembatan penghubung antara kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha (manajemen)

27.Fungsi manajemen dlm organisasi :menjalankan peran manajemen untuk mencapai tujuan organisasi melalui proses manajemen risiko, pengendalian internal, dan tata kelola.

28.Manajemen resiko : serangkaian proses sejak identifikasi, analisis,pengelolaan dan pengendalian risiko untuk memberikan keyakinan yang memadai tentang pencapaian tujuan.

29. 7 masalah yg menyebabkan hilangnya makna audit internal :

a. Ineffective planning (kegagalan dalam aktivitas tersebut , menyebabkan segala tindakan yang dilakukan sesudahnya menjadi tidak bermakna.

b. Being self centered (apabila auditor menginginkan keberadaannya memberikan manfaatbg organisasi maka auditor harus memahami bahwa apa yang dikrjakannya bukanlah segala-galanya bg organisasi ttp hanya bagian penting yang membantu organisasi mencapai tujuannya.

c. Losing the truth (apa yang tampak seperti masalah kecil diakhir priode audit dan sebaliknya simpulan akhirdari temuan awal yang dianggap signifikan belum tentu sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh auditor)

d. Ineffective communications (untuk dapat melakukan komunikasi secara efektif auditor harus mampu mengidentifikasi tema-tema dan isu umum

(7)

selama audit berlangsung,mengkonsolidasikan dan menampilkannya dalam format yang spesifik sesuai kebutuhan untuk disampikan kepada manajemen) e. Failing political science (politik adalah proses yang dilakukan oleh suatu

kelompok atau orang untuk membuat keputusan jadi bagaimana hal dapat diterapkan didalam audit)

f. Inability to negotiate (internal auditor pd umumnya menganggap dirinya ahli dibidang tatakelola, risiko dan pengendalian .negosiasi merupakan bagian dari pekerjaan auditor karena auditor bergelut dengan masalah ,maka dari itu auditor harus memperoleh pendapat dari orang yang paling tahu dengan masalah tersebut, yaitu manajemen)

g. Destroying credibility (profesi internal audit dibangun atas konsep penilaian yang independen, penilaian yang tidak kredibel menimbulkan bias sehingga menjadi tidak objektif.penilaian yang demikian akan menghilangkan value yang berakibat pada hilangnya value audit)

30.Hal-hal yang diperlukan dalam membangun KREDIBILITAS AUDIT :

a. Pertimbangan dan opini didasarkan pada pengujian audit dan dokumentasi b. Tidak mendiskusikan hasil audit kecuali dengan orang yang memang perlu

untuk mengetahui hasil audit

c. Pengungkapan isu hanya pada bagian yang telah direviu sebelumnya d. Pembentukan opini hanya berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Referensi

Dokumen terkait

Setiap jawaban pada butir pernyataan instrumen harus dibuktikan dengan bukti fisik, dokumen, atau fakta seperti dijelaskan pada Juknis. Bukti fisik, dokumen, maupun fakta yang sama

Dalam pembahasan yang telah dikemukakan di atas, penulis dapat menduga bahwa factor-faktor yang dipertimbangkan auditor dalam mengumpulkan bahan bukti audit yang

•) Jika auditor menyimpulkan bahwa penolakan manajemen untuk mengizinkan auditor mengirim permintaan konfirmasi adalah tidak masuk akal, atau auditor tidak dapat memperoleh bukti

Dari sekian banyak prosedur yang dilakukan oleh KAP untuk memperoleh bukti tertulis pernyataan kepatuhan dan bukti yang cukup dan tepat sehinga menghasilkan Laporan Audit

Konfirmasi eksternal adalah bukti audit berupa tanggapan tertulis secara langsung yang diperoleh auditor, atas permintaannya, dari pihak ketiga (pihak yang

Bukti keterangan adalah bukti yang diperoleh auditor dari pihak lain (baik dari pihak. auditi maupun pihak ketiga) berdasarkan pertanyaan atau informasi tertentu

Reduksi kualitas audit merupakan perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh auditor selama pelaksanaan prosedur audit yang mereduksi efektivitas bukti-bukti audit

Novie Susanto Tanggal Audit 13 November 2022 PTK No: Kategori: Mayor Minor Observasi Referensi Butir Mutu Uraian Temuan diisi oleh auditor & ditandatangani: Dokumen mutu perlu