• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan self esteem dengan kecemasan berbicara di

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "hubungan self esteem dengan kecemasan berbicara di"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Ha diterima Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara harga diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa BPI IAIN Ponorogo. 5 Baidi Bukhori, Kecemasan Berbicara di Depan Umum, (Jurnal Komunikasi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia), 2016.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Self Esteem Dengan Kecemasan Public Speaking Pada Mahasiswa BPI IAIN Ponorogo”. Menganalisis apakah ada hubungan antara Self-Esteem dengan Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa BPI IAIN Ponorogo.

Kegunaan Penelitian 1. Manfaat teoritis

Hubungan kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik. 13 Sri Wahyuni, Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa psikologi, (Journal of Psychological Science, Universitas Mulawarman), 2013.

Landasan Teori 1. Self Esteem

Kecemasan

Sedangkan menurut McCroskey, beberapa individu mengalami kecemasan hanya pada kondisi tertentu, yang berarti ada tipe umum dari keadaan komunikasi yang menimbulkan kecemasan, yaitu komunikator. Kecemasan berbicara adalah masalah komunikasi yang terjadi ketika siswa kurang memiliki keterampilan komunikasi yang matang meskipun mereka memiliki ide dan pemikiran yang matang. Kecemasan berbicara di depan umum sebagai ketakutan atau kecemasan yang terkait dengan situasi berbicara nyata atau yang dibayangkan.

Semakin rendah kecemasan komunikasi, semakin sedikit ketidaknyamanan yang dirasakan individu saat berkomunikasi. Dalam situasi yang dapat menimbulkan kecemasan komunikasi, individu dengan kecemasan komunikasi biasanya akan tampak pendiam, menjawab atau berbicara seperlunya. Selain itu, pilihan strategi komunikasi yang tidak tepat oleh individu terkadang tercermin dalam tanggapan seperti kalimat.. biarkan saya berkata / jangan katakan…”.

Aspek ini menjelaskan bahwa individu dengan kecemasan komunikasi cenderung menampilkan respon yang berlebihan dalam berkomunikasi. Individu mencoba untuk menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas komunikasi yang baik, tetapi upaya ini dilakukan untuk menghindari ketidaknyamanan komunikasi. Semakin sedikit kesamaan antara individu dan lawan bicara, semakin tinggi kecemasan komunikasi yang dialami individu tersebut. 25 3.

Hipotesis

Rancangan Penelitian

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel

Definisi Operasional

Instrumen Penelitian

Skala self esteem akan terdiri dari 32 item yang terbagi menjadi 16 item yang mendukung self esteem siswa dan 16 item yang tidak mendukung yang tidak mendukung. Skala kecemasan komunikasi akan terdiri dari 30 item, yang terbagi menjadi 16 item yang mendukung kecemasan berbicara siswa dan 14 item yang tidak mendukung atau tidak mendukung.

Lokasi, Populasi dan Sampel 1. Lokasi

Populasi

Sampel

Untuk menentukan besarnya sampel peneliti mempunyai pedoman menurut pendapat Suharsimi Arikunto yang menjelaskan bahwa apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.

Tahap-Tahap Penelitian

Caranya dengan mendistribusikan ke seluruh mahasiswa BPI melalui Google form dan menunggu respon yang diterima mencapai jumlah responden yang ditargetkan. Uji coba instrumen dapat dilakukan untuk melihat apakah pertanyaan layak atau tidak untuk dijadikan instrumen dalam penelitian. Menurut Creswell, pengumpulan data kuantitatif mencakup 5 langkah utama sebagai pedoman dalam melakukan penelitian, yaitu lima gagasan utama.

Analisis Data

  • Uji Instrumen a. Uji Validitas
  • Uji Asumsi
  • Uji Hipotesis
  • Uji Statistik

Pada penelitian ini peneliti membutuhkan sebuah aplikasi untuk membantu dalam proses penghitungan hasil, oleh karena itu peneliti menggunakan aplikasi PASW Statistics 18. Skala harga diri terdiri dari 32 item dengan menggunakan item pernyataan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ihmatul Hidayat dalam tesis. Skala kecemasan berbicara terdiri dari 30 item dengan menggunakan item pernyataan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ihmatul Hidayat dalam tesisnya.

Ini VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID TIDAK VALID. Rancangan skala kecemasan berbicara yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Jumlah soal yang dinyatakan valid kemudian digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini.

Jumlah item penyelesaian yang valid sebanyak 54 item, dengan sebaran item harga diri 27 item dan kecemasan berbicara 27 item. Hipotesis juga diartikan sebagai penilaian sementara terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih 47 Menjawab rumusan masalah no. 3 mengenai apakah ada hubungan antara harga diri dengan kecemasan berbicara di depan umum dengan hipotesis. Jadi, dapat dilihat bahwa semakin tinggi skor maka semakin sering responden merasakan harga diri dengan kecemasan berbicara, sedangkan semakin rendah skor maka semakin rendah harga diri dengan kecemasan berbicara.

Tabel 3. 10  Interpretasi Nilai r
Tabel 3. 10 Interpretasi Nilai r

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Sejarah Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam berdiri bersamaan

Tujuan Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam

Menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga dalam dan luar negeri untuk memperkuat kompetensi unggul dan berdaya saing di bidang bimbingan keluarga sakinah.

Uji Asumsi

Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,352 lebih besar dari (>) 0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal.

Uji Homogenitas

Hal ini menunjukkan bahwa nilai sig lebih besar dari >0,05), sehingga data dalam penelitian ini bersifat homogen artinya data sampel yang diteliti memiliki varians yang sama.

Uji Hipotesis

Tabel di atas menunjukkan hasil uji korelasi, peneliti membaginya menjadi 3 tingkat interpretasi yang dievaluasi yaitu. Berdasarkan hasil di atas diketahui nilai signifikansi atau Sig.(2-tailed) adalah 0,00 < 0,001, karena dapat dikatakan pengambilan keputusan penting jika < (kurang dari) 0,001 maka hasil penelitian ini signifikan antara variabel harga diri dan kecemasan berbicara.

Uji Statistik

Statistik Deskriptif

Deskripsi harga diri dan kecemasan berbicara mahasiswa BPI IAIN Ponorogo, data diperoleh dari hasil pernyataan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Data pada tabel di atas merupakan hasil keluaran IBM Statistics 18 dari hasil perhitungan angket self-esteem BPI mahasiswa. Terlihat bahwa N adalah jumlah sampel 105 siswa, nilai rata-rata 65,13, ​​nilai standar deviasi 5,775, skor terendah 54 dan nilai tertinggi 87.

Untuk menentukan nilai self esteem mahasiswa BPI IAIN Ponorogo akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kecemasan Berbicara Mahasiswa BPI IAIN Ponorogo Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti membagikan kuesioner dalam bentuk soft file melalui WhatsApp untuk menghemat waktu dan tenaga, dan mengisinya melalui Google form kepada 105 responden. Data pada tabel di atas merupakan hasil IBM Statistics 18 dari hasil perhitungan kuesioner kecemasan berbicara siswa BPI.

Terlihat bahwa N adalah jumlah sampel dari total 105 mahasiswa, nilai rata-rata 76,26, nilai standar deviasi 7,162, nilai terendah 62 dan nilai tertinggi 108. Untuk menentukan skor kecemasan berbicara BPI IAIN Siswa Ponorogo akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang dan rendah. Terlihat bahwa untuk skor lebih dari 83,42 dikategorikan level tinggi, skor dikategorikan level sedang dan skor kurang dari 69,09 dikategorikan level rendah.

Tabel 4. 4  Skala Likert
Tabel 4. 4 Skala Likert

Tingkat Self Esteem Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo

Jika seseorang merasa memiliki harga diri yang tinggi, maka ia akan cenderung memandang dirinya sangat berharga dan merasa bahwa dirinya dihargai oleh orang lain. Selain itu, mereka akan menganggap dirinya tidak memiliki kekurangan dan unggul dalam bidang akademik serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini akan mengakibatkan individu mengembangkan self-esteem yang rendah jika lingkungannya kurang diperhatikan.

Jika seseorang merasa memiliki harga diri yang rendah, mereka akan menganggap dirinya tidak berharga, takut gagal, dan kehilangan kepercayaan diri. Aspek kebajikan, siswa cenderung mampu menghargai perilaku yang baik dan tidak merugikan diri sendiri sesuai dengan norma yang berlaku. Orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan rasa percaya diri pada anak agar terbentuk harga diri yang tinggi.

Orang tua yang sering memberikan hukuman dan larangan tanpa alasan yang jelas akan menyebabkan anak memiliki harga diri yang rendah. Dalam lingkungan sosial, pertumbuhan harga diri dimulai dengan seseorang menyadari bahwa dirinya berharga atau tidak dengan memiliki pengalaman di lingkungan dan sukses di bidang tertentu. Apabila usaha individu tersebut sesuai dengan tuntutan dan harapan yang dimiliki, berarti individu tersebut memiliki kompetensi yang dapat membantu dalam pembentukan harga diri yang tinggi.

Tingkat Kecemasan Berbicara Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo

Siswa cenderung memiliki kepercayaan diri untuk melakukan hal-hal baru dan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai tugas. Semakin tinggi evaluasi yang dicapai dalam komunikasi, semakin tinggi pula kecemasan dalam berkomunikasi. Siswa cenderung memiliki perasaan tidak nyaman, merasa malu, tegang dan gugup saat berkomunikasi.

Aspek penghindaran komunikasi Individu dengan kecemasan komunikasi cenderung menghindari situasi atau keadaan yang membutuhkan komunikasi. Faktor yang berhubungan dengan individu melihat diri sendiri saat berkomunikasi akan memandang rendah diri sendiri dan mengalami kecemasan saat berkomunikasi. Aspek gangguan komunikasi, individu yang mengalami kecemasan komunikasi tingkat tinggi cenderung mengalami kesulitan dalam presentasi verbal atau memunculkan perilaku non verbal.

Dengan kata lain, semakin banyak situasi atau peristiwa yang tidak diharapkan individu, semakin tinggi tingkat kecemasan komunikasi. Aspek overcommunication, salah satu respon terhadap kecemasan komunikasi yang tidak dialami oleh banyak orang atau hanya terjadi pada sejumlah kecil individu. Semakin sedikit kesamaan antara individu dan lawan bicara, semakin besar kecemasan komunikasi individu.

Hubungan Self Esteem dengan Kecemasan Berbicara Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam IAIN Ponorogo

Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang dimaknai hanya berupa angka-angka, yang kemudian dideskripsikan berdasarkan hasil yang diperoleh, sehingga penelitian tidak dapat melihat dinamika psikologis yang terjadi dalam proses tersebut.

Kesimpulan

Semakin tinggi harga diri maka kecemasan berbicara di depan umum akan semakin rendah dan sebaliknya semakin rendah harga diri maka kecemasan berbicara di depan umum akan semakin tinggi.

Saran

Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk memperpanjang waktu penelitian dan menggali lebih banyak sumber dan referensi yang berkaitan dengan harga diri dan kecemasan berbicara di depan umum sehingga hasil penelitian menjadi lebih baik. Hubungan Antara Percaya Diri dan Takut Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa Baru (Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia), 2017. Takut Berbicara di Depan Umum, (Jurnal Komunikasi Islam, Fakultas Da 'wah dan komunikasi, UIN Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia), 2016.

Hubungan antara harga diri dan ketakutan berbicara di depan umum, (Skripsi, Universitas Santa Dharma Yogyakarta), 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Penulisan Skripsi dan Analisis Data dengan SPSS (Sleman: CV Budi Utama, 2019). Hubungan antara kepercayaan diri dengan rasa takut berbicara di depan umum pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (Skripsi, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), 2020.

Hubungan antara Kepercayaan Diri dan Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa PPL Departemen BPI Tahun Akademik 2016/2017 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, (Disertasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang) , 2016 Pengaruh Harga Diri Terhadap Kecemasan Berbicara di Depan Publik Mahasiswa, (Disertasi, Universitas Negeri Jakarta), Tahun 2020.

Gambar

Tabel 3. 10  Interpretasi Nilai r
Tabel 4. 2  Hasil Uji Homogenitas
Tabel 4. 3  Hasil Uji Hipotesis
Tabel 4. 4  Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Guru, penelitian ini diharapkan memberikan informasi empiris tentang hubungan antara berpikir positif dengan kecemasan berbicara di depan umum sehingga para

Hubungan antara pola asuh demokratis dan self-enhancement dengan kecemasan berbicara di depan umum pada anggota BEM UNS Surakarta; 2.. Hubungan antara pola asuh

Dari penjelasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kecemasan berbicara di depan umum adalah suatu keadaan tidak nyaman yang sifatnya tidak menetap pada diri individu

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan berbicara di depan umum adalah suatu keadaan aprehensi atau khwatir tentang sesuatu hal buruk yang

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menguji pengaruh kepercayaan diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum dan 2) untuk menguji perbedaan kecemasan berbicara di

Hipotesis pertama memiliki tujuan untuk menguji hubungan antara berpikir positif dan efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa

Tabel di atas memperlihatkan bahwa tidak ada responden yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan merasakan kecemasan tinggi saat berbicara di depan kelas, sedangkan responden

Sebaliknya, semakin rendah self- efficacy individu maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan berbicara di depan umum SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan