IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI BIDANG BELAJAR
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Dosen Pengampu: Dr. Naharus Surur, M.Pd.
Disusun Oleh:
SISKA DWI UTAMI K5418073
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2020
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI BIDANG BELAJAR
Oleh: Siska Dwi Utami
Bidang belajar adalah proses pemberian bantuan guru bimbingan dan koseling/konselor kepada peserta didik/konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.
Beberapa aspek masalah belajar yang memerlukan layanan bimbingan belajar atau bimbingan akademik (academic guadience) antara lain sebagai berikut :
a) Kemampuan belajar yang rendah
Guru BK perlu memberikan bantuan dengan mendorong dan memotivasi peserta didik untuk belajar secara berulang-ulang. Karena sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang akan memperkuat memori dan lama-kelamaan dapat menjadi kebiasaan sehingga terbentuklah karakter baik dalam belajar dan mampu meningkatkan kemampuan belajarnya.
b) Motivasi belajar yang rendah
Guru BK perlu lebih dalam mengenal peserta didik atau dapat pula memberikannya pengertian bahwa belajar yang baik akan membuat orang di sekitarnya senang terutama orang tua. Peserta didik disadarkan bahwa orang tuanya bekerja keras untuk menyekolahkannya demi masa depan yang cerah.
Selain itu, dapat pula dimotivasi dengan keinginan besar peserta didik di masa depan sehingga keinginan tersebut dijadikan sebagai pendorong untuk bersungguh-sungguh dalam belajar demi meraih cita-cita atau mimpinya.
c) Minat belajar yang rendah
Guru BK perlu membantu dengan memotivasinya bahwa belajar akan memberikan peserta didik masa depan yang cerah dan mampu mewujudkan
cita-cita yang diinginkannya. Minat belajar yang rendah juga berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah.
d) Tidak berbakat pada mata pelajaran tertentu
Guru BK perlu membantu dengan memberikan motivasi kepada peseta didik, untuk mengoptimalkan kemampuannya meskipun tidak berbakat pada mata pelajaran tersebut. Karena mengoptimalkan usaha tidak akan rugi dan hasil juga tidak akan mengkhianati usaha. Karena sejatinya bakat hanya berperan kecil dalam keberhasilan, usahalah yang memiliki peran besar dalam keberhasilan.
e) Kesulitan berkonsentrasi dalam belajar
Guru BK perlu membantu peserta didik dengan berupaya mencari sebab sulitnya peserta didik dalam berkonsentrasi. Kemudian setelah ditemukan penyebabnya, maka peserta didik akan diberikan saran. Misal, peserta didik dengan tipe belajar visual dan akan sulit berkonsentrasi apabila teman- temannya berisik, maka guru BK menyarankan peserta didik untuk duduk di depan sehingga akan jelas dalam menerima pelajaran dan tidak akan ada suara berisik sebagaimana apabila duduk di belakang.
f) Sikap belajar yang tidak terarah
Guru BK perlu membantu dengan memberikan saran kepada peserta didik untuk menghayati setiap mata pelajaran dan mengikuti seluruh instruksi guru.
Dengan begitu, peserta didik dapat bersikap terarah dan fokus menerima pelajaran yang diberikan guru.
g) Perilaku mal akdaftif dalam belajar seperti suka mengganggu teman belajar Guru BK perlu menyadarkan peserta didik bahwa hal tersebut tidak baik bagi dirinya dan temannya. Dengan melakukan mal akdaktif maka peserta didik akan rugi dengan tidak menerima pelajaran secara optimal karena kurangnya berkonsentrasi dan bagi temannya peserta didik tersebut juga telah menganggu konsentrasinya untuk belajar.
h) Prestasi belajar yang rendah
Guru BK perlu membantu untuk memotivasi dan mendorong peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, guru BK juga perlu
mencari tahu penyebab permasalahan prestasi belajar yang rendah. Sehingga setelah diketahui masalah tersebut, guru BK dapat memberikan solusi dan saran demi kebaikan perkembangan peserta didik tersebut
i) Penyaluran kelompok belajar dan kegiatan belajar siswa lainnya
Guru BK dapat memberikan bantuan dengan membentuk kelompok belajar dan mengatur kegiatan belajar siswa lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta didik, supaya kelompok dan kegiatan tersebut berjalan secara efektif dan efisien.
j) Pemilihan dan penyaluran jurusan
Guru BK dapat membantu dengan memberikan saran pemilihan dan penyaluran jurusan sesuai dengan nilai rapot dengan mempertimbangkan minat, potensi, dan peluang masuk di jurusan tersebut.
k) Gagal ujian atau tidak naik kelas
Guru BK dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dorongan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sehingga dengan permasalahan tersebut, guru BK dapat memberitahukan bahwa gagal ujian dan tidak naik kelas adalah sebuah bentuk evaluasi bagi diri peserta didik agar lebih meningkatkan belajarnya lagi. Dengan adanya permasalahan ini, peserta didik juga dapat disadarkan bahwa belajar dengan sungguh-sungguh itu penting dan akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sudarmi, dkk. 2016. Contoh Kasus Pribadi, Sosial, Belajaran, Karir, dan Cara Penyelesaian. Makalah Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.
Mataram.