• Tidak ada hasil yang ditemukan

identifikasi permasalahan peserta didik - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "identifikasi permasalahan peserta didik - Spada UNS"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI BIDANG BELAJAR

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Dosen Pengampu: Dr. Naharus Surur, M.Pd.

Disusun Oleh:

SISKA DWI UTAMI K5418073

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2020

(2)

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI BIDANG BELAJAR

Oleh: Siska Dwi Utami

Bidang belajar adalah proses pemberian bantuan guru bimbingan dan koseling/konselor kepada peserta didik/konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Beberapa aspek masalah belajar yang memerlukan layanan bimbingan belajar atau bimbingan akademik (academic guadience) antara lain sebagai berikut :

a) Kemampuan belajar yang rendah

Guru BK perlu memberikan bantuan dengan mendorong dan memotivasi peserta didik untuk belajar secara berulang-ulang. Karena sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang akan memperkuat memori dan lama-kelamaan dapat menjadi kebiasaan sehingga terbentuklah karakter baik dalam belajar dan mampu meningkatkan kemampuan belajarnya.

b) Motivasi belajar yang rendah

Guru BK perlu lebih dalam mengenal peserta didik atau dapat pula memberikannya pengertian bahwa belajar yang baik akan membuat orang di sekitarnya senang terutama orang tua. Peserta didik disadarkan bahwa orang tuanya bekerja keras untuk menyekolahkannya demi masa depan yang cerah.

Selain itu, dapat pula dimotivasi dengan keinginan besar peserta didik di masa depan sehingga keinginan tersebut dijadikan sebagai pendorong untuk bersungguh-sungguh dalam belajar demi meraih cita-cita atau mimpinya.

c) Minat belajar yang rendah

Guru BK perlu membantu dengan memotivasinya bahwa belajar akan memberikan peserta didik masa depan yang cerah dan mampu mewujudkan

(3)

cita-cita yang diinginkannya. Minat belajar yang rendah juga berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah.

d) Tidak berbakat pada mata pelajaran tertentu

Guru BK perlu membantu dengan memberikan motivasi kepada peseta didik, untuk mengoptimalkan kemampuannya meskipun tidak berbakat pada mata pelajaran tersebut. Karena mengoptimalkan usaha tidak akan rugi dan hasil juga tidak akan mengkhianati usaha. Karena sejatinya bakat hanya berperan kecil dalam keberhasilan, usahalah yang memiliki peran besar dalam keberhasilan.

e) Kesulitan berkonsentrasi dalam belajar

Guru BK perlu membantu peserta didik dengan berupaya mencari sebab sulitnya peserta didik dalam berkonsentrasi. Kemudian setelah ditemukan penyebabnya, maka peserta didik akan diberikan saran. Misal, peserta didik dengan tipe belajar visual dan akan sulit berkonsentrasi apabila teman- temannya berisik, maka guru BK menyarankan peserta didik untuk duduk di depan sehingga akan jelas dalam menerima pelajaran dan tidak akan ada suara berisik sebagaimana apabila duduk di belakang.

f) Sikap belajar yang tidak terarah

Guru BK perlu membantu dengan memberikan saran kepada peserta didik untuk menghayati setiap mata pelajaran dan mengikuti seluruh instruksi guru.

Dengan begitu, peserta didik dapat bersikap terarah dan fokus menerima pelajaran yang diberikan guru.

g) Perilaku mal akdaftif dalam belajar seperti suka mengganggu teman belajar Guru BK perlu menyadarkan peserta didik bahwa hal tersebut tidak baik bagi dirinya dan temannya. Dengan melakukan mal akdaktif maka peserta didik akan rugi dengan tidak menerima pelajaran secara optimal karena kurangnya berkonsentrasi dan bagi temannya peserta didik tersebut juga telah menganggu konsentrasinya untuk belajar.

h) Prestasi belajar yang rendah

Guru BK perlu membantu untuk memotivasi dan mendorong peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, guru BK juga perlu

(4)

mencari tahu penyebab permasalahan prestasi belajar yang rendah. Sehingga setelah diketahui masalah tersebut, guru BK dapat memberikan solusi dan saran demi kebaikan perkembangan peserta didik tersebut

i) Penyaluran kelompok belajar dan kegiatan belajar siswa lainnya

Guru BK dapat memberikan bantuan dengan membentuk kelompok belajar dan mengatur kegiatan belajar siswa lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta didik, supaya kelompok dan kegiatan tersebut berjalan secara efektif dan efisien.

j) Pemilihan dan penyaluran jurusan

Guru BK dapat membantu dengan memberikan saran pemilihan dan penyaluran jurusan sesuai dengan nilai rapot dengan mempertimbangkan minat, potensi, dan peluang masuk di jurusan tersebut.

k) Gagal ujian atau tidak naik kelas

Guru BK dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dorongan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sehingga dengan permasalahan tersebut, guru BK dapat memberitahukan bahwa gagal ujian dan tidak naik kelas adalah sebuah bentuk evaluasi bagi diri peserta didik agar lebih meningkatkan belajarnya lagi. Dengan adanya permasalahan ini, peserta didik juga dapat disadarkan bahwa belajar dengan sungguh-sungguh itu penting dan akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Sudarmi, dkk. 2016. Contoh Kasus Pribadi, Sosial, Belajaran, Karir, dan Cara Penyelesaian. Makalah Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.

Mataram.

Referensi

Dokumen terkait

informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik tentang pelaksanaan layanan informasi mengenai pemahaman gaya

Sudah adanya peran dari guru BK untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik tinggal kelas dengan memberikan layanan BK kepada peserta didik tinggal kelas tersebut

Berdasarkan gambar 1 di atas dapat diketahui bahwa untuk kategori peserta didik tidak baik terhadap pengetahuan deklaratif ( Deklaratif Knowledge ) memiliki

Berdasarkan nilai logit, peserta didik tersebut memiliki habits of mind kategori berpikir kritis yang tinggi sehingga peserta didik berpeluang besar untuk berada pada tingkat habits of

Berangkat dari fase-fase perkembangan anak didik tersebut di atas, terlihat bahwa secara implisit hal itu menggambarkan perkembangan potensi fitrah yang dimiliki anak didik melalui

Untuk menangani masalah tersebut diperlukana konferensi kasus yang terdiri dari guru BK, orang tua, wali kelas, dan juga guru mata pelajaran untuk bias membantu memecahkan peserta didik

Kelompok tersebut yakni: 1 Peserta didik dengan kemampuan menulis 2-3 paragraf Peserta didik yang termasuk dalam kelompok ini adalah peserta didik yang sudah memahami kemampuan